MASIH ADA WAKTU UNTUK MENGEJAR TARGET

Sebagaimana kita tahu bahwa  libur natal dan libur bersama natal jatuh pada hari Kamis dan jumat,  sedangkan  hari berikutnya ialah Sabtu dan Minggu yang otomatis juga libur, maka jadilah liburan natal kali ini benar benar panjang dan tahun  2014 ini tinggal menyisakan tiga hari efektif, yakni  Senin, Selasa dan Rabu.  Pada hari Kamis sudah masuk tahun baru 2015 dan hanya menyisakan hari jumat pada awal tahun untuk  masuk kerja, setelah itu masuk hari libur Sabtu dan  Minggu.  Sangat mungkin bagi mereka yang suka membolos, hari Jumat tanggal 2 Januari nanti dijadikan sebagai hari kecepit sehingga akan digabung menjadi libur juga.

Hanya saja bagi mereka yang  suka bekerja dan taat terhadap aturan, tentu akan tetap masuk kerja sebagaimana biasa, apalagi  hari tersebut adalah hari pertama kerja  di tahun baru 2015.  Syukurlah bagi keluarga besar kementerian agama, tanggal 3 Januari merupakan hari jadi atau lebih dikenal dengan hari amal bhakti kementerian,  sehingga mereka akan tetap masuk pada hari Sabtu untuk melaksanakan upacara bendera  dalam HAB Kementerian Agama tahun 2015.

Sesungguhnya  banyak hal yang dapat diperbuat dalam sisa  akhir tahun ini, yakni untuk menyelesaikan beberapa target yang belum tercapai, khususnya yang terkait dengan sisa pekerjaan yang seharusnya diselesaikan  pada tahun ini.  Meskipun hanya tiga hari, bahkan kalau dihitung  sejak hari ini, hanya tinggal 2 hari, tetapi kalau kita mau  sungguh sungguh dalam menyelesaikan pekerjaan yang tersisa, tentu akan dapat dipetik hasilnya.  Kalaupun kemudian terpaksa tidak selesai, tetapi setidaknya  dapat berkurang secara signifikan, dan bukan malah menjadi tumpukan pekerjaan yang akan menambah beban di tahun baru.

Biasanya dalam kementerian dan lembaga sering ada pekerjaan yang menumpuk di akhir tahun seperti ini, seperti penyelesaian  SPJ dan banyak hal lainnya yang memerlukan pananganan khusus,  sehingga semuanya akan menjadi beres.  Bahkan seringkali pada akhir tahu seperti ini  orang justru harus lembur pekerjaan hingga tengah malam, hanya semata mata untuk mengejar target yang harus dicapai.

Namun demikian meskipun ada sebagian yang sudah longgar, karena semua urusan sudah diselesaikan sebelum libur natal, tetapi akan lebih bagus manakala waktu yang tersisa kali ini dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk memberikan hasil yang maksimal pula.  Tentu tidak ada jeleknya ketika kita  dapat menghasilkan sesuatu yang melebihi target awal.  Hal tersebut justru akan semakin menambah kepercayaan diri dan juga pihak lain terhadap kinerja yang telah ditunjukkan selama ini.

Ibarat kalau orang tersebut adalah seorang staff, maka  atasnnya akan menjadi sangat senang  kerena pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya   menjadi terselaikan dengan baik, bahkan melebihi target.  Kalaupun orang tersebut adalah seorang pejabat, tentu hal tersebut akan menjadi contoh bagi anak buahnya dalam meleksanakan pekerjaan dan sekaligus tentu akan dinilai baik pula oleh atasannya.  Semua itu tentu akan berefek bagus bagi karirnya di kemudian hari.

Harus kita akui bahwa tidak semua orang itu mempunyai semangat yang sama dalam mengabdikan dirinya untuk  lembaga yang telah memperkejakannya.  Ada sebagian yang antusias dalam mengabdi, sehingga seluruh kemampuannya dikerahkan untuk melaksanakan tugas yang menjadi tanggung jawabnya, dan bahkan lebih dari sekedar melaksanakan kewajiban, melainkan juga sekaligus  berusaha untuk meningkatkan kualitas lembaganya melalui berbagai  uapay yang dapat dilakukannya.

Namun demikian kita juga harus mengakui pula ada sebagian orang yang  sekedar hanya numpang di sebuah lembaga dengan harapan akan mendapatkan imbalan atau gaji, meskipun kinerjanya  sangat buruk dan kalau bisa tidak perlu melakukan pekerjaan atau tidak diberikan tanggung jawab.  Tentu orang semacam itu hanya akan memperulit lembaga dalam meraih keinginan dan tujuannya secara umum.

Nah, dalam upaya meningkatkan kinerja seluruh  karyawan tersebut sangat diperlukan sebuah system yang memungkinkan semua staff dapat berkeja dan mencapai target.   Sistem tersebut sudah pasti harus dapat dijalankan oleh semua orang dan akan menuntun mereka untuk melakukan pekerjaan dan mencapai target.  Untuk itu sebelum memulai kerja, semua orang harus membuat dan menyusun  rencana kerja serta target yang harus dicapai dengan serius.  Artinya semua program serta targetnya tersebut tidak boleh hanya formalitas belaka, melainkan  benar benar dijalankan dan diawasi dengan ketat.

Fungsi pengawasan tersebut sangat penting untuk memberikan sebuah kondisi dimana seluruh  staff akan terpacu untuk melaksanakan program sesuai dengan target.  Bagitu terlihat ada ketimp[angan atau ketidak sesuaian  antara program kerja dengan pelaksanaannya,  harus segera dilakukan  peringatan dan pembinaan.  Bahkan kalau misalnya  masih terus melakukan kesalahan dan tidak taat terhadap aturan dalam melaksanakan  program tersebut, harus ada sanksi yang jelas dan konsisten.

Dengan begitu system tersebut akan mampu mengubah perilaku staff dan sekaligus akan dapat mengubah kebiasaan yang ada.  Tentu kita juga harus  sadar bahwa  untuk pertama kalinya sangat mungkin mereka akan bekerja dalam tekanan atau keterpaksaan, tetapi pada saatnya  pasti akan menjadi kebiasaan yang menyenangkan.  Kebaikan itu bukan sesuatu yang mudah dilakukan, tetapi ketika sudah terbiasa dengan kabaikan, maka  untuk melakukan keburukan sudah tentu akan dipikirkan  berkali kali, utamanya terkait dengan akibat yang bakal diterimanya.

Kembali kepada persoalan kesempatan yang masih tersisa dalam mengakhiri tahun 2014 ini, kita memang  harus menyediakan diri untuk menyelesaikan banyak hal, termasuk misalnya harus lembur.  Semuanya itu demi kebaikan bersama dan tidak menanggung persoalan, baik karena ketidak beresan dalam melaksanakan tugas dan juga  dalam hal capaian target, maupun kemungkinan adanya temuan oleh pemeriksa yang  secara rutin akan melaksanakan tugasnya di lembaga kita, utamanya lembaga yang  berstatus negeri.

Bagi orang bijak, tentu tidak menjadi masalah ketika harus ,elaksanakan tugas hingga malam hari, kalau memang pekerjaan tersebut memang menjadi tanggung jawabnya dan harus diselesaikan pada hari itu juga.  Sebab menunda pekerjaan yang seharusnya diselesaikan adalah  bentuk kemalasan dan merupakan sikap tidak bijak.  Orang akan menjadi puas ketika pekerjaan yang menjadi target hari itu telah selesai, meskipun badan terasa lelah karena harus melakukan pekerjaan hingga melebihi waktu jam kerja, disebabkan adanya agenda lain yang harus juga dihadiri atau dikerjakannya.

Namun sesungguhnya kalau kita berdisiplin dalam melaksanakan pekerjaan, seharusnya tidak ada pekerjaan yang harus diselesaikan hingga melebihi batas jam kerja, terkecuali  ketika ada persoalan lain yang harus dikerjakannya di luar rencana.  Apapun alasannya semua pekerjaan yang menjadi target  hari itu harus dibereskan, agar pikiran menjadi tenang dan keesokan hari akan terasa fres, karena tidak ada sisa pekerjaan yang belum terseleaikan.

Saat ini  adalah waktu yang menentukan apakah pekerjaan kita selama  satu tahun  dapat mencapai target atau tidak.  Tentu semuanya  terpulang kepada masing masing kita, setidaknya target besar yang dicanangkan pada saat awal tahun.  Barangkali memang ada sebagian diantara kita yang sama sekali tidak mempunyai target kerja, sehingga apapun keadaannya  tidak akan menjadi masalah.  Kalau itu yang terjadi, maka bersiap siaplah untuk dirumahkan pada saatnya nanti.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.