FOKUS NGURUSI PENDIDIKAN

Saat ini kita masih terus membincangkan persoalan kelembagaan KPK dan polri, meskipun presiden sudah membuat keputusan yang  cukup bijak, yakni dengan menerbitkan perpu untuj pengangkatan plt pimpinan KPK dan sekaligus membatalkan pelantikan komjen Budi Gunawan sebagai kapolri.  Kita juga sudah menghimbau bahwa kalangan  dean dapat menerimanya dan tidak mempersoalkan tentang pembatalan p[elantikan, karena semua itu untuk  kemaslahatan umat secara umum.

Perhatian terhadap kondisi ontran ontran tersebut telah menyita banyak perhatian dari semua kalangan, termasuk kalangan  akademisi dan dunia pendidikan.  Untuk itu sudah saatnya kita kembali lagi ke tugas masing masing dengan  focus pembenahan beberapa kekurangan yang  sudah dirasakan.  Tentu kekurangan tersebut ada yang terkait dengan persoalan yang dapat dilakukan oleh internal sendiri, da nada yang berkaitan dengan  pihak eksternal.  Pembenahan dalam hal pelayanan dan  kesungguhan dalam   bekerja menjalankan tupoksi, merupakan pembenahan yang langsung dapat kita lakukan.

Namun yang terkait dengan bagaimana kita menyediakan fasilitas yang lebih bagus dan hal tersebut terkait dengan persoalan pembiayaan, tentu tidak dapat langsung kita  lakukan.  Justru yang dapat kita kerjaan  terkait dengan persoalan tersebut ialah  mempersiapkannya dan membuat program usulan.  Hal tersebut disebabkan  persoalan pembiayaan, terutama dari kita, lembaga  yang berstatus negeri, akan sangat tergantung dari pembagian kue oleh kementerian yang dilakukan setahun sebelumnya.  Karena itu sekali lagi ada  hal yang langsung dapat kita lekukan da nada yang harus dipersiapkan.

Sudah barang pasti  hal hal yang dapat kita lakukan, harus segera kita lakukan agar tidak tertunda dan semakin banyak.  Kita  tentu menginginkan bahwa semakin hari  persoalan akan semakin berkurang, karena kemampuan kita untuk mengatasinya, yakni dengan  melakukan hal hal yang dapat mengatasi persoalan, dan sama sekali tidak meninggalkannya.  Pemberian pelayanan kepada  stake holder yang masih dianggap kurang harus segera  diperbaiki dan  terus ditingkatkan, karena  hal tersebut merupakan keinginan kita, yakni memuaskan stake holders.

Demikian juga  tentang kerja yang harus kita penuhi sesuai dengan standar yang sudah ditetapkan.  Artinya  ketika kita  menilai bahwa selama ini masih ada kekurangan dari target kerja yang kita lakukan, kita harus terus berusaha dengan sungguh sungguh agar tahun ini benar benar memenuhi target, dan bahkan kalau  bisa melebihinya.  Kita harus terus mengingat bahwa  pekerjaan kita dalam bidang pendidikan, bukan saja hanya sekedar memenuhi panggilan kerja, melainkan ada tujuan lain yang justru lebih mulia, yakni mencerdaskan anak bangsa.

Nah, kesadaran  terhadap pencerdasan anak bangsa tersebut harus selalu menjadi pegangan kita, sehingga tidak akan  ada niatan lain, selain untuk memberikan  apapun yang kita miliki untuk  pada peserta didik kita.  Bahkan tentang waktu yang tersedia pun  dapat kita lampaui dengan tanpa keluhan ataupun bentuk lainnya.   Kita memang harus  membiasakan diri untuk terus  mengingat tugas suci tersebut, sehingga akan membukakan niat dan pikiran kita untuk  melakukannya secara tulus dan tanpa tekanan atau ketakutan.

Tentu hal tersebut berlaku untuk semua pihak yang memang berada  dalam lingkungan pendidikan, baik itu karyawan, dosen dan juga para pimpinan.  Artinya tugas mengurusi pendidika tersebut bukan saja terletak pada dosen, melainkan juga semua pegawai.  Karena  urusan p[endidikan bukan saja  berada di kelas yang yang dialkukan oleh dosen atau guru, melainkan juga oleh semua  pegawai, termasuk bagaimana   menyiapkan  situasi yang mendukung, kebersihan dan ketenangan .  Semua aspek tersebut saling terkait dan tidak dapat dilepaskan  satu persatu.

Disamping itu bagi kita yang berada di perguruan tinggi, sudah barang tentu harus terus meningkatkan  penelitian kita dalam upaya mendukung mata kuliah yang kita  ampu, sehingga diharapkan pada saatnya para mahasiswa tidak akan hanya  mengetahui  dari aspek pembelajaran yang itu itu saja, melainkan juga mengetahui berbagai hal terkait pengembangannya dan hasil penelitian yang kita lakukan.  Kita selalu berprinsip bahwa nama mata kuliah dapat saja tetap, tetapi  isi  dari mata kuliah tersebut tidak boleh tetap, melainkan harus ada pengembangan dan  dikaitkan dengan dunia nyata.

Sampai saat ini kita juga masih terbiasa dengan pengajaran yang biasa biasa saja, padahal ada  yang dapat dilakukan untuk mempercepat pemahaman  para peserta didik untuk menyerap  seluruh  mata kuliah atau pelajaran yang sdang dikaji, yakni pemberian tugas yang terstruktur dan  bertanggung jawab.  Artinya agar kita dapat memberikan tugas semacam membaca buku dan kemudian menuliskan  resensinya, atau kesimpulan dan isi buku tersebut.  Tanpa pemberian tugas tersebut kita terkadang dapat melihat secara nyata bahwa para mahasiswa ada yang  sama sekali tidak  menyentuh buku dan akibatnya mereka sama sekali tidak dapat mengikuti diskusi yang dilakukan.

Memang  pembelajaran, terutama di perguruan tinggi tidak boleh lagi hanya sepihak atau hanya dosennya saja yang aktif, sementara para peserta didiknya pasif dan terkadang malah tidak focus.  Mereka harus aktif dalam  semua jam yang disediakan, baik dalam kapasitas mereka mempresentasikan tulisan atas bacaan terhadap sebuah buku, atau  mempresentasikan makalah yang dibuat atas penelaahan atau penelitian terhadap sesuatu persoalan atau sebagai pembahas.

Sementara itu dalam hal pemberian fasilitas yang  sudah dilakukan, seharusnya dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk  kepentingan pembelajaran, semisal fasilitas hubungan dengan internet dan kelas kelas yang sudah dilengkapi dengan peralatan.  Semua itu dimaksudkan untuk menunjang pembelajaran agar para mahasiswa dapat dengan mudah mengakses berbagai situs yang barangkali sangat dibutuhkan dalam kaitannya dengan  pokok bahasan dalam perkuliahan.  Jangan sampai kelas yang smart tersebut hanya didiamkan saja dan sama sekali tidak memberikan manfaat yang maksimal bagi peningkatan pembelajaran.

Satu hal lagi kita harus cermat dan memperhatikan tugas tugas pembuatan karya tulis mahasiswa, karena  dalam  dunia yang seperti ini, bisa jadi ada  mahasiswa yang ingin  instan dan hanya mengcopy paste terhadap karya  orang lain yang kebetulan terkait dengan  pkok persoalan yang sedang kita berikan kepada mereka.  Untuk hal tersebut kita harus benar benar cermat dan kalau memang ada tanda mengarah ke sana, kita harus benar benar memberikan  sanksi yang tegas, dan akan lebih bagus bilamana kita melakukan pencegahannya.

Persoalan plagiarism  adalah merupakan dosa besar di kalangan  akademisi, meskipun selalu saja muncul dan  muncul lagi.  Kita  berkewajiban untuk membimbing dan memberikan teladan  kepada para peserta didik, agar mereka  menghargai karya diri sendiri meskipun belum baik.  Tuga skita ialah bagaimana mensupport kepada mereka  untuk terus melakukan  latihan dalam menulis  sehingga pada saatnya mereka akan benar benar mampu membuat tulisan yang berkualitas serta dapat mengembangkannya.

Sementara itu bagi para pimp[inan  di lembaga pendidikan, tentunya disamping melaksanakan  kewajiban sebagai pendidik professional, juga harus  mengelola lembaga dengan bagus, sehingga  semua yang ada di dalamnya menjadi nyaman dan kerasan serta dapat maksimal menjalankan kewajibannya.  Namun kita harus menyadari bahwa untuk merealisasikan kondisi ideal tersebut tidak mudah dan harus ada perjuangan tanpa mengenal lelah, meskipun tetap saja  masih  kurang dan dikritik.

Semoga perjuangan kita dalam  mencerdaskan anak bangsa dapat menjadi kenyataan dan semua yang kita kerjalan menjadi amal baik bagi kita dan  memberikan manfaat besar bagi generasi mendatang.  amin

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.