LIBUR PANJANG UNTUK APA?

Sebentar lagi libur panjang akan didapatkan oleh masyarakat Indonesia, karena  kebetulan libur natal jatuh pada hari kamis dan libur bersama jatuh pada hari Jumat, dan setelah itu Sabtu  dan Minggu, sehingga praktis sejak kamis hingga Minggu adalah hari libur.  Bahkan ada pula yang  libur hingga tahun baru. Mungkin bagi mereka yang banting tulang untuk sekedar mencari sesuap nasi setiap harinya, sama sekali tidak mengenal apa itu hari libur, sebab bagi mereka tidak pernah ada hari libur.  Sekali libur maka mereka akan kelaparan karena tidak bisa  mendapatkan makanan untuk dikonsumsi oleh keluarga.

Bahkan  ketika kebanyakan masyarakat sedang merayakan liburan panjang tersebut, mereka justru  harus berjuang dan memanfaatkan pel;uang tersebut untuk mengais rizki.  Orang orang yang bekerja menarik becak, pengojek dan pemulung misalnya, tentu mereka tidak mungkin akan menikmati liburan seeprti itu.  Mereka  akan tetap melakukan aktifitasnya sebegaimana sehari hari.  Kalau kemudian ada sedikit  tambahan rizki disebabkan banyaknya order yang mereka dapatkan, maka mereka justru akan bekerja seperti lembur dan lebih dari sekedar  seperti biasanya,meskipun mereka tentunya akan mendapatkan  lebih banyak.

Kita memang tidak sedang membicarakan  kisah  sebagian  masyarakat kita yang kebetulan tidak bisa menikmati liburan panjang sebagaimana sedikit disinggung di atas, melainkan  pertanyaan  dalam judul tersebut dimaksudkan untuk ditujukan kepada mereka yang sangat merindukan liburan panjang seeprti itu.  Mereka itu ialah para pekerja yang sehari harinya selalu disibukkan dengan pekerjaan yang menjadi tanggung jawab mereka, sehingga  ketika liburan panjang dating, seolah mereka terbebaskan dari belenggu yang menjerat.

Sebagian diantara mereka memanfaatkan liburan tersebut untuk berkumpul dengan keluarga besar, atau mengunjungi  keluarga yang ada diluar kota, atau ada juga yang merencanakan rekreasi keluarga  dengan mengunjungi tempat tempat yang  nyaman, sperti pegunungan atau  pantai dan lainnya.  Semua  yang direncanakan dan dilakukan tersebut tentu  akan memberikan makna  bagi mereka, dan diharapkan setelah kembali bekerja, akan  menjadi fres dan semangatnya bertambah.  Nah, kalau seperti itu, tentu akan sangat bagus bagi diri mereka dan juga  pekerjaan mereka.

Hanya saja tidak sedikit pula yang saat liburan tersebut malah dijadikan sebagai kesempatan untuk melakukan hal hal tidak terpuji, seeprti berfoya foya dengan melampiaskan  nafsu mereka di meja judi atau dengan minum minuman keras dan sejenisnya.  Jangankan  setelah  itu, mereka menjadi semakin bagus dan fres, melainkan justru akan bertambah kusut dan bermasalah dengan pekerjaan mereka.  Disamping juga tentu akan semakin menambah dosa serta menjauh dari Tuhan.

Barangkali bagi mereka yang  suka  membuat  terobosan dan inovatif, tentu waktu lioburan tersebut akan dimanfaatkan untuk  melakukan berbagai eksprimen dan kajian mendalam terhadap sebuah keinginan untuk mendapatkan sesuatu yang baru.  Sehingga dengan begitu mereka  tidak akan pernah berlibur, meskipun sesungguhnya  kehobian mereka tersebut sudah merupakan sebuah hiburan dan juga dapat dimaknai libur yang positif dan produktif.

Memang  semua itu tergantung pada sikap dan pemikiran kita.  Artinya kalau kita  melakukan pekerjaan dengan penuih kegembiraan dan sama sekali tidak terpaksa, maka sesungguhnya hal tersebut telah membantu kita untuk mendapatkan kebugaran dan sekaligus obat yang sangat mujarab bagi kesehatan kita.  Istirahat memang dibutuhkan, tetapi bekerja dengan penuh pengabdian dan kegembiraan itu jauh lebih baik dan bermanfaat ketimbang istirahat itu sendiri.

Biasanya orang cepat lelah dalam bekerja  disebabkan oleh  kenyataan bahwa pekerjaan yang dilakukannya tersebut tidak menyenangkan atau setidaknya tidak membawa kepada situasi yang  menyejukkan hati.  Jadinya pekerjaan tersebut seperti sebuah keterpaksaan atau paling tidak dianggap sebagai sebuah kewajiban yang mengharuskan diri merka melakukannya.  Tentu akan lain dengan kondisi dimana  orang sangat tertarik untuk melakukan pekerjaan tersebut, karena memang menjadi kesenangannya atau sesuatu yang akan membuat dirinya  puas.

Jikalau seseorang mengerjakan sesuatu didasari oleh sebuah kecintaan terhadap pekerjaan tersebut, maka seolah tidak ada rasa lelah atau capek, sehingga kalaupun mereka kemudian harus terus bekerja, maka  kondisinya akan tetap fit.  Namun demikian  tetap harus diingat tentang keterbatasan  badan kita, sehingga harus ada masa istirahat dan  mengembalikan  tenaga  atau pikiran sebagaimana semula.  Untuk itulah keseimbangan dalam pekerjaan, pikiran dan  semua hal menjadi sangat penting dan tidak dapat dibaikan.

Lantas apa yang terbaik dilakukan dalam liburan panjang nanti?.  Jawabannya tentu  beraneka ragam dan disesuaikan dengan kondisi masing masing orang.  Secara umum barangkali dapat disampaikan bahwa yang terpenting dalam mengisi liburan adalah ada manfaat yang jelas, baik dalam hal kesehatan dengan rileks dan melakukan aktifitas  ringan, ataupun manfaat silaturrahmi dengan keluarga, dan juga manfaat lainnya seperti menghasilkan karya dan lainnya.  Hal terpenting  dan perlu diingat ialah jangan sampai liburan panjang tersebut justru digunakan untuk hal hal yang kontra produktif dan membahayakan diri kita.

Hobi orang itu sangat beragam, karena itu masing masing  sangat dianjurkan untuk  menyalurkan hobi tersebut, utamnya  pada saat mengisi liburan panjang.  Catatannya ialah bahwa hobi tersebut tidak membahayakan diri, seperti mendaki gunung pada saat cuaca tidak mendukung seeprti saat ini, dan juga dihindari sesuatu yang tidak ada manfaatnya bagi diri kita.  Artinya  siapapun boleh melakukan  dan mengisi liburan dengan berbagai kegiatan, baik yang bersifat santai maupun sedikit serius, tetapi  semua itu  sebaiknya dilakukan dengan kegembraan hati dan pikiran.

Maksud utama pemberian liburan tersebut ialah untuk memberikan kesempatan kepada  kita agar dapat beristirahat atau berantai sehingga pada saat harus mengerjakan pekerjaan setelah libur tersebut dapat lebih fres dan bergairah.  Tentu maksud tersebut  tidak semua tercapai karena  ternyata  ada  yang justru memanfaatkan libur tersebut untuk melakukan kegiatan tambahan yang menyita banyak waktu.  Karena itu disarankan bahwa meskipun  saat liburan tetap melaksanakan sebuah kegiatan, tetapi harus yang tidak terlalu membebani, sehingga tujuan yang diharapkan  dari liburan tersebutdapat tercapai.

Terkadang kita memang suka sembrono melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan, karena hanya iseng semata dan  mencoba coba, dan biasanya hal tersebut dilakukan pada saat  waktu luang seeprti saat liburan.  Karena itu sangat disarankan agar kita tetap berlaku rasional dan tidak  melakukan hal hal yang dapat membuat kita menyesal.  Artinya  hal hal yang  berpotensi membahayakan haruslah dihindari dan tidak perlu tertarik untuk mencobanya.  Akan bagus bilamana kita selalu  ingat kepada keselamatan diri dan keluarga serta berusaha untuk tetap hati hati dalam semua hal.

Mengingat saat ini sedang musim penghujan, ada baiknya kita tetap berpikir positif dalam merencanakan liburan tersebut.  Kalaupun kita berencana untuk melakukan sebuah perjalanan panjang ke luar kota, lakukan dengan penuh pertimbangan dan kehati hatian.  Jangan sampai sembrono yang hanya akan membuat diri kita rugi. Atau kalau kita berencana untuk tetap berada di rumah dengan santai, maka  hal tersebut juga bagus asalkan semua keluarga setuju dan tetap dalam kondisi ceria. Semua pilihan ada pada diri kita dan  yang terpenting ialah bagaimana  harmoni dalam hubungan dengan seluruh keluarga tetap terjaga dan berkurang sama sekali.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.