PENGEMBANGAN KERJASAMA

Sebegaimana kita tahu bahwa  kerjasama merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keseluruhan aktifitas di perguruan tinggi.  Hamper tidak mungkin sebuah perguruan tinggi tidak melakukan kerjasama dengan berbagai pihak, terutama untuk menjalankan  tugas pokoknya, yakni tri dharma perguruan tinggi.  Karena itu saat ini  pasti ada  wakil atau pembantu rector bidang kerjasama tersebut.  Hanya saja  kadar pelaksanaannya antara satu perguruan tinggi satu dengan lainnya  sangat bervariatif;  ada sebagiannya yang sangat intens dalam melaksanakan kerjasama, dan ada pula yang  lamban, bahkan mungkin hanya sesekali saja.

Kita menyadari bahwa tidak ada sebuah lembaga yang akan dapat berjalan dengan sendirinya, tanpa  melakukan kerjasama dengan pihak lain.  Jalinan kerjasama yang dibangun dan dilaksanakan oleh perguruan tinggi biasanya dalam upaya untuk mempercepat dan menyempurnakan pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi.  Disamping juga dalam upaya memperkuat kelembagaan serta tujuan lain, khususnya bagi perguruan tinggi yang sudah BLU atau bahkan berbadan Hukum.

Namun  demikian ternyata masih banyak perguruan tinggi, termasuk perguruan tinggi yang berstatus negeri, yang ternyata belum intens dalam melaksanakan kerjasama.  Rupanya mereka belum terlalu menyadari eprsaingan yang begitu kompetetitif, baik dengan perguruan tinggi di dalam maupun di luar negeri.  Bahkan mereka justru masih berkutat dengan persoalan yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan peningkatan kualitas dan daya saing perguruan tinggi.

Kerjasama yang telah dijalin dengan berbagai lembaga tersebut selayaknya ditindak lanjuti dengan berbagai kegiatan yang sudah disep[akati, dan dapat dikembangkan sesuai dengan kesepakatan bersama.  Kalau bidang garapannya umum, seperti pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi, maka pelakasaan riil di lapangan dapat berupa  aktifitas yang  masuk dalam bidang bidang tersebut.  Pemberdayaan masyarakat dalam bidang ketrampilan dan tekonologi, misalnya dapat dimasukkan ke dalam daharma pengabdian kepada masyarakat.

Tetapi dalam upaya  mendapatkan sebuah kualitas  sebuah produk yang dihasilkan melalui kerjasama, dapat dimasukkan ke dalam penelitian, serta pembelajaran bagi masyarakat  dalam bidang tertentu, dapat juga dimasukkan dalam bidang pendidikan.  Sementara itu dalam bidang  pengembangan bisnis yang menghasilkan produk atau bahkan benefit, tentu dapat dianggap sebagai bagian dari salah satu dharma dan pengembangan  perguruan tinggi dalam hal BLU dan sejenisnya.

Tentu kita  sangat membuka diri bagi siapapun untuk dapat bekerjasama dengan kita, dengan ketentuan bahwa kerjasama tersebut didasarkan atas saling percaya, saling menghargai, saling menguntungkan, dan juga saling memberikan  kontribusi dalam pelaksanaan kegiatan.  Bangunan kerjasama tersebut menjadi sangat penting bilamana  didasari oleh sebuah kepercayaan dan  saling menghargai posisi masing masing, karena dengan begitu masing masing akan dapat  menempatkan diri pada posisi yang semestinya.

Taruhlah kalau dasar tersebut tidak dijadikan sebagai landasan, maka akan terjadi sebuah kondisi yang tidak nyaman, dimana salah satunya merasa  lebih dibandingkan dengan lainnya.  Kondisi tersebut tentu sangat tidak menguntungkan untuk sebuah kerjasama kemitraan.  Disamping itu syarat lainnya ialah bahwa mitra kerjasama kita sudah seharusnya mempunyai trek record yang baik, dan tidak bermasalah.  Hal tersebut menjadi penting, karena bagaimanapun sebuah kerjasama itu akan terus  dilakukan komunikasi timbal balik, sehingga kalau salah satunya  mempunyai trek record jelek tentu akan mengganggu hubungan kerjasama tersebut.

Demikian juga dalam pelaksanaan kerjasama tersebut harus tidak  diinisiasi oleh satu pihak saja, atau  dilakukan oleh bagian kwerjasama atau bahkan rektornya semata, melainkan semua pihak dapat menjadi inisiator dalam  menjalin kerjasama, karena proses menuju  ke sana sesungguhnya  sangat simple, yakni dilakukan penjajagan atau perintisan, kemudian  dilakukan pengesahan atau penenda tanganan kerjasama atau MoU, dan setelah itu ditindak lanjuti dengan pelaksanaan program.  Namun  harus  tetap dilakukan juga monitoring dan evaluasi sehingga akan dapat dilihat manfaat serta kemungkinan untuk dikembangkan atau bahkan dihentikan.

Kita juga tidak membatasi diri  terhadap calon mitra yang akan bekerjasama, sebab para prinsipnya semua lembaga, baik negeri maupun swasta  dapat menjalin kerjasama dengan kita.  Mungkin secara lebih rinci dapat disampaikan beberapa kemungkinan  kerjasama dengan berbagai pihak, seeprti lembaga pemerintah, baik di pusat maupuin di daerah, lembaga pendidikan tinggi, negeri maupun swasta, baik ditingkat local, regional maupun internasional.

Demikian juga dunia usaha  sangat penting untuk  dijadikan mitra dalam bekerjasama.  Sama pentingnya ialah  lembaga donor, dalam bidang pendidikan dan juga penelitian.  Demikian juga dengan indiovidu yang mempunyai kepedulian terhadap kemajuan pendidikan, para alumni, dan juga organisasi pemerintah dalam semua tingkatannya.  Pendeknya lembaga yang akan menjadi mitra kita tidak terbatas, dengan catatan sebagaimana disebutkan di atas, yakni dengan prinsip kemitraan, kesetaraan, saling menghargai dan saling menguntungkan.

Itulah beberapa prinsip kerjasama yang  sudah dan akan kita jalankan dan kembangkan ke depan.  Tetapi yang jelas kerjasama  tersebut memang mutlak dan harus terus dilakukan, karena  dengan kerjasama tersebut disamping akan memperkenalkan kita pada dunia juga sekaligus akan lebih membantu  dan memudahkan kita untuk meraih visi yang telah kita tetapkan.  Bahkan sangat tidak mungkin kalau tanpa kerjamasa, kita mampu mewujudkan visi tersebut.

Pada sisi lain kita memang melihat bahwa kerjasama dengan pemerintah  di sekitar memegang peranan penting.  Hasl tersebut disebabkan  oleh banyaknya permintaan dari mereka, terutama dalam hal memberdayakan masyarakat.  Pada umumnya mereka sangat menyayangkan kita yang sudah melakukan kerjasam sampai ke luar negeri, tetapi masyarakat dis ekitar malah tidak diopeni.  Memang  secara formal, masyarakat tersebut bukan menjadi tanggung jawab perguruan tinggi untuk memberdayakannya, tetapi secara  moral, perguruan tinggi  harus melakukan  pemberdayaan tersebut.

Karena alasan tersebutlah, ke depan kerjasama yang akan kita lakukan ialah menyelesaikan kerjasama dengan seluruh pemmerintah  kabupaten dan kota  se Jawa Tengah dalm bidang tri dharma perguruan tinggi, utamanya yang terkait dengan pemberdayaan masyarakat.  Tentu kita akan fokuskan  kerja  dalam kerjasama ini  pada sector pemberdayaan ekonomi masyarakt dan  pendidikan.  Sudah barang tentu untuk kerjasama dengan pihak lain, baik di dalam maupun di luar negeri, juga tetap harus kita lanjutkan dan bahkan  tingkatkan.

Karena itu pelaksanaan kerjasama tersebut bukan saja menjadi tanggung jawab bidang kerjasama, melainkan  pada seluruh warga  UIN, meskipun secara formal tetap akan dilaklsanakan melalui bidang kerjasama.  Artinya kalau sudah implementasi dalam program, semua pihak dapat ambil bagian, karena sesungguhnya kerjasama yang kita bangun adalah untuk seluruh warga besar UIN dan bukan  khusus  bidang kerjasama.

Masing masing unit dan fakultas juga dapat mengembangkan program studi melalui pelaksanaan program, serta dalam upaya untuk mendorong para mahasiswa agar mempunyai pengalaman nyata dalam, berbagai bidang, sangat dibutuhkan  kemitraan dengan pihak lain, semisal perbankan bagi mahasiswa perbankan, lembaga pendidikan lain bagi para mahasiswa dalam jurusan pendidikan, dan juga  pihak lainnya untuk program studi yang lain pula.

Intinya  kita berharap bahwa kerjasama yang sudah berjalan ini  tetap diteruskan dan ditingkatkan, baik kuantitas lembaga mitra maupun pelaksanaan kegiatannya.  Kita tentu tidak dapat menerima kalau kerjasama yang kita lakukan hanya berhentui pada penanda tanganan MoU semata, melainkan harus juga ada tindak lanjut dalam wujud program yang dapat dirasakan oleh kedua belah pihak.  Semoga semua rencana yang sudah kita tetapkan akan berjalan dengan mulus serta mendapatkan dukungan dari semua pihak.

 

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.