REFRESSING

Kesibukan sehari hari bagi  sebagian orang merupakan hal yang wajar, karena memang harus berusaha dan  melakukan aktifitas untuk memenuhi kebutuhan hidup diri dan keluarganya.  Namun seringkali kesibukan tersebut harus menyita banyak hal yang dapat menebabkan  berkurangnya keharmonisan atau keakraban diantara keluarganya.  Bayangkan saja kelau seseorang bekerja dari pagi hingga sore bahkan hingga malam hari, dari Senin hingga Jumat, tentu akan sangat jarang berkomunikasi dengan keluarga, terutama anak anak.  Bahkan untuk daerah tertentu disebabkan padatnya lalu lintas di jalan, seseorang harus berangkat kerja sebelum anak anaknya bangun dan  saat kembali ke rumah, anak anaknya sudah tidur kembali.

Apalagi kalau orang tersebut tidak mampu mengelola waktunya sendir, sehingga untuk berkomunikasi dengan  isteri atau suaminya saja sangat susah.  Akibatnya  seolah mereka berjalan sendiri sendiri, dan tidak terkait dan saling membutuhkan diantara mereka.  Untuk itulah  waktu yang ada, yakni watu yang diberikan oleh yang memperkerjakan kita, harus dimanfaatkan secara maksimal dan berkualitas.  Artinya harus ada waktu khusus, di samping sehari hari dengan tetap memberikan perhatian kepada keluarga, juga sesekali waktu diperlukan kebersamaan seluruh keluarga dengan melakukan  reffressing.

Kalau dihitung secara finansial dan dalam hubungannya dengan mempertahankan keharmonisan keluara, melakukan refressing tersebut tergolong murah.  Kalaupun bentuknya  harus berupa  sesekali pergi ke luar kota untuk  menikmati liburan ke tempat tempat rekreasi atau hiburan, tentu tetap akan lebih murah dibanding kepentingan keutuhan keluarga.  Kita tentunya mengetahui betapa banyak keluarga yang berantakan disebabkan buntunya  komunikasi diantara anggota keluarga tersebut.

Nah, dengan menjadikan beberapa keluarga yang berantakan tersebut serta mencermati sebab musababnya, kita akan dapat melakukan berbagai upaya nuntuk mencegah kemungkinan terjadinya keretekan tersebut dalam rumah tangga kita.  Jikalau ada poensi untuk mengarah kepada keretakan tersebut, harus segera dicarikan  penangkalnya, misalnya melalui refressing tersebut atau melalui cara lain, semisal  sesekali mengajak seluruh keluarga untuk makan di luar rumah dan lainnya.

Tentu peran suami sangat menentukan, meskipun untuk saat ini peran isteri juga sangat signifikan.  Untuk itu semuanya harus saling berusaha untuk mempertahankan  rumah tangga dan kutuhan seluruh keluarga.  Itu artinya kita  tidak boleh tertarik atau terpikat dengan pihak lain yang memungkinkan dapat merusak keharmoniasan keluarga.  Kalaupun misalnya ada  rekan baru dalam pekerjaan yang menghartusnya kebersamaan dengan rekan tersebut, maka harus secara terus terang disampaikan kepada keluarga tentang hal tersebut, sehingga tidak terjadi kecurigaan yang menjadi awa sebuah keretakan dan bahkan kehancuran.

Cemburu memang tidak dilarang, karena hal tersebut menandakan adanya kecintaan dari pihak pencemburu, tetapi tidak boleh berlebihan dan dibiarkan terus berkembang, karena kalau hal tersebut terjadi, bukan tidak mungkin cemburu tersebut dapat mebawa sebuah tuduhan dan percekcokan dahsyat.  Tentu  seluruh keluarga harus saling mempercayai dan memberikan  kepercayaan kepada lainnya.  Artinya kepercayaan yang diberikan tersebut, memang harus djaga, jangan sampai justru dinodai dengan mengkhianatinya.

Banyak pengalaman yang dialami oleh banyak orang, bahkan  disakiti dengan perbuatan pengkhianatan itu jauh lebih sakit dibandingkan  terlukan karena  senjata atau pisau.  Bahkan disakiti dengan kata kata saja akan lebih sakit dibandingkan  dengan sakinya luka.  Karena itu sekali lagi, semua pihak harus saling menjaga kepercayaan yang diberikan.  Semua itu dimaksudkan agar keutuhan rumah tangga yang dbangun secara susah payah, tetap terjaga dan keharmonisan akan tetap terus terpelihara.

Mempertimbangkan semua itu, tentu  akan menjadi sangat bagus jikalau semua orang memikirkan betapa pentingnya  berganti suasana rutinitas sehari haridengan santai sejenak. Bahkan akan sangat bagus bilamana santai tersebut diwujudkan  dengan melakukan kunjungan ke beberapa tempat yang menyenangkan, seperti tempat rekreasi,  sesekali bergurau atau melepaskan seluruh kegalauan melalui mendendangkan lagu dan lainnya.

Saya sendiri merasakan betapa nikmatnya bersantai dengan keluarga, meskipun tidak harus setiap minggu.  Ada kalanya kita harus melakukan  pekerjaan secara serius dan ada kalanya pula kita memerlukan suasana bebas dari tugas dan hanya menikmati kehidupan dengan sangat rileks.  Kita tentunya juga tahu bahwa  seirus secara terus menerus akan berakibat tegangnya syarat  dan otot, dan hal tersebut akan sangat membahayakan kesehatan kita.  Artinya kalau kita bekerja secara serius dalam waktu yang lama tanpa ada jedanya, tentu akan dapat membuat orang terasing dari sosialnya.

Akibat dari itu, seseorang tersebut akan dengan mudah stress dan mudah pula terkena berbagai penyakit.  Kita memag sangat menyayangkan beberapa orang pintar tetapi kemudian tidak bertahan lama dalam hidupnya.  Kita memang tidak mengingkari takdir Tuhan terutama dalam urusan usia seseorang, tetapi tentu secara nalar ada sebab musababnya.  Secara kasat mata kematian orang orang genius tersebut memang  disebabkan oleh ketegangan  dalam dirinya yang terus enerus serius dalam pekerjaan, sehingga lupa istrirahat.

Sampai saat inimasih banyak orang yang pintar seperti itu tidak memikirkan betapa berharganya  istirahat dan melakukan refressing untuk memulihkan berbagai syarat dan otot dari ketegangan, karena pekerjaan serius tersebut.  Mungkin ada yang berangapan bahwa bersantai seperti itu sangat merugikan waktunya, dan kalau dimanfaatkan untuk bekerja, tentu akan menghasilkan banyak produk.  Memang benar bahwa  dengan mengurangi waktu tersebut akan dapat mengurangi pula produktifitas, namun harus juga diingat bahwa  badan dengan seluruh bagiannya, sangat terbatas dan memerlukan istirahat.

Nah kalau dipaksakan terus menerus, tentu akan berakibat rusaknya organ tersebut dan terkadang sangat fatal, sehingga mengakibatkan  sakit atau bahkan kematian.  Nah, kalau seperti itu tentu akan lebih rugi, karena usia pendek tersebut akan menghalangi produktifitasnya dalam jangka panjang.  Kan lebi bagus kalau produktifitas tersebut  tetap berjalan dalam waktu yang lama, yakni dengan cara tetap menjaga kesehatan dan tidak terlarut dalam kesantaian dan kemalasan.

Kita memang harus membedakan antara  santai sejenak untuk  emngendorkan syaraf dan otot yang tegang dengan kemalasan.  Ada memang sebagian orang yang lebi suka  santai dan tidak pernah mau serius dalam melakukan pekerjaan, dan itu sangat tidak bagus, karena akan terseret kepada kemalasan yang membuat seseorang tidak bergairah untuk melakukan pekerjaan apapun.  Tentu lain dengan seseorang yang btetap energik dalam melakukan pekerjaan, tetapi sekalgus juga  memerlukan diri untuk bersantai sesekali waktu dan memberikan sedikit waktunya untuk  melupaka pekerjaan rutin.

Berbahagialah mereka yang menyadari betapa pentingnya memberikan  kesempatan untuk refressing agi rubuh dan otak mereka.  Kesadaran tersebut sangat diperlukan, mengingat semua  yang dikaruniakan Tuhan kepada manusia itu tentu dengan batas bats tertentu, dan manusia harus menjaganya  dengan baik.  Karena alasan tersebut bahkan menjadi wajib hukumnya  bagi manusia untuk melakukan pemeliharaan kesehatan tubuh dalam upaya menjaga karunia Tuhan tersebut.

Manusia memang wajib  berusaha untuk mendpakan karunia Tuhan yang digelar dibumi dan lautan serta alam semsta ini, namun sekaligus  manusia juga wajib  memelihara  semua karunia tersebut. Artinya tidak boleh memaksakan kehendak atas sesuatu yang seharusnya diberikan kesempatan untuk tdak dipaksa.  Keseimbangan adalah kunci dari semua itu, dan kita  akan menjadi seimbang, kalau semua ita lakukan dengan penuh pengertian terhadap semua hak dan kewajiban.  Semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.