MEMBANGUN PTKIN DENGAN SADAR

Angin segar rupanya  sedang bertiup, khususnya bagi PTKIN sehubungan dengan adanya kemungkinan tambahan anggran untuk penguatan dan pengembangan PTKIN.  Namun para pimpinan PTKIN jangan terlalau bersemangat  dengan berita tersebut, sebab kalau ternyata  tidak terrealisasi,  dapat  kecewa berat.  Cukuplah ditanggapi dengan biasa saja  dan tetap mempersiapkan segala kemungkinan, terutama jikalau anggaran tambahan tersebut memang benar terjadi.  Karena itu  perencanaan  menjadi sangat vital dan harus  diwujudkan.

Rencana yang bagus dengan beberapa kemungkinan atau  dengan plan yang tidak hanya satu tentu akan sangat memberikan  kemudahan pada saat ada penambahan anggaran maupun tidak.  Tentu akan berbeda jika kita hanya menyiapkan satu plan saja, karena kalau ternyata  berbeda dengan perencanaan yang kita siapkan, maka akan dapat kalang kabut dan  berantakan.  Itulah sebabnya setiap saat kita memang harus menyiapkan beberapa plan perencanaan kita, karena kita juga tahu bahwa anggaran yang biasa saja terkadang juga mengalami perubahan yang signifikan.

Saat ini secara keseluruhan  PTKIN belum mempunyai semacam grand disign yang dapat dipedomani oleh seluruh PTKIN.  Grand design tersebut seharusnya digarap terlebih dahulu oleh kementerian, dalam hal ini  direktoraat pendidikan tinggi.  Dahulu sudah pernah digagas dan sudah bberapa kali dibahas, tetapi kemudian nasibnya tidak ketahuan hingga saat ini.  Karena persoalan itulah saat ini PTKIN  hidup sendiri sendiri dan tergantung kepada para pimpinannya.

Artinya kalau pimpinan PTKIN tersebut mempunyai visi yang jelas, mau dibawa kemana PTKIN yang dkelola tersebut, maka  mereka akan  dengan tekun menyiapkan sendiri rencana besar tersebut, dan sebaliknya bagi pmpinan yang  sama sekali tidak mempunyai visi seperti itu,  maka mereka hanya menjalankan rutinitas semata dan tidak mempunyai ghirah untuk memajukan PTKIN, apalagi harus berprestasi secara lebih bedsaar dalam skala nasional bahkan internasional.

Mungkin ada pertanyaan, apakah ada pimpinan PTKIN yang tidak mempunyai visi jelas tentang masa depan PTKIN nya?.  Jawabannya tentu sangat mudah, yakni pasti ada, terutama jika dilihat dari peran dan prestasi masing masing.  Salah satu indikasi yang dapat dengan jelas disaksikan ialah bagaimana mereka membuat networking dengan berbagai lembaga  perguruan tinggi, baik di dalam maupun di luar negeri.

Mungkin kementerian lah yang harus menginisiasi secara keseluruhan tentang pembuatan grand design tersebut, dan setelah   selesai, kemudian memberikan semacam instruksi kepada seluruh PTKIN untuk mempedomani dan mengembangkannya sendiri dengan berpedoman kepada grand design tersebut.  Kita sangat yakin bahwa kalau ada arah yang jelas, mau dibawa kemana PTKIN kita ke depan, tentu semua akan dapat berbuat sesuai dengan kemampuan dan  kreatifitas masing masing.

Karena sampai saat ini belum ada grand design tersebut, maka  hingga saat ini pula kita tidak tahu arah PTKIN kita ke depan, apakah akan terus seperti saat ini, yang masing masing mempunyai jalannya sendiri sendiri, ataukah semuanya dipasrahkan kepada masing masing PTKIN untuk merencanakan masa depannya sendiri, soal mau jadi seperti apa  juga tidak perlu dipertanyakan, ataukah bagaimana. Karena terus terang tidak ada  arahan dan  garus jejer yang diberikan oleh kementerian, dalam hal ini  direktorat pendidikan tinggi Islam kita.

Beberapa  waktu yang lalu kita telah berkoordinasi dan saling memberikan informasi kepada kementerian koordinator Permbangunan Manusia dan Kebudayaan, dimana ada beberapa informasi yang sangatb penting untuk kita, dan harus kita tanggapi dengan mempersiapkan diri mengenai berbagai hal, semacam rencana masa depan yang kkita akan  gapai yang didukung dengan data yang akurat, serta  usaha untuk memenuhi berbagai persyaratan yang diperlukan.

Kita tidak boleh hanya njagakke atau menunggu keajaiban semata, tanpa usaha  dan hanya  berpendapat secara opini, tanpa mempersiapkan data yang diperlukan.  Dengan informasi  yang seperti angin surga tersebut, kita seharusnya terpacu untuk terus serius mempersiapkan segala kemungkinan yang bakal terjadi, utamanya terhadap informasi  anggaran yang biasanya ditransfer ke daerah dan akan ditarik ke pusat.

Artinya kalau informasi tersebut kemudian menjadi kenyataan, yakni bahwa ada anggaran yang ditarik ke pusat dengan alasan yang brasional, bukan kemudian akan  secara otomatis  dibagi kepada kita, karena alasan penarikan tersebut sangat jelas ialah agar anggaran tersebut benar benar bermanfaat dan dapat dilihat dengan jelas peruntukannya serta manfaatnya.  Nah, kalau kita tidak mempunyai perencanaan yang bagus dan juga tidak dapat mempersiapkan diri untuk meyakinkan pihak lain bahwa  kita  memang butuh yang didukung dengan data  akurat, maka kita hanya akan  meratapi nasib kita terus.

Menurut saya, sambil kita menunggu koordinasi  yang akan dilakukan oleh diktis untuk merumuskan grand design tersebut, sepatutnya kita juga  secara sendiri, maksudkan masing masing PTKIN harus juga mempersiapkan diri dengan rencana yang matang untuk njagani kemungkinan  adanya anggaran tambahan tersebut, agar dapat  diberikan kepada kita untuk memperkuat dan mengembangkan institusi kita.

Diktis sudah seharusnya melangkah dengan tegar untuk urusan menggarap grand desigan tersebut.  Mungkin  rumusan awal yang pernah kita diskusikan dahulu dapat dibukan kembali, sehingga tidak harus memulai dari awal lagi, melainkan cukup mengkaji yang sudah ada dan  meneruskannya.  Mungkin dalam tahap awal tidak harus mengundang seluruh pimpinan PTIKN, tetai cukup memberntuk tim yang solid dan mampu bekerja, kemudian sesekali mengundang para pimpinan PTKIN untuk mencermati dan  meminta masukan.

Namun yang harus diingat ialah sebelum difinalkan, harus mengundang seluruh pimpinan PTKIN untuk mendapatkan  masukan akhir dan agar semua dapat memahami grand desigan tersebut.  harapannya ialah kelau semua pimpinan PTKIN memahaminya, maka mereka akan dengan mudah melaksanakannya dan disesuaikan dengan kondisi masing masing PTKIN.

Dengan begitu meskipun cara yang digunakan oleh masing masing berbeda, tetapi tujuannya  akan elatif sama yakni sesuai dengan grand design yang telagh dirumuskan bersama.  Dan sebelum semuanya tercapai, semua orang akan  dapat melakukan  pengawasan, karena tujuan  akhirnya sudah ditetapkan.  Artinya kalau ada sebagian diantara PTKIN yang terlkihat menyimpang dari tjuan akhir, dapat dilakukan pembenaran atau peringatan awal agar mereka kembali kepada grand design yang ada.

Kementerian, dalam hal ini diktis juga  akan dengan mudah mengevaluasi serta memberikan peringatan bagi mereka yang  berjalan menjauh dari tujuan bersama.  Memang  sudah seharusnya kementerian melakukan hal tersebut, agar terlihat bahwa memang kementerian serius dalam menangani pendidikan.  Kesadaran untuk membangun PTKIN memang sangat diperlukan sehingga semua pihak akan tetap berada dalam rel yang benar menuju arah yang sama, walaupun cara dan kendaraannya berbeda.

Kondisi seperti itu juga sekaligus akan dapat  menarik mereka yang belum muncul ghirahnya untuk melakukan perbaikan menuju cita cita awal, yakni mencerdaskan anak anak bangsa dan sekaligus menjadikan mereka berakhlak karimah.  Kuncinya hanya ada satu, yakni  terwujudnya grand design  PTKIN kita yang dimotori oleh kemneterian, yakni diktis, dan  ttentu keseriusan para pimpinan PTKIN untuk  menggapai tujuan yang ditetapkan di dalamnya.  Kit harus selalu berusaha dan berdoa, agar semua  itu dapat direalisasikan dalam waktu yang tidak terlalu lama, semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.