MENGENANG KEGANASAN PKI

Kiranya tidak ada seorangpun yang pada saat itu menyaksikan kebiadaban PKI kemudian dapat melupakannya, meskipun sudah puluhan tahun.  Hal tersebut disebabkan oleh perbuatan yang diluar batas kemanusiaan, bahkan  sangat luar biasa biadab.  Betapa tidak, pada saat itu banyak orang baik tiba tiba didatangi oleh segerombolan orang dan langsung menyeret orang baik tersebut, dianiaya dan dibunuh secara keji, dan kemudian mayatnya dimasukkan ke dalam jumbangan atau sumur yang ada.  Para kiai, ustadz dan tokoh masyarakat, banyak yang mengalami nasib tragis seperti itu.

Masyarakat awam juga banyak yang mendapatkan perlakuan tidak sesnonoh tersebut, terutama yang tidak mendukung gerakan mereka.  Karena itu sangat pantas bilamana kemudian  Tuhan  membalas perbuatan mereka dengan  munculnya garakan masyarakat untuk melaan mereka bersama dengan seluruh apparat yang masih mempunyai kepdulian dan rasa kemanusiaan.  PKI kemudian dapat ditumbangkan oleh rakyat yang  secara bersama sama melawan  aksi mereka.

Dengan  begitu negara juga dapat diselamatkan dari kemungkinan dijadikan negara komunis, yang memang menjadi cita cita dan target mereka.  Kita sangat yakin bahwa semua itu sudah merupakan keputusan Tuhan, yakni menyelamatkan bangsa dan negara Indonesia dari tangan orang komunis, walaupun harus dilakukan  melalui tangan tangan  anak anak bangsa yang masih bermoral dan  prihatin atas nasib bangsa ke depannya.

Tinggal kemudian bagaimana anak bangsa ini  memelihara dan mengembangkan serta memajukan  bangsanya menju kesejahteraan yang hakiki.  Mungkin pada saat ini kalaupun ada  keinginan sebagian  orang yang masih menginginkan komunis hidup di negeri ini, namun mereka tidak akan berani secara terang terangan, karena kita sudah sepakat untuk memberantas mereka sampai ke akar akarnya.  Memang beberapa waktu yang lalu ada semacam gerakan tersebut yang ditandai dengan pawai dengan membawa bendera yang berlambangkan palu arit, namun  keberadaannya masih belum diketahui secara jelas.

Demikian juga pada saat ditemukan ada gambar palu arit di tempat tinggal mahasiswa, ternyata yang bersangkutan  menjawab hanya sekedar iseng.  Walaupun kita tidak boleh terkecoh dengan alasan mereka, tetapi kita tetap harus terus mewaspadai setiap gerakan merka yang ingin menhidupkan partai ini di negera kita tercinta.  Kita harus mencegah secara dini agar  paham tersebut tidak merasuki anak anak muda kita.  Setiap ada tanda yang mengararh kepada penghidupan kembali partai terlarang tersebut, kita harus mengusutnya secara tuntas, sehingga tidak akan kecolongan.

Hal terpenting yang harus ditekankan  ialah bagaimana kita dapat memberikan gambaran betapa sadisnya  mereka itu, terutama pada saat mereka mengadakan gerakan pada akhir bulan September tahun 1960.  Sebab kalau informasi tersebut tidak sampai kepada generasi mudah tentang keganasan dan kebiadapan mereka, bisa saja para generasi muda kita  akan mudah melupakannya dan sekaligus  membuka keran bagi mereka untuk mencoba mengembangkan dan memperkenalkan partai komunis tersebut, meskipun dengan wajah baru.

Mereka kita kenal mempunyai seribu wajah panampakan, karena strategi mereka untuk mendapatkan sesuatu yang dikejar.  Bahkan  termasuk  untuk memoles wajahnya dengan wajah santun, namun dengan watak aslinya yang sebagaimana diinformasikan tersebut, kita sekali lagi tidak boleh terkecoh dengan penampakan luar yang memang ditampakkan seolah manis dan bahkan mungkin menjanjikan  kebaikan.

Sekali PKI tetap akan terus menjadi PKI walaupun mungkin   dengan memakai pakaian lain.  Untuk itu kita tidak boleh terlena dan tertipu dengan gerakan mereka yang  memakai topeng kebaikan pada awal penampakannya.  Kita sudah sepakat bulat melalui kesepakatan  MPR bahwa PKI merupakan partai terlarang untuk selamanya.  Dengan berubah bentuk apapun, mereka haram hidup di bumi Indonesia.  Nah, kesepakatan dan  pertimbangannya itulah yang sangat penting kita rumuskan dan diketahui secara detail oleh generasi muda kita, agar m,ereka tidak mudah dibohongi.

Ada kekhawatiran bahwa  generasi muda kita yang terputus dengan persoalan informasi penting tersebut, akan  mudah memafkan dan sekaligus memberikan ruang yang sama kepada mereka yang telah divonis haram hidup di negeri ini, dengan mengatas namakan keadilan.  Ini yang bahaya, karena  ketidak tahuan  generasi kita, akan menyebabkan  bahaya besar mengintai dan   berada di hadapan bangsa.  PKI dalam segala bentuknya, hingga saat ini masih ngincer untuk dapat hidup kembali di negeri ini, karena itu mereka akan mencari celah sekecil apapun untuk masuk lagi ke negera kita.

Kalau kemudian benteng yang kita bangun tidak kokoh, sudah barang pasti akan mudah dirobohkan oleh mereka, bahkan atas bantuan bangsa kita sendiri.  Barangkali kita perlu  menyusun tim yang akan membeberkan kekejian  PKI pada zaman tersebut  dengan mengambil pengalaman  di banyak daerah. Artinya kekejaman PKI terhadap para tokoh dan ulama yang jelas jelas menentang aksi mereka, harus dibeberkan secara gambling,  sehingga  dapat terbaca dengan jelas pula  tentang kebiadaban mereka dan  bagaimana seharusnya kita menyikapinya serta  bagaimana kita menyelematkan anak anak bangsa.

Momentum 30 september dan kemudian penyelamatan negara pada tanggal 1 Oktober 1965, perlu diperingati dengan menjelaskan  kepada  generasi muda tentang peristiwa tersebut.  Boleh jadi  sekarang  ini, setelah sekian tehun terjadinya peristiwa beradarah yang sangat memilukan tersebut, sedikit demi sedikit  sebagian diantara kita sudah mulai melupakannya, dan  tidak lagi memperingatinya.  Pada zaman dahulu kita selalu memperingati peristiwa G30 PKI dan sekaligus dirangkai dengan  hari kesaktian Pancasila, yakni tanggal 1 Oktober.

Memang kita sudah sepakat menamakan tanggal 1 Oktober sebagai hari kesaktian Pancasila, karena  selamat dari pembantaian PKI untuk menghilangkan Pncasila sebagai dasar negara dan diganti dengan dasar komunis.  Namun secara  substantive sesungguhnya bukan Pancasilanya yang sakti, melainkan  kita bangsa Indonesia yang  memang sudah sangat yakin bahwa dengan dasar negara Pancasila, negara ini akan dapat dibangund engan baik dan m akmur di masa depan.

Bahkan kita juga  yakin bahwa semua itu didapatkan atas berkat Tuhan Yang Maha Esa, karena  bangsa ini memang herus diselamatkan dari komunis.  Kalau sampai saat ini negara ini belum mampu mensejahterakan rakyatnya sebagaimana cita cita awal, itu bukan persoalan dasar negara, melainkan kita saja yang belummampu mengamalkan dasar negara tersebut secara baik dan konsekwen.  Seacara teori kita dapat membenarkan bahwa kalau semua pimpinan dan rakyat memegang teguh kepada falsafah Pancasila dengan benar,  insyaallah bangsa ini akan menjadi maju dan dapat bersaing dengan negara mamu lainnya.

Jadi persoalannya saat ini ialah  bagaimana kita dapat kembali kepada nilai nilai Pncasila yangnkemudian kita amalkan secara konsekwen.  Bahkan secara islam, dengan mengamalkan nilai nilai Pancasila tersebut sesungguhnya sama dengan mengamalkan ajaran islam yang memang kaffah.  Islam yang hidup dio nusantara yang fleksibel dan dapat menerima perbedaan diantara para pemeluk  agama lain, tentu akan  senada dengan falsafah Pancasila.

Kita yakin bahwa Pancasila bukanlah agama, namun ketika nilai nilai yang terkandung di dalamnya kita amalkan, maka sekaligus kita telah mengamalkan pula nilai nilai Islam itu sendiri.  Tentu itu bagi kita yang umat muslim, sedangkan bagi umat lainnya, juga tentu mempunya alasan tersendiri untuk dianggap sebagai pengamalan  nilai nilai agama mereka.  Semoga ke depan kita tetap terselamatkan dari bahaya komunis yang sudah mengintai di dekat kita.  Semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.