HARI BUMI

Meskipun tidak diperingati, bumi memang harus diperlakukan dengan baik, karena di bumilah kita berpijak dan merenda masa depan yang tentu diharapkan  lebih baik.  Hari bumi ini diperingati  hanya untuk mengingatkan kepada semua manusia bahwa bumi juga makhluk Tuhan yang memerlukan perhatian untuk diperlakukan dengan baik, sehingga akan memberikan manfaat besar bagi manusia yang berada di atasnya.  Bukan sebaliknya memperlakukannya sedemikian rupa hingga membahayakan semua makhluk hidup yang ada.

Tuhan sendiri sesungguhnya sudah memperingatkan bahwa  telah terjadi kerusakan, baik di daratan atau bumi maupun di lautan, akibat ulah manusia yang tidak bertanggung jawab.  Mungkin persoalan lumpur lapindo juga akibat ulah manusia yang tidak  bersahabat dalam memperlakukan bumi, walaupun tentu ada unsur lainnya.  Kerusakan hutan yang menjadi tameng bagi kemurnian udara yang akan membawa manusia  nyaman dalam hidupnya sudah sedemikian parah juga diakibatkan oleh tangan jahil manusia dan masih banyak lagi.

Bahkan  diantara manusia juga  tidak mempertimbangkan keseimbangan dalam  menggali bumi untuk mendapatkan air bersih, sehingga sangat mungkin kalau hal tersebut terus dilakukan dan tidak ada pengendalian, bumi akan tenggelam beserta seluruh penghuninya.  Karena itulah dalam memperingati hari bumi ini kita harus mulai menyadari bahwa bumi itu harus diperlakukan dengan baik, termasuk menanami dengan tanaman sebagai penghijauan atau bahkan juga tanaman produktif yang dapat dimanfaatkan buahnya.

Kita harus berani untuk  berkampanye menanam tanaman pada  semau kesempatan, dan sekaligus memberikan teladan kepada masyarakat.  Bersamaan dengan itu kita juga harus menghentikan penebangan  pohon yang menjadi lindungan bagi kita.  Tentu dikecualikan pohon pohon yang sudah terlalu tua dan keberadaannya sangat membahayakan manusia.  Hanya saja  penebangan pohon tua tersebut harus juga diikuti dengan penanaman pohon sebagai gantinya.

Kita juga harus mengajak anak anak kita untuk mencintai lingkungan dan menanam pohon serta mmerawatnya, bukan sekedar menanam lalu dibiarkan begitu saja layu dan akhirnya mati.  Merawat pohon yang ditanam, dapat dilakukan dengan menyiramnya dan mamupuknya, pada saat pohon tersebut memerlukannya, seperti saat kemarau tiba, dan juga membersihkan sekitar pohon tersebut dari segala macam rumput liar dan sampah yang akan membahayakannya, seeprti ketika banyak sampah, ada kemungkinan  mudah terbakar, dan lainnya.

Sebagai bentuk peringatan hari bumi tersebut, kita juga mengenal hari tanpa mobil atau hari tanpa asap kendaraan atau disebut dengan car free day, yang sudah biasa kita lakukan di lingkungan kita.  Untuk itulah kita juga berharap semua pihak, khususnya warga universitas Islam negeri walisongo, mau mendukung dan mempelopori hal tersebut.  Bahkan bukan hanya sehari, melainkan juga setiap hari, dengan cara selalu menjaga lingkungan kita dari semua kotoran yang akan membahayakan manusia.

Kita sudah mempunyai aturan larangan merokok di dalam semua gedung di universitas, tetapi alangkah bagusnya jika seluruh warga kampus juga tidak merokok di lingkungan kampus, dan juga memberikan peringatan kepada ssemua orang untuk tidak merokok di kampus.  Hal tersebut merupakan salah satu bentuk kepedulian kita dalam menjaga kemurnia udara yang menjadi andalam hidup kita.  Kita memang tidak mungkin menghindar dari asap kenalpot kendraan yang dikapai sebagai alat transportasi kita, namun akan lebih bagus jika hal tersebut tidak diumbar dengan bebasnya.

Artinya  sangat perlu dipikirkan bagaimana caranya agar asap kendaraan tersebut tidak mengotori kampus kita.  Mungkin  perlu adanya  usulan yang didasarkan atas pertimbangan matang, seperti semua kendaraan dilarang masuk kampus, terkecuali hanya sebatas sampai di parkir yang disediakan  sebelum masuk kampus yang digunakan untuk aktifitas kerja maupun pembelajaran.  Untuk yang ini kita memang belum melangkah, karena masih banyak hal yang harus diselesaikan terlebih dahulu.

Kita sangat mendukung pelaksanaan hari bumi yang kemarin telah dilaksanakan di kampus kita, melalui gerakan menanam yang dipusatkan di kantor perpustakaan, dengan dukungan darisemua pihak, termasuk kedutaan besar Amerika Serikat melalui American corner yang ada.  Saya juga sangat bergembira karena peringatan tersebut disambut dengan meriah oleh  civitas akademikan UIN Walisongo, terlebih justru para mahasiswalah yang menjadi pelaksana tersebut.

Saya juga sangat apresisasi terhadap kegiatan para pencinta alam mahasiswa UIN Walisongo yang mempraktekkan  car free daya di kampus, sehingga  satu hari kemarin memang tidak ada kendaraan yang melintas di dalam kampus, terkecuali hanya sampai di depan auditorium untuk parkir.  Sudah barang tentu semua pihak juga harus mendukung dan sekaligus mempberikan support, sehingga  peringatan tersebut akan membawa dampak yang positif bagi kampus dan seluruh warga besar UIN kita.

Meskipun hanya satu hari dalam memperingati hari bumi dan diberlakukannya car free day di kampus kita, tetapi  hal tersebut sudah cukup memberikan kesan bagus bagi semua penghuni kampus, utamanya terkait dengan jkepdulian kita terhadap alam semsta dan lingkungan.  Secara  normative sesungguhnya kita semua sudah sangat paham bahwa kebersihan lingkungan, termasuk kebersihan udara, akan sangat mempengaruhi kehidupan kita dan juga kesehartan kita, namun terkadang kita lupa untuk mempraktekkannya.

Barangkali kelupaan tersebut disebabkan oleh kesibukan kita yang sangat luar biasa atau karena sebab lainnya, namun yang jelas dengan dilakukannya peringatan hari bumi tersebut kita semua diingatkan bahwa kita memang memberikan perhatian yang cukup untuk lingkungan kita agar ettap terjaga  kebersihannya dan juga keindahannya.  Semua itu akan berpengaruh terhadap kekerasanan kita  dalam menghuni kampus tercinta.

Mungkin masih ada sebagian diantara kita yang belum memahami hal tersebut sehingga justru menentang, terutama  dalam kegiatan car free day dimana mereka  harus berjalan kaki menuju tempat kerja, baik kantor maupun kelas  untuk peroses pembelajaran.  Tetapi kita santa  berharap bahwa hal tersebut hanyalah ekspresi sementara dan kemudian  menjadi sadar terhadap pentingnya  peringatan tersebut.  Apalagi kalau kemudian berjalan  tersebut justru akan memberikan semangat bagi kita sekaligus tentu kesehatan.

Terlepas dari semua perbedaan pendapat mengenai peringatan hari bumi yang juga dikaitkan dengan car free day, kita tetap harus memberikan apresiasi kepada semua pihak, terutama mereka yang dengan keikhlasan mau menanam pohon dan juga memperhatikan lingkungan.  Mungkin apresiasi perlu diberikan secara khusus kepada para mahasiswa yang secara rela mengatur parker untuk semua kendaraan tidak boleh memasuki area kampus.

Bahkan kemungkinan mereka  mengorbankan wantu untuk tidak masuk kuliah, hanya untuk memberikan peyalanan kepada seluruh warga kampus.  Mungkin pada saatnya nanti kita akan terbia dengan berjalan kaki untuk memasuki area kampus, setelah semuanya menyadri betapa pentingnya menjaga  kebersihan kampus kita dari segala macam polusi.  Rasanya memang  nikmat dapat berjalan bersama dengan para mahasiswa memasuki dan keluar dari kampus.

Saya sendiri berpikir bahwa untuk car free day tersebut tidak  saja diperingati  satu hari dalam satu tahun, melainkan dapat dilakukan  setiap tiga bulan sekali, sehingga ada empat hari dalam satu tahun.  Atau bahkan mungkin juga dapat dibiasakan untuk melakukan hal tersebut sekali dalam satu bulan.  Menurut saya  hal tersebut akan berjalan dengan baik, bilamana semua pihak menyadari pentingnya semua itu dan sekaligus berkeinginan menjadikan kampus kita sebagai kampus yang bersih, asri dan indah serta nyaman untuk dihuni.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.