APAKAH SEDERKAH ITU HARUS DISEMBUNYIKAN?

Kita memang diajari oleh para orang tua agar membiasakan diri untuk ikhlas dalam memberikan sedekah, karena kalau tidak, maka sedekah yang kita berikan tersebut dapat hilang pahalanya. Bahkan kemudian kita selalu diberikan dalil sebuah riwayat dari nabi Muhammad  saw bahwa hendaklah kita bersedekah dengan tangan kanan dan tangan kiri kita jangan sampai tahu, yang berarti agar kita menyamarkan atau menyembunyikan sedekah kita.  Dalam Bahasa fulgarnya ialah jangan sampai kita bersedekah dan dipamerkan kepada pihak lain, yang hanya akan membuat diri kita tidak tulus.

Kita dapat membenarkan bahwa  setiap sedekah yang dikelurkan haruslah disertai dengan ketulusan, karena  kalau tidak tulus, apalahi kalau kemudian disertai kata atau perbuatan yang tidak menyenangkan, maka sedekah tersebut akan tidak berpahala.  Bahkan di dalam al-Quran, Tuhan menyatakan bahwa  perkataan yang bagus dan menyenangkan itu jauh lebih bagus dibandingkan dengan sedekah yang disertai oleh sesatu yang menyakitkan.

Namun  benarkah bahwa sedekah itu memang harus disembunyikan?.  Tentu hal tersebut sangat relative dan tidak dapat disimpulkan demikian, karena  maksud semua itu, termasuk hadis, ialah bagaimana kita dapat mengeluarkan sedekah dengan keikhlasan dan bukan lainnya.  Nah,  untuk mendapatkan keikhlasan tentu bukan persoalan mudah dan dibutuhkan latihan yang memungkinkan untuk itu, seeprti  menyembunyikan sedekah dan tentu ada pula cara lain.  Hanya saja bagi mereka yang sudah terbiasa dengan keikhlasan, tentu dapat melakukannya dimanapun dan termasuk juga dihadapan banyak orang.

Dengan begitu kesimpulan sedekah harus disembunyikan, tidak selamanya benar, melainkan hanya sebatas untuk melatih diri supaya ikhlas saja.  Dengan begitu secara substansial dapat dikatakan bahwa bersedekah dengan tarang terangan juga tidak  tercela dan tetap bagus, asalkan dapat menata niatnya dan hatinya untuk ikhlas.  Bahkan dalam kasus kasus tertentu kita dapat mengatakan bahwa bersedekah  dengan terang terangan justru lebih bagus dan dapat menghilangkan  prasangka tidak baik.

Sebagai contoh ialah bagaimana kalau ada sebuah gerakan untuk bersedekah di sebuah kampong atau tempat untuk pembangunan sebuah tempat ibadah misalnya,  dan sebagai seorang tokoh yang selama itu menjadi panutan tentu akan tidak bagus kalau kemudian tiak menampakkan diri memberikan sedekah atau sumbangan untuk maksud tersebut, dan hanya mengandalkan sedekah tersembunyia saja.  Karena hal tersebut dapat menimbulkan prasangka tidak baik, yakni bahwa seorang tokoh tersebut dianggap tidak peduli dan tidak mau menyumbang.

Justru dalam kondisi seperti itu sedekah secara terang terangan akan lebih bagus, karena akan dapat menjadi teladan bagi yang lainnya.  Yang terpenting ialah  dalam diri ada niat tulus yang hanya Karena Tuhan semata.  Jadi kesimpulannya ialah secara umum bersedekah itu memang harus ikhlas, tetapi untuk keikhlaan tersebut  diserahkan kepada masing masing orang.  Sedangkan untuk urusan tersembunyi dan terang terangan, harus dilihat manfaat dan madlaratnya bagi mereka, sehingga bukan menjadi syarat sedekah.

Memang di dalam alquran sendiri Allah swt telah menyatakan bahwa sedekah yang disembunyikan itu lebih baik ketimbanga terang terangan, karena secara umum dapat dimengerti bahwa  bersedekah secara sembunyi itu sudah secara nyata  bebas kepentingan dan  lebih condong keikhlasannya, sedangkan secara terang terangan itu masih dapat diinterpretasikan lain.  Hanya saja ketika dilakukan  peninjauan secara riil satu persatu, tentu  jawabannya ialah tergantung kepada niatnya.

Dalam surat al-Baqarah ayat yang ke 271,  Allah swt telah berfirman yang maksudnya: Jika kamu terang terangan dalam sedekah, maka sedekah tersebut baik, dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang orang fakir, maka itu  akan lebih bagi bagimu, dan Allah akan menghapus sebagian kesalahan kamu. Allah mengetahui apapun yang kamu kerjakan.  Sangat jelas sekali bahwa sedekah yang dilakukan dengan terang terangan itu baik, tentu dengan asumsi bahwa sedekah tersebut dilakukan dengan ketulusan.  Namun kalau  sedekah tersebut dilakukan secara tersembunyi maka itu jauh lebih baik.

Kesimpulannya bahwa  menyembunyikan  sedekah itu bukan merupakan syarat sahnya sedekah, melainkan hanya akan membantu keikhlasan saja, sehingga akan lebih baik. Bahkan dapat saja  kalau sedekah harus disembunyikan, nantinya akan menjadi senjata atau alasan merka yang bakhil dan tidak mau bersedekah untuk  beralasan bahwa sedekahnya  secara sembunyi, padahal sama sekali tidak bersedekah. 

Barangkali bagi kita yang sudah dapat menata niat dalam bersedekah, akan lebih bagus manakala kita melakukannya secara kombinasi.  Artinya ada kalanya kita bersedekah dengan terang terangan, dengan niat agar  perbuatan kita ditiru dan diteladani oleh orang lain, sehingga  justru kita  akan memperoleh kebajikan atas  ajaran nyta yang kita lakukan kepada masyarakat.  Tetapi ada kalanya kita juga  bersedekah dengan sembunyi untuk lebih memberikan ketebalan dan makna ikhlas itu sendiri bagi diri kita.  Hal tersebut menurut saya  akan lebih bagus dan bijak serta adil  dalam memerankan diri sebagai hamba Tuhan yang tentu hati dan pikiran kita masih  dapat bergeser dan berubah.

Hal terpenting dalam persoalan ini ialah sedekahnya itu sendiri, yakni adanya perbuatan mengeluarkan sebagian  harta yang dimiliki  yang hakekatnya  pemberian dari Allah swt untuk diberikan kepada mereka yang membutuhkan.  Sebab dengan adanya sedekah tersebut jurang  yang memisahkan antara  yang kaya dan miskin akan  menjadi semakin dangkal dan akhirnya  rata.  Dari aspek ini sesungguhnya tidak ada hubungannya dengan apakah ikhlas ataupun tidak, karena yang terpenting ialah sedekah itu terwujud.

Hanya saja  dari sisi pemberi sedekah itu sendiri tentu ada problem yang harus dijelaskan, yakni tentang keikhlasan tersebut.  Sebab pada dasarnya manusia itu sangat butuh dan menyenagi harta dan sangat berat mengeluarkannya, terkecuali  secara instan ada balasan yang dapat diambilnya.  Karena itu biasanya  orang kemudian menginginkan bahwa sedekah yang dilakukan, akan membawa namanya  menjadi sering disebut sebagai dermawan dan atau usahanya menjadi lebih maju, karena  pengetahuan orang lain tentang dirinya.

Nah, itulah kebiasaan yang selalu menggoda manusia sehingga mereka  kemudian akan mendapatkan kerugian dalam aktifitas sedekah yang dijalankannya.  Karena itu  bagi mereka yang memang menyadari benar tentang hakekat hartanya tersebut dan kemudian dengan sadar pula  mereka merasa harus berbagi  dengan orang lain, maka hal tersebut menjadi awal dan pondasi kuat untuk berlaku ikhlas, termasuk kalaupun harus melakukannya secara terang terangan.

Ketergugahan hati  serta kesadaran total akan semua karunia yang diberikan oleh Allah swt itulah yang saat ini dibutuhkan oleh setiap manusia, karena dengan kesadaran tersebut, manusia akan mampu melawan apapun yang akan mengganggu keinginanya untuk  mendekat dan bersyukur kepada Tuhan melalui  berbagai karunia tersebut dengan pihak lain.  Kesadaran itu pulalah yang akan menuntun seseorang menuju  kesalehan dan  sudah barang pasti menuju surge yang disediakan oleh Tuhan.  Mudah mudahan kita semua diberikan  kemudahan  serta dibukakan pintu hati untuk menyadari semua itu, sehingga kita bernar benar menjadi hamba yang sadar bersedekah.  Amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.