PESAN MUKTAMAR ULAMA MUQAWAMAH DI BEIRUT

Bahwa semangat untuk mendukung kemerdekaan bangsa Palestina memang sudah muncul sejak lama, namun karena tidak satunya umat atau bangsa dalam mendukung tersebut, hingga saat ini bangsa Palestina belum juga memperoleh kemerdekaanya secara nyata.  Penderitaan rakyat Palestina sudah demikian hebat dan mereka harus meninggalkan negaranya untuk mengungsi di beberapa negara terdekat untuk menghindari segala kemungkinan yang dapat menimpa mereka.  Padahal di pengungsian, mereka juga tidak dapat hidup secara layak.

Sesungguhnya sudah banyak kelompok masyarakat dengan berbagai label yang sudah menyuarakan dan melakukan konferensi untuk memberikan dukungan dan semangat kepada bangsa Palestian, tetapi dalam kenyataannya Palestina masih menderita, dan masih berada di dalam kungkungan Israil.  Memang urusan bangsa Pelstina menjadi tanggung jawab mereka sendiri, tetapi mengingat kndisinya yang sudah demikian parah, mengharuskan bangsa lain dan pihak manapun yang peduli terhadap kemanusiaan dan keadilan, tentu akan terus menyuarakan dukungannya.

Kita memang tidak akan melakukan perlawanan secara fisik dengan  Israil, tetapi bagaimana  melakukan deplomasi yang rasional agar rakyat Palestina mendapatkan hak hak mereka serta Israil menjadi sadar terhadap posisi tersebut, sehingga ke depannya bangsa di sekitar Gaza dapat hidup damai dan membangun masyarakat serta negara mereka dengan baik.  Mungkinharapan ini terlalu naif, mengingat kondisi yang saat ini terjadi, tetapi senaif apapun setiap pandangan yang menuju kebajikan haruslah kita suarakan, siapa tahu kemudian  ada yang menagkapnya sebagai sebuah solusi atas masalah panjang yangbtidak pernah terurai.

Nah, muktamar kali ini memandang bahwa dukungan harus terus diberikan dan juga pentingnya umat menyatukan diri dalam berbagai hal, sehingga akan menjad kuat.  Untuk itu dihimbau dalam muktamar agar  masing masing melupakan ego masing masih, baik yang disebabkan oleh kelompok dalam satu kepercayaan semacam sunni Syiah, maupun kepentingan lainnya yang dapat menyebabkan lemahnya kekuatan yang ada.  Bahkan ada sebagian yang menyuarakan  pentingnya persatuan umat dari berbagai agama untuk  kemanusiaan dan keadilan.

Sebagai bangsa Muslim terbesar di dunia, kita sudah cukup lama mendukung Palestina untuk kemerdekaan mereka, sejak zaman presiden pertama Soekarno, hingga presiden saat ini Joko Widodo.  Bahkan dalam konferensi Asia Afrika yang diadakan di Jakarta dan Bandung tahun ini, juga disampaikan tentang dukungan masyarakat internasional untuk kemrdekaan Palestina tersebut.  Dan sebagai pribadi yang menyukai perdamaian tentunya saya juga  menyuarakan tentang perlunya Palestian diberikan hak haknya untuk merdeka dan mendapatkan pengakan dunia, termasuk dalam keanggotaannya  di organisasi dunia.

Secara khusus muktamar Beirut kali ini memang diselenggarakan oleh para ulama, sehinga pandangan terbanyaknya ialah bagaimana umat muslim dapat bersatu dan salng mendukung, sehingga bangsa bangsa yang saat ini sedang mendapati masalah, dapat  menyelesaikannya dengan baik dalam waktu yang cepat.  Dan khusus bagi Palestina memang ada  penegasan bahwa peserta muktamar sepakat untuk menyatukan langkah guna mendukung  terwujudnya negara Palestina yang utuh dan terlepas dari cengkeraman Israil.

Rupanya memang sangat berat untuk tujuan tersebut, karena negara besar yang saat ini menguasai dunia tidak terlibat dalam muktamar.  Taruhlah kalau USA dan beberapa  negara di Eropa mendukung kemerdekaan Palestian, sudah pasti akan dengan mudah dilakukan. Persoalannya ialah bahwa mereka  mempunyai tujuan dan wajah yang ganda, sehingga tidak seratus persen mendengarkan berbagai usulan dari berbagai pihak yang menginginkan, yakni  Palestian diberikan hak haknya.

Untuk itu memang harus diupayakan sendiri melalui berbagai cara terhormat dan damai, bukan dengan  cara yang relatif dengan  apa yang telah dilakukan oleh bangsa yang menjajah, serta kekerasan.  Barangkali kalau orang Jawa mengatakan mari kita rogoh atine.  Artinya kita mencari cara untuk membuat mereka menyadari tentang pentingnya perdamaian dan hidup sejahtera, aman dan sentosa.  Hidup di dunia ini tidakalah abadi dan dalam waktu yang singkat orang akan mati,lalu apa yang dapat ita wariskan kepada generasi penerus?.  Aapakah peperangan dan kesengsaraan? Ataukah kondisi stabil dan keamanan serta kedamaian?.  Pastilah  orang yang menggunakan hati nurani akan memilih yang terakhir.

Mungkin keserakahan bangsa  yang saat ini terus ingin melakukan penguasaan atas hak pihak lain, mengira bahwa mereka akan dikenang sebagai pihak yang baik, tetapi sesungguhnya mereka tidak sadar bahwa mereka sedang menggali lubang kesengsaraan  mereka sendri dan juga keturunan mereka.  Nah, peringatan seperti itulah yang harus diserukan kepada seluruh umat di dunia.  Hanya saja ada satu hal yang terkadang dilupaka, yakni peran dan keteladanan kita dalam kata dan perbuatan yang belum secara konsisten dijalankan.

Untuk itu seharusnya para peserta muktamar juga harus menghimbau kepada para ulama dan pimpinan serta tokoh masyarakat untuk bertindak  baik serta tetap terus menyuarakan kebajikan.  Dengan  melakukan hal tersebut, kita akan mempunyai keyakinan bahwa pada suatu saat apa yang kita inginkan pasti akan dikabulkan oleh Tuhan.  Sebaliknya jikalau hanya himbauan semata, sedangkan perbuatan  sendiri tidak sesuai dengan kebajikan, maka kita tidak perlu berharap akan munculkan keajaiban.

Kita tidak dapat menafikan pandangan yang  keras mencerca dan menyerukan untuk melawan terhadap kesewenang wenangan bangsa penjajah, karena memang pasti aka muncul dalam berbagai pertemuan.  Kita juga mendapai suara keras untuk panggilan jihad dalam arti perang, tetapi bagi saya, jihad bukanlah mutlah harus mengangkat senjata, karena kalau itu yang dilakukan pastilah akan terjadi ketidak amanan serta ketakutan yang luar biasa dialami oleh perempuan dan anak anak.

Saya lebih cenderung usaha melalui deplomasi  dan pendekatan manusiawi kepada para pihak yang  kita anggap mempunyai peran kuat dalam persoalan tersebut.  Walaupun hinga saat ini belum memperoleh hasil yang menggembirakan, setidaknya sudah ada  perbahan arah dari beebrapa negara berpengaruh untuk tidak terus terang dalam mendukung Israil.  Itu sebuah kemajuan dan perlu terus dilakukan upaya yang lebih intensif, terutama leh negara negara  Arab sendiri dan negara muslim di dunia.

Jadi bagaimanapun kekerasan dan peaang tidak akan menyelesaikan persoalan, tetapi malah menambah persoalan dan penderitaan.  Damai itulah kata ang harus terus kita dengungkan, karena agama kita juga  selalu mengajak untuk damaibukan untuk melakukan kekerasan da pemaksaan.  Hanya sebagaian pemeluk Islam sajalah yang terkadang mempraktekkan ajaran Islam dengan harfiyah, sehingga harus mempraktekkan kekerasan dan bahkan pemaksaan.  Kalau kita kembali kepada praktek yang dijalankan oleh nabi Muhammad saw, tentu kita akan mendapatkan sebuah ajaran yang sangat damai dan cinta kedamaian.

Himbauan yang harus terus kita sampaikan ialah bagaimana kita menghayati ajaran Isla dengan benar, sesuai dengan yang ditunjukkan dan dipraktekkan sendiri oleh Nabi Muhammd saw.  engan begitu seharusnya banyakkoreksi yang segera harus dilakukan oleh kebanyaka umat muslim di dunia, yakni mengenai praktek kekerasan yang terus menghiasi kehidupan mereka.  Melalui muktamr ini kiranya harus dimulai kampanye tentang damai dan hidup secara manusiawi serta berkeadilan untuk umum.  Semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.