BANYAK TUGAS MENANTI DI DEPAN KITA

Meskipun saat ini masih dalam suasana lebaran atau  masih banyak yang melakukan aktifitas halal bi halal, namun  kita  tetap harus konsentrasi dengan pekerjaan yang menjadi tangung jawab kita, apalagi saat ini juga sekaligus masa penerimaan calon mahasiswa baru, yang membutuhkan perhatian lebih dari kita.  Saat ini merupakan saat sibuk dengan berbagai pekerjaan yang harus kita selesaikan tepat pada waktu.  Untuk itu kita tidak boleh lengah dan terbawa oleh suasana uforia lebaran dan halal bi halal.  Artinya halal bi halal tidak masalah asalkan pekerjaan tetap kita prioritaskan.

Sebagaimana kita tahu bahwa awal tahun akademik ialah bulan Septermber, sedangkan pada bulan Juli hingga Agustus merupakan  hari hari  diamana  para calon mahasiswa baru sibuk melakukan registrasi dan persiapan kuliah.  Demikian juga para mahasiswa lama sudah mulai persiapan kuliah dengan melakukan pengurusan administrasi dan lainnya.  Nah, para pegawai tentu akan  menjadi sangat sibuk dengan kegiatan seperti itu, sehingga tidak  dapat dianggap remeh dengan  bermalas malas sambil menikmati masa lebaran. 

Meskipun mungkin  sebagian diantara kita masih ada rasa rindu dengan kampung halaman, karena libur lebaran yang  singkat, tetapi kita harus dapat bersikap profesional, yakni bekerja sesuai dengan target yang telah kita tentukan.  Justru kita harus dapat menunjukkan bahwa setelah Ramadlan, kita dapat meningkat dalam segala hal, termasuk peningkatan dalam pretasi kerja.  Itu merupakan konsekwensi dari hasil puasa  berupa taqwa yang teah kita [eroleh dan kuasai, sehingga membuat diri kita benar benar bijak dan selalu ingin berbuat yang terbaik.

Kita  semua paham bahwa sebagai aparatur negara, kita  telah diberikan fasilitas yang cukup, yakni gaji yang cukup, tunjangan yang cukup dan juga setiap haru masih diberikan uang makan,  sehingga idealnya seluruh kekuatan dan kemampuan, kita peruntukkan bagi kemajuan institusi kita.  Bahkan beberapa waktu yang lalau masih ada kelebihan yang telah diterima oleh kita, sehubungan dengan minuman  yang setiap hari kita terima, padahal hal tersebut seharusnya sudah masuk dalam uang makan yang diberikan setiap hari.

Untuk masalah ini kita sudah berkomitmen untuk  melaksanakan ketentuan yang berlaku, sehingga mulai Syawal ini, persoalan minuman pegawai tidak akan disediakan oleh kantor melainkan  masing masing membawa sendiri atau boleh iuran untuk membeli air minum galonan tetapi bukan dari uang negara, melainkan dari uang sendiri yang diambilkan dari gaji atau uang makan setiap harinya.  Saya sendiri setelah menyadari persoalan ini, kemudian berketettapn untuk mengikuti aturan yang berlaku, karena bagaimanapun kita memang sudah diberikan fasilitas yang cukup.

Hanya saja  dengan ketentuan tersebut, kita tidak boleh lesu dalam melaksanakan tugas dan pekerjaan, karena sesungguhnya semua pekerjaan yang menjadi tanggung jawab kita, merupakan sebuah kontrak antara negara dengan kita, sehingga pengingkaran terhadap pekerjaan, berarti pengingkaran terhadap kontrak dan kesepakatan kerja yang sudah disetujui bersama.   Artinya jika kita tidak memenuhi  kinerja sebagiamana ditentukan, maka pasti di sana ada kelebihan gaji yang itu menjadi penyebab kurang berkahnya gaji kita.

Untuk itulah kiranya kita perlu mawas dan melakukan semua pekerjaan sebagaimana mestinya, sehingga gaji yang kita terima dan untuk keperluan kita dan juga seluruh keluarga, akan benar  benar bermanfaat dan menjadi berkah.  Sudah barang pasti kita tidak menginginkan bahwa gaji yang kita terima justru akan menjadi kendala bagi keinginan kita untuk hidup sejahtera.  Nah, kalau ada sebagian diantara gaji kita yang syubhat, tentu kita akan dapat mengalami sesuatu yang tidak kita inginkan.

Memang kita sering tergoda oleh sesuatu yang ingin menjauhkan diri kita  dari hal hal yang baik, seperti  ingin santai santai, padahal pekerjaan  sangat banyak dan menunggu penyelesaian kita,  atau mungkin keinginan kita untuk meninggalkan pekerjaan sebelum waktunya tiba, atau keinginan kita untuk mendapatkan sesuatu yang sesungguhnya bukan menjadi milik dan hak kita dan lainnya.  Nah, semua itu hanyalah  godaan yang sengaja ditiupkan oleh setan agar kita menjadi pihak yang jauh dari Tuhan dan menjadi teman mereka.  Nah, kalau kita menyadari hal tersebut  tentu kita akan ancang ancang sehingga  kita akan selamat dari semua rayuan tersebut.

Momentum Syawal kali ini memang harus kita manfaatka secara maksimal, karena  disamping untuk memulai lembaran baru kita dengansesuatu yang baik, juga sekaligus untuk membuktikan bahwa kita memang layak untuk bersyukur karena puasa kita selama sebulan yang lalu benar benar berhasil dan menorehkan dampak positif bagi kehidupan kita.  Ketaqwaan  sebagimana yang dikehendaki setelah puasa bukan hanya sekdar  dihubungkan dengan persoalan ibadah dan kesalehan  pribadi semata, melainkan juga dalam semua aspek kehidupan, termasuk kesalehan sosial.

Dengan semangat seperti itu sesungguhnya kita tidak perlu memperhatikan persoalan peringatan ataupun mungkin  ancaman dari inspektorat yang iasanya selalu memberikan  semacam”ancaman” bagi siapapun yang mengabaikan persoalan kedisiplinan dalam  waktu dan masuk kantor.  Sebagaimana tahu bahwa  untuk memberikan tekanan pada aspek kedisiplinan, inspektorat selalu akan memberikan peringatan kepada seluruh PNS agar tetap mengikuti aturan yang berlaku, khususnya dalam hal masuk kantor, terutama  dalam masal kritis, yakni sebelum dan setelah lebaran.

Tentu kita maklum bahwa ada sebagian diantara PNS yang sengaja untuk mengulur waktu libur atau cuti bersma dengan alasan masih berada di kampung untuk bersilaturrahmi dengan keluarga atau alasan lainnya, namun untuk menegakkan kedisiplinan kementerian juga tidak kalah akal untuk menrtibkan para pegawainya, yakni dengan memberikan peringatan dan sekaligus anacaman, termasuk penurunan  pangkat bagi mereka yang  mengabaikan ketentuan yang telah diatur sehubungan dengan kedisiplinan tersebut.

Nah, kalau kita  berhasil dalam melaksanakan puasa dan berdampak posif  dalam kehidupan kita, seharusnya tidak perlu ada peringatan seperti tersebut, karena bagi mereka yang  menyadari persoalan kedisailinan dan kewajiban serta hak mereka, pasti mereka akan melaksanakannya, tanpa harus ada tekanan atau bahkan ancaman dan semacamnya.  Namun sayangnya memang belum banyak diantara umat yang menjalankan ibadah puasa dapat memetik mafaat taqwa yang dijanjikan tersebut, sehingga masih saja  kita dapai merka yang tetap tidak berubah dalam semua aspek.

Khusus bagi warga besar universitas Islan negeri Walisongo tentu sangat banyak persoalan yang harus segera diselesaikan di bulan Juli ini hinggaAgustur mendatang, kaena sebagaimana kita tahu saat ini  masih masa peralihan dari institut menjadi universitas dan semua perangkatnya juga baru berproses menuju kesempurnaan.  Karena itu tidak ada kata lain bagi semua warga besar UIN Walisongo kecuali semuanya harus ready dalam melaksanakan tugas bahkan harus   ekstra agar semuanya dapat berjalan dengan baik.

Berbagai regulasi internal dan penataan kelembagaan juga memerlukan penanganan  seirus dari kita.  Banyak hal yang berbeda dengan perguruan tinggi lainnya yang sudah relatif stabil dalam banyak hal, seperti kelembagaan dan juga berbagai regulasi sehubungan dengan persoalan alih status.  Nah, kita masih harus menata fakultas baru, program studi baru danjuga penataan tenaga pendidik secara menyeluruh sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.

Mungkin akan sanagat banyak kalau harus saya jelaskan di sini mengenai berbagai penataan tersebut, karena menyangkut berbagai kebijakan dan juga teknis.  Namun yang jelas semua pihak  memang harus fokus dalam mengerjakan semua pekerjaan yang menjadi tangguu8ng jawab universitas secara umum.  Kita berharap semua itu dapat diselesaikan hingga akhir Agustus sehingga pada saat tahun akademik baru yang akan dimulai September, semuanya sudah  ready dan tidak lagi ada persoalan yang dapat mengganggu jalannya proses pembelajaran.  semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.