TEGAR DALAM MENJALANKAN ATURAN

Ada kalanya kita dituntut untuk berbuat tidak konsisten oleh pihak pihak tertentu, dan hal tersebut terkadang juga dapat mengancam keberadaan kita sebagai orang yang harus menegakkan aturan main.  Tetapi kalau kita  memang benar dan tidak melakukan hal hal tercela dan menyimpang, maka apapun “ancaman” yang muncul, kita tetap aman dan  terus tegar dalam menjalankan  aturan main yang  sudah ditetapkan.  Yang terpenting ialah bagaimana kita dapat secara konsisten berada dalam koridor kebenaran dan tidak mencoba melakukan penyimpangan sekecil apapun.

Artinya kalau kita berani mencoba untuk melakukan penyimpangan, maka ketika akan konsisten  kepada kebenaran, akan mengalami kesulitan yang sangat, karena pasti ada pihak yang mengingatkan kepada kesalahan yang pernah kita lakukan, dan pihak tersebut tentu akan mengungkitnya, bahkan dapat saja mengancam akan mempublikasikannya. Nah, kalau kemudian kita tidak kuat mental, maka sedikit kecurangan dan penyimpangan tersebut justru akan menjadi pemicu penyimpangan berikutnya dan begitu pula seterusnya.

Untuk itulah diperlukan sebuah tekat yang kuat untuk mengatasi berbqagai macam persoalan tersebut, khususnya bagi mereka yang akan bertaubat kembali ke jalan yang benar.  Kita harus yakin bahwa  sebesar apapun cobaan dan dorongan untuk selalau berbuat menyimpang, kalau niat kita sangat kuat, insyaaallah akan  berhasil, termasuk mengatasi ancaman mereka yang akan membuka aib yang pernah dilakukan sekalipun.  Sebab kalau seseorang sudah  bertekat untuk bertaubat, maka  rintangan apapun tidak akan menjadi persoalan, dan kelaupun dia kemudian harus mendapatkan sanksi atas peyimpangan sebelumnya, maka itu akan dijalaninya dengan ikhlas.

Konsistensi menjalankan aturan main tersebut, bukan saja menyangkuit hal yang terkait dengan persoalan besar, dan menyangkut  urusan banyak orang, melainkan juga termasuk dalam hal yang dianggap kecil dan hanya terkait dengan  beberapa orang saja.  Memang biasanya   pada awal pelaksanaan  sebuah ketentuan yang dijalankan, akan banyak pihak yang menggerutu atau bahkan  terkadang malah melawan atau  terus berusaha untuk menjatuhkan, tetapi kita harus yakin  bahwa kalau apa yang kita jalankan itu adalah sebuah kebenaran, maka  pada saatnya mereka justru akan berterima kasih kepada kita.

Sudah banyak contoh yang terkait dengan persoalan dimana  awalnya banyak pihak membenci, tetapi pada saat tertentu justru  sangat berterima kasih, seperti ketika pertama melakukan ketentuan yang terkait dengan tanggung jawab dab tupoksi yang dianggap sangat memberatkan dantidak sebagaimana lazimnya yang dilakukan oleh  mereka yang terdahulu.  Tetapi begitu ada pemeriksaan terhadap  kinerja tupoksi tersebut dan kemudian ada pihak pihak tertentu yang diwajibkan  mengembalikan  tunjangan atau honor yang tidak tepat disebabkan tupoksinya tidak terlaksana dengan baik, maka mereka yang dahulunya menentang, akhirnya justru berbalik terima kasih.

Untuk itu kepada seluruh umat manusia disarankan agar tidak perlu takut untuk melakukan apapun yang terkait dengan tupoksi kita, asalkan semua yang  kita jalankan tersebut sesuai dan tidak keluar dari aturan yang telah ditetapkan dan diberlakukan.  Justru kalau kita berani untuk keluar dari aturan tersebut, pada saatnya pasti akan menghadapi kesulitan.  Mungkin maksud untuk sekedar menyimpang tersebut adalah untuk menolong seseorang, tetapi akibat selanjutnya pasti akan  ada kesusahan yang  terus  menghantui kita.

Sebuah contoh kecil ialah bilamana kita sudah menetapkan sebuah aturan yang harus diikuti dan ditaati oelh semua pegawai, maka pelanggaran atas aturan tersebut, disamping akan merendahkan  aturan itu sendiri, sekaligus juga akan memberian kesan buruk bagi pelaksanaan aturan main secara keseluruhan.  Padti akan muncul  kesan dan bahkan pengertian bahwa aturan yang dibuat tersebut hanyalah sebagai aturan yang formal saja dan tidak mengikat.  Nah, kalau sudah sperti itu tentu segala uopaya kita untuk memperbaiki keadaan akan menjadi sia sia.

Demikian juga ketika ada aturan yang harus ditaati oleh  para mahasiswa seperti jadual membayar uang kuliah, dan kemudian ada satu dua mahasiswa yang terlambat membayar sehingga bak tidak menerimanya, dan kemudian lapor dan meminta keringanan atau kebijakan untuk dapat membayarnya, maka ketika kita membuka diri untuk memberikan toleransi tersebut, sesungguhnya akan merusak banyak hal.  Salah satunya ialah bahwa aturan yang sudah ditetapkan akan rusak dan ini akan berakibat pada  temuan oleh pemeriksa.  Disamping itu kebijakan untuk menyimpang dari aturan itu merupakan kebijakan yang tidak bijak, dan tentu masih anyak lagi efek negatif yang akan terus menyertainya.

Demikian juga ketika kita sudah membuat aturan bahwa mahasiswa itu  hanya bleh mengambil cuti kuliah seanyak 2 semester, dan setelah itu kalau masih cuti, maka otomatis akan di DO.  Mungkin masih ada yang beranggapan bahwa hal tersebut hanya aturan tertulis dan  kalau kemudian berpendekatan dengan pimpinan, akan dapat diperoleh dispensasi, apalagi kalau dengan alasan yang meyakinkan, seeprti sakit, melahirkan, atau lainnya.  Nah, dalam kondisi seperti itu, para pimpinan memang  diuji apakah akan tetap konsisten menjalankan aturan main ataukah berbelas kasihan dengan orangbtersebut.

Menurut saya  dalam kondisi apapun dan dengan alasan apapun, aturan tersebut harus dapat dijalankan, karena aturan tersebut sesungguhnya sudah memberikan alternatif cukup longgar.  Artinya kalau memang ada mahasiswa yang sakit atau melahirkan, tentu bukan secara terus menerus dalam dua kali semester.  Nah, kalau memenag mahasiswa tersebut sungguh sunguh dalam menyelesaikan kuliahnya, tentu  akan ada jalan keluar  dalam menyiasati kondisinya tersebut.  Menurut akal dengan aturan main tersebut sesungguhnya pasti ada jalan yang tidak perlu melanggar aturan.  Itulah perlunya seseorang  cermat dalam merencanakan masa depannya sendiri.

Namun manakala ada  sebagian pimpinan yang memberikan peluang untuk penyimpangan atas aturan tersebut, sudah barang tentu akan merusak sistem yang telah dibangun dan hal tersebut sangat mahal.  Mungkin ada anggapan bahwa hanya sekedar menolong orang  apa salahnya sedikit keluar dari aturan, tetapi kalau kemudian  hal tersebut dibiarkan, sudah barang tentu tidak hanya sedikit hal, melainkan akan  muncul banyak persoalan di belakangnya yang kita akan kesulitan untuk menghentikannya.

Memang bagi mereka yang tidak berpikir secara matang dan panjang, sudah barang tentu akan terseret untuk memberikan peluang  kepada orang yang  meminta  kebijakan salah tersebut, tetapi sekali lagi kita harus terus konsisten dalam menjalankan  tugas dan kewajiban kita sesuai dengan aturan yang berlaku.  Kita harus percaya bahwa  berjalan pada rel yang enar itu indah dan menenteramkan dalam waktu yang panjang.  Sebaliknya bilamana kita sedikit saja menyimpang meskipn dengan tujuan awal menolong, pasti kita akan menjumpai kesulitan yang sangat banyak dan berat untuk ditanggung.

Karena itulah sekali lagi kita harus memantapkan niat ita untuk senantiasa onjsisten dalam menerapkan aturan main. Iarlah ada pihak lain yang berani bermain dengan aturan, tetapi pada saanya mereka pasti akan mendapatkan  kesulitan, dan kita yang konsisten dengan aturan, meskipun pada awalnya dikritik dan juga bahkan di”musuhi”, tetapi kita harus yakin bahwa kita akan  mendapatkan kepuasan dan ketenangan dalam menjalankan tugas yang menjadi kewajiban kita, dan sudah barang pasti akan mendapatkan ridlo dari Allah swt.  amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.