7 HAL YANG MENGHANCURKAN

Berbicara mengenai dosa besar, mungkin banyak diinformasikan oleh ayat ataupun hadis, namun kita tahu bahwa ada 7 dosa besar yang secara khusus disebutkan dalam sebuah riwayat hadis yang diinformasikan oleh imam al-Bukhari dan lainnya.  Ketujuh  hal yang dapat menghancurkan atau bahkan membinasakan tersebut terkadang malah  dilakukan oleh sebagian orang, padahal mereka sesungguhnya juga tahu bahwa  apa yang mereka lakukan tersebut merupakan sebuah bahaya besar bagi dirinya, baik pada saat masih di dunia maupun  nanti setelah berada di akhirat.

Secara lebih rinci ketujuh hal tersebut akan  dijelaskan dalam tulisan ini dan diberikan beberapa contoh, dengan harapan kita tidak akan berani untuk melakukannya.  Bagi mereka yang tidak mempercayainya, mungkin memang  sudah menjadi keputusannya, namun bagi kitanyang masih mempercayai Rasul Muhammad saw, kiranya akan  berdosa pula jika kita mengingkarinya, karena ketujuh hal tersebut secara jelas disebutkan dalam  rangkaian  sabda beliau, yakni syirik, sihir, membunuh  seseorang tanpa hak, memakan harta anak yatim,  memakan  riba, lari pada saat pertempuran, dan menuduh zina perempuan  baik baik.

Pertanyaan yang  segera muncul biasanya ialah kenapa al hala tersebut dapat disebut sebagai sesuatu yang menghancurkan atau mebinasakan?.  Bukankan banyak orang yang melakukannya, tetapi masih biasa biasa saja?  Jawabannya tentu akan sangat tergantung pada  siapa yang menjadi  pendengar atau pembacanya.  Artinya  bagi mereka yang mau percaya, pasti akan dapat merasakan betapa hal hal tersebut memang  menghancurkan, tetapi bagi yang tidak percaya, akan menjadi  biasa biasa saja.

Pertama tentang syirik kepada Allah swt atau menyekutukan-Nya.  Bagi mereka yang tidak percaya, mau musyrik atau tidak tentu tidak ada urusan dan sama sekali tidak ada pengaruhnya dalam kehidupannya, tetapi bagi mereka yang percaya dan mempunyai iman dalam dirinya, sudah barang tentu syirik tersebut akan dapat merusak seluruh sendi kehidupanya.  Bagi orang yang beriman,  mentauhidkan Allah itu mutlak dan tidak ada tawaran sedikitpun dan itu merupakan  dasar dalam segala hal yang dijalaninya di dunia ini termasuk untuk  hal yang terkait dengan urusan akhirat.

Jadi sekali musyrik, maka seluruh amalnya  akan menjadi musnah dan hancur, tanpa bekas. Kebaikan yang selama hidupnya dijaani, baik dengan sadar maupun tidak, semuanya akan menjadi lenyap pada saat  isyrak tersebut dilakukan.  Bahkan Allah swt sendiri secara tegas  mengatakan bahwa  syirik merupakan dosa yang tidak terampuni, tidak seperti  dosa lainnya, yang masih mungkin untuk diampuni.  Ehingga wajar jika  dosa syirik tersebut merupakan dosa besar dan menghancurkan, utamanya  menghancurkan sleuruh amal baik yang pernah dilakukannya.

Kedua, sihir, yaitu sesuatu yang  dilakukan dengan kesengajaan oleh seseorang untuk mempengaruhi pikiran pihak lain.  Tujuannya antara lain agar seseorang yang disihir tersebut menjadi tidak dapat berpikir rasional tetapi justru akan mengikuti kehendak orang yang mensihir.  Namun kemudian sihir tersebut menjadi berkembang sedemikian rupa sehingga macamnya menjadi bervariasi.  Bahkan dalam perjalannnya, kemudian sihir tersebut tidak saja hanya mempengaruhi pikiran seseorang, melainkan juga dapat  menyakiti pihak lain.

Artinya sihir tersebut akan dapat berpengaruh kepada  siapapun yang lengah, dan  tidak akan dapat menyentuh mereka yang selalu ingat kepada Allah swt dalam setiap saatnya.  Sihir tersebut biasanya dilakukan  dengan bantuan makhluk lain, sehingga pada saatnya akan dapat menghancurkan, bukan pihak yang disihir semta, melainkan juga mereka yang justru menggunakan sihir tersebut.  Kita tahu bahwa sihir sebagaimana yang disampaikan oleh Harut dan Marut ialah sihir  yang mempengaruhi orang untuk tidak menggunakan pikiran normalnya, yakni sihir untuk memisahkan  dua orang yang saling mencintai, semisal suami isteri.

Dengan pengaruh sihir tersebut, seseorang akan merasa sangat benci dengan yang lain, sehingga kehiduoannya akan berakhir dengan berantakan.  Itulah mengapa sihir tersebut disebut sebagai sesuatu yang menghancurkan.  Demikian juga pengaruh sihir akan dapat melengketkan  dua orang yang sesunggunya  tidak menyukai, dan  ada saat sadar   mereka akan menjadi hancur karena segalanya sudahterlanjur.  Demikian juga dengan pengaruh sihir yang membuat pihak lain menjadi sakit, juga akan menghancurkan dan merusak masa depan.

Ketiga, ialah memunuh tanpa hak kepada nyawa seseorang.  Kita tahu bahwa  dalam salah sebuah ayat di dalam al-Quran, Tuhan  penah berfirman bahwa bagi siapapun yang membunuh dengan sengaja orang yang beriman, maka hukumannya ialah neraka Jahannam.  Nah, itu disebabkan membunuh itu perbuatan keji yang dapat menimbulkan berbagai goncangan dalam kehidupan orang.  Kalau misalnya seseorang yang dibunuh tersebut mempunyai keluarga, maka  bukan saja  menyengsarakan satu orang,. Tetapi pembinuhan tersebut akan menghancurkan banyak pihak.

Kalaupun yang dibunuh tersebut masih anak sekolah, misalnya, tetapi dia dipastikan mempunyai orang tua yang berharap banyak kepada anak tersebut.  Disampng itu si anak juga pasti mempunyai segudang cita cita untuk menjadi orang berhasil dalam kehidupannya, sehingga pembunuhan tersebut benar benar menghancurkan banyak pihak, karena semua harapan dan cita cita  menjadi kandas di tengah jalan.

Keempat, ialah memakan harta anak yatim.  Sudah terlalu banyak  peringatan yang disampaikan kepada kita tentang anak yatim yang lemah, karena ditinggal  rang tuanya, dan seharusnya kita perhatikan dan pelihara.  Bahkan Tuhan sendiri secara tegas menyatakan bahwa  mereka yang membiarkan dan menyia nyiakan anak yatim disebut sebagai pendusta agama.  Nah, ketika  orang tua  si anak tersebut meninggal dunia, tentu  secara otomatis  dia akan emnjadi yatim dan mendapatkan warisan harta yang ditinggalkan oleh orang tuanya tersebut.

Bagi siapapun, utamanya yang  masih ada hubungan kerabat dengan anak tersebut sanat dianjurkan untuk memelihara  harta  dan mengembangkannya untuk keepentingan anak yatim tersebut dima sa depannya.  Sesungguhnya pemelihara harta tersebut diperbolehkan ikut makan harta tersebut sepanjang sedekar sepantasnya, dan selebihnya harus diperguanakan untuk kepentingan anak yatim tersebut.  Tetapi kalau kemudian harta tersebut justru malah dikuasai, serta anak yatim tersebut disiasiakan, itu sudah menghnacurkan  anak tersebut dan sekaligus juga mengancurkan masa depannya.  Untuk itu memakan harta tersebut menjadi dosa besar  dan pelakunya akan mendapatkan balasan yang sangat pedih.

Kelima, ialah makan harta riba.  Riba itu sangat tipis bedanya dengan juual beli, tetapi Tuhan sangat jelas menyatakan bahwa jual beli itu dihalalkan dan riba diharamkan.  Dalam definisinya yang awal, riba tersebut memag sangat pantas diharamkan, karena sangat memberatkan, bahkan menyengsarakan pihak lain.  Bagimana tidak, kalau mereka yang menghutang kemudan harus mengembalikan hutangnya dan  masih dibebani dengan pengembalian lain yang menyertainya.  Semakin  belum dapat mengembalikan, maka akan semakin berat.  Itulah kenapa riba disebu sesuatu yang menghancurkan, karena sifatnya yang memang memberatkan dan  menyengsarakan tersebut.

Keenam, ialah lari dalam pertempuran dan meninggalkan yang lainnya tetap bertempur.  Itu perbuatan yang sangat menyakitkan dan tidak dapat dimaakan, khususnya  oleh mereka yang  tergabung dalam sebuah kesatuan.  Biasanya  kelakuan tersebut dipraktekkan oleh orang munafik, yang pada awalnya  sangat mendirong dan mengajak untuk bertempur, tetapi begitu melihat kenyataan, mereka lari meyelamatkan diri dan  membiarkan yang lain  hancur atau bertempur sendirian.  Perbuatan tersebut sungguh sangat menghancurkan dan pantaslah disebuts ebagai dosa besar yang akan dibalas dengan  adzab yang pedih.

Ketujuh, ialah menuduh zina perempuan baik baik.  Penuduihan zina seperti itu termasuk sebuah fitna, dan kita tahu bahwa fitnah itu lebih kejam dan lebih menghancurkan ketimbang pembunuhan.  Nah, kalau membunuh itu menghancurkan, maka menuduh perempuan baik  berzina justru lebih menghancurkan.  Kita tidak dapat membayanhgkan betapa  sakitnya mendapatkan fitnahan seperti itu, karena seluruh kepercayaan publik menjadi hancur berantakan.

Itulah tujuh hal yang menghancurkan dan membinasakan, dan  sebagai seorang mikmin, tidak seharusnya kita melakukannya, karena  jika salah satu dari ketujuh hal tersebut  kita lakukan, sudah pasti kita akan mendapatkan sesuatu yang  akan kita sesali selamanya, lebih lebih jika  hal tersebut adalah yang pertama, yakni syirik.  Naudzubillahi min dzalik. Amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.