NEKAT ATAU TIDAK TAHU, DAPAT MEMBAWA PETAKA

Secara teoritis sesungguhnya sudah diketahui bahwa  menghidupkan  HP atau menggunakannya pada saat berada di dalam pesawat akan dapat mengganggu system komunikasi  dan navigasi, sehingga akan sangat membahayakan keseluruhan penumpang.  Teori tersebut bagi sebagian orang nampaknya dianggap sebagai sesuatu yang  tidak berarti, karena mereka menganggap tidak ada hubungannya dengan keselamatan pesawat tersebut.

Terkadang banyak orang yang sama sekali tidak mau tahu tentang  operasional pesawat tersebut, padahal dalam perjalanan penerbangan tersebut, sangat banyak hal yang harus dilakukan, dan memerlukan komunikasi intensuf dengan pihak lain sehingga penerbagngan tersebut akan menjadi aman.  Kita  harus tahu bahwa  ribuan peswat yang lalu lalang di udara dan secara bersamaan harus melintasi rute yang sama.  Untuk tiu harus diatur sedemikian rupa, sehingga tidak akan terjadi tabrakan di udara.

Dapat saja  rutenya dialihkan ke tempat lainnya atau antara  bawah dengan atasnya dengan  ketinggian yang berbeda dan lainnya.  Semua itu membutuhkan system komunikasi yang canggoh dan tidak boleh terganggu oleh apapun, termasuk oleh HP yang sedang dihidupkan atau digunakan.  Untuk itulah dalam penerbangan apapun, dilarang menghidupkan atau menggunakan HP dalam pesawat dan bahkan menurut undang undang yang berlaku ada denda yang cukup besar bagi  pelanggarnya.  Hanya saja seperti biasa, ketentuan dalam undang undang tersebut sama sekali tidak berlaku dengan berbagai alasan.

Bahkan pernah ada seorang penumpang yang diingatkan agar mematikan HPnya, malahan  marah  dan memaki awak maskapai serta memukul juga.  Kebetulan penumpang tersebut adalah seorang pejabat daerah atau bupti.  Tentu kondisi tersebut sangat memprihatinkan, karena  seharusnya pejabat Negara memberikan contoh yang bagus, bukan malah memperlihatkan  keangkuhannya sebagai seorang pejabat.  Kalau yang menyalakan HP tersebut adalah seorang yang tidak berpengalaman dan memang benar benar tidak tahu dan kemudian setelah diingatkan mau mematikannya, tentu hal tersebut  akan  dapat dimaklumi.

Namun  kita juga menjumpai pihak pihak tertentu yang  secara penampilan mungkin orang berada dan terus menggunakan HP nya padahal pesawat sudah bergerak untuk take off, dan ketika diingatkan, Cuma berhenti sebentar, dan kemudian tetap saja menyalakan HPnya.  Orang seperti itu memang  sudah seharusnya diberikan sanksi yang berat dan diberlakukan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.  Kita harus mendukung setiap tindakan apapun terhadap pihak yang membahayakan orang banyak, meskipun  dilakukan oleh orang kuat dan mempunyai pengaruh di masyarakat.

Melihat kenyataan  sebagaimana yang sering kita lihat sesungguhnya ada dua kemungkinan yang menyebabkan orang tidak mematikan HP saat berada di pesawat, yakni adanya keangkuhan, sehingga berlaku nekat seolah tidak peduli dengan keselamatan banyak orang, dan yangnkedua ialah karena memang tidak tahu dan tidak mau tahu.  Untuk itulah para awak pesawat seharusnya tidak hanya  menyuarakannya saja lewat pengumuman, sebagaimana yang  selalu kita dengar sebelum pesawat tinggal landar, melainkan memang benar benar melakukan inspeksi kepada semua penumpang dan berlaku tegas.

Kita tidak  melihat adanya respon  ketika ada pengumuman dari awak kabin tentang berbagai hal yang menyangkut penerbangan dan keselamatannya.  Bahkan juga secara khusus saat awak kabin memberikan penjelasan kepada para penumpang yang ada di dekat pintu atau jendela darurat, seolah mereka itu mengabaikan  apapun yang disampaikan oleh awak kabin.  Padahal akibatnya  bisa fatal, meskipun sangat jarang terjadi.

Bahkan konon ceritanya peswat Aiar asia yang jatuh kemarin itu  ditengarai ada HP yang hidup saat  sebelum terjadinya kecelakaan.  Meskipun mungkin bukan itu satu satunya yang menyebabkan, tetapi patut diperhatikan juga, karena dalam cuaca yang buruk, biasanya pilot selalu berkomunikasi  dengan pihak pengendali untuk memberitahukan sesuatu yang diambil atau diputuskan.  Sebagaimana kita tahu bahwa pilot Air Asia yang nahas tersebut telah berkomunikasi dan meminta untuk menyimpang dari rute yang seharusnya dan juga  meminta ijin untuk naik lebih tinggi lagi.

Nah, setelah itu komunikasi terputus dan  kecelakaan pun tidak terhindari.  Memang  ada penyebab lainnya, tetapi   HP juga akan mengganggu  system komunikasi dan navigasi pesawat, sehingga sangat mungkin dalam situasi tertentu akan sangat membahayakan pesawat dengan seluruh penumpangnya.  Bahkan bukan hanya dalam persoalan pesawat saja melainkan juga dalam dunia apapun, sikap nekat dan tidak tahu, akan dapat menyebabkan bahaya.

Dalam hal transport darat misalnya, ketika seseorang membawa bus dengan muatan banyak orang, tetapi kondisi sopir sangat lelah dan seharusnya beristirahat, namun tetap dip[aksakan untuk tetap menyetir, tentu hal tersebut masuk dalam kategori nekat, dan sudah barang pasti akan sangat membahayakan  bus dengan seluruh penumpangnya.  Demikian juga dengan kondisi sopir yang belum tahu jalan, apalagi belum tahu tata caranya meyetir, tentu akan sangat membahayakan juga.

Terkadang kita memang harus mengelus dada saat menyaksikan  orang yang  bersikap masa bodoh dan tidak mau mengerti perasaan orang lain.  Artinya ketika seseorang melakukan sesuatu yang  dapat membahayakan pihak lain, tetapi cuek saja dengan perbuatannya tersebut, tentu kita akan menjadi sangat jengkel.  Apalagi kalau diingatkan kemudian malah melawan dan menganggap kita sebagai orang penakut dan kuno, sudah tentu kita akan marah dan  sejenisnya, tetapi kalau dia tetap melawan, maka kita juga yang repot dan harus diam, meskipun dengan menggerutu.

Semua itu muaranya ada pada penegakan hokum dan ketentuan yang berlaku dengan tegas dan konsisten.  Sistem harus dibangun sedemikian kuat dan rapi, sehingga tidak ada pihak manapun yang dapat lolos untuk melakukan pelanggaran.  Kalau hal tersebut dilaksanakan dengan benar,  kita dapat memprediksi bahwa  hal hal konyol yang dilakukan dengan seenaknya saja, tentu akan terkurangi, dan bahkan pada saatnya akan dapat dihapuskan.

Tentu kita juga tahu bahwa  ada Negara yang memberlakukan kebersihan dengan ketat, dan akan menindak para pelaku penyimpangan dengan tegas dan dengan denda  dan hukuman yang sangat berat, ternyata berhasil.  Tetangga kita Singapura misalnya,  telah berhasil membuat setiap orang, dan tidak terbatas pada warga negaranya saja, untuk mentaati aturan dengan ketat.  Demikian juga dengan Australia untuk penertiban parker dan aturan kecepatan mengendarai kendaraan bermotor dan lainnya.

Sesungguhnya kita juga bisa melakukan semuanya ityu, dengan syarat ada ketegasan dan pelaksanaan sanksi yang tegas dan konsisten bagi siapapun yang melanggar aturan yang telah ditetapkan.  Selama kita masih mentoleransi pelanggaran, dan masih emmandang siapa yang melakukan penyeleweangan atau pelanggaran tersebut, maka selama itu pula harapan untuk dapat hidup dengan tertib, damai dan menyejukkan, akan masih harus ditunggu sangat panjang.

Ketegasan pemerintah dalam menindak para pencuri ikan di lautan kita  tentu santat diharapkan konsistensinya.  Artinya harus terus menerus dilakukan, bukan hanya gebrakan satu dua kali saja.  Karena kita semua yakin bahwa dengan konsisten dalam memberantas dan menenggelamkan kapal kapal yang digunakan untuk mencuri ikan secara tidak saha te4rsebut, tentu pencurian akan dapat diminimalkan dan bahkan akan dapat dihilangkan sama sekali.  Keberadaan para pencuri tersebut juga  dapat disimpulkan dalam dua hal sebagimana tersebut, yakni nekat dan ketidak tahuan.

Lantas apa petakanya terhadap keadaan tersebut?  Jawabannya ialah bangsa ini yang akan menanggung kerugian dan itu merupakan petaka  kalau pencurian ikan tersebut dibiarkan dalam waktu yang panjang.

 

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.