KITA HORMATI SAUDARA KITA YANG MERAYAKAN NATAL

 

Kalau polemic  tentang pengucapan selamat natal kaum muslim kepada kaum Nasrani sampai saat ini masih terus terjadi, biarlah mereka yang membolehkan tetap mengucapkannya dan mereka yang mengharamkan tetap dalam pendiriannya.  Toh  tidak ada yang dirugikan dengan kenyataan tersebut.  Barangkali hanya mereka yang merasa paling hebat sajalah yang merasa terusik dan mengharuskan atau memaksakan kehendak agar semua orang sepaham dan mengikuti pahamnya.

Ucapan selamat natal kepada mereka yang beragama nasrani tentu sama  saja dengan umat muslim mengucpkan selamat Nyepi bagi kaum hindu dan lainnya.  Secara substansi akidah sesungguhnya tidak ada yang dilanggar, karena ucapan tersebut hanyalah memberikan ucapan bagi mereka yang sedang merayakan hari yang dihormati mereka.  Tetapi perbedaan  masalah tersebut memang ada dan kita  sebaiknya  menjdaikan hal tersebut sebagai bentuk khilafiyah yang  pasti akan terus  bergulir.  Kalaupun seluruh ulama sepakat tentang hal tersebut, saya kiora tetap saja ada yang berpendapat beda, meskipun kadarnya bukan ulama.

Apalagi para ulama  saat ini juga masih berbeda dalam menyikapi ungkapan selamat natal tersebut, sehingga umat leluasa memilih meskipun ada sebagian diantara umat muslim yang mengharamkannya. Persoalan seperti itu memang akan terus muncul dan selama itu pula akan tetap ada perbedaan pendapat mengenai hukumnya. Hal terpenting dalam menyipai  masalah tersebut ialah sikap arif dan bijaksana, karena kalau masing masing ettap dalam mempertahankan pahamnya, pasti akan terjadi bentrokan pedapat dan sangat mungkin akan diikuti oleh bentrokan fisik yang tidak kita inginkan.

Terlepas dari masalah ucapan selamat natal tersebut, ada hal penting yang harus  diketahui oleh masyarakat dan  dilaksanakan, yakni persoalan toleransi dan menghormati mereka yang sedang merayakan  natal, karena bagaimana pun kita telah sepakat untuk hidup bersama dan rukun dengan umat yang memeluk agama dan mempunyai kepercayaan  yang berbeda beda.  Kita telah sepakat untuk bersama dalam berbangsa dan bernegara, sehingga ketika  yang lain sedang melaksanakan sesuatu yang terkait dengan ajaran agamanya, tentu pihak yang lainnya harus dapat memahami dan menghormati, serta tidak boleh mengganggu.

Kita memang harus mempertahankan keyakinan masing masing, tetapi dalam hal hidup berbangsa dan bernegara, tentu kita dapat memberikan hormat kepada siapapun yang  melaksanakan ajaran agama dan kepercayaan mereka.  Nah, sebagai seorang muslim yang mempunyai keyakinan berbeda dengan kaum lainnya, termasuk kaum nasrani, kita harus mempertahankan keyakinan kita tersebut.  Namun demikian  kita juga dituntut untuk dapat menghormati pihak atau umat lain, sebagaimana kita juga berhak untuk dihormati oleh umat lain.

Justru kita  harus saling membantu untuk memberikan rasa aman kepada saudara kita, bukannya malah menjadi beban dan sebagai ancaman bagi pihak lain.  Artinya  kalau mungkin kita ikut mengamankan  keadaan dengan berusaha menciptakan keamanan di sekitar rumah ibadah mereka dari kemungkinan gangguan yang bakal timbul, serta memberikan ruang yang luas bagi mereka untuk depat dengan tenang dan aman menjalankan ibadat menurut agama mereka.

Menghormati mereka yang merayaka natal tidak identic dengan ikut merayakannya atau sekedar mengucpkan selamat kepada mereka.  Menghormati tersebut dapat berupa tidak mengganggu atau melakukan sesuatu yang dapat dimasukkan ke dalam usaha  tidak menyenangkan  terhadap kegiatan yang mereka lakukan.  Dengan berdiam diri tanpa melakukan aksi apapun pada saat mereka menjalankan ibadah mereka, itu sudah cukup sebagai penghargaan dan penghormatan bagi mereka.

Sama ketika  kaum Hindu sedang merayakan Nyepi, maka  penghormatan  kita cukup tidak melakukan hal yang berlawanan dengan  kondisi yang sedang merka lakukan, semisal  tidak melakukan perbuatan yang mengganggu Nyepi mereka, dan bahkan kalau mungkin kita kebratan dan tidak mungkin dapat menyesuaikan dengan nyepi tersebut, maka kita  dapat pergi untuk sementara waktu ke tempat yang tidak diselenggarakan acara Nyepi dan lainnya.

Mungkin pada saat kaum nasrani sedang merayakan natal pada tanggal 25 Desember nanti, kita cukup berada di rumah   dan menonton  televise atau kita berekreasi atau kita  melakukan aktifitas  biasa tanpa harus  terlibat ataupun menghindario acara natal, itu sudah merupakan sebuah penghargaan  kita kepada kaum nasrani.  Memang kalau kemudian kita harus ikut dalam kegiatan mereka, apalagi kalau kegiatan tersebut sifatnya khusus seperti misa misalnya, maka hal tersebut tentu sudah masuk pada wilayah kepercayaan dan peribadatan.

Kita  harus bersyukur bahwa bangsa Indonesia saat ini sudah cukup dewasa dalam menghadapi hal seperti itu, karena memang bangsa ini sudah cukup berpengalaman dalam persoalan perbedaan.  Namun demikian  adanya  pandangan yang ketat dari berbagai kalangan, tetap harus diwaspadai, karena  hal tersebut sangat berpotensi untuk melakukan hal hal yang tidak kita inginkan.  Kelompok khusus tersebut pada umumnya tidak bisa memberikan toleransi  kepada mereka yang berbeda  kepercayaan dan agama, tetap menganggap diri merekalah yang paling benar.

Namun sayangnya tidakl berhenti dipernyataan bahwa keyakinan dan pandangan merekalah yang p[aling benar, tetapi masih diteruskan  dengan pernyataan bahwa selain mereka adalah sesat dank arena itu  perlu diluruskan dengan cara apapun atau bahkan dibumi hanguskan.  Inilah yang akan menjadi masalah, karena menyangkut persoalan pihak lain.  Pengakuan bahwa kyakinan dirinyalah yang paling benar  adalah hal yang diperbolehkan, bahkan harus dilakukan oleh seseorang agar keyakionanya mantap dan tidak diragukan.

Hanya saja kalau kemudian menganggap  yang lain salah dan sesat dank arena itu harus dipaksa untuk meninggalkan keyakinan yang sesat tersebut dan harus mengikuti keyakinannya, itulah yang  tidak  dapat dibenarkan.  Sebagai seorang muslim, kita memang harus mempunyai keyakinan yang kuat dan tidak boleh ditawar oleh siapapun dan  hal tersebut harus menjadi harga mati bagi kita.  Persoalannya ialah bukan  mengganti keyakinan dengan keyakinan lainnya, melainkan kalau sekedar mengucapkan selamat kepada  umat lain yang sedang merayakan  hari raya mereka, tentu tidak  akan mengotori keyakinan tersebut.

Apalagi kalau  kita hanya sekedar berdiam saja tanpa melakukan apapun, tentu hal tersebut akan tidak mempengaruhi kadar keimanan kita.  Cuma dalam kehidupan bermasyarakat,  tentu ada hal hal yang sangat bagus kita lakukan sebagai bentuk penghormatan dan pengertian kita kepada sesame warga bangsa.  Tentu kecuali  terhadap hal hal yang sangat fundamental dan tidak dapat ditawar lagi,  sudah barang pasti semua akan sepakat untuk tidak melakukannya.

Memang ada keyakinan yang bertolak belakang dengan keyakinan kita, dan hal tersebut dapat mengusik keyakinan, namun kalau hal tersebut  dimaksudkan hanya untuk mereka sendiri tanpa ada usaha untuk mempengaruhi keyakinan kita, tentu kita harus dapat menerimanya dan bersabar untuk tidak melakukan apapun yang dapat mengganggu keyakinan mereka.  Kita harus menyadari bahwa iman dan keyakinan mereka memang seperti itu dan iman kita  berbeda dengan mereka, sehingga harus ada sikap yang adil dan bijak serta obyektif dari kita.

Kalau kita yakin dengan Tuhan kita yang satu yakni Allah swt, maka itulah yang harus kita pertahankan, meskipun tidak harus memaksakan kehendak tersebut kepada pihak lain.  Meskipun seribu kali  kaum lain menyatakan bahwa Tuhan mereka lain, tetapi kita tetap dalam pendirian kokoh tak goyahkan. Kalau sekedar memberitahukan  kepada umat bahwa dalam Islam  bahwa Tuhan  itu ya hanya satu yakni Allah swt yang Maha Kuasa dan Maha segala galanya, dan juga mengajak kepada mereka secara baik untuk mengikuti  keyakinan kita tersebut tentulah tidak masalah, selama tidak disertai dengan  paksaan.

Demikian juga  keyakinan  pihak lain, asalkan tidak mengajak dengan cara yang tidak benar, maka hal tersebut harus dimengerti dan kita harus memahaminya sebagimana kita  meminta mereka memahami posisi kita tersebut.  Semoga kita dapat menghormati kaum nasrani yang sedang merayakan hari natal mereka sehingga kehidupan masyarakat tetap tenang dan damai untuk menyomngsong Indonesia yang lebih baik di masa depan.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.