PERESMIAN HARI SANTRI NASIONAL

Rencananya siang ini presiden Joko Widodo akan  meresmikan hari santri nasional yang dipusatkan di masjid Istiqlal jakarta.  Tentu semua santri atau mereka yang bersimpati terhadap santri akan menyambutnya dengan antusias dan bahagia, bahkan di beberapa daerah kegiatan menyambut hari santri nasional tersebut suidah diselenggarakan dengan melakukan berbagai aktifitas, seeprti kirap, pengajian dan  kajian kajian terhadap kitab karangan  ulama Indonesia, serta tidak lupa berziarah ke makam beberapa  wali.

Walau masih ada yang berkeberatan dengan ditetapkannya hari santri nasional, namun presiden rupanya sudah mantap untuk memutuskannya, karena didasarkan atas  berbagai pertimbangan yang matang.  Kekhawatiran sementara pihak tentang akan munculnya polarisasi umat muslim, rasanya  tidak akan terjadi, karena terbukti sudah banyak perbedaan yang selama ini ada di masyarakat, idak akan  dapat merobek persatuan umat yang semakin kokoh dan rasional.

Beberapa alasan tentang pentingnya ditetapkan hari santri nasional sudah disam[aikan banyak pihak, bukan sekedar memenuhi janji pada saat menjelang pilpres, melainkan memang sebuah “keharusan”, mengingat peran serta  para santri dan ulama dalam membela dan mempertahankan NKRI, baik pada saat  sebelum kemerdekaan,  dan juga pada awal kemerdekaan maupun saat ini.  Karena itu keputusan pemerintah untuk menetapkan hari santri nasional tersebut sudah sangat tepat, dan langkah untuk tidak menjadikannya sebagai hari libur uga sangat tepat, karena sudah terlalu banyak hari libur.

Justru seharusnya seluruh umat muslim, tidak terkecuali harus bangga dan merasa bahwa  diri mereka juga  bagian dari santri, sehingga  tidak ada satu pihak pun yang mengkhawatirkan dan berusaha untuk menggagalkan hari santri tersebut.  Santri bukan hanya milik satu golongan saja, melainkan milik semua orang, walaupun orang tersebut sama sekali tidak pernah mondok do pesantren sekalipun.  Hakekat santri ialah mereka yang melaksanakan sesuatu dengan penuh keikhlasan, daan selalu berusaha berada dalam jalan yang benar.

Jadi santri sesunggunya bukan  milik anak anak yang masih belajar di pesantren, tetapi termasuk orang tua yang merasa terus  akan menjalankan sesuatu dengan tulus dan  mempertahankan kebajikan serta  kebenaran.  Sepak terjang santri itu dapat dinilai sebagai pihak yang sangat menghormati kiai atau pimpinan, selama pimpinan tersebut berada dalam koridor yang benar.  Ketundukan dan kepatuhan tersebut diasarkan atas rasahormat dan ikhlas tanpa pamrih, karena  didasari pula oleh rasa percaya bahwa  para kiai dan pimpinan tersebut  sedang memperjuangkan sesuatu yang benar untuk kemaslahatan umat secara menyeluruh.

Walaupun mungkin  ada juga yang memahaminya secara lelbih khusus, yakni santri yang pada umumnya nyantri di pesantren untuk menimba ilmupengetahuan, khususnya agama Islam.  Tradisi nyatri tersebut sejak mula memang dilakukan oleh  keluarga besaar Nahdliyin, walaupun sekarang juga sudah dilakukan pula oleh  masyarakat muslim  tanpa  harus warga Nahdliyin.  Mungkin atas dasar itulah kemudian muncul pemikiran bahwa seolah hari santri tersebut hanya ditujukan kepada  sekelompok umat semata.

Kalaupun misalnya kaum muslim lainnya tidak merasa  memiliki hari santri tersebut, sesungguhnya tidak mengapa, karena  ditetapkannya hari santri tidak akan mengusik dan mengharuskan semua umat muslim merasa memilikinya.  Peristiwa penetapan hari santri nasional seharusnya  disikapi biasa biasa saja karena tidak ada pihak manapun yang diganggu keberadaannya, bahkan justru malah bertujuan untuk memberikan penhargaan kepada  mereka yang merasa santri yang yang bersimpati kepada  santri tersebut.

Apalagi kalau diingat bahwa  para santri itu merupakan pihak yang  ikhlas dalam menjalani kehidupan, sehingga kalaupun kemudian peringtatan hari santri tidak mendapatkan sambutan meriah dari masyarakat luas, para santri tetap akan menyambutnya dengan baik, dan tidka akan melakukan sesuatu yang membahayakan dan membuat khawatir masyarakat, seperti berdemonstrasi dan melakukan kerusuhan.  Kita semua menjamin bahwa para santri  dapat dipastikan tidak akan membuat huru hara dan melakukan sesuatu yang membuat masyarakat takut dan sejenisnya.

Keidentikan antara santri dan taat peraturan harus diyakini sebagai salah satu hal yang menjadi ciri khas dan  karena itu masyarakat  tidak perlu kahwatir dengan penetapan hari santri.  Kita sangat yakin bahwa setelah ditetapkannya hari santri nasional,  para santri tidak akan menuntut yang lain, seperti meminta hari tersebut diliburkan dan  meminta pemerintah menyediakan  anggaran untuk peringatan hari santri atau menuntut lainnya.  Para santri tentu akan puas dengan penghargaan tersebut bahkan akan menjaga diri mereka tetap eksis dan berperan dalam membangun bangsa dan mempertahankannya dari  berbagai kemungkinan buruk yang akan menimpa negara.

Bahkan kalau sedandinya kehidupan masyarakat Indonesia meniru   kepada kehidupan santri yang  sedrhana tanpa  banyak menuntut, tentu  negara kita akan  menjadi lebih bagus.  Cara hidup sederhana yang juga dianjurkan oleh para pemimpin kita, termasuk presiden Jokowi saat ini, memang merupakan ciri khasa kehidupan santri yang jauh dari sifat boros dan  mewah.  Tentu akan santat bagus jika seluruh rakyat Indonesia, terutama para tokohnya  berperilaku sedrhana dalam kehidupannya.

Namun memang patut disayangkan pada saat negara dalam kondisi  krisis, namun banyak tokoh dan pimpinannya justru malah hidup mewah dan sering melakukan hal hal yang  kurang bermanfaat bagi umat.  Hidup hedonis yang dipraktekkan oleh sebagaian diantara para pejabat kita sesungguhnya  bertentangan dengan keberadaan mereka itu sendiri, karena para tokoh dan pimpinan seharusnya menjadikan diri mereka sebagai teladan bagi masyarakat.  Nah, saat ini  masih banya rakyat kita yang miskin dan kesulitan, tetapi para pejabatnya malah hidup bermewah mewah.

Memang hdiup  mewah itu itu tidak dilarang, karena memang tidak ada larangan  untuk itu, namun  sebagai tokoh yang  selalu dilihat oleh masyarakat, tentunya akan sangat bagus jika kelebihan harta yang dipunyai tersebut dibagikan kepada mereka yang  sangat membutuhkan.  Secara riil masyarakat kita masih banyak yang susah, bahkan hanya sekedar memenuhi kebutuhan  primer hidup saja  harus  ngos ngosan.  Jadi kepribadian para santri yang peduli terhadap sesama dan tulus dalam berbuat sangat  bagus dipraktekkan oleh semua pihak.

Setidaknya pada saat kita memperingati hari santri nasional ini, kita  menyadari tentang hal tersebut dan kemudian  menyisihkan sedikit harta yang kita  dapatkan untuk disumbangkan kepada mereka yang membutuhkan.  Kita memang berharap bahwa hari santri  nantinya akan selalu diperingati dengan menonjolkan  kebiasaan santri yang bagus, speeryi tylus dalam berbuat, bertanggung jawab atas kesejahteraan umat, patuh terhadap aturan dan  senantiasa siap untuk membela  bangsa dan negara.

Karena itu saya mengajak kepada seluruh santri agar  ke depan kita  memperingati hari santri dengan melakukan dan mempraktekkan perilaku bagus tersebut dan menghimbau kepada semua  orang untuk mempraktekkannya.  Dengan begitu pemberian  dan penetapan hari santri nasional memang bermanfaat bagi bangsa  dan bukan  seperti  kekhawatiran sementara orang yang  akan memecah belah bangsa.  Kita harus dapat membuktikan bahwa  penetapa hari santri tersebut memang tepat dan harus, karena didasarkan atas kepentingan bangsa dan bukan atas kemauan  sepihak semata.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.