APA KABAR KPK?

Hiruk pikuk liburan natal dan tahun baru, ditambah dengan peristiwa naasnya air asia yang hilang dan baru saja  ditemukan puing puingnya, seolah kita lupa dengan persoalan penting yang telah merusak bangsa ini, yakni tentang korupsi.  Bahkan sebelumnya kita juga  diributkan dengan persoalan pilpres yang meninggalkan sebuah kondisi yang tidak lazim, termasuk terbentuknya koalisi yang tidak lazim ada di negera kita, serta merembetnya persoalan tersebut ke pemilihan pimpinan dewan dan lainnya.  Semua itu  menyita perhatian masyarakat dan  sejenak lupa persoalan korupsi.

Memang benar beberapa  waktu lalu presiden membuat sebuah berita mengejutkan dan sekaligus menggembirakan bagi penggiat anti korupsi  dan narkoba, yakni ditolaknya permohonan grasi sejumlah  narapidana  yang telah diputuskan untuk dihukum mati.  Sikap presiden tersebut tentu sangat posistif karena  meskipun secara fisik presiden kecil, tetapi tegas serta tanpa kompromi dalam hal  yang merusak sendi sendi kehidupan bangsa.  Semua  memberikan apresiasi untuk penolakan tersebut termasuk ormas terbesar di tanah air, yakni NU dan Muhammadiyah.

Tentu hal tersebut kemudian  merembet kepada sebuah asa untuk  hal serupa dalam masalah korupsi.  Artinya pemerintah diharapkan akan memulai untuk menyusun perubahan atas  peraturan perundangan yang terkait dengan sanksi dan hukuman bagi koruptor.  Memang benar ada hukuman mati bagi koruptor, tetapi sayaratnya sangat berat, yakni  ketika yang dikorup tersebut merupakan  harta yang diperuntukkan bagi pemulihan kondisi social dan pada saat terjadi bencana.

Dengan begitu para koruptor sudah mengantisipasinya swedemikian rupa, sehingga tidak terkena hukuman mati, bahkan hukumannya yang mereka terima sangat ringan dibandingkan dengan  aib yang telah mereka ciptakan untuk bangsa dan Negara.  Seharusnya para koruptor dikenakan hukuman maksimal, bahkan  hukuman mati dan sekaligus juga ada hukuman pemiskinan, sehingga akan membuat para calon koruptor mikir  beberapa kali sebelum melakukan korupsi, bukannya malah tertaris karena ringannya hukuman.

Kita sesungguhnya sangat berharap banyak kepada KPK dan juga lembaga lainnya, yakni kepolisian dan kejaksaan, karena merekalah yang diberikan kewenangan untuk menumpas kejahatan, apapun bentuknya.  KPK yang selama ini telah terbukti tegas dalam memberantas korupsi, harus diberikan tambahan amunisi, baik tenaga penyidik maupun pendanaan agar dapat lebih berkiprah  lebih untuk bangsa dan Negara dan sekaligus dapat mematahkan keinginan para koruptor untuk terus merong rong kekayaan Negara kita.

Nah, dengan kondisi yang saat ini terjadi, masyarakat seolah lupa dengan KPK, padahal sebelumnya tidak ada hari tanpa pemberitaan KPK yang menangkap atau menyeret semua pihak yang  melakukan korupsi, baik itu dari kalangan pejabat maupun pengusaha.  Kondisi tersebut kemudian juga  mempengaruhi kinerja KPK, karena bagaimanapun  kalau  tidak ada pemberitaan, maka proses perkara Nampak lamban dan tidak  bergairah.

Kita tahu bahwa KPK emmang mempunyai prosedur tertentu untuk menyelidik dan menyidik sebuah perkara, tetapi masyarakat tentunya juga  inghin tatu perkembangan yang terjadi, khususnya terkait dengan beberapa pihak yang telah cukup lama ditetapkan sebagai tersangka dan belum ditangani, atau setidaknya belum dipanggil untuk diperiksa, apalagi kemudian ditahan.  Meskipun KPK mempunyai alaan tersendiri, tetapi kesan yang ditangkap oleh masyarakat menjadi berbeda, yakni KPK  terpengaruh oleh konstalasi politik yang ada.

Beberapa mantan menteri ada yang sudah dijadikan tersangka dan hingga kini belum diproses  juga memperkuat dugaan masyarakat tersebut, padahal saat penetapan sebagai tersangka seolah begitu heboh dan apada saat yang bersangkutan sedang  melakukan maneuver politik.  Bahkan ada  dua tersangka yang sudah cukup lama, yakni sejak tahun 2011 dan 2012 sampai sekarang belum diproses.  Kalau misalnya belum akan dapat diproses  dalam waktu singkat, sebaiknya untuk penetapan sebagai tersangka juga jangan terburu, karena hal tersebut dapat menimbulkan pertanyaan di masyarakat.

Kita sangat yakin bahwa KPK tentu mempunyai jawaban atas berbagai pertanyaan masyarakat, tetapi hal tersebut tetap saja akan membuat masyarakat bertanya dan tidak puas.  Ketegasan KPK  dan keberaniannya memang  dapat diandalkan, bahkan berani menyeret menteri aktif, namun  pada sisi lainnya, yakni adanya beberapa tersangka yang  cukup lama belum tersnetuh lagi, memberikan  pertanyaan, seolah penetapannya sebagai tersangka adalah sebuah pesanan politik tertentu.  Meskipun kita yakin bahwa KPK independen.

Barangkali KPK dapat memberikan prioritas kasus yang menjadi perhatian public sehingga  masyarakat tidak akan bertanya  dengan nada curiga, seeprti misalnya tersangka mantan menteri harus mendapatkan prioritas  penanganan kasusnya.  Sebagaimana kita tahu  masih ada dua mantan menteri yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK, yakni mantan menteri Agama  Surya dharma Ali dan mantan menteri ESDM Jero wacik.  Pemberian prioritas tersebut semata mata untuk menunjukkan konsistensi dan kesungguhan KPK serta menghindarkan  dari sikap curiga masyarakat,

Bagi para pemerhati dan penggyat anti korupsi tentu sangat percaya kepada lembaga anti rusywah tersebut, hanya saja  akhir akhir ini seolah kurang bergairah dalam  memproses  perkara.  Mungkin juga hal tersebut disebabkan oleh pemberitaan media yang lebih condong kepada persoalan baru  dan mencuat, seperti persoalan dualism partai, baik PPP maupun Golkar, perseteruan  parlemen dan juga musibah yang terjadi.  Dengan demikian pemberitaan mengenai sepak terjang KPK  kurang mendapatkan perhatian.

Namun demikian  bilamana dilihat dari kemajuan  proses terhadap kasus mantan menteri tersebut memang belum ada  gregetnya, termasuk kalau ditelusuri di webnya  KPK sendiri.  Karena itu tidak berlebihan kalau  ICW kemudian setengah menyimpulkan bahwa KPK saat ini sudah melunak atau dengan Bahasa lain sudah mulai kendur.  Cuma kita tidak tahu apa penyebabnya dan  apakah hal tersebut memang benar benar melemah atau hanya sebuah  kesalah pahaman saja, khususnya pada masyarakat awam.

Kecurigaan masyarakat terhadap KPK bukan lah sebuah kondisi yang perlu dikhawatirkan, sebab justru dengan sikap curiga tersebut menunnukkan bahwa masyarakat masih menaruh harapan besar  untuk KPK.  Kalau masyarakat cuek saja terhadap kondisi KPK, maka itu  sama dengan apatis terhadap pemberantasan korupsi.  Beruntunglah kita karena masyarakat kita masih mengharapkan  kepada KPK untuk terus berkiprah dan memberantas korupsi hingga  ke akar akarnya, sehingga  akan tetap memberikan pengawasan dan dorongan kuat bagi KPK itu sendiri.

Barangkali saat ini kita juga harus menaruh harapan kepada kejaksaan yang  sudah mulai berbanh dengan menelusuri rekening gendut  atas nformasi PPATK dan beberapa kasus lainnya.  Harapan tersebut tentu harus diimbangi oleh kinerja kejaksaan yang lebih baik.  Jangan sampai harapan tersebut kemudian musnah karena  justru kejaksaan sama sekali tidak berdaya dan melakukan perbuatan yang ironis, seperti melanggar aturan dan banyak oknumnya yang terlibat persoalan pidana.

Barangkali juiga instansi polri perlu disupport  agar  menjadi lebih baik dan para pejabatnya  sampai ke bawah  berintegritas tinggi, sehingga masyarakat akan  mau melirik dan berharap lagi kepada polri.  Memang harus diakui bahwa meskipun para petinggi polri sudah mereformasi diri dan berkomitmen untuk  memberantas semua mafia, termasuk korupsi, tetapi akan sangat sulit bagi masyarakat untuk dapat berharap banyak, karena  di daerah masih banyak  oknum yang sama sekali berbeda dengan para petinggi tersebut.

KPK memang  menjadi  harapan masyarakat untuk menuntaskan persoalan korupsi di negeri ini, tetapi  kita memohon kepada  KPK untuk  tidak mengabaikan harapan tersebut dan menunjukkan tajinya kembali sebagaimana waktu yang lalu. Masih banyak koruptor yang bergentayangan di negeri ini dan belum tersentuih oleh tangan KPK.  Untuk itu jangan sampai KPK justru kehabisan bensin dan menyerah kepada para koruptor.  Kita percaya bahwa KPK bisa melakukan hal terbaik bagi Negara  dan bangsa ini.

 

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.