DZIKIR

Kata dzikir memang sering kita dengar dan bahkan  mungkin hamper setiap saat kita melafdhkannya, namun sayangnya hanya sedikit diantara kita yang benar benar menyadari betapa pentingnya dzikir tersebut bagi kita sebagai hamba Allah swt.  Padahal Allah swt sendiri  telah dengan tegas mengatakan  agar kita sebagai umat yang beriman selalu berdzikir sebanyak banyaknya, dan mensucikan Tuhan pada  pagi dan sore.  Lantas apa makna dari perintah Tuhan tersebut?, apakah hanya sekedar perintah yang tanpa makna?

Sudah barang tentu perintah Tuhan pasti ada makna yang sangat penting dan berharga bagi kita semua.  Mungkin kalau didalami dan direnungkan, cukup banyak manfaat dzikir yang dapat kita tangkap, bahkan akan menjadi obat yang sangat mujarab, melebihi segala obat yang ada.  Jika seseorang sakit pikiran atau jiwa atau sekdar terganggu pikiran, maka  dzikir akan menjadi penyembuhnya yang paling bagus.  Allah sendiri telah berfirman bahwa dengan berdzikir, seseorang akan menjadi tenang hatinya, dan juga pikirannya.

Pada zaman seperti saat ini dimana hamper seluruh manusia  selalu mengejar materi, terkadang mereka  tidak akan mendapatkan ketenangan batin, meskipun hartanya sangat banyak.  Terkadang pula mereka selalu memikirkan sesuatu yang bersifat duniawi, lantas melupakan dzikir sehingga berakibat pikiran dan hati mereka tidak pernah mendapat ketenangan.  Sangat mungkin pula bahwa seseorang mengaku bahwa dirinya sangat puas dengan harta yang dimiliki dan seolah ingin mengatakan bahwa  hati dan pikirannya merasa puas dan tanang.

Namun  coba tengok, apakah kehidupan dirinya  memang benar benar terbebas dari beban berat yang selalu menghantui dirinya?  Apakah dengan hartanya yang banyak tersebut justru tidak malah menjadi beban dirinya untuk menjaga dan  mempertahankannya? Dan  banyak pertanyaan lainnya.  Tetapi kalau seseorang tersebut memang benar benar pasrah dan ikhlas karena Allah, saya menjadi yakin bahwa  orang tersebut pasti akan selalu mengingat Allah dan hatinya pun akan terus menjadi tenang, walaupun hartanya banyak.

Kalau seseorang sudah memasrahkan segalanya kepada Tuhan, dan tentu ada usaha untuk melakukan sesuatu sebagaimana mestinya, pasti orang tersebut akan mendapatkan ketenangan jiwa yang diharapkan.  Sebaliknya  kalau orang tersebut lebih memikirkan dan mementingkan persoalan duniawi dan mengalahkan komunikasi dengan Tuhan, dapat dipastikan orang tersebut akan mengalami  ketersendatan pikiran, sehingga tidak akan mendapatkan ketenangan hidup.

Dzikir memang  mempunyai tingkatan, tetapi secara keseluruhan dzikir akan tetap menjadi  sarana untuk menenangkan pikiran dan hati.  Tingkatan dzikir tersebut dapat dilihat dari kualitas pelaksanaan dzikir itu sendri.  Ada dzikir yang kualitasnya tinggi, yakni dzikir yang dilakukan oleh mereka yang  dapat berkonsentrasi dan memahami  makna dzikir tersebut.  Orang yang berdzikir dengan pemahaman yang  kuat dan konsentrasi dengan semua yang diucapkan, tentu akan dapat merasakan betapa  Tuhan itu Maha segalanya, tanpa ada sesuatu apapun yang  dapat mendekati-Nya apalagi menyaingi-Nya.

Tetapi kita juga harus menyadari bahwa ada juga orang yang melakukan dzikir, tetapi masih sering dibarengi  dengan memikirkan sesuatu selain Tuhan.  Konsentrasinya tidak utuh dan penuh, melainkan hanya sesekali, dan kebanyakan justru mengingat kepada yang lain, meskipun mulutnya berdzikir.  Nah, yang paling rendah tingkatannya ialah mereka yang berdzikir, tetapi sama sekali tidak mengerti maksudnya dan hati dan pikirannya berada di luar dzikir.

Memang  dalam ajaran Islam sebaik baik dan seutama utamanya dzikir itu membaca  kalimat la ilaha illallah, namun sesungguhnya  dzikir itu cukup banyak, yang terpenting muaranya ialah bagaimana kita  tetap mengingat kepada Allah swt  sebagai Tuhan yang wajib disembah dan yang memutuskan sesgala sesuatu.  Karena itun membaca al-Quran dengan cermat juga termasuk di dalam zikir yang utama, membaca tasbih, tahmid, dan tahlil juga  salah satu bentuk dzikir.

Bahkan hanya  melafadhkan  kata Allah saja juga termasuk berdzikir, karena  dengan membaca kata tersebut seseorang akan dapat memfokuskan pikiran dan hatinya hanya untuk Tuhan dan menyadari bahwa semua kejadian  di alam raya ini semata mata karena kehendak dari Tuhan.  Dzikir memang sering tidak dipahami sebagai sebuah  aktifitas yang memerlukan totalitas dalam diri kita, sehingga  dzikir yang dilakukan sering hanya sebagai ritual yang kurang memberikan dampak positif bagi pelakunya.

Padahal dzikir itu mempunyai kedahsyaratn yangluar biasa dan  perngaruh yang sangat spektakuler dalam menjadikan dan mengubah diri orang  menuju kebajikan.  Soal  riwayat hadis yang  menceritakan tentang kedahsyatan  dzikir cukup banyak, meskipun tidak semuanya bernilai shahih, namun secara garis besar riwayat tersebut memberikan gambaran betapa  dzikir tersebut memang  akan mampu membuat seseorang menjadi lebih bergairah dan semangat untuk berbuat kebajikan.

Bayangkan saja kalau seseorang meyakini bahwa  dalam setiap saatnya  dia selalu dikelilingi oleh para malaikat  yang senantiasa mendoakan kepada dirinya, sudah barang tentu diri seseorang tersebut akan  tumbuh semangat untuk melakukan apapun yang baik, dan  sekaligus akan  membentengi dirinya dari segala kemaksiatan.  Demikian juga kalau seseorang merasa bahwa dirinya  selalu diperhatikan oleh Tuhan, maka  dampak yang didapatkannya ialah  dorongan untuk berbuat kebajikan saja dan bukan lainnya.

Bukti dari kedahsyatan dzikir tersebut dapat kita lihat dari kehidupan mereka yang akrab dengan dzikir.  Mereka seolah tidak pernah merasakan kesulitan dan kebimbingan dalam menjalni hidup, walaupun secara  kasat mata, mereka itu tidak mempunyai  harta yang cukup.  Ketika banyak orang merasakan pukulan berat karena persoalan ekonomi, seperti  melemahnya rupiah atau karena  bahan pokok menjadi  sangat tinggi, tetapi mereka yang selalu berdzikir seolah  tidak  kendapati persoalan tersebut.

Bukan karena mereka tertinggal informasi  masalah tersebut, melainkan karena hati dan pikirannya sudah terpatweri hanya kepada Allah swt.  Hirup pikiu manusia dalam menyikapi kondisi dunia ini sama sekali tidak akan mengusik keasyikan mereka dalam berdzikir.  Artinya bukannya mereka sama sekali tidak berusaha dan memikirkan persoalan ekonomi, melainkan   mereka juga berusaha dalam bidang ekonomi, tetapi bedanya mereka tidak pernah takut dan mengeluh atas kondisi yang dialaminya.

Mereka sangat percaya kepada Tuhan bahwa selama mereka  berusaha dan  berdzikir, maka Tuhan pasti akan memberikan jalan terbaik untuk tetap eksis dalam hidupnya.  Nah, dengan ketenangan dimiliki tersebut, mereka akan mampu melakukan usaha dengan cermat dan tetap dalam koridor yang tepat, sehingga pada saatnya memang benar benar aman dan dapat melewati  semua  rintangan dengan sangat mudah.

Atas dasar  hal tersebut, kiranya sangat beralasan bilamana kita terus memberikan dorongan kepada semua pihak untuk  terus berdzikir  dan tidak  perlu ragu dan khawatir.  Lebih lebih kepada  seluruh kawan, saudara dan semua keluarga besar umat muslim.  Kita dapat membayangkan betapa indahnya dunia ini jikalau semua umat mau berdzikir, karena semua pasti akan berlaku bijak serta  selalu mendahulukan kepentingan bersama ketimbang bermusuihan hanya untuk sebuah  kepentingan yang  sedikit.

Kita berharap agar  dengan  dzikir tersebut perjalanan hidup kita akan semakin bermakna dan berkualitas serta memberikan kemanfaatna yang besar bagi  kemanusiaan dan peradaban.  Sudah barang pasti dengan  semua itu, surge dunia yang selalu kita  harapkan akan  menjadi kenyataan, yakni sebuah kesejahteraan yang  lebih  hakiki di dunia dan juga di akhirat nanti.  Semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.