MENENTUKAN NASIB

Saat ini sedang dibahas mengenai nasib  anak bangsa untuk masa depan mereka, khususnya melalui seleksi calon mahasiswa baru perguruan tinggi negeri seluruh Indonesia, yakni melalui seleksi bersama masuk PTN.  Sesungguhnya  prosedur operasional bakunya sudah disusun sedemikian rupa sehingga akan dapat dihasilkan seleksi yang benar benar dapat andalkan, akan tetapi penentuan mereka yang masuk PTN memang harus dilakukan, mengingat ada beberapa yang harus dipertimbangkan, terutama mengenai kelengkapan identitas dan adminsitrasi.

Kita tahu bahwa  ada modus untuk mengelabuhi panitia dari calon yang curang, seeprti tidak memasukkan atau meng upload foto atau melakukannya, tetapi tidak sesuai dengan data diri dan lainnya.  Bahkan ada diantara mereka yang dengan sengaja mengiskan  foto gambar sesuatu, sehingga semua itu memang harus diteliti satu persatu, dan kalau ketahuan tidak jujur, maka sesuai dengan aturan dalam POB harus dikeluarkan dari daftar calon.

Karena itulah selama dua hari panuh para rektor dan juga wakil rektor bidang akademik berkumpul di Century hotel untuk menentukan nasib anak bangsa  tersebut.  Masyarakat tidak usah khawatir bahwa  panitia telah berusaha dengan maksimal, siapapun yang dalam seleksi tersebut memanag mendapatkan nilai dan prestasi bagus, tentu akan  dapat lolos, walaupun tidak harus di pilihan pertamanya, karena kompetisinya sangat ketat.  Artinya  meskipun pilihan kedua ataupun ketiga, asalkan nilainya lebih bagus, maka akan dapat mengalahkan mereka yang memilih pilihan pertama dalam program studi tertentu.

Jadi tidak mesti misalnya dalam sebuah program studi tertentu pada perguruan tinggi negeri tertentu, peminat pilihan pertamanya  kurang dari daya tampung, tetapi mereka yang memilih prodi tersebut untuk pilihan kedeua atau ketiga ternyata cukup banyak, maka tidak otomatis mereka yang memilih pilihan pertama akan masuk atau diterima, karena untuk seleksi bersama ini tidak mempertimbangkan pilihan pertama, kedua dan ketiga, melainkan semata mata hanya mempertimbangkan  prestasinya.

Karena itu bisa saja  ada seorang calon mahasiswa dimana pilihan pertamanya di PTN A, pilihan keduanya di PTN B dan pilihan ketiganya di PTN C, dia  akan dapat diterima di PTN C, walaupun yang berminat di PTN C tersebut  cukup banyak, asalkan nilainya  menduduki rengking dalam kuota yang telah ditentukan oleh PTN C tersebut.  Barangkali memang ada yang berpikir bahwa pilihan pertama akan sangat dipertimbangkan dibanding mereka yang memilih pilihan kedua dan ketiga, tetapi keputusan panitia yang sudah dimasukkan ke dalam sistem telah menganut urusan prestasi.

Memang kalau pilhan pertama nilainya masuk,  itu otomatis akan masuk dengan sendirinya dalam pilihan pertama, tetapi kalau nilainya kalah bersaing dengan mereka yang memilih prodi pertama,  maka dia akan digeser  dan disandingkan dengan mereka yang ada di prodi yang dipilihnya untuk peilihan kedua, dan begitu seterusnya.  Jadi keputusan tersebut dianggap paling fair dan memberikan kepada para calon untuk dapat mengakses PTN sesuai dengan pilihan prodinya, meskipun bisa saja pilihan PTN nya berbeda.

Sebagaimana tahun tahun sebelumnya, kita juga mendapai masih ada bebrapa PTN di luar Jawa yang masih sepi peminat, sehingga untuk tahun ini ada sekitar 4 ribu  lebih kuota yang tidak terisi, walaupun secara umum mahasiswa yang tidak diterima  sangat banyak, lebi dari 400 ribu calon.  Dengan demikian kita pasti akan mendapati ada seorang calon mahasiswa yang mempunyai prestasi tinggi, tetapi ternyata tidak dterima di PTN, karena mereka hanya memilih PTN tertentu yang  dala kenyataannya mereka kalah bersaing dengan calon lainnya.  Sedangkan ada  PTN lainnya yang karena saingan untuk memperebutkan kursi dalam kuota relatif  kurang, maka  calon yang secara rata rata  prestasinya kurang, tetapi justru malah dapat masuk di PTN tertentu tersebut.  Inilah kenyataan yang harus diterima oleh  masyarakat, karena  semuanya  terpulang kepada caln dalam menentukan pilihan pada saat mendaftar.

Mungkin mereka perlu atur strategi dalam memilih prodi dan sekalaigus PTN.  Kalau sangat yakin dengan prestasinya  akan mampu bersaing dengan calon lainnya,  dipersilahkan untuk mendaftarkan diri pada  prodi di PTN yang diangap vaforit, namun kalau sedikit ragu, sebaiknya  dalam menentukan pilihan PT kedua atau ketianya ditentukan pada PTN yang dianggap akan menerimanya, meskipun harus  berada di luar Jawa.

Kita memang harus mengakui bahwa sampai saat ini masih ada perbedaan yang sangat menyolok diantara PTN yang ada.  Ada sebagiannya  sudah sangat maju dan diserbu oleh calon yang sangat luar biasa banyak, tetapi ada juga yang biasa biasa saja dan bahkan ada yang  belum banyak diminati oleh masyarakat.  Hal tersebut tentu didasarkan atas prestasi PTN itu sendiri. Demikian juga  tentang nilai akreditasi nstitusinya yang sangat beragam, mulai yang mendapaykan nilai A hingga C.  Dengan begitu tidak salah kalau masyarakat juga aka tetapi menganggap PTN tertentu lebih berkualitas dibandingkan dengan PTN lainnya.

Hal yang perlu diketahui oleh masyarakat ialah bahwa dengan model seleksi tersebut, jangan berharap bahwa  mereka dapat melakukan hal hal yang sebelumnya dipraktekkan, seperi titip untuk memasukkan anaknya ke PTN tertentu.  Kesepakatan panitia telah bulat bahwa mereka yang berprestasi haruslah diprioritaskan dan tidak boleh digeser atas nama apapun.  Itu merupakan amanah yang harus terus dipertahankan, karena  PTN memang dibiayai oleh pemerintah atau rakyat dan diperuntukkan bagi rakyat, tentu melalui mekanisme yang telah ditentukan.

Dengan begitu kedepannya masyarakat harus berusaha sendiri dengan prestasi yang terus ditingkatkan, sebab dengan prestasi tersebut, seseorang akan dapat menentukan nasibnya sendiri.  Artinya kalau seseoranag itu berprestasi, maka  banyak jalan yang dapat ditemph untuk sukses dalam studi, termasuk kalau tidak mempunyai ongkos untuk studi tersebut.  Pemerintah telah menyediakan pembiayaan studi bagi mereka yang tidak mampu dan mempunyai prestasi yang sangat bagus.

Bahkan saat ini banyak funding yang  bersedia membiayai siapapun yang mempunyai prestasi sangat bagus untuk studi di manapun dan diperguruan tinggi sesuai dengan pilihannya.  Jadi tidak ada alaqsan lagi untuk mengatakan bahwa tidak bisa kuliah karena tidak mempunyai  harta, atau tidak ada alasan lagi untuk berhenti studi karena ongkos.  Hal ini sangat perlu ditanamkan kepada seluruh siswa yang saat ini masih sekolah di bangku sekolah menengah agar mereka dapat mempersiapkan diri secara baik untuk menyongsong masa depan mereka dengan lebih bagus.

Untuk seleksi bersama masuk PTN  BMPTN dan beberapa PTN yang ditunnjuk.  Namun demikian para  calon juga dapat melihatnya di beberapa koran lokal yang pada hari Jumatnya akan mengumumkan seluruh calons esuai dengan lokasi masing masing.  Demikian juga di masing masing PTN  akan diumumkan pula khusus pada mereka yang diterima di PTN tersebut.

Bagi mereka yang pada kenyataannya belum dapat diterima sebagai calon mahasiswa di pergutuan tingginnegeri tertentu, kiranya tidak perlu putus asa, karena masih ada ujian masuk PTN yang diselengarakan secara mandiri oleh masing masing PTN.  Karena itu sebaiknya mereka segera melihat pengumuman tersebut melalui web masing masing PTN untuk mendapatkan informasinyang akrat sehingga dapat memanfaatkannya dengan baik.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.