SELAMAT UNTUK PARA WISUDAWAN

Hari ini Universitas Islam Negeri Walisongo akan mewisuda sebanyak  1163 alumni dari lima fakultas yang ada dan daripasca sarjana.  Sebagaimana biasa, wisuda kali ini juga diselenggarakan di kampus 3 Ngalian dan akan dihadiri oleh  para wali dan keluarga wisudawan.  Hanya saja mengingat tempat yang sangat terbatas, maka tidak semuanya dapat masuk dalam ruangan utama.  Panitia sudah mengupayakan tempat tertentu dan dilengkapi dengan tv monitor sehingga mereka tetap dalam menyaksikan prosesi wisuda.

Wisuda kali menjadi terasa berbeda dengan sebelumnya, disebabkan  kali inilah wisuda dilaksanakan setelah ada perubahan kelembagaan dari Institut Agama Islam negeri menjadi Universitas islam Negeri Walisongo.  Para alumni yang diwisuda tentunya juga  menjadi lebih  bangga karena dapat diwisuda  dan mengawali penggunakan lembaga universitas tersebut.  Pimpinan universitas juga berusaha untuk memberikan pelayanan terbaik dalam  proses wisuda tersebut, sehingga diharapkan semua pihak akan  menjadi puas dan lega setelah mengikuti wisuda tersebut.

Hanya saja  kinerja manusia memang tidak ada yang sempurna dan karena itu harap dimaklumi jikalau ada kekurangan yang dirasakan oleh siapapun.  Usaha maksimal tentu sudah diupayakan dan  tidak ada niatan sedikitpun untuk memberikan kesan kecewa kepada  para tamu.  Untuk itulah sekali lagi bilamana ada hal yang tidak  berkenan, memang itulah  usaha yang sudah dilakukan.  Kita tentu juga menyadari bahwa  hamper disemua even kegiatan apapun, pasti akan ditemukan kesalahan dan kekurangan, tetapi kalau tujuannya ialah untuk kebaikan, tentu semua kekurangan tersebut akan dapat dimaklumi.

Sebagai pimpinan universitas, saya  harus menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada seluruh wisudawan yang menjadi alumni lembaga ini dengan iringan doa semoga  semua wisudawan kali ini akan  mampu mendarma baktikan ilmu dan pengetahuannya  untuk kepentingan kejayaan dan kesejahteraan masyarakat secara luas.  Tentu  saya sangat percaya bahwa masing masing alumni mempunyai  pengalaman dan ketrampilan yang beraneka ragam, dan smeuanya didasarkan atas  ajaran akhlak dan syariat Islam, untuk itu kehadiran mereka di tengah tengah masyarakat diharapkan akan mempu memberikan pencerahan.

Para alumni universitas ini  diyakini akan mampu berbuat banyak untuk  bangsa dannegaranya, karena sudah  dilatih secara terus menerus  dalam pengamalan ilmunya di tengah tengah masyarakat.  Artinya semenjak mereka masih belajar di bangku kuliah, mereka selalu aktif dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan dan keagamaan, sehingga pada saat nanti mereka terjun di masyarakat sudah tidak merasa canggung lagi dan langsung dapat melakukan  sesuatu yang  bermanfaat bagi masyarakat tersebut.

Harapan lainnya untuk para alumni  ialah bagamana mereka nantinya  akan mampu menciptakan kreasi dalam berbagai hal, utamanya dalam mengatasi pengangguran yang  semakin banyak, termasuk pengangguran  intelektual.  Artinya saat ini  semakin banyak alumni perguruan tinggi yang tidak siap terjun di masyarakat, sehingga mereka hanya menjadi beban  bagi masyarakat itu sendiri.  Mereka malu melakukan  usaha yang harus dimulai dari nol atau bawah.  Keinginannya hanya menjadi priyayi yang bekerja di kantoran atau menjadi PNS, padahal pekerjaan sperti itu sangat terbatas, sehingga merka pada akhirnya hanya  dapat berangan angan saja.

Alumni universitas Islam negeri Walisongo tentu tidak boleh seperti itu, karena  pembekalan terhadap mereka  tentang  wira usaha sudah cukup dan  ditambah dengan bekal mental yang cukup pula, sehingga mereka tidak akan merasa malu kalau misalnya harus berusaha  dari bawah dan nol, sepanjang usaha tersebut halal dan pada saatnya akan menjanjikan kesuksesan asalkan ditekuni dengan sungguh sungguh serta tidak pernah menyerah atas rintangan apapun.

Bahkan saya selalu wanti wanti kepada para alumni untuk tidak bercita cita menjadi PNS, karena  hanya akan mengalami kekecewaan saja.  Namun kelau kemudian ada kesempatan untuk itu, tentu dipersilahkan untuk menekuninya.  Ada beberapa alasan saya menyampaikan pesan tersebut. Artinya  saya selalu mengharap dan menghimbau agar para alumni justru menekuni bidang lainnya yang  tidak terbatas, yakni menjadi pengusaha.  Sudah barang tentu  tidak tiba tiba menjadi pengusaha sukses, melainkan harus dimulai dari  kecil dan selanjutnya berkembang sesuai dengan  kesungguhannya.  Beberapa alasan tersebut ialah:

1.     Pegawai negeri atau pegawai apapun itu sangat terbatas dan  banyak orang menginginkannya, sehingga sangat kecil kemungkinannya untuk dapat lolos dan masuk menjadi bagian dari mereka.  Akan lebih bagus jika para alumni sejak awal sudah membulatkan tekat dan niatnya untuk berusaha dalam bidang apapun yang memungkinkan, karena bidang ini  sangat luas dan tidak terbatas, serta semua orang dapat secara bersama memasukinya.  Bidang ini akan menjajikan kesuskesan yang sangat hebat, jikalau ditekuni dengan serius, sementara   menjadi PNS itu tidak mungkin akan dapat kaya raya, karena gajinya sangat terbatas dan tidak mungkin  mengerjakan selain tugas dan tanggung jawabnya.

2.    Para alumni akan mempunyai waktu yang cukup untuk berusaha dan sekaligus mengabdikan diri kepada masyarakat.  Artinya kalau sebagai PNS, seseorang terikat oleh waktu yang harus diabdikan seluruhnya untuk Negara, sedangkan  bagi pengusaha, urusan waktu sepenuhnya menjadi hak mereka.  Demikian pula pengusaha itu menjadi bos atau pemimpin dan sekaligus  pengatur semua yang akan dikerjakan, sementara  sebagai PNS adalah sebagai buruh yang harus tunduk kepada aturan yang sudah ditetapkan.  Jadi kesempatan untuk melakukan  sesuatu, termasuk harus mengubah  kondisi dan tempat, semuanya  terserah kepadanya dan bukan lagi tergantung kepada pihak lain.

3.    Sebagaimana kita tahu bahwa  kemajuan sebuah Negara itu sangat ditentukan oleh para  anak bangsanya yang menekuni bidang usaha tersebut, dan bukan tergantung pada PNSnya.  Sepanjang pengusaha dalam suatu Negara mencapai  lebih dari 20% maka  Negara tersebut  dapat dipastikan akan maju dan sejahtera.  Dengan pengusaha ebanyakl itu sudah tentu akan dapat menyerap tenaga kerja lebih banyak dan pengangguran dapat diatasi, babkan sangat mungkin sudah tidak ada lagi.  Kita tahu bahwa pengusaha  di negeri kita saat ini masih kurang dari 5 % sehingga masih banyak pengangguran dan kesejahteraan masyarakat kita juga masih sangat jauh dari harapan.

4.    Secara khusus saya memang mempunyai ekspektasi besar untuk  menjadikan universitas Islam Negeri Walisongo ini berperan banyak dalam mengatasi persoalan bangsa, termasuk persoalan pengangguran dan penciptaan lapangan kerja baru.  Caranya  ialah dengan  selalu mendorong para alumni untuk  sukses dalam berusaha dan  sekaligus juga mau membina masyarakat agar sadar hokum dan menjadi manusia yang berguna serta selamat, dunia dan akhirat.  Tentu bukan sekedar mendorong tanpa usaha, karena  saya akan terus melakukan sesuatu agar semua mahsiswa di universitas ini   mendpatkan ilmu tentang kewira usahaan serta ketrampilan minimal yang diperlukan untuk memulai dan melakukan usaha.

5.    Pengetahuan tentang dunia keirausahaan tersebut menjadi sangat penting, karena pada umumnya mereka  tidak tertarik dengan dunai itu disebabkan kekurang pengetahuan  yang dimiliki.  Kebanyakan mereka menganggap bahwa unsur utama dalam berusaha ialah modal uang yang besar, padahal  pengetahuan seperti itu jelas jelas salah.  Justru yang paling penting ialah niat dan tekat yang kuat serta sikap tegar tidak pantang menyerah dalam kondisi apapun. Nah, ketika mereka sudah yakin dan mendapatkan bekal cukup,  diharapkan  mereka akan dapat langsung memulai usaha yang  direncanakan tersebut, tentu sesuai dengan keinginan dan peluang yang memungkinkan atau yang diprediksi akan cemerlang.

Itulah beberapa hal yang sangat penting  diketengahkan dan  sekali lagi selamat dan sukses kepada semua wisudawan dan keluarga, semoga  tidak ada yang tercecer, serta semuanya berhasil dalam hidup dan pengabdiannya di tengah tengah masyarakat yang sangat heterogen. Amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.