POTENSI SPARATIS

Baru baru ini kita mendengar sebuah ancaman yang dapat digolongkan sebagai usaha untuk memisahkan diri dari NKRI, yakni keinginan bupati Isra noor untuk meminta otonomi daerah khusus untuk Kalimantan Timur.  Sesungguhnya kalau hanya meminta, itu tidak ada larangan, karena konsekwensinya adalah diberi atau ditolak.  Namun permintaan yang diserta dengan ancaman, kalau tidak diberi atau diberi tetapi dengan persyaratan yang ketat, maka lebih baik memisahkan diri dari NKRI.

Mungkin maksud pak bupati hanya sekedar menggertak, namun untuk urusan seperti itu seharusnya tidak muncul dari seorang pejabat Negara atau bupati, dan kalau memang benar hal tersebut diucapkan oleh bupati, maka konsekwensinya akan sangat berat, dan yang bersangkutan dapat dikategorikan sebagai berusaha makar terhadap NKRI.  Akibat selanjutnya  dia  dapat dikenakan  sanksi berat sebagaimana diatur dalam peraturan perundangan yang berlaku. 

Untuk itu  yang bersangkutan harus segera  memberikan klarifikasi mengenai ucapannya tersebut, dan kalu misalnya hanya selip lidah atau sekedar ungkapan yang tidak serius,  haruslah diralat dan meminta maaf kepada semua pihak, termasuk kepada presiden dan rakyat Indonesia.  Meskipun demikian kalau memang benar ucapan tersebut, maka permohonan maaf tidfak akan menghilangkan aspek pidananya,  dan hanya  berpengaruh kepada keringan hukuman yang akan dijatukan.

Itu kalau kita konsisten dengan aturan dan menjaga kewibawaan pemerintah dan negera ini dari usaha usaha pihak pihak tidak bertanggung jawab.  Pemberian sanksi tegas tersebut diperlukan agar tidak  ditiru atau dilakukan oleh yang lain, meskipun dengan  maksud sekedar main main.  Pmeerintah dalam hal ini kepolisian harus segera turun tangan dan meminta keterangan dari yang bersangkutan dan pihak lain yang dapat dimintai keterangan terkait persoalan tersebut,  Ini sangat penting untuk memberikan rasa nyaman bagi rakyat yang sangat mencintai NKRI.

Namun kemungkinan kita akan  kecewa, melihat gelagat yang ditunjukkan oleh pemerintah, yang tidak tanggap segera untuk mebahas dan menangani persoalan ini.  Boleh jadi yang bersangkutan akan dibiarkan saja, sampai kalau nantinya sangat mengganggu dan sudah susah untuk ditangani, barulah bergerak dan akan menemukan  kesulitan yang besar.  Kebiasan sperti itu seharusnya dihilangkan, lebih lebih  yang menyangkut kewibawaan Negara dan kesatuan yang selama ini telah terbangun dengan baik.

Mestinya kita harus dapat belajar dari kenyataan  mengenai adanya sparatis  di beberapa daerah yang  sulit untuk ditasi dan bahkan harus dengan mengalirkan darah, sebagaimana yang terjadi di Aceh, papua dan lainnya.  Benih benih yang  sangat mungkin tumbuh menjadi besar tersebut harus ssergera mungkin ditumpas agar tidak menjalar ke daerah lain dan semakin membesar.  Urusan ini menjadi sangat penting, karena justru yang menyatakan ialah seorang pejabat Negara, yakni bupati yang seharusnya menjaga keutuhan NKRI dan bukannya ingin memisahkan diri.

Komentar pro kontra tentang ucapan bupati tersebut juga sudah muncul, tetapi yanglebih banyak ialah mereka yang menginginkan bahwa yang bersangkutan harus segera dimintai keterangan dan sekaligus diproses sesuai dengan hokum  yang berlaku.  Pembiaran terhadap persoalan ini akan berakibat  fatal, karena akan muncul lagi di masa mendatang hal yang relative sama dan menuntut pisah  atau cerai dari Indonesia, dan itu sangat berbahaya bagi keutuhan NKRI.

Komirmen untuk tetap menjaga dan mempertahankan NKRI  bagi bangsa Indonesia adalah harga mati dan sama sekali tidak boleh ditawar.  Bangunan tersebut telah dipertimbangkan dengan matang dan dengan  menyadari keragaman yang ada  di negeri ini.  Kita menyadari bahwa Indonesia terdiri  atas ribuan pulau, besar dan kecil. Sebgiannya ada yang dihuni dan sebagian lainnya tidak dihuni oleh manusia.  Indonesia juga terdiri atas berbagai etnis, suku, agama dan ras.  Tetapi semua telah sepakat untuk hidup secara damai dan rukun serta saling menghargai.

Tentu  seluruh masyarakat Indonesia tidak akan mempermasalahkan persoalan  daerah yang subur  dan yang kering, karena itu masing masing daerah tidak boleh menuntut lebih terhadap yang lain.  Justru daerah yang kering dan kekurangan harus disuplai oleh daerah yang makmur.  Meskipun demikian tentu  ada perbedaan   pendapatan daerah yang disesuaikan dengan kemampuan daerah masing masing.  Untuk hal ini  sudah barang pasti menjadi niscaya, karena dengan mempertimbangkan  pendapatan daerah tersebut, masing masing daerah akan berlomba dalam mendapatkan masukan untuk mensejahterakan rakyatnya.

Komitmen tersebut harus dipegang oleh seluruh rakyat Indonesia, lebih lebih para pejabat Negara yang diberi kepercayaan untuk mengelola sumber daya alam dan lainnya serta diharapkan  menjadi teladan bagi rakyatnya.  Kita sangat yakin bahwa kalau komitmen tersebut dijalankan dengan baik dan konsisten oleh semua pihak, terutama para pejabat Negara, NKRI akan semakin kuat dan diperhitungkan oleh Negara lain, dan bahkan akan dijadikan model bagi Negara lain.

Bagi masyarakat biasa seperti kebanyakan orang sesungguhnya kita hanya meminta  kedamaian dalam hidup sehari hari, sehingga  untuk mendapatkan kenyamanan dan kedamaian tersebut diperlukan ketegasan pemerintah dalam memberantas segala sesuatu yang berpotensi mengganggu keamanan  dan kedamaian tersebut.  Rasa aman  itu sangat dibutuhkan dan menjadi syarat bagi sebuah kesejahteraan  yang diinginkan.  Karena itu sudah sepantasnya semua  potensi yang mengarah kepada  kejahatan, termasuk makar dan  membelot dari NKRI harus segera ditindak.

Saya beberapa waktu yang lalu  sangat bangga dengan ketegasan presiden yang menolak memberikan  ampunan bagi mereka yang telah diputus hukuman mati karena persoalan narkoba.  Nah, persoalan makar menurut saya lebih berbahaya bila dibandingkan dengan narkoba, karena itu ketegasan dari apparat yang berada di bawah presiden, sangat dinantikan oleh masyarakat.  Rakyat tentu akan mendukung upaya upaya pemberantasan terhadap semua  kejahatan, baik yang membahayakan dan merugikan kepada perorangan maupun kepada Negara.

Pada sisi lain kita juga sudah berusaha  dengan sungguh sungguh untuk tetap mempertahankan NKRI melalui upaya upaya yang tidak ringat.  Beberapa sparatis yang saat ini masih ada di sebagian wilayah  Negara kita masih terus diupayakan agar mereka sadar dan kembali ke pangkuan ibu pertiwi dan bersama sama membangun daerah agar dapat sejahtera dan  sejajar dengan daerah lainnya.  Beberapa pihak yang  berada di  wilayah Aceh dan juga papua terus diupayakan untuk kembali mengakui dan berusaha mempertahankan NKRI, meskipun   masih sangat sulit.

Demikian juga saat ini banyak potensi untuk memisahkan diri dari negera kita yang terus bermunculan, meskipun  ada sebagiannya yang masih  belum menampakkan diri secara berani dan sebagiannya sudah berani menyarakan hal tersebut.  Sudah semestinya kalau mereka itu diajak secara baik untuk kembali bersama  menegakkan NKRI, namun kalau memang mereka diajak secara bijak tidak menggunris dana tetap ingin merdeka dan berpisah dengan NKRI, maka harus ada tindakan tegas bagi mereka.

Rupanya ketidak tegasan pemerintah, bahkan semenjak lama, tersebutlah yang kemudian dijadikan  kesempatan bagi mereka yang memang sudah mempunyai keinginan untuk merdeka untuk memproklamirkan diri,  meskipun dengan cara yang berbeda beda.  Sekali lagi sikap gamang dan ragu ragu, justru akan  dijadikan sebagai uji coba mereka  untuk melakukan  atau mengganggu keutuhan NKRI.  Tentu akan lain bilamana kita tegas dalam menindak setiap usaha yang akan merongrong kewibawaan  Negara dan bangsa secara keseluruhan.

 

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.