HUKUMAN BERAT MENANTI PEMBAKAR HUTAN

Kita sudah sepakat bahwa persoalan asap sudah sangat berat dan membahayakan, bahkan sudah mengganggu banyak pihak, termasuk negera lain. Sudah banyak pula usulan agar  pihak yang melakukan pembakaran hutan, baik perorangan maupun korporasi diberikan hukuman yang berat, hingga pencabutan ijin bagi perusahaan.  Namun rupanya usulan tersebut baru dalam taraf usulan dan belum mampu  menggerakkan pihak yang berwenang melakukan dan memberikan sanksi hokum.

Untunglah kemudian  banyak desakan untuk itu, dan disertai dengan berbagai argumentasi yang cukup meyakinkan, yang akhirnya ada komitmen dari pemerintah dan kita semua.  Polisi telah melakukan penyelidikan dan  sudah mendapatkan pihak pihak yang dianggap bertanggung jawab atas terbakarnya hutan di banyak titik.  Bahkan sebagiannya sudah ada yang statusnya dinaikkan menjadi penyidikan, sehingga mereka  ditetapkan sebagai tersangka.

Tentu hal tersebut sedikit menggembirakan kepada kita sebagai masyarakat, karena bagaimanapun tindakan tersebut sudah memberikan kepercayaan kepada kita bahwa pemerintah, dalam hal ini kep[olisian sudah bertindak untuk mengayomi kepada masyarakat, yakni  dengan mencari siapa yng bertanggung jawab atas  tersebarnya asap yang disebabkan oleh kebarakan hutan.  Namun  hal tersebut baru kita katakana sebagai sedikit melegakan, karena baru dalam proses dan belum ada realisasi sanksi yang diterapkan kepada mereka.

Kebakaran hutan  dan menyebabkan  membumbungnya asap yang mengganggu banyak pihak sesungguhnya sudah terlalu sering, dan  banyak pihak pula, terutama para peneliti dan penggiyat lingkungan yang telah memberikan masukan kepada pemerintah untuk  dapat dilakukan langkah langkah pencegahan.  Akan tetapi rupanya  usulan mereka tersebut belum  menjadi perioritas, sehingga belum mendapatkan  respon yang bagus dengan tindakan nyata.

Karena itu kita patut bersyukur kalau kemudian saat ini ada tanggapan positif serta langsung menindak lanjuti persoalan asap tersebut.  Tentu kita sangat berharap bahwa  persoalan asap tersebut akan segera selesai, baik dalam arti penanganannya sehingga asap menjadi hilang, ataupun  upaya preventif pencegahan agar ke depannya tidak ada lagi kebakaran hutan secara besar besaran sebegaimana yang sering terjadi.

Salah satu upaya tersebut ialah melalui pemberian sanksi hukuman yang berat bagi siapapun yang terbukti telah dengan sengaja membakar hutan sehingga mengakibatkan kerugian yang sangat besar tersebut.  Bilamana pihak yang membakar tersebut ternyata perorangan, sebagaimana diinformasikan oleh pihak polri, maka hukuman bagi mereka ialah denda dan penjara  dalam waktu yang lama.  Namun bilamana pihak yang membakar tersebut ialah korporasi atau perusahaan, maka hukumannya ialah dengan denda yang berat serta pencabutan ijin usaha serta  penjara bagi beberapa oknum pelakunya.

Sanksi yang dapat memberikan aspek jera tersebut memang perlu diterapkan meskipun kita yakin pasti ada saja pihak yang mengkritiknya.  Menurut saya tidak masalah kalau ada pihak lain yang mengkritik hokum dan sanksi yang kita berikan kepada pihak yang ebrsalah dalam persoalan asap tersebut.  Hal terpenting bagi kita ialah bagaimana kita dapat menegakkan keadilan dengan tagas dan konsisten.  Artinya tidak tebang pilih dalam menerapkan hukuman tersebut.

Dalam semua hal, untuk mencegah tindakan yang melanggar hukum memang diperlukan ketegasan dalam pemberian sanksi hokum dan konsisten.  Apalagi kalau tindakan  melawan hokum tersebut dapat mengakibatkan kerugian yang besar bagi manusia dan lingkungan, maka hukuman saja tidak cukup, tetapi harus hukuman yang berat, sehingga akan menjadi momentum untuk  pengingat bagi siapapun yang mencoba akan melakukan hal serupa.  Pemberian aspek jera menjadi sangat penting dalam kaitannya dengan persoalan ini.

Terkait dengan persoalan asap yang sudah menjadi isu nasional, dan bahkan sudah merembet ke  beberapa negara tetangga tersebut memang tidak boleh dianggap remeh.  Semua pihak yang terkait harus mampu melakukan upaya untuk mengatasinya dan sekaligus juga  melakukan upaya untuk mencegahnya, baik saat ini maupun di masa depan.  Mungkin kita yang berada  di tempat yang jauh dari asap tersebut tidak terlalu merisaukannya, terkecuali bilamana  sedang mempunyai keinginan untuk mengunjungi tempat yang kebetulan dilanda asap tersebut.

Namun bagi siapapun yang terlatih untuk perihatin atas penderitaan sesame, tentu dengan pemberitaan yang terus menerus mengenai  penderitaan  mereka yang berada di lingkungan asap tersebut, kita dapat merasakan betapa  beratnya mereka menjalani hidup dengan kepungan asap tersebut.  Lembaga pendidikan harus  meliburkan sementara  kepada para siswa, karena lebih mengutmakan kesehatan dan keselamatan siswa ketilmbang memaksakan masuk, tetapi dengan resiko bahaya sakit yang akan diderita mereka.

Perusahaan juga pastinya meliburkan para kawyawannya, sehingga perusahaan tersebut pasti mengalami kerugian.  Penerbangan juga tidak dapat beroperasi dan masyarakat yang mempunyai kepentingan untuk bepergian juga harus terhambat oleh asap tersebut.  Dengan demikian kita dapat membayangkan dan  menghitung berapa kerugian yang ditimbulkan oleh ulah sebagian masyarakat kita dengan membakar hutan tersebut.  Sekaligus kita juga dapat menghitung seharusnya  seberapakah sanksi yang patut ditimpakan kepada mereka.

Hanya saja kita memang mempunyai sitem yang terbangun dengan baik untuk persoalan pemberian sanksi tersebut, sehingga masyarakat tidak diperkenankan untuk melakukan aksi sendiri sendiri, melainkan harus  melalui lembaga yang berwenang untuk persoalan tersebut. Nah, kita sekali lagi patut bersyukur karena kepolisian telah bertindak memproses persoalan tersebut, dan kita akan lihat kelanjutannya sambil kita melakukan pengawasan.

Akan sangat bagus manakala proses yang dilakukan oleh polisi terhadap kasus asap tersebut dapat segera dituntaskan., karena dengan begitu semua hal yang terkait dengan asap tersebut akan segera dapat diselesaikan pula.  Kepala p[olisi RI sendiri  sudah menyatakan proses  telah berjalan dengan baik dan sudah ada yang ditingkatkan statusnya menjadi tersangka, karena itu kita cukup mendorong saja dan memberikan semangat kepada polri agar mereka  dapat secepatnya menyel;esaikan prossnya dan para tersangka dapat segera diberikan hukumannya.

Kalau kita melihat  kesungguhan pemerintah dalam menangani persoalan asap ini, kita menjadi  gembira, karena masukan dari berbagai pihak direspon dengan  cepat dan langsung dilakukan tindakan nyata.  Mudah mudahan  usulan untuk memberikan sanksi berat juga direspon dengan bagus pula, setidaknya bagi korporasi yang melakukan pembakatran harus dicabut ijin operasional perusahaannya.  Kalau hanya sekedar diberikan  sanksi denda semata, maka itu tidak akan mengubah kondisi di masa mendatang, karena mereka tetap akan melakukan tindakan serupa lagi.

Keseriusan pemerintah sebagaimana diutarakan sendiri oleh presiden Jokowi, yang akan memburu ke manapun para pembakar hutan tersebut, sudah barang pasti harus didukung oleh semua pihak. Pihak keamanan, yakni polisi menag sudah bergerak dan memproses sebagian diantara mereka yang sudah ketangkap, namun kita sangat yakin, masih ada  dan banyak yang belum dapat ditangkap.  Untuk itu demi kebersamaan dan keamanan semua pihak, masyarakat harus ikut membantu kerja aparat sehingga persoalan tersebut benar benar tuntas.

Saya sendiri mendengar langsung keluhan  banyak phak, terutama para rektor yang sedianya akan berkumpul membicarakan sesuatu yang urgen di Jakarta, akan tetapi disebabkan  asap tersebut, ada banyak  rektor yang terpaksa tidak dapat terbang, padahal akomodasi hotel sudah dipesan  dan berbagai persiapan juga sudah disiapkan.  Karena itu kita memang menunggu aksi nyata dan pemberian sanksi berat bagi  semua pihak yang membakar hutan sehingga menyebabkan kesulitan banyak pihak tersebut.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.