PENIPUAN

Kejahatan yang dilakukan oleh umat manusia ternyata tidak pernah berhenti, meskipun di bulan suci seperti kemarin itu.  Modusnya bisa beraneka ragam dan  pelakunya bisa siapa saja, termasuk mereka yang  berpuasa.  Mungkin orang akan mengira bahwa  pada ulan puasa seperti saat ini, mereka yang secara lahir menampakkan diri sebagai orang baik, terkadang juga dapat melakukan penipuan.  Untuk itu diperlukan kewaspadaan kita secara cermat dalam melakukan aktifitas apapun dan dalam berhubungan dengan siapapun.

Mungkin kita juga mengalami hal hal yang dapat dikategorikan sebagai bentuk penipuan, meskipun kadarnya  sedikit.  Sebagai contoh pernah kita  naik taksi dan setelah berjalan beberapa saat, drivernya mengatakan bahwa argonya  sedang mengalami masalah sehingga tidak berfungsi.  Lantas dia mengatakan sebaiknya borongan saja.  Tapi dasar driver yang memang senagja ingin mengerjai, maka dia minta ongkos yang selangit alias tidak wajar.  Ketika kita tawar, kemudian dia mengiyakan dan menyetujuinya.  Tetapi tahukah kita bahwa pada saat sampai tujuan, dia  mengatakan masih kurang, karena katanya dia mengatakan lebih dari itu.

Nah, biasanya ketimbang harus berdebat dengan seorang sopir tentang ongkos dan  dilihat banyak orang, maka kita biasanya mengalah ya sudah kita tambahi.  Modus seeprti itu ternyata  banyak dilakukan leh para sopir nakal, meskipun dia memakai peci dan di bulan suci lagi.  Karena itu sebaiknya kita emmang harus tegas diawal dalam bertransaksi.  Kalau tidak ada argonya atau argonya tidak jalan, maka  kita lebih baik turun dan tidak meneruskan perjalanan dengan taksi tersebut.

Tentu lain lagi dengan modus penipuan bentuk lainnya yang  tentu sangat banyak macamnya.  Salah satunya ialah modus penawaran sesuatu produk.  Pada awalnya dia hanya menawari secara biasa saja dan  mempersilahkan untuk sekedar mencoba memilih.  Dan setelah itu mereka kemudian membukakan produk tersebut dan ternyata di dalamnya ada hadiah yang sepintas sangat besar dan melebihi harga produk yang ditawarkan tersebut.  Biasanya  banyak yang tertarik, karena  mereka menganggap sebuah keberuntungan mendapatkan sesuatu yang  tidak diduga sebelumnya.

Namun tahukah kita bahwa itu hanyalah merupakan modus penipuan yang lebih canggih.  Artinya barang yang dijadikan hadiah tersebut masih harus kita tebus dengan harga tertentu yang mereka terus mengatakan bahwa harga barang tersebut jauh dari sekedar yang kita bayar.  Terkadang pula barang yang kita dapatkan tersebut sama sekali tidak kita butuhkan atau sangat sulit kita pergunakan, seperti produk elektronik yang harus menggunakan aliran listrik lebih dari 2000 w, dan  barang lainnya yang bukan merupakan kehutuhan kita.

Untuk itu sebaiknya  kita memang harus siap mental dengan segala macam penawaran produk atau apapun yang  kerapkali ada di hadapan kita. Kita harus berani mengatakan secara tegas bahwa kita tidak tertarik dengan penawaran mereka, tetapi tentu dengan bahasa yang santun.  Penipuan penipuan  tersebut memang sangat halus dan seolah tidak menipu, sehinga operasi mereka masih tetap jalan, walaupun sudah banyak korban yang menyesal karena merasa tertipu.

Lebih lebih pada saat bulan suci Ramadlan sepeerti yang baru saja kita lewati, ternyata semakin banyak  ragam cara yang dilakukan oleh mereka dengan memanfaatkan kesempatan umat muslim yang sedang berpuasa yang tidak boleh curiga dan  dianjurkan untuk banyak beramal.  Saya sendiri kebetulan mengalami cara  mereka yang  suatu waktu datang ke kantor dengan mengaku bahwa dia  sedang dalam perjalanan pulang, kerena  habis habisan di bus saat dia tertidur dan seluruh barangnya disikat penjahat, maka dia yang ditemani oleh anaknya yang masih kecil memohon sekedar ongkos pulang.

Sudah barang tentu saya memberinya sekedar cukup untuk naik bus bertiga, karena katanya isterinya menunggu di pinggir jalan.  Sampai disitu sesungguhnya tidak ada persoalan, karena soal menolong rang lain itu kan sudah biasa apalagi mereka yang  dalam kesulitan seperti pengakuan seorang bapak tersebut.  Namun beberapa minggu kemudian saya menjadi sangat kaget, karena  dia dengan anaknya tersebut datang ke rumah dan mengatakan hal yang sama persis dengan yang dia katakan di kantor.

Rupanya dia tidak mengenali saya, karena memang anara rumah dan kantor saya cukup jauh, dan dia mengira saya juga tidak mengerti, sehingga dia berani berbohong mengatakan  sesuatu yang tidak sebenarnya.  Saya lalu dengan pelan mengingatkan dia  bahwa  dia sudah pernah mendatangai saya saat di kantor dan mengatakan hal yang sama  saat dia di rumah saya, namun dia rupanya  kaget dan lalu menjawab bukan dia tidak pernah datang ke kantor saya.  Nah, karena itu saya lalu mengatakan kalu  sampeyan tidak mengaku, maka akan saya  laporkan ke polisi, barulah dia mengaku.

Saat itulah kemudian saya  menasehatinya agar perbuatan tercela seperti itu dihentikan supaya mendapatkan kasih sayang Tuhan.  Masih banyak usaha yang halal yang dapat dikerjakannya.  Meskipun dia kemudian bercerita mengenai  PHK yang menimpanya, saya sudah tidak terlalu mempercayainya lagi dan  saya hanya ngasih sangu kepada anaknya saja yang masih kecil sambil terus menganjurkannya agar tidak melakukan penipuan, sebab  bahayanya dapat lebih besar kalau bertemu dengan orang yang sudah marah dengan penipuan tersebut.

Kalau bentuk penipuan melalui sms  tentang  hadiah yang didapatkan oleh mereka yang dituju, itu sudah biasa dan telah memakan banyak korban, demikian juga dengan model penyertaan dalam sebuah kegiatan ilmiah yang kemudian akan ditransfer uang untuk ongkos dan akomodasi yang ternyata malah menyedot uang sendiri, itu juga sudah model lama dan korbannya sudah cukup banyak, namun penipuan model terbaru masih terus bermunculan dan sulit diantisipasi, apalagi kalau kita tidak waspada terhadap segala kemungkinan.

Memang para penjahat saat ini juga mempelajari hal hal yang terkait dengan pekerjaan mereka, sehingga pengembangan modelnya akan selalu aktual.  Dulu saya sendiri hampir terkena tipuan mereka, saat melalui saluran telepon rumah ada orang yang mengaku sebagai polisi mengabarkan bahwa anak saya yang ada di pondok pesantren mengalamikecelakaan tertabrak  mobil dan pengemudinya sudah ditahan, dan dia sanggup untuk mengongkosi semua yang menimpa korban,yakni anak saya.

Nasmun polisi tersebut menginformasikan bahwa saat itu ada hal yang sangat emergensi, yakni kondisi anak saya yang dikatakan harus segera dioperasi dan memerlukan alat atau sesuatu yang mesti dibeli dahulu dan menjual hanya di apotek yang ditunjukkan, karena di kota kecil.  Saya diberi nomor apotek tersebut dan  segera harus bertransaksi, karena kalau terlambat anak saya dapat tidak tertolong.  Sebagai manusia biasa, tentu saya terpengaruh dengan omongan polisi gadungan tersebut, dan setelah menghubungi apotek dimaksud terjadilah dialog dimana harga barang yang emergensi tersebut ialah 25 juta rupiah.

Tentu saya mengatakan bahwa  nanti saya akan antar sendiri uangnya, dan dia mengatakan tidak bisa mengeluarkan barang tanpa ada uang, kaena itu saya disarankan untuk mentransfer sehingga bisa cepat, namun karena  saya tidak mempunyai uang sebesar itu dan  hanya sekitar 15 juta, saya menawar agar saya membayar di depan melalui transfer sejumlah itu dulu, dan  dia setuju walaupun sebelumnya tidak pernah mau.

Nah, dalam perjalanan ke ATM terdekat, saya kemudian sadar bahwa saya harus mengecek dahulu anak saya melalui telepon ke pondok yang sebelumnya sudah berusaha saya hubungi namun selalu sibuk.  Artinya saya sudah pasrah kalau memang anak saya harus tidak tertolong maka itu sudah takdir Tuhan, sehingga saya menjadi sedikit tenang.  Nah, ternyata setelah dapat menghubungi pondok, ternyata anak saya sehat sehat saja, dan polisi gadungan tersebut masih terus menanyakan kapan ditransfer karena  anak saya katanya harus segera dioperasi.

Saat itulah kemudian saya mengatakan bahwa  dia itu penipu dan saya sarankan agar sadar dan kembali ke jalan yang benar, sebab kalau diterus teruskan pasti akan terkena  adzab Tuhan yang sangat pedih.  Setelah itu telepon ditutp dan saya  merasa bersyukur telah diselamatkan oleh Tuhan dari sebuah penipuan.  Itulah beberapa  modus penipuan yang  mungkin ke depan akan semakin banyak lagi, untuk itu yang paling penting ialah bagaimana kita tetap waspada dan tidak mudah terkecoh.  Semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.