BERANI MEMULAI SESUATU YANG BAIK

Awal tahun 2015 ini merupakan sebuah kondisi dimana semua orang dituntut untuk berani melakukan sesuatu yang baik dan meninggalkan sesuatu yang buruk, tidak terkecuali dunai pendidikan.  Keberanian untuk melakukan sesuatu yang lebih baik tersebut didasarkan atas kenyataan bahwa ke depan, bukannya  semakin berkurang masalah, melainkan justru akan semakin banyak timbul masalah yang harus diselesaikan.  Tantangan juga semakin banyak, dan kita diharapkan mampu menjawab dan  menyelesaikan semua.

Terkadang kita terlena oleh keberhasilan masa lalu yang justru kemudian dapat menenggelamkan masa depan.  Artinya  kita tidak boleh terlalu bangga dan silau dengan keberhasilan yang telah  diperoleh.  Bangga dengan jerih payah memang boleh, tetapi terlalu bangga itu menjadi salah satu penyebab kemunduran dan keberhasilan berikutnya. Justru yang terbaik ialah bagimana kita menjadikan keberhasilan tersebut sebagai sebuah  pemacu untuk lebih bagus lagi.  Atau keberhasilan tersebut justru harus dijadikan  sebagai tonggak untuk tidak boleh gagal di masa depan.

Artinya konsistensi harus kita jaga, sehingga orang tidak akan memandang sebelah mata kepada kita dan sangat mungkin meragukan keberhasilan yang telah kita raih.  Sebab boleh jadi kalau keberhasilan pada masa yang lalu, kemudian diikuti oleh kegagalan kita selanjutnya, orang itdak akan mempercayai bahwa keberhasilan tersebut memang atas usaha dan jerih payah kita sendiri.  Bahkan sangat mungkin mereka akan menganggap bahwa keberhasilan tersebut hanyalahn kebetulan atau bahkan pemberian pihak lain.

Kalau diibaratkan  kita sudah pernah memperoleh penilaian yang cukup bagus,  sudah seharusnya kinerja kita tidak mengendor, tetapi akan lebih kita tingkatkan.  Semua itu untuk membuktikan bahwa  prestasi yang sudah kita raih memang benar benar pantas dan sekaligus dalam upaya untuk memberikan penguatan kepada semua pihak bahwa  apa yang kita peroleh memang sangat sebanding dengan kinerja yang kita lakukan.

Prestasi kita untuk mentrnasformasi IAIN menjadi UIN Walisongo, tentu  tidak akan berakhir dan menjadi anti klimaks, melainkan harus kita jadikan sebagai tonggak untuk kemajuan lebih lanjut.  Untuk itu jangan sampai pada tahun 2015 ini ada pihak yang bersantai santai dan menganggap bahwa perjuangan sudah selesai. Sebaliknya kita harus lebih bekerja keras untuk menjadikan UIN kita memang pentas  dan sejajar dengan universitas lainnya yang sudah terlebih dahulu maju, bahkan kalau bisa kita harus berada di atas mereka.

Jangan sampai ada satu pihak pun di kampus UIN yang lesu dalam menjalankan kewajibannya, karena pada saatnya nanti semua akan dinilai berdasarkan kepada kinerja masing masing, dan akan diberikan  penghargaan sesuai dengan capaian  masing masing pula.  Boleh jadi pada saatnya bagi siapapun yang dianggap tidak dapat mengikuti tuntutan dan irama kerja yang diinginkan, akan diputus  atau dirumahkan, karena  Negara akan merasa rugi memperkerjakan pihak yang tuidak dapat bekerja.  Sementara di lain pihak masih banyak orang yang mau bekerja dan ngantri untuk dapat bekerja.

kita juga masih  mempunyai banyak pekerjaan yang hingga saat ini masih belum terselesaikan, baik yang terkait dengan persoalan akademik maupun non akademik.  Salah satunya ialah bagaimana kita mampu menghadirkan program program studi yang menjadi harapan masyarakat secara umum.  Demikian juga dengan pemenuhan fasilitas yang dibutuhkan oleh mahasiswa dan juga masyarakat secara luas.  Barangkali itu semua akan dapat kita raih kalau semua pihak sudah melakukan tugasnya  dengan bagus dan menghasilkan sestu yang membanggakan.

Ada juga tugas yang menyangkut semua pihak, yakni menjadikan  atmosfir kampus sebagai international atmosfir, melalui berbagai kegiatan dan  budaya kampus yang memang mendunia.  Demikian juga dengan mempermahir seluruh keuarga besar universitas dalam persoalan Bahasa untuk komunikasi dengan dunia luar.  Kita harus menyadari bahwa saat ini kita sudah tidak bisa mengurung diri dalam kampus dan membatasi hubungan dengan berbagai pihak di luar kampus dan bahkan luar negeri.

Untuk persoalan tersebut salah satu syaratnya ialah semua pihak mampu melakukan komunikasi dengan Bahasa yang dipakai oleh masyarakat internasional.  Nah, penguatan kapasitas bahasa  tersebut akan dapat diperoleh bilamana ada kemauan kuat dari semua pihak untuk merealisasikan hal tersebut.  Untuk itu para pimpinan di kampus ini memang harus memebrikan contoh kongkrit  sebagai upaya dan ikhtiar untuk menuju kondisi internasionalisasi kampus.  Tentu semua itu dalam upaya mempersiapkan kampus ini menuju word class university yang kita idamkan pada saatnya nanti.

Itulah sebabnya mulai bulan januari 2015 ini rapat pimpinan universitas yang biasa digelar pada setiap Senin, telah dimulai dengan komunikasi menggunakan Bahasa asing, yakni Bahasa Arab ataupun Bahasa Inggris.  Kita juga menyadari bahwa untuk Bahasa itu  memang harus dipraktekkan dan dibiaakan, dank arena belum terbiasa dengan itu maka untuk tahun pertama ini masih ditoleransi untuk menggunakan kombinasi Bahasa tersebut, yakni dengan Bahasa Arab, Inggris maupun Indonesia, terutama untuk beberapa kata atau kalimat yang susah mendapatkan padanannya dalam Bahasa Arab ataupun Inggris.

Kita sangat yakin bahwa dengan kondisi dan ketetapan tersebut, pada masa mendatang, setidaknya dua tahun ke depan, kita akan terbiasa dengan berkomunikasi dengan menggunakan Bahasa asing.  Tentu akan banyak manfaatnya jikalau kita mampu untuk semua itu.  Salah satunya ialah wawasan kita akan lebih luas dalam menyerap informasi yang datangnya dengan menggunakan  Bahasa Internasional.  Kita juga akan semakin percaya diri dalam berhadapan dan berkomunikasi dengan setiap orang, teruatama orang  luar negeri, baik dalam  perhelatan resmi maupun tidak resmi.

Demikian juga di awal tahun ini, kita harus memulai dengan menerapkan system kinerja yang terstruktur dan terukur.  Artinya semua orang di dalam kampus ini harus membuat rencana kerja serta target yang akan dicapainya, baik tahunan, bulanan, dan juga mingguan. Bahkan untuk  diri sendiri harus ada target harian, sehingga tidak akan membuat berat perkerjaan selanjutnya.  Apalagi saat ini semua orang sudah mendapatkan tunjangan disamping gaji pokok yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Jangan sampai tunjangan  yangb telah diberikan tersebut justru akan  menjadikan diri kita lengah dan tidak produktif.  Maksud pemerintah memberikan tunjangan tersebut ialah dalam upaya memberikan penghargaan yang setimpal dengan pekerjaan yang dilakukan, dan bukan semata mata  memberikan  tambahan gaji.  Karena itulah siapapun yang kinerjanya tidak jelas, tidak akan mungkin mendapatkan tunjangan tersebut.  Itulah kenapa saat ini  dilakukan  sosialisasi dan sekaligus pelaksanaan system tersebut, dengan harapan tahun ini system tersebut sudah berjalan dan dapat menghasilkan sesuatu  yang lebih baik.

Kita memang harus berani membuat perubahan, baik dalam hal pemikiran maupun dalam hal praktek pekerjaan di lapangan.  Kita memang harus tegas dan konsisten dalam menjalankan  pekerjaan, apapun jenis pekerjaan yang kita  sandang.  Tegas dalam arti tetap dalam koridor ketentuan yang berlaku dan tidak  berani menyimpang sedikitpun dari aturan main yang ada.  Konsisten ialah  kemampuan kita untuk terus menjalankan system dan mengikuti aturan yang ada tanpa ada kecenderunagn untuk menyimpang, meskipun sesakali saja.  Semoga kita dapat menjalaninya dengan  baik dan selamat.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.