TEGAR DALAM MEMUTUSKAN

Sebagaimana kita tahu bahwa ada beberapa Negara lain yang mencoba untuk mengkritik dan mempengaruhi keputusan Negara kita tentang hukuman mati  bagi para pengedar dan bos narkoba.  Sebagian diantara mereka bahkan ada yang dengan suara lantang meminta Indonesia untuk membatalkan hukuman mati tersebut.  Beberapa waktu yang lalu bahkan Brasil,  telah memperlakukan duta besar kita dengan tidak baik dan tidak menghargainya, sehingga prewsiden kemudian menarik kembali ke tanah air.

Nah, saat ini Negara di Eropa, seperti Perancis juga berlaku sama, yakni meminta dan mengkritik hukuman mati yang ditetapkan oleh pemrintah Indonesia.  Seolah mereka itu lebioh super dan lebih baik ketimbang kita, sehingga mereka seolah akan “memaksa” kita untuk membatalkan hukuman mati tersebut.  Namun kita harus tetap tegar dalam putusan tersebut dan sekaligus juga harus tetap melaksanakan eksekusinya, meskipun mereka akan terus menriakkan penentangannya.

Kita sebagai Negara berdaulat, tentu mempunyai ketentuan sendiri dan  sah untuk menentukan  hukuman tersendiri yang tidak bisa dipengaruhi oleh Negara lain.  Hukuman mati yang kita tetapkan sudah didasarkan  pertimbangan yang sangat matang dan mengingat akibat yang ditimbulakn oleh narkoba tersebut.  Tentu dengan berbagai pertimbangan yang kuat tersebut kita tidak perlu ragu atau gusar dalam menghadapi kritikan dari manapun datangnya, termasuk dari sebagian anak bangsa sendiri.

Sudah berulang kali kita  sampaikan bahwa hukuman mati tersebut mempunyai tujuan yang sangat mulia, yakni memberikan efek jera kepada  semua orang agar tidak mencoba untuk melakukan kesalahan fatal sebagaimana yang sudah dilakukan oleh mereka yang  diputus dengan hukuman mati.  Mungkin kalau hanya sekedar hukuman badan dengan dipenjara selama sekian lama, mereka  dan orang lain yang belum melakukannya, akan tetap mempertimbangkan untuk melakukannya dengan tujuan jangka p[endek masing masing.

Apalagi ketika hukuman penjara saat ini  masih dapat digunakan untuk mengendalikan perdagangan narkotika mereka.  Sudah barang tentu mereka yang memang menginginkannya, akan tetap melakukan penyeleweangan tersebut.  Buktinya  masih ada sebagian diantara para narapidana yang masih tetap dapat mengendalikan narkoba dari dalam penjara, dan bahkan mungkin masih dapat pula mempengaruhi  para petugas.

Kita memang akan terus mengusahakan agar peredaran narkoba dapat dihentikan dan dipunahkan dari  atas bumi, tetapi dalam kenyataannya masih ada yang mampu untuk dibeli oleh para pengedar.  Sesungguhnya kita akan terus memerangi para petugas yang mbalelo dan tunduk kepada mereka yang salah serta akan terus mengawasi semuampihak yang mencoba untuk bermain dengan persoalan narkoba tersebut.  Hanya saja hukuman penjara memang tidak menjamin berhentuinya praktek peredaran narkoba.

Kita melihat bahwa hukuman mati itu merupakan sebuah solusi terbaik dan terakhir yang dapat kita upayakan untuk memberantas narkoba  dari muka bumi Indonesia.  Memang masih ada  pihak yang mempersoalkan hukuman mati tersebut, yang dianggap sebagai hukuman yang bertentangan dengan hak asasi manusia.  Dan sedah berulang kali pula saya menjelaskan bahwa para pihak yang berargumentasi tersebut rupanya lupa bahwa dengan peredaran narkoba sesungguhnya mereka telah membunuh banyak generasi kita dan bukan hanya satu orang.

Terkadang kita miris dengan  usaha pihak lain, termasuk Negara lain yang terus ingin mempengaruhi pemerintah kita untuk membatalkan hukuman mati.  Namun kita harus tetrus meyakinkan bahwa hukuman mati  sebagaimana yang sudah dilaksanakan  satu tahap tersebut sungguh telah memberikan efek yang luar biasa bagi para pengedar narkoba.  Karena perlu terus dipertahankan untuk mengeksekusi tahap berikutnya.

Biarlah mereka yang tidak sepakat dengan kita meneriakkan  peroalan HAM dan segala macam alasan, tetapi demi menjaga generasi kita ke depan, kita emmang harus berani untuk tegar dan melaksanakan hukuman mati tersebut. Semua orang dan juga organisasi yang memandang lebih dalam tentang persoalan ini, tentu sepakat untuk memberlakukan hukuman mati tersebut, karena  alasan yang sangat kuat dan bukan semata untuk pencitraan.

Kalau kita cengeng dan mudah terpengaruh oleh segala macam rayuan dengan mengatas namakan kemanusiaan dan lainnya, tentu kita akan menjadi bangsa yang lemah dan mudah didekte oleh pihak lain.  Barangkali  sebelum eksekusi mati, mereka dan juga keluarga mereka akan menangis dan meratap serta menghiba untuk dikasihani, tetapi kita harus ingatkan juga bahwa mereka iotus esungguhnya sama sekali tidak pernah merasa kasihan kepada generasi muda kita yang mereka racuni sehingga  masa depan mereka hilang dan berantakan.

Berita yang menginformasikan bahwa Nusa kambangan menjadi hujan tangis  kemartin, bukanlah hal yang harus dipertimbangkan untuk mengubah hukuman mati.  Kita memang harus adil dan tetap dalam keputusan, karena sekali kita mengikuti kemauan pihak lain, maka kita akan sulit untuk menghindar pada masa mendatang.  Sekali tegar selamanya kita akan tetap tegar dan tidak takut sedikitpun untuk menjalankan  sesuatu yang kita anggap benar dan dapat menjadi solusi atas persoalan bangsa yang sangat rumit.

Kita sangat percaya kepada presiden yang tegas dalam persoalan ini, meskipun ada tekanan dapi berbagaio pihak.  Hanya saja  kita tetap akan memberikan support kepada pemerintah dan presiden agar tidak gusar dan lengah, sehingga mempengaruhi keputusan hukuman mati yang sudah ditetapkan.

Keteguhan dalam prinsip khususnya dalam hukuman mati terhadap para produser dan pengedar narkoba, harus terus dikobarkan dalam setiap dada pemimpin kita.  Tidak saja  untuk tetap melaksanakan hukuman yang sudah ditetapkan, melainkan juga kepada para hakim, agar tetap mempertimbangkan  efek buruk yang ditimbulkan kejahatan tersebut, sehingga kalau memang dianggap dan terbukti seseorang telah melakukan kejahatan seruopa, maka hakim harus berani untuk memberikan hukuman mati bagi mereka.

Kita juga tidak usah memperhatikan pihak pihak yang menyatakan bahwa hukuman mati itu merupakan hukuman masyarakat primitive dan sebagainya.  Kita justru akan terus mempertahankan bahwa hukuman mati itu masih sangat relevan dengan zaman ini dan bahkan mungkin untuk zaman yang akan datang, karena hukuman mati tersebut akan dapat menjadi obat yang sangat mujarab bagi sebuah penyakit kejahtan yang sangat akut, seperti narkoba dan juga korupsi.

Hanya sayangnya untuk korupsi, kita belum menerapkannya, padahal kejahatan tersebut juga sangat merusak sendi sendi kehidupan kita.  Untuk itu kiranya harus segera dipikirkan  untuk mengubah regulasi tentang kejahatan korupsi tersebut.  Persoalannya ialah  maukah DPR kita untuk mengubahnya, karena  ternyata yang banyak terkait dengan persoalan korupsi ialah  para oknum dari mereka.  Karena itu sambal menunggu kesadaran mereka, kita harus tetap mempertahankan yang sudah ada, yakni tentang kejahatan narkoba.

Kita juga sekaligus  berharap kepada pihak lain  dan juga Negara lain untuk tidak mencampuri urusan dalam negeri Indonesia, termasuk tentang keputusan menghukum mati para bandar narkoba, yang  berasal dari Negara lain.  Persoalan permintaan  dengan cara yang baik dan sopan, tentu kita dapat menghargainya, walaupun tidak harus mersponnya dengan mengubah keputusan atau memberikan  pengampunan oleh presiden yang memang diberikan hak untuk itu, melainkan sekedar  memberikan  respon positif atas usaha mereka membela warga negaranya.

Semoga  pemerintah kita dan presiden tetap kuat dalam menerima kritikan dari ebrbagai pihak atas ketegarannya  untuk tetap mengeksekusi hukuman mati bagi para  terpidana mati dalam kasus narkoba.  Kita berdoa kepada Tuhan agar bangsa ini dihindarkan dari bahaya narkoba dan korupsi, sehingga ke depan bangsa ini akan menjadi lebih baik dan bermartabat. amin

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.