MEMAKLUMI KEADAAN

Pengaruh pergaulan terkadang begitu sangat kuat sehingga mengalahkan rasionalitas bahkan nasehat sebaik apapun.  Itu disebabkan pergaulan yang terus menerus menyuguhkan  sebuah tawaran yang seolah menggiyurkan, padahal sangat berbahaya,  akan dapat meruntuhkan kekuatan benteng keimanan dan juga benteng etika yang telah lama dibangun sedemikian kokoh.  Karena itulah pesan  orang bijak agar kita berhati hati dalam memilih pergaulan, sangat bagus dan  perlu terus diingat, demi tetap menjaga stabilitas dalam diri kita.

Ternyata memilih pergaulan tersebut bukan saja untuk diri kita dan juga isteri kita, melainkan juga anak anak, karena bagaimanapun mereka  adalah tanggung jawab kita.  Biasanya yang selalu kita katakan ialah tentang pergaulan anak anak agar mereka terjauhkan dari berbagai kebiasaan buruk, termasuk kemungkinan terpengaruh narkoba dan sejenisnya, namun  terkadanmg kita sendiri justru lupa bahwa  diri kita ternyata berada dalam ujung jurang yang sangat membahayakan.  Kita tidak merasa bahwa diri kita telah larut bergaul dengan mereka yang berperangai jelek dan telah berusaha  mempengaruhi kita untuk ikut tercebur di dalamnya.

Kalaupun kemudian kita dapat  bertahan dalam kebjikan, terkadang   pandangan masyarakat juga ikut terpengaruh, karena  kawan kita ternyata  orang yang tidak baik.  Termasuk pergaulan isteri kita yang seringkali kita biarkan untuk  berkumpul dengan berbagai jenis perempuan yang berbeda selera dalam kehidupan mereka.  Padahal sebagian diantara mereka itu ialah kurang baik perangai dan kelakuannya.  Bisa bisa isteri kita nantinya juga akan terpengaruh dengan perilaku  mereka dan  dapat membahayakan keberadaan kita.

Nah, persoalannya ialah kalau pengaruh pergaulan tersebut sudah begitu kuat merasuk ke dalam diri isteri dan anak kita, sehingga mereka menjadi berubah dan suka menuntut atau bahkan selalu merajuk dan menggoda kepada kita agar kita melakukan sesuatu yang di luar kemampuan kita.  Mungkin satu dua kali kita masih dapat mengatasinya, namun siapa yang akan dapat bersabar dan kuat untuk  bertahan kalau mereka selalu saja mempengaruhi kita.  Pastilah suatu saat kita tidak dapat membendung keinginan mereka, meskipun  secara rasional kita tidak sepakat dengan hal tersebut.

Langkah yang paling bijak dalam mengatasi hal tersebut ialah kita mencoba untuk memberitahukan kepada mereka tentang keberadaan kita dan  sebuah harapan yang ingin kita raih, tanpa  adanya gangguan yang dapat menyebabkan kegagalan pencapaian cita cita tersebut.  Keberadaan kita  yang selalu berkumpul dengan mereka dalam sebuah atap, akan memungkinkan kita terus mengupayakan pengertian mereka  tentang sebuah harapan di masa depan yang akan  menjadikan kita sebagai  sebuah keluarga yang terhorat dan tetap dalam koridor  peraturan yang ada.

Kita harus yakin bahwa  upaya kita untuk memberikan pengertian kepada mereka akan berhasil, karena kita  selalu meyakinkan dan memberikan pencerahan tentang fungsi kita hidup di dunia yang harus memberikan manaat yang sebesar besarnya bagi manusia lain.  Bahkan  pengertian tersebut harus juga kita kaitkan dengan keberadaan kita saat ini, khususnya di tengah tengah masyarakat dan komunitas keseharian  dala  pekerjaan kita.  Dengan pemberian pengertian seperti itu kita berharap mereka akan dapat menyadari betapa  ada sebuah cita cita agung yang harus diraih secara bersama, bukan olehkita sendiri.

Sementara  pada kasus keluarga kita masih dalam kondisi normal dan bagus dalam pergaulan mereka, kita juga tidak boleh lengah dan harus terus menerus memberikan nasehat tentang kebijakan yang seyogyanya mereka lakukan, agar keluarga kita tetap terhormat dan selamat dari segala kemungkinan keterpurukan.

Sementara itu di sisi lain, kita juga harus tetap konsisten dalam  menjalani kehidupan, sebab sekali kita salah dalam mengambil kebijakan, apalagi kalau terkiat dengan persoalan  akhlak dan hukum, amakselamanya kita akan menyesal dan sulit untuk megembalikan kondisi awal.  Keberadaan kita sebagai hamba Tuhan yang harus terus beribadah dan selalu memohon  kepada-Nya, juga  harus tetap kita lakukan, sebab kita mempunyai keyakinan, kalau kita selalu dekat dengan Tuhan, maka bantuan Tuhan pasti akan sangat dekat.

Keinginan kita untuk tetap menjadikan keluarga sebagai surga sebagaimana yang pernah diungkapkan oleh nabi Muhammad saw tentu mempunyai kekuatan yang luar biasa, jika kita memang menginginkannya dan selalu  berdoa kepada Tuhan.  Artinya  sebuah keluarga yang seluruh penghuninya  memahami  hak dan kewajiban masing masing, sehingga mereka akan  selalu saling menjaga dan membantu kebutuhan masing masing serta berusaha secara bersama untuk meraih cita cita bersama.

Tentu kita akan sangat nyaman jika anak anak dapat memaklumi keadaan kita dan tidak cumi menuntut sesuatu semata.  Artinya ada saat kita sedang mengalami kesulitan, mereka akan mengerti dan  sama sekali tidak akan mengusik kita dengan permintaan yang akan menambah beban kita, dan bahkan mereka akan berlaku sangat baik, sehingga akan membantu meringankan beban kita.  Sebaliknya jika kita sedang mendapatkan sebuah kebahagiaan, tentu kita tidak akan  berdiam diri, melainkan kita akan  menawarkan sesuatu yang dapat menjadikan mereka  bahagia.

Itulah sedikit gambaran tentang  rumah dan keluarga kita  sebagai surga yang menenangkan dan menenteramkan.  Sudah barang tentu semua orang menginginkannya, dan untuk mengarah dan menjadikan keluarga kita sebagaimana tersebut memang  mengharuskan kita melakukan berbagai hal dan proses  yang tidak mudah.  Itu disebabkan godaan dan  pengaruh dari luar, utamanya dari pergaulan, akan sangat menentukan.  Disamping itu kepedulian kita terhadap pencapaian kondisi surgawi tersebut juga turut menentukan hasil akhir.

Semua itu kita umpamakan dalam kehidupan keluarga, namun jika hal tersebut kita hadapkan dengan peroalan tanggung jawab dalam peran dan pekerjaan kita, tentu secara substansial tidak akan jauh berbeda dengan kondisi keluarga tersebut.  Sebagai contoh, pada saat ini  banyak buruh yang  berdemonstrasi menuntut kenaikan gaji mereka, sementara para pengusaha dan pemilik perusahaan,juga sedang dirundung kesulitan, akibat memburuknya ekonomi kita.  Tentu saja  jalan yang  kemudian diambil oleh para pengusaha ialah dengan mem PHK kan sebagian karyawannya.

Nah, tindakan tersebut kemudian lebih memicu para karyawan untuk berunjuk rasa dan melebarkan tunttutan mereka  menjadi lebih banyak, salah satunya ialah menetang  PHK yang dilakukan oleh para pengusaha.  Memang sangat rumit dan  sulit mengatasi persoalan tersebut, karena  diantara  pengusaha dan para buruh tidak ada  hubungan kekeluargaan yang bagus, dan hanya  semata mata hubungan majikan buruh, sehingga masing masing kepentingan dan kebutuhan tidak dimengerti.  Akibatnya buruhlah yang akan menerima perlakukan buruk dan menanggung akibatnya.

Coba seandainya mereka saling mengerti kondisi masing masing dan kemudian juga dibarengi dengan hubungan yang harmonis, semisal, saat perusahaan mendapatkan keuntungan besar, maka pangusaha memberitahukan  kegembiraan tersebut dan membagi kebahagiaan tersebut bersama dengan seluruh karyawan atau buruh, tentu  pada saat pengusaha sedang mengalami kesulitan, para buruh juga akan dapat memahaminya dan tidak akan terjadi saling menuntut, karena  semuanya akan dapat dibicarakan secara baik baik.

Kuncinya ialah ada pada saling memahami dan mengerti diantara semua  pihak.  Namun untuk menciptakan saling mengerti tersebut memang ukan  persoalan mudah, karena dibutuhkan  sebuah tindakan yang dirasakan adil oleh semua pihak dan  keteladanan pimpinan serta kebijakan yang  menenteramkan.  Namun bagaimanapun sulitnya mencapai penegertian tersebut, kita memang harus tetap dan terus mengusahakannya.  Semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.