TREND BUKBER

Bulan puasa memang sangat menarik untuk menginspirasi orang dalam memunculkan  agenda, walaupun  masih seputar hal hal yang terkait dengan ramdalan itu sendiri, seperti banyaknya acara yang diadakan oleh berbagai televise, dari pagi hingga pagi lagi.  Namun ada satu hal yang menjadi luwes dilakukan, baik oleh mereka yang menjalani puasa maupun yang tidak, yakni bukber atau buka bersama.  Biasanya  acara bukber tersebut dibarengkan dengan acara lainnya, seperti rapat, konferensi press,  workshop, dan sekedar pertemuan  kangen kangenan.

Rupanya  kebiasaan bukber saat ini sudah menjadi tradisi dan seolah tidak hanya milik umat muslim yang menjalankan ibadah puasa saja, melainkan sudah menjadi milik bersama masyarakat.  Kita juga pasti mengetahui banyak tradisi yang asalnya dari kebiasaan Islam yang kemudian menjadi tradisi umat secara umum, seperti tradisi halal bi halal.  Sudah barang pasti kita menjadi bangga bahwa tradisi yang berasal dari kebiasaan muslim kemudian menjadi kebiasaan yang  membudaya di nusantara.

Bukber atau buka bersama memang tidak dikenal dalam ajaran Islam, karena memang tidak ada anjuran yang secara langsung tentang hal tersebut.  Anjuran yang  banyak kita temukan dalam ajaran islam yang mirip dengan ini ialah anjuran memberikan sedekah  buka puasa bagi mereka yang berbuka puasa dan  anjuran sedekah secara umum.  Nah, bentuk bukber tersebut dimunculkan untuk memberikan sebuah kondisi dimana mereka yang sedang berpuasa berkumpul dan kemudian berbuka secara bersama sama.  Jadi memang bukber pada awalnya hanya dimaksudkan untuk mereka yang berpuasa.

Namun bukan berarti meeka yang tidak berpuasa, baik karena halangan syar’I maupun karena  mereka bukan muslim, kemudian tidak diperbolehkan untuk mengikuti bukber? Bukan begitu, karena bukber itu merupakan aktifitas makan bersama untuk lebih mengakrabkan diantara yang hadir.  Dengan begitu karena bukber tersebut menjadi tradisi yang baik untuk kebersamaan, maka  tradisi tersebut kemudian diwarisi atau ditiru serta dilestarikan oleh semua orang.

Karena itu saat ini kita tidak heran manakala  kita menyaksikan atau bahkan mendapatkan undangan untuk bukber yang diselenggarakan oleh mereka yang non muslim.  Sama  kondisinya dengan kegiatan halal bi halal yang saat ini sudah menjadi milik bangsa, dan mereka yang bukan muslim juga melaklukan halal bi halal. Karena itu mungkin sangat bagus manakala kita berusaha mengembangkan imajinasi kita untuk mendapatkan ide brilian dan kemudian kita lakukan, siapa tahu ide kita tersebut kemudian mendapatkan sambutan luar biasa dari masyarakat, sehingga akan dipakai oleh seluruh masyarakat.

Bahkan saat ini  kecenderungan untuk melakukan bukber tersebut semakin meningkat.  Artinya kalau dahulu bukber hanya dilakukan oleh instansi tertentu saja, saat ini sudah merambah sampai ke tingkat RT, bahkan komunitas tertentu yang hanya beranggotakan beberapa orang.  Anak anak  sekolah dasar saja juga mengadakan bukber, bahkan anak anak yang sering mangkal di pinggir jalan dan sering tidak berpuasa pun juga melakukan bukber dengan komunitas mereka.  Jadi bukber sudah menjadi sebuah kegiatan yang memasyarakat bahkan mungkin saat ini menjadi vaforit.

Hanya saja  akan lebih bagus jika dalam acara bukber tersebut diisi dengan ceramah agama atau pesan pesan moral yang disampaikan secara dialogis serta menarik, sehingga para yang hadir dapat menikmati dan sekaligus mendapatkan pelajaran yang  berharga.  Mungkin tidak diperlukan ceramah formal sebagaimana  biasanya, pada saat komunitasnya adalah anak anak muda yang tidak terbia mendengarkan ceramah, tetapi harus dibungkus dengan canda yang menarik, karena yang pentuing adalah pesan moralnya.

Berbuka puasa itu memang dianjurkan dalam Islam, bahkan dengan mempercepatnya setelah masuk waktu maghrib, meskipun kita masih mampu untuk meneruskan sampai beberapa jam kemudian.  Namun memang dalam berbuka puasa sebaiknya tidak langsung makan besar, karena setelah  perut cukup lama  kosong, akan lebih bagus bilamana diisi dahulu dengan air atau sesuatu yang manis untuk memulihkan  kondisi tubuh.  Nah, setelahnya barulah dapat diteruskan dengan makan besar tetapi  harus tetap terukur dan tidak berlebihan.

Biasanya bagi anak anak, berbuka puasa seolah  berbalas dendam setelah seharian tidak makan dan inum, maka  setelah maghrib mereka langsung sikap semua makanan yang tersedia.  Akibatnya tentu dapat kita duga yakni  badan menjadi lemas dan shalat tarawih pun terkadang harus ditinggalkan.  Mungkin saat berbuka puasa dengan keluarga, kita dapat menasehati mereka agar  pelan pelan dalam  mengisi peruit yang kosong, sehingga perut dapat beradabtasi terlebih dahulu, sekaliogus juga memasukkan ajaran agama, semisal  bahwa berlebihan dalam hal apapun, termasuk makan dan minum itu termasuk kebiasaan setan yang tidak patut ditiru.

Untuk mendidik anak anak, kita memang memerlukan waktu yang tepat.  Salah satunya ialah melalui makan bareng, terutama  pada saat menjelang berbuka puasa dengan keluarga, baik di rumah maupun di restoran atau di tempat tertentu yang disediakan.  Pada saat saat seperti itu sangat mungkin mereka akan memperhatikan nasehat kita dan sekaligus akan mafhum apa yang kita katakana dan kehendaki.  Suasana ceria karena berbuka bersama dengan seluruhn keluarga tersebut  akan memungkinkan nasehat yang kita sampaikan  dapat diserap dengan baik.

Tetapi memang semuanya  masih tergantung dari kebiasaan yang kita ciptakan dalam keluarga, apakah kita dekat dan terbiasa dengan komunikasi bersama mereka ataukah tidak.  Selama kita jauh dan jarang berkomunikasi dengan anak anak, tentu akan sulit bagi mereka untuk terbuka dan menrima nasehat dari kita.  Artinya kalaupun kita memberikan wejangan kepada mereka, mungkin  mereka akan tampak mendengarkan, tetapi itu dilakukan hanya untuk memberikan penghormatan kepada kita dan seolah sebuah keterpakasaan dan bukan dengan hati dan pikiran legowo serta senang menerima tausiyah.  Akibatnya  apa yang kita sampaikan tidak akan efektif  dan tidak akan dilaksanakan.

Buka bersama yang sudah mulai marak tersebut memang harus dapat kita manfaatkan untuk sesuatu yang mengarah kepada kebajikan, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat secara umum.  Kalau kita  mampu menciptakan tradisi  yang bagus, kenapa kita tidak dapat memanfaatkannya menjadi sebuah  wahana untuk mendidik anak anak bangsa  menjadi lebih bagus?.  Jangan sampai kita dicap sebagai pihak yang hanya mampu menciptakan sesuatu, tetapi tidak dapat memanfaatkannya  untuk tujuan yang lebih bagus.

Tradisi buka bersama yang semula dimaksudkan hanya untuk makan  bersama bagi mereka yang berpuasa, dan saat ini sudah menjadi tradisi yang dianggap bagus oleh masyarakat, termasuk mereka yang bukan muslim, seharusnya memang  dapat kita manfaatkan untuk pembinaan dan mendidik anak anak  muda, agar mereka sadar  terhadap hak dan kewajiban mereka.  Dengan kesadaran tersebut diharapkan akan tercipta kondisi yang bagus untuk membangun masa depan bangsa secara lebih baik.

Kita berharap bahwa dari bukber tersebut akan muncul pemikiran yang cerdas dan sekaligus komitmen untuk memperbaiki kondisi bangsa dan negara.  Tentu bukan sekaligus, melainkan secara bertahap, yakni melalui kesadaran pihak pihak yang melakukan bukber dan dibina dengan pencerahaan yang menarik dan memberikan kepuasan.  Pada akhirnya semua yang kita lakukan akan bermuara kepada keridlaan Allah swt dan sekaligus kebaikan bagi bangsa secara menyeluruh.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.