SELAMAT IDUL ADLHA

Hari ini seluruh masyarakat muslim merayakan Idul Adlha dengan melaksanakan shalat Id dengan khutbahnya  dan setelah itu memotong hewan kurban.  Bagi yang belum mamu  berkurban, juga  tetap meramaikan dengan menyaksikan dan juga ikut membantu  membagikan daging kurban bagi masyarakat yang fakir dan miskin.  Namun demikian kita juga harus tetap menghormati saudara kita yang kemarin sudah merayakannya terlebih dahulu, dengan keyakinan dan dasar yang digunakan.  Kita tidak perlu mempersoalkan perbedaan merayakan Idul Adlha tersebut, karena tidak ada gunanya.

Justru hal terpenting bagi kita ialah bagaimana kita tetap menghormati hari raya haji ini dengan kebersamaan.  Artinya kita tetap menjaga  keutuhan umat serta saling membantu dengan membagikan daging kurban sesuai dengan kondisi masing masing.  Artinya kita menyadari bahwa tidak semua  umat mampu melakukan kurban, sehingga ada sebagian  tempat dimana banyak orang yang melakukan kurban, sehingga hewan yang dipotong sangat banyak, tetapi tentu kita juga mengerti ada sebagian daerah yang di situ tidak banyak dipotong hewan kurban.

Idul Adlha memang  berbeda dengan Idul fithri, karena  meskipun  pada malam memasuki hari raya, sama  sama disunnahkan untuk mengumandangkan takbir semalaman suntuk, namun pada Idul dlha kesunnahan membaca tekbir tersebut tidak berhenti setelah dilakukannya shalat Id dan khutbah, melainkan hingga tiga hari berikutnya, yakni hari Tasyriq, tanggal 11, 12 dan 13 Dzul Hijjah.  Demikian juga pada hari raya Idul Adlha ini, umat muslim yang mampu disunnahkan secara  muakkadah untuk memotong hewan kurban yang dagingnya diberikan kepada para fakir dan miskin.

Bahkan waktu untuk menyembelih hewan kurban tersebut juga tidak hanya setelah shalat Idul Adlha, melainkan sampai dengan tanggal 13 Dzul Hijjah.  Artinya kita diperbolehkan untuk memotong hewan kurban tersebut pada hari hari Tasyriq, meskipun biasanya masyarakat langsung melaksanakan pemotongan hewan kurban tersebut sesaat setelah shalat Idul Adlha, dan sekaligus membagikannya kepada masyarakat yang membutuhkan.

Kumandang takbir, tahmid,  dan tahlil, masih akan kita dengarkan  tiga hari mendatang, terutama  pada saat yang mengiringi shalat maktubah.  Barangkali pada saat kita mendengar takbir berkumandang, kita akan diingatkan  kepada seluruh  keluarga, karena biasanya pada saat seperti itu seluruh keluarga berkumpul bersama.  Namun jika ada sebagian keluarga kita yang justru berada  sangat jauh dari keluarga, maka terkadang kita  tertunduk dan  mengingatnya  sedemikian rupa, sehingga terkadang pula kita larut dalam kerinduan yang sangat dalam.

Namun ketika kita menyadari semuanya, maka  pikiran kita akan dengan cepat berbalik dan secara sadar pula kita kemudian  dapat melupakan kenangan bersama sebagimana pada saat Idul fithri.  Idul Adlha memang  hari raya Hajji atau hari raya kurban yang pasti terkait dengan pelaksanaan haji dan kurban itu sendiri.  Dengan demikian pada saat memperingati Idul Adlha, kita juga teringat kepada saudara kita yang sedang menjalankan ibadah haji di kota suci makkah dan sekitarnya.

Para jamaah yang melaksanakan haji pada saat ini sedang melaksanakan lempar jumrah Aqabah, sebuah  kondisi yang sangat sulit, karena  hanya  di sebuah tempat yang kecil dan harus dituju oleh seluruh jamaah haji yang berjumlah ratusan ribu bahkan mungkin  jutaan masyarakat manusia.  Mereka harus dengan susah payah melempar  jumrah Aqabah untuk memenuhi salah satu hal yang harus dilaksanakan dalam rangkaian ibadah haji, setelah mereka menjalankan wukuf di Arafah dan bermabit atau menginap di Muzdalifah.

Sementara itu bagi umat muslim yang tidak sedang menjalankan ibadah haji, saat ini sedang  memotong hewan kurban, baik di area masjid, mushalla, dan di tempat lainnya.  Satu hal yang harus diperhatikan dalam hal pembagian daging kurban ialah agar dilakasanakan dengan tertib, sehingga tidak menimbulkan persoalan lainnya.  Artinya harus ada cara bagaimana semua orang fakir miskin di daerah tersebut harus  bisa mendapatkan daging tersebut tanpa harus berebut dan atau antri yang melelahkan.

Sebaiknya mereka diberikan kupon yang nantinya dapat ditukar dengan daging kurban, dan sebaiknya mereka menukarkannya pada saat tertentu sehinga tidak berdesakan dan antri panjang.  Atau akan lebih bagus jika ada panitia yang bersedia untuk membagikan daging tersebut ke rumah  semua orang  yang berhak atas daging tersebut, sehingga para kaum fakir miskin tersebut tidak harus  mendapakannya dengan cara mendatangi panitia, melainkan mereka justru yang  mendapatkan pelayanan, yakni dianterin dagingkurban ke rumah.

Pengalaman  dari tahun ke tahun sebelumnya harus menjadi pelajaran yang baik bagi kita.  Artinya jangan sampai hanya untuk mendapatkan daging kurban tidak seberapa banyak, orang yang sudah susah harus berebur dan antri berdesakan  untuk mendapatkannya.  Bahkan  tidak  jarang mereka justru  adu otot dengan saudaranya sendiri sesama fakir, dan terkadang harus  jatuh terinjak kawan sendiri.  Sungguh sebuah pemandangan yang  tidak enak untuk sekedar dikenang.

Untuk itu ke depan dan mungkin harus dimuali sejak saat ini agar pelaksanaan Idul Qurban dan pembagian daging kurban tidak  menelan kurban manusia, akibat berdesakan untuk sekedar mendapatkan daging.  Mungkin  daging  beberapa  potong, bagi para fakir miskin sangat berharga, bahkan mungkin  lebih berharga dari pada  nyawanya sendiri, namun sebagai manusia yang berpikir jernih, seharusnya kita dapat mencegah terjadinya musibah atas niat baik  dan beribadah.

Mungkin tidak hanya sekedar pembagia daging kurban, melainkan juga pada saat pembagian zakat sebagian muzakki yang  dilaksanakan sendiri dengan mengundang fakir miskin  ke rumahnya.  Bukan tidak boleh membagikan zakat secara langsung kepada mustahiq, melankan  cara seperti itu akan sangat membahayakan jiwa manusia yang antri untuk mendapatkan zakat tersebut.  Akan  lebih bagus  bilamana  zakat yang akan dikeluarkan tersebut diserahkan kepada badan atau lembaga zakat yang profesional, sehingga akan lebih bermanfaat bagi para fuqara dan masakin.

Kembali kepada persoalan kurban yang saat ini semua umat muslim sedang melaksanakannya, bahkan mungkin  hari ini pula  semua pemotongan hewan kurban akan selesai, karena besuk sudah hari Jumat yang waktunya tentu lebih pendek untuk penyembelihan dan pembagiannya.  Untuk itu kita harus  membantu mereka yang  sedang ngrumat kurban agar dapat selesai tepat pada waktu yang direncanakan, sehingga kaum dluafa juga akan dapat menerima dagingnya tepat waktu, serta tidak menunggunya terlalu lama.

Kerja tuntas itu sangat sangat membantu kita untuk merencanakan dan melakukan  aktifitas lainnya yang juga membutuhkan penyelesaian dari kita.  Barangkali kita memang  sedang berlibur pada saat ini, tetapi pekerjaan kita sesungguhnya  cukup banyak  dan mengharuskan kita untuk serius dan konsentrasi serta fokus, karena  tanpa itu semua  pekerjaan kita akan jadi menumpuk dan  kita akan lebih sulit untuk menyelesaikannya.

Terakhir, kita memang harus megucapkan selamat merayakan Idul Kurban bagi kita semua umat muslim, baik yang dapat memotong hewa kurban maupun yang belum dapat.  Harapannya bagi kita akan dapat menjalankan  kurban tersebut setiap tahun, dan bagi belum dapat melaksanakannya tahun ini, semoga tahun depan  dapat melaksanakannya.  Asalkan mempunyai niat yang tulus dan berkesungguhan, pasti Tuhan akan  membukakan pintu kemudahan untuk melaksanakan kurban tersebut. Amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.