MASIH KURANG BUKTI TENTANG BAHAYA NARKOBA?

Ternyata masih ada sebagian masyarakat yang menganggap bahwa narkoba itu tidak perlu ditakuti sedemikian rupa. Karena itu persoalan masing masing orang.  Pemikiran tersebut pada saatnya juga mengkritik adanya hukuman mati bagi para bandarnya.  Namun hamper setiap hari kita selalu disuguhi oleh berita yang terkait dengan persoalan narkoba tersebut, baik yang  menimpa  diri seseorang ataupun akibatnya yang menimpa pihak lain.  Namun toh kondisi tersebut belum mampu menyadarkan pihak tertentu tersebut untuk menyadari betapa bahayanya narkoba tersebut.

Kasus tabrakan maut yang terjadi di Jakarta kemarin, bukan sekedar  kecelakaan biasa, melainkan  sangat erat kaitannya dengan penggunaan narkoba, sehingga sopir sama sekali tidak bisa berpikir dan konsentrasi dengan  posisinya sebagai sopir, dan akibatnya mautlah yang menjemput.  Tentu bukan itu saja, karena banyak kejadian pada masa yang lalu, yangnjuga sangat membahayakan dan bahkan emmbawa korban nyawa.

Sesungguhnya dengan melihat dari efek yang ditimbulkan oleh narkoba dama berbagai jenisnya, kita sudah dapat mengambil sebuah kesimpulan bahwa narkoba tersebut merupakan barang yang sangat membahayakan generasi, dan bahkan akan dapat memutus generasi dari harapan yang semestinya disematkan kepada mereka.  Orang yang bermasalah dengan narkoba sudah barang pasti akan tidak dapat berpikir dengan normal, karena  pengaruh narkoba tersebut demikian hebat, sehingga istilah fly selalu akan mendominasi pikirannya.

Dengan kondisi seeprti itu, seseorang akan sangat membahayakan kepada pihak lain.  Artinya kalau seseorang dalam pengaruh narkoba lantas melakukan aktifitas, termasuk mengendarai kendaraan bermotor, atau mengemudikan pesawat sebagai pilot atau kegiatan lainnya,  pasti akan sangat membahayakan pihak lain, bisa jadi kendraan yang dikemudikan akan oleng dan menabrak dan lainnya.  Mungkin kalau bahaya tersebut hanya untuk dirinya sendiri, kita tidak terlalu menganggapnya sebagai sangat merusak, tetapi kalau menyangkut kepentimngan dan keselamatan orang lain, tentu  itu merupakan sesuatu yang sangat luar biasa.

Untuk itu sekali lagi  para bandar narkoba dan semua pihak yang terkait dengan narkoba harus diberikan hukuman berat dan maksimal, termasuk hukuman mati.  Jangan sampai kita kemudian dibutakan  oleh hal hal yang sesungguhnya bukan menjadi substansial dan  sekedar pencitraan.  Pemberian hukuman mati bagi mereka yang melakukan kejahatan  luar biasa, karena membahayakan bagi banyak orang, adalah sebuah keniscayaan.  Itu disebabkan untuk memberikan efek jera bagi semua orang agar tidak sembrono melakukan  hal hal berbahaya dan membahayakan pihak lain.

Dalam sebuah cerita lama mengenai bahaya narkoba atau kalau dahulu  akrab disebut dengan khomr jenis tertentu, diceritakan bahwa  orang yang sangat baik dan  terbiasa melakukan ibadahj kepada Tuhan saja,  kemudian mampu melakukan kejahatan lainnya, seperti berzina dan membunuh, hanya disebabkan pengaruh narkoba tersebut.  Hal tersebut disebabkan akal pikirannya  tidak lagi sehat dan dapat berpikir jernih, melainkan justru menjadi keruh dan lupa dengan semua mortalitas dan norma apapun.

Dalam certita lama tersebut disebutkan bahwa  ada seorang yang sangat tekun beribadah dan keinginannya untuk terus beribadah tidak surut oleh kecapaian yang selalu menghantuinya.  Karena itulah dia kemudian sangat tertarik dengan seseorang yang  ada di dekatnya dan seolah tidak pernah capek dan juga tidak pernah mengantuk.  Demi melihat kenyataan tersebut,  orang tekun beribadah tersebut lantas bertanya dan meminta nasehat agar dia juga tidak capek serta tidak mengantuk, sehingga akan mampu terus beribadah tanpa henti.

Kemudian terjadilah dialog antara orang tekun beribadah tersebut dengan seseorang yang dianggapnya sebagai pihak yang tidak pernah capek dan mengantuk tersebut.  Singkat cerita nasehatpun dilayangkan bahwa kalau ingin  mendapatkan kondisi tidak pernah capek dan ngantuk tersebut, seseorang harus melakukan kesalahan atau dosa dahulu, kemudian baru bertobat sehingga akan lebih konsentrasi dalam  beribadah.  Dosa tersebut ialah dengan membunuh orang lain. Nah, sehubungan dengan  maksiat membunuh orang tersebut, orang tekun beribadah tersebut tidak sanggup melakukannya, tetapi dia tetap saja  ingin  mendapatkan kondisi tubuh yang fit terus tersebut.

Lalu ditawarkanlah kepadanya untuk  melakukan dosa yang dianggap lebih ringan, yakni hanya cukup berzina saja dengan seseorang.  Tawaran itupun tetap ditolaknya, karena hal tersebut tentu akan  merupakan cela baginya.  Nah,  karena berzinapun juga tidak mau, maka ditawarkanlah kepadanya  dosa yang dianggap paling remeh dan sama sekali tidak akan menjadi cacat beginya, yakni cukup meminum khomr saja.  Demi mendengar tawaran tersebut, yakni hanya meminum khomr dan  keinginan kuat untuk dapat meraih kondisi tubuh yang selalu fit tersebut, maka orang tekun tersebut menyetujuinya.

Lalu didesainlah  untuk melakukan maksiat tersebut, yakni dia akan meminum khomr di dalam rumah, sehingga tidak ada siapapun yang akan mengetahuyinya dan setelah itu dia akan mendapatkan  kebugaran yang tidak pernah capek dan ngantuk sebagaimana  keinginannya sejak semula.  Nah, saat itupun kemudian dating, lalu dia menenggak minuman keras tersebut hingga akhirnya menjadi mabuk tidak terkontrol.

Dalam kondisi mabuk tersebut lalu dia keluar rumah dengan tetap dalam kondisi  tidak stabil, baik  rtubuhnya maupun pikirannya.  Di tengah jalan dia kemudian berjumpa dengan seorang perempuan, dank arena  mabuk, maka dia kemudian menggoda perempuan tersebut untuk diajak berzina, tentu perempuan tersebut menolak, sehingga dia harus memaksanya.   Dapat kita bayangkan kemudian dia melakukan perkosaan terhadap perempuan yang dijumpainya di jalan tersebut.  Sialnya, kemudian p[erbuatan tersebut kemudian diketahui oleh sang suami perempuan tersebut, dan tentu  kemudian terjadi percekcokan dan  pertarungan.

Kedua laki laki tersebut sama sama ngotot untuk berduel dank arena orang yang mabuk tersebut terus dipibcu oleh  pengaruh khomr tersebut, maka seolah dia tidak mempunyai rasa takut dan kesadaran sebagai seseorang, maka kemudian yang terjadi ialah orang yang mabuk tersebut membunuh suami perempuan yang diperkosanya tersebut.  Pada akhirnya  orang yang tadinya tekun beribadah tersebut kemudian diberi hukuman diikat ditengah hutan dan dikucilkan dari kehidupan masyarakat.

Cerita tersebut tentu bukan cerita sebenarnya, tetapi dapat dijadikan sebuah pelajaran bagi siapapun bahwa  kalau seseorang tidak mampu berpikir dengan normal, maka akan sangat mudah digoda oleh  apapun, apalagi hal hal yang dianggap akan menyenangkan.  Cerita tersebut untuk menggambarkan dua hal, yakni tentang bagaimana setan akan terus menggoda manusia dengan berbagai cara, termasuk harus menyamar sebagai orang yang selalu beribadah seperti orang yang memberikan nasehat kepada orang yang tekun ibdah tersebut.

Keduanya ialah  tentang bagaimana bahaya khomr atau saat ini disebut narkoba terhadap seseorang dan juga masyarakat.  Kita tentu tidak  mau  terjerat oleh  pengaruh narkoba yang  saat ini sudah terbukti sangat membahayakan tersebut, termasuk juga naka cucu kita serta generasi muda  dan anak bangsa ini. Berbagai peristiwa yang memilukan akibat narkoba tersebut sudah sangat banyak da nada di depan mata kita.  Saat inilah kita harus menyadari betapa narkoba tersebut memang harus menjadi mush kita bersama.  Kita tidak perlu bukti lagi, karena terlalu banyak bukti yang  ada di depan mata kita, justru yang  harus kita lakukan saat ini ialah bagaiman kita mampu bersatu dalam memerangi narkoba tersebut.

 

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.