TENTANG TIKET PROMO ATAU MURAH

Akhir Desember yang lalu menteri perhubungan telah mengeluarkan sebuah keputusan yang sesungguhnya cukup mengejutkan, tetapii  masih dianggap sebagai hal biasa, sehingga pada saat sosialisasi hingga saat ini  masih terus menuai pro kontra.  Apa sesungguhnya  substansi dari keputusan tersebut?.  Barangkali menyikapi terjadinya kecelakaan Air asia kemarin itu kemudian secara tidak langsung kambing hitamnya dicari  yakni disebabkan ongkos murah sehingga mengabaikan aspek keselamatan.

Walaupun kelihatannya masuk akal, tetapi sesungguhnya hal tersebut tidak sepenuhnya benar, karena kita tahu bahwa persaingan  perusahaan, termasuk dalam bidang penerbangan tentu akan  terjadi penawaran harga tiket yang murah.  Mereka tentu akan mengkalkulasi penerbangan itu sendiri, kalau dengan harga mahal, tetapi penumpangnya  sedikit, tentu ongkosnya juga akan tetap mahal, tetapi dengan ongkos murah dan mendapatkan pelanggan yang cukup banyak, sehingga pembiayaan penerbangan menjadi tersupport oleh benyaknya pengguna jasa tersebut.

Masih menjadi perdebatan apakah ada korelasi antara biaya murah dengan pengabaian keselamatan?.  Jawabannya tentu tidak dapat dipastikan, karena kalau maskapai memang melalaikan aspek keselamatan, maka dinaikkannyapun tetap saja akan hanya menguntungkan maskapai.  Sementara untuk keselamatan masih saja terabaikan.  Tetapi bagi maskapai yang tetap konsisten menerapkan  aspek keselamatan sebagai yang utama, maka dengan biaya murahpun mereka tetap tidak akan pernah mengabaikannya.  jadi semua tergantung kepada niat baik perusahaan penerbangan itu sendiri.

Jadi seharusnya  yang diperhatikan dan didorong oleh pemerintah ialah bagaimana menciptakan system keselamatan dalam penerbangan dapat ditaati secara konsisten oleh perusahaan penerbangan yang ada.  Kalau mereka berani memberikan penawaran harga promo, tentu sudah dipertimbangkan segala sesuatunya, bukan asal menurunkan dengan mengurangi aspek pelayanan, seperti keselamatan dan sejenisnya.

Keputusan menghilangkan harga  tiket murah  tersebut tentu akan  menguntungkan maskapai dan  memberatkan kepada masyarakat.  Masyarakat bukannya ingin  tidak selamat dalam perjalanan penerbangannya, karena keterbatasan dalam hal finansial, mereka berkeinginan untuk membeli tiket yang harganya terjangkau oleh uang mereka, dan maskapai memberikan penawaran utnuk itu, maka mereka kemudian merasa terbantu.  Nah, kalau saat ini harga tiket menjadi tinggi, tentu kebutuhan lainnya akan  tersita untuk tiket tersebut.

Sebagaiamana yang kita tahu bahwa menteri perhubungan menjamin tidak ada lagi tiket pesawat yang harganya kurang dari 500 ribu rupiah, atau tiket promo, karena hal tersebut dinialai akan menyebabkan maskapai mengabaikan aspek keselamatan.  Jangan  karena musib Air Asia, kemudian  diambil kesimpulan yang  sembarangan. Bahkan kita juiga tahu bahwa Air Asia termasuk maskapai yang terbaik selama 6 tahu berturut turut, termasuk dalam hal keselamatan.  Dengan kenyataan tersebut kecelakaan kemarin tersebut tentu karena sebuah musibah semata.

Barangkali bagi masyarakat yang berkantong tebal, kenaikan harga tiket tersebut tidak terlalu menjadi persoalan, karena masih dianggap wajah dan bahkan rendah.  Tetapi bagi masyarakat menengah ke bawah yang harus naik pesawat, tetapi uangnya pas pasan, tentu akan sangat berat, semisal para pekerja di rantau, atau mahsiswa yang kuliah di luar kota yang selama ini selalu diuntungkan dengan adanya tiket murah tersebut.

Saya sendiri hanya menyayangkan  terhadap alasan yang diogunakan, yakni  dengan tiket murah tersebut kemudian dikaitkan dengan pelayanan, utamanya dari aspek keselamatan.  Kalau statemen tersebut benar, berarti banyak maskapai kita yang  sama sekali mengabaikan aspek keselamatan penerbangan.  Seharusnya pemerintah lebih teliti dalam mengambil kebijakan, karena akan berakibat kepada masyarakat luas.

Kalau biaya operasional peswat dengan segala sesuatunya memang  mahal dan mengharuskan adanya kenaikan harga tiket, semestinya yang mengusulkan adalah pihak maskapai dan bukan pemerintah.  Biasanya pemerintah malahan membela kepentingan rakyat dengan memberikan penawaran kepada perusahaan agar kenaikannya jangan terlalu banyak.  Teapi ini luar biasa, yakni pihak perusahaan  ingin memberikan kemudahan dan harga murah, tetapi pemrintah  malahan yang  menaikkan harganya.

Cukuplah pemerintah mengawasi dalam hal pelaksanaan regulasi yang telah ditetapkan, semisal pemberian layanan oleh maskapai yang standar, aspek keselamatan juga harus diperhatikan dengan baik, sehingga secara teoritis maskapai tidak akan mengalami  kecelakaan dan lainnya.  Nah, jikalau dengan pemberlakuan secara ketat terhadap seluruh regulasi yang ada tersbut, pihak maskapai menjadi rugi, dan meminta kepada pemerintah agar menaikkan harga tiket, maka itu baru proses yang wajar.

Bagaimanapun keputusan untuk menghapus tiket dengan harga murah, telah diluncurkan dan masyarakat harus menanggung akibatnya.  Sedangkan pihak maskapai tentu saja akan diuntungkan dengan harga tiket tersebut.  Namun dalam aspek persaingan perdagangan, boleh jadi maskapai akan  mengalami penurunan penumpang, dan hal itu akan berakibat pula pada keuntungan yang diperoleh menjadi turun atau biaya operasionalnya menjadi menipis dan lainnya.  Untuk itu menurut saya  kebijakan yang tepat ialah  dengan mengawasi secara ketat seluruh maskapai agar mentaati regulasi yang ada.

Sementara peroalan harga tiket, biarlah pihak maskapai yang menentukannya,  meskipun pihak pemerintah harus memberikan batasan  maksimalnya, dan bukan batasan minimalnya.  Kalau perusahaan  menjual tiket terlalu murah dan tetap harus memberikan pelayanannya dengan bagus dan standar, maka mereka akan rugi sendiri.  Untuk itu perusahaan tentu sudah mempertimbangkan dari segala aspek, untuk memenuhi kebutuhan biaya operasional dan keuntungan.  Nah, kalau mereka dapat melakukannya,  kenapa harus ada  kebijakan seperti tersebut?

Bukankah pemerintahan ini berkeinginan untuk membuat seluruh programnya pro rakyat.  Buktikan itu dalam realitas di lapangan.  Masyarakat membutuhkan penerbangan yang  tetap menjaga aspek keselamatan para penumpangnya, dan juga mebutuhkan harga tiket yang terjangkau.  Itu yang paling penting. Nah, kalau perusahan dapat memberikannya, kenapa justru pemerintah yang  membuat kebijakan yang tentu memberatkan rakyat seeprti menghilangkan tiket harga  murah tersebut?.

Barangkali memang ada  logika terbalik yang diambil oleh pemerintah, yakni dengan mengkaitkan atau mengkorelasikan antara harga murah dengan  aspek keselamatan penerbangan.  Kita tentu juga dapat mengerti kalau tidak ada satu pun orang, termasuk masyarakat, pilot, para awak kabin dan mereka yang ikut terbang dalam amskapai tertentu, yang  ingin tidak selamat.  Semuanya ingin selamat, karena itu  mereka tentu sudah tahu, terutama para awak  pesawat, apakah pesawat yang dijalankannya tersebut layak terbang atau tidak.

Sudah barang pasti kalau pesawatnya tidak layak terbang, mereka  tidak akan berani berspekulasi untuk tetap terbang.  Nah, dengan pertimnagan  tersebut, kita sudah bisa yakin bahwa setiap pesawat yang diterbangkan  tentu sudah dipertimbangkan kelayakannya dan  lainnya.  Terus apalagi yang dipermasalahkan.  Apakah dengan kesimpulan seperti  yang diambil tersebut pemerintah menuduh bahwa maskapai yang menjual tiket murah sama sekali mengabaikan aspek keselamatan?.  Tentu ada pihak yang merasa tersinggung dan tidak dapat menerima kesimpulan tersebut.  Wallau a’lam.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.