MERENUNGKAN ALAM SEMESTA

Allah swt menjadikan manusia sebagai khalifah di bumi dengan tujuan agar mereka memakmurkan bumi dan tidak merusaknya.  Bumi disediakan oleh Tuhan untuk  dimanfaatkan sebesar besarnya oleh umat manusia, sehingga mereka  diharapkan akan mampu memeliharanya serta menjadikannya sebagai tempat yang menyenangkan dan memberikan kehidupan.  Karena itu menjadi kewajiban manusia untuk senantiasa memperlakukan  bumi dengan ramah dan tidak sebaliknya  mengeksploitasinya sedemikian rupa hingga menjadi sakit.

Mungkin diantara kita masih ada yang belum mengetahui bahwa bumi juga makhluk Tuhan yang mempunyai keterbatasan.  Jadi kalau bumi diperlakukan secara tidak adil secara terus menerus, sangat mungkin bumi akan berbalik  membahayakan kepada  umat manusia itu sendiri.  Kejadian kejadian yang kemudian kita anggap sebagai musibah di bumi, sesungguhnya merupakan kerlalaian manusia  dalam mengelola bumi derngan baik.  Tanah longsor, banjir dan sejenisnya harus diakui disebabkan oleh kelalaian umat manusia.

Kebakaran hutan dan juga kebakaran terhadap hunia dan  fasilitas umum, seperti pasar dan lainnya, juga  dapat dipastikan semuanya itu disebakan oleh ulah manusia yang kurang perhatian terhadap bumi yang menjadi pijakan kita setiap saatnya.  Bahkan ada sebagian  tempat yang mengalami jalan ambles, atau jembatan ambles, semuanya itu bukan  begitu saja terjadi, melainkan disebabkan oleh  menudia itu sendiri.

Manusia memang  sudah saatnya mawas dan merenungkan ulang  perannya di dunia.  Jangan hanya  sebagai penumpang saja yang sama sekali tidak peduli dengan keselamatan pihak lain yang sama saam menumpang.  Ibarat banyak orang yang menumpang bus, maka semuanya harus saling menjaga keselamatan bus, jangan sampai ada yang seenaknya membawa bom di dalamnya dan meletuskannya. Bagaimana  peran manusia di bumi, semuanya sudah sangat jelas, yakni  manusia harus mau memelihara  bumi sebagaimana mestinya.

Sebagai wujud dari memelihara bumi ialah manusia tidak boleh mengeksploitasi bumi dengan cara membabi buta hanya semata mata  untuk mendapatkan kuntungan secara pribadi, semisal mengebor bumi tanpa batas, atau mengeruk isi bumi dengan tanpa perhitungan, merusak tetumbuhan tanpa menanam kembali, membakar hutan, dan lainnya.  Sebaliknya manusia harus peduli terhadap kelestarian lingkungan, keasriannya, dan juga kebersihan udara.

Nah, untuk mengarah ke sana, manusia dianjurkan untuk  selalu menanam pohon, baik yang produktif maupun yang dapat menjadi penahan air dan kesejukan lingkungan.  Sesungguhnya tidak berat untuk sekedar menanam pohon, namun sebagain orang enggan melakukannya.  Kalaupun  ada yang mau menanam, tetapi hanya sekedar menanam tanpa mau merawat atau memperhatikan pertumbuhannya, sehingga tanaman tersebut  mati atau bahkan tertimpa rerumputan lainnya.

Untunglah kalau kita masih menyempatkan menanam pohon meskipun tidak semp[at merawatnya dengan baik, tetapi  jangan hanya sekali saja, melainkan  terus menanam tanpa disertai rasa bosan.  Akan lebih bagus lagi kalau kita mau menganjurkannya juga kepada orang terdekat, seeprti anak dan keluarga, kemudian tetangga, dan seterusnya.  Harapannya dengan tetap menanam pohon tersebut akan dapat menginspirasi kepada siapapun yang menyaksikan dan sekaligus  mau memelihara tanaman tersebut.

Disamping itu untuk memelihara bumi yang  sangat kita perlukan,  seharusnya kita juga peduli dengan kebersihan lingkungan, untuk itulah disarankan agat seluruh masyarakat mau menjag lingkungan dengan cara tidak membuang sampah  di sembarang tempat atau mencorat coret benda apapun yang akan  mengurangi  kenyamanan.  Persoalan sampah saat ini sudah menjadi persoalan yang akut, karena  sampah sudah membuat lingkungan menjadi  jorok dan tidak sehat.

Apalagi kalau musim hujan  tiba, sampah dapat menggangu kelancaran aliran air, sehingga tidak jarang menyebabkan bajir.  Tempat tempat sampah sudah disediakan cukup banyak, tetapi anehnya  masih banyak manusia yang tidak memanfaatkannya, melainkan dengan enaknya membuang apa saja di tempat dimana dia berada.  Padahal kebersihan itu indah dan bahkan dalam  ajaran syariat Islam, kebersihan itu menjadi bagian dari keimanan seseorang.  Nah, karena itu sepatutnya kita semua menjadi pelopor dalam kebersihan lingkungan dan berani menegur siapapun yang mengotori lingkungan kita.

Memang yang paling efektif ialah kalau aturan mengenai hal tersebut, khususnya yang terklait dengan pemberian sanksi denda diberlakukan secara tegas dan konsisten, sebagaimana di beberapa Negara tetangga, seperti Singapura, Australia dan lainnya.  Kita semua tahu bahwa di beberapa Negara lain tersebut aturan tentang kebersihan tersebut sangat ketat, dan siapapun yang  dengan sengaja maupun tidak, kemudian mengotorinya, maka   akan didenda sangat mahal dan berat.

Nah, dengan aturan tersebut, ternuyata lingkungan  dapat menjadi bersih dengan sendirinya, karena tidak ada  pihak manapun yang berani main main dengan kebersihan.  Barangkali kita juga patut untuk meniru  penerapan  aturan seperti itu, meskipun pada awalnya pasti akan banyak kritikan dan lainnya.  Namun untuk mendapatkan sebuah keinginan baik, memang harus ada ketegasan dan kekonsistenan.  Bahkan disadarai bahwa pada awalnya akan dijumpai korban yang harus membayar cukup berat dan lainnya.

Disamping itu persoalan polusi udara juga sudah menjadi persoalan yang  sangat membahayakan kesehatan manusia, meskipun masih banyak pihak yang belum dapat menyadarinya.  Karena itu perlu ada penyadaran bersama, terutama para pengusaha pabrik yang mengeluarkan asap, agar  dapat dikelola sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu lingkungan.  Tentu ada teknologi yang dapat digunakan untuk meredam  polusi tersebut, meskipun pihak perusahaan harus mengeluarkan ongkos, tetapi itu merupakan sebuah kewajiban bersama yang harus ditaati.

Lebih jauh lagi asap rokok, meskipun dianggap terlalu kecil, namun  karena dilakukan secara terus menerus akhirnya dapat mengganggu lingkungan juga, terutama lingkungan kecil.  Kiranya patut juga dianjrkan agar secara  berangsur para perokok dapat megurangi intensitasnya, dan pada saatnya mungkin dapat menghentikannya secara total.  Namun kalau hal tersebut masih sulit untuk diwujudkan, himbauannya ialah  bahwa mereka tidak akan merokok di sembarang tempat, utamanya di tempat umum, apalagi di sana ada balita.

Kalau larangan meroko di dalam ruangan  atau gedung yang ber AC tentu sudah berlaku umum, tetapi kiranya patut juga diperhatikan tentang larangan merokok di tempat tempat tertentu, seperti di rumah sakit, di lingkungan pendidikan, di lingkungan rumah ibadah dan lainnya.  Kita mungkin dapat memahami mereka yang perokok, tetapi kita juga berharap mereka  dapat memahami pula mereka yang tidak merokok, sehingga saat akan merokok dapat mencari tempat yang tidak akan mengganggu pihak lain.

Jadi keberadaan kita sebagai hamba Tuhan di muka bumi ini sudah jelas, yakni untuk memelihara bumi dengan baik dan memanfaatkannya  secara maksimal untuk  manusia itu sendiri.  Karena itu tidak boleh ada pengrusakan di dalamnya atau perlakuan yang tidak seimbang terhadapnya, dan sikap yang tidak ramah terhadapnya.  Kerusakan bumi, baik di daratan, lautan dan udara, semuanya  disebabkan oleh ulah jahil tangan manusia yang tidak per=duli terhdapanya dan sekaligus tidak patuh terhadap perintah Tuhan.

Rasanya belum terlambat bagi kita untuk memperbaiki diri dalam memperlakukan bumi, sebab meskipun kerusakan bumi sudah sedemikian rupa, tetapi kita masih optimis bahwa bumi masih akan dapat kita selamatkan.  Caranya ialah dengan peduli lingkungan, yakni dengan menanam pohon sebanyak banyaknya serta memeliharanya sedemikian rupa sehingga dapat tumbur subur, serta tetap peduli terhadap kebersihan sebagaimana diperintahkan oleh agama kita.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.