MARI BERISTIGHATSAH

Pada zaman serta IT ini  ada kecenderungan sebagaian masyarakat yang semakin menjauh dari Tuhan.  Artinyakehidupan keagamaan atau spiritualnya semakin menipis  seiring dengan  sikap matearistis yang menggerogoti insan yang kurang dibekali pengertian agama.  Kalau boleh mereka  sama sekali tidak usah dikaitkan dengan persoalan Tuhan, karena mereka menganggap bahwa  hanya dengan menjalni kehidupan seperti biasa saja mereka akan tetap mampu bertahan, yakni dengan mengandalkan  materi yang mereka miliki.

Kita harus paham bahwa bagi mereka yang  mengandalkan materi semata, memang memiliki keyakinan bahwa  peran Tuhan dalam kehidupan mereka seolah tidak ada, padahal bagi  mereka yang tetap konsisten dengan menjaga  keyakinan agamanya, akan tetap menyandarkan semua yang terjadi dan dialaminya kepada Tuhan.  Mereka sangat yakin bahwa semua yang terjadi adalah atas kehendak Tuhan.  Meskipun manusia menghendaki sesuatu, tetapi kalau Tuhan tidak mengijinkannya, pasti sesuatu tersebut tidak pernah akan terjadi.

Karena itu bagi mereka yang  sama sekali tidak mengaitkan semua yang terjadi dengan Tuhan, akan  sulit untuk diajak beristighatsah atau  berdzikir serta memohon kepada Allah swt untuk diberikan  keselamatan, dan keberkahan dalam hidup.  Namun bagi institusi universitas Islam negeri Walisongo Semarang,  peran serta Tuhan dalam segala hal adalah mutlak, yakni keputusan akhir itu memang  milik Tuhan, walaupun sebagai manusia kita tetap harus berikhtiyar dan berusaha untuk  segala sesuatu.

Dzikir itu sendiri memang disebutkan dalam kitab suci al-Quran berkali kali yang maksudnya ialah agar kita selalu mengingat kepada Allah swt.  Bukan sekedar mengingat nama-Nya, melainkan juga mengingat segakla sesuatu yang telah diberikan kepada kita.  Dengan terus mengingat peran dan kebesaran Tuhan, kita akan terpanggil untuk  bersyukur.  Faktor syukur tersebut menjadi sangat penting dalam kehidupan umat manusia, karena dengan syukur, orang akan  berlaku sopan dan tidak  terseret kepada perilaku sombong.

Bahkan secara jelas Tuhan  memberikan sebuah jaminan bahwa siapapun yang mau bersyukur atas nikmat yang diberikan oleh Tuhan, maka  dia akan terus ditambah nikmatnya oleh Tuhan, dan sebaliknya jiklau seseorang sama sekali tidak mau bersyukur, tentu Tuhan akan memberikan adzab di akhirat nanti.  Bahkan sangat mungkin adzab Tuhan tersebut sudah akan dimunculkan di dunia ini.

Dengan mengingat Tuhan melalui dzikir, oramng akan terpuaskan dan  hati serta pikirannya akan menjadi tenang.  Kita tahu bahwa  pada zaman akhir ini banyak orang mencari kepuasan yang tidak pernah ditemukannya, karena berbagai persoalan duniawi akan menggelayuti pemikirannya.  Nah,  sesungguhnya Tuhan sudah memberikan solusi terbaik yang sekaligus akan  mengarahkan kepada  sebuah kondisi yang sangat menyenangkan, yakni melalui dzikir.

Dengan jelas Tuhan menyatakan bahwa  dengan dzikir tersebut  hati akan menjadi tenang dan pikiran pun juga akan tetap terkendali.  Pencarian ketenangan yang tidak mengikuti jalan sebagaimana ditunjukkan oleh Tuhan, pada akhirnya  justru akan menjauhkan seseorang dari Tuhan.  Mereka yang mencari ketenangan melalui dukun atau melalui  minuman dan makanan serta hobi yang dianggap dapat memberikan ketenangan, ternyata malah sebaliknya, yakni emmberikan beban pikiran yang lebih berat.

Bahkan banyak diantara mereka yang kemudian mengalami depresi dan  sakit jiwa serta pikiran, disebabkan  tidak  mampu mengendalikan pikirannya serta gejolak hatinya.  Beruntunglah bagi kiota yang masih memelihara keyakinan bahwa  dzikir sebagaimana yang diperintahkan oleh Tuhan ternyata mampu dengan mudah mengatasi berbagai pikiran dan gejolak tersebut.  Karena itu disarankan agar  kita tidak pernah lupa untuk berdzikir dan mengingat semua yang diberikan oleh Tuhan kepada kita.

Ketika  kita  yakin bahwa hanya Tuhan lah yang maha Berkuasa dan  Maha Segalanya, tentu kita menjadi sadar bahwa kita ini sangat lemah dan kecil di hadapan Tuhan.  Semua yang  kita cita citakan tidak mungkin akan dapat digapai, selain atas ijin dan pertolongan Tuhan.  Nah, kalau keyakinan kita sudah demikian kuat, maka tidak ada  alasan lagi untuk menghindar dari istighatsah atau dzikir untuk memohon pertolongan Tuhan.  Bahkan seharusnya  dzikir menjadi kebutuhan bukan lagi  ajakan pihak lain.

Pada saat menjelang peringatan dies natalis lembaga kita, dzikir dan istighatsah, merupakan salah satu agenda penting  yang harus disukseskan.  Bukan sekedar sukses dalam pelaksanaan semata, melainkan kita berharap bahwa istighatsah yang kita selenggarakan juga sukses dalam maksud, yakni terkabulkannya seluruh permohonan dan keinginan kita, yakni memajukan lembaga kita serta menjadikan seluruh keluarga besar UIn Walisongo sebagai  hamba yang cerdas dan sekaligus berakhlak mulia.

Tentunya kita tidak berharap ada  warga kampus yang tertinggal dan tidak mendapatkan  berkah doa dari keinginan kita tersebut.  Untuk kepwerluan tersebut, kita tetap mengusahakan agar seluruh keluarga besar UIN dapat hadir dan  bersama sama  beristighatsah, tanpa terkecuali.   Untuk sekedar menyatukan  dalam kebersamaan, kita  memerlukan kepastian dalam  kehadiran mereka, karena itu diperlukan sebuah ikatan, yakni  bukti kehadiran  saat istighatsah, dan  bukan hanya sekedar kepercayaan yang kosong.

Barangkali masih ada sebagian  diantara  kita yang belum mantap dalam melaksanakan dzikir atau istighatsah tersebut, disebabkan kurangnya pengetahuan untuk hal tersebut.  Namun dengan bergabung dan bersama sama  prktek beristighatsah serta mendalaminya sedemikian rupa, kita berharap mereka kemudian akan merasakan betapa nyaman dan indahnya berdzikir bersama dan juga bershalawat serta melakukan hal hal baik.  Tujuannya ialah memohon kepada Tuhan agar  maksud kita dikabulkan oleh Tuhan dengan mudah tanpa rintangan yang berarti.

Lebih dari itu sesungguhnya untuk beristighatsah dan bedzikir bukanlah pada saat menghadapi dies natalis semata, melainkan kita menghimbau terus dilaksanakan setiap hari secara sendiri sendiri.  Karena manfaat dzikir sangat besar sebagaimana disebutkan di atas.  Sedangkan untuk istighatsah dan dzikir bersama seperti saat ini, dilakukan untuk kebersamaan dan sekaligus untuk menyemarakkan peringata dies UIN kita.  Memang dzikir bukan untuk bermewah dan pamer, tetapi tujuan kebersamaan tersebut bukanlah untuk pamer, melainkan semata mata hanya karena Tuhan dan memeriahkan peringatan dies natalis, dan bukan untuk tujuan yang lain.

Untuk itu sebagai sesame muslim kita tetap berharap dan menghimbau kepada semua umat muslim untuk tetap menjaga diri agar tidak tercebur dalam perbuatan maksiat dan lupa diri serta menyombongkan diri atas apa yang sudah diraih.  Caranya ialah dengan tetap mendekatkan diri kepada Allah swt, dan terus berdzikir di manapun berada dan dalam situasi  seperti apapun.

Barangkali terjadinya  gesekan dan pertentangan diantara sesame umat sebegaimana yang saat ini sedang kita saksikan adalah disebabkan mereka lupa untuk berdzikir dan beristighatsah memohon kebajikan kepada Allah swt.  Rasanya  kita tidak yakin bahwa orang yang baik serta dekat kepada Tuhan, akan berani untuk terus menerus berseteru dengan sesame umat beriman.  Barangkali hanya mereka yang lupa kepada Tuhan sajalah yang  dapat mempertahankan perseteruan dengan sesame umat.

Untuk itu berbahagialah kita yang selalu ingat kepada Tuhan dan dijauhkan dari konflik yang berkepanjangan.  Kita senantiasa memohon kepada Allah swt agar  diberikan hidayah untuk terus berada dalam jalan-Nya benar dan dijauhkan dari kesesatan serta penyakit hati yang hanya akan menyengsarakan dan membawa kita kepada kerusakan dan kerugian besar, di dunia dan akhirat.  Amin.

 

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.