SELAMAT HARI IBU

Peran seorang ibu memang tidak dapat diingkari oleh siapapun, karena secara riil ibu memang luar biasa sejak mengandung, melahirkan, merawat dan menyayangi anak atau kita semua,  akrena itu sangat pantas kalau ke4mudian kita memberikan penghargaan kepada ibu dengan  menetapkan tanggal 22 Desember sebagai hari ibu.  Meskipun demikian sesungguhnya pemberian penghargaan tersebut belum sebanding dengan pengorbanan yang mereka lakukan.  Kasih ibu itu tidak pernah putus, ibarat sepanjang jalan yang tidak ada pangkalnya.

Meskipun kita menemukan ada  ibu yang kejam terhadap anaknya, bahkan membunuhnya sebelum anaknya dapat menghirp udara dunia, tetapi itu hanyalah sebuah kasus yang tidak bisa kita  generlisasi.  Secara umum semua ibu itu  santat menyayangi anak anaknya, meskipun harus berjuang dengan nyawa sebagai taruhannya.  Untuk itu pulalah Islam memberikan penghargaan kep[ada seorang ibu tiga kali lipat ketimbang kepada ayah.

Dalam sebuah hadis, Nabi Muhammad saw pernah menyatakan ketika ditanya oleh salah seorang sahabat beliau mengenai siapakh orang yang paling harus dihormati dan diperlakukan sangat baik, maka Nabi menjawab Ibulah orang yang harus diperlakukan demikian.  Ketika ditanya lagi  orang setelah ibu, Nabi masih tetap menjawab ibu dan  saat ditanya ketiga kalinya mengenai orang setelah ibu, Nabi  masih mengatakan ibumu, dan baru keempatnya Nabi mengatakan  ayah.

Hal tersebut tentu memberikan pengertian bahwa  posisi ibu itu lebih harus dihormati ketimbang yang lainnya.  Meskipun demikian bukan berarti kita boleh menyepelekan ayah, karena bagaimanapun orang tua itu harus diojhormati dan diperlakukan secara  baik.  Bukankah Nabi juga pernah bersabda bahwa  Ridlo Tuhan itu tergantung ridlo kedua orang tua dan murka Tuhan juga sangat tergantung kepada murka kedua orang tua, tanpa membedakan ayah ataupun ibu.

Pernyataan yang memberikan niai lebih kepada seorang ibu tersebut  hanyalah sebagai perlambang bahwa seorang ibu itu memang sangat luar biasa perjuangannya dalam memberikan kasih sayang kepada anak anaknya, sehingga sangat pantas bilamana semua anak harus menghormati dan patuh kepada ibunya.  Bahkan kalau seandainya ibunya tersebut kafir, maka tetaplah harus diperlakukan secara baik, meskipun tidak boleh mengikuti ajakannya untuk musyrik misalnya.

Secara lebih dahsyat lagi Nabi  dalam salah satu riwayat hadisnya pernah mengatakan bahwa surge itu berada di telapak kaki ibu.  Itu menunjukkan bahwa  bilaman seorang anak durhaka kepada ibu, maka dia tidak akan pernah mendapatkan surge.  Bagaimana mungkin seornag anak yang durhaka kepada seorang ibu akan  mendapatkan kesejahteraan, padahal pada awalny dia sangat tergantung kepada ibu, bahkan kalau ibu mau, maka dengan mudah akan membinasakannya, utamanya pada saat masih bayi.

Kalaupun  kita berusaha melukiskan peran dan kasih sayang seorang ibu, tentu tidak cukup pena ataupun kertas sebagai ungkapan untuk menujukkan hal tersebut.  Untuk itu kita patut bersyukur bahwa kita dapat  menyadari hal tersebut dan kemudian mau memberikan penghargaan yang optimal kepada ibu dalam  perspektif masing masing, sesuai dengan kepempuan dan  cara yang mereka miliki.  Tetapi secara substansial semua itu diupayakan untuk memberikan penghormatan  kepada ibu atas perannya selama ini.

Pertanyaannya  ialah  sejauh mana kita telah memberikan penghargaan kepada ibu kita? Apakah kita masih memperlakukannya  biasa biasa saja ataukah kita telah memberikan sesuatu yang paling baik melebihi apapun yang kita berikan kepada diri sendiri ataupuan pihak lain.  Kalau kita mau mengingat jasa ibu kita, tentu kita akan menjadi sadar bahwa  balasan apapun yang kita berikan kepada ibu, tidak akan pernah bisa menandingi jasa mereka kepada kita.  Dengan begitu kita akan semakin dituntun untuk selalu berbuat yang terbaik bagi ibu kita.

Namun demkikian yang perlu kita ingat ialah bagaimana kita tidak hanya menghargai ibu pada saat peringatan hariibu  saja, melainkan setiap saatnya kita senantiasa memperlakukan ibu dengan sangat hormat dan penuh dengan kasih sayang, apalagi kalau ibu kita  sudah dalam kondisi renta.  Bahkan kalaupun  ibu  kita sudah tiada, kita masih terus diharapkan  tetap memperlakukannya dengan sangat baik, seperti tidak membuka hal hal yang jelek tentang ibu, dan senantiasa mendoakan agar semua dosa dan kesalahannya diampuni oleh Tuhan dan amal baiknya diterima serta dibalas oleh-Nya.

Kita harus yakin bahwa  doa seorang ibu itu tulus dan  akan dikabulkan oleh Tuhan, untuk itulah kita harus sering meminta doa restunya dalam hal apapun.  Ketika kita meyakini hal tersebut, maka setelah meminta doa restu ibu, kita  akan semakin menjadi mantap dan  hal tersebut akan menghantarkan kita kepada kesuksesan dalam semua hal.  Saya sendiri meyakini bahwa apa yang saya raih hingga saat ini tidak pernah lepas dari dorongan dan doa ibu yang sangat tulus  dan memberikan kesejukan hati dan pikiran.

Kita tentunya juga harus memberikan bimbingan dan pengertian kepada anak anak kita agar mereka menyadari peran ibu dan kemudian mampu menghargainya.  Kita harus menjelaskan peran dan kasih sayang serta perjuangan ibu kepada anak anak yang terkadang belum mampu berpikir sampai ke sana.  Hal tersebut sangat penting, karena kalau  sampai anak anak lupa dan  sudah tertutup hati dan pikirannya tentang hal tersebut, akan semakin sulit untuk diperingatkan.

Saya sendiri  pernah mendengar keluhan seorang ibu terhadap anaknya yang mursal dan susah untuk diperingatkan.  Bahkan kalau diperingatkan agar berbuat baik dan menjalani hidup sesuai dengan jalan lurus, mereka malah membangkang, dan terkadang malah memberikan jawaban yang sangat menyakitkan.  bahkan pernah juga malah menantang dengan  terang terangan melakukan hal tidak senonoh di hadapan ibunya tersebut.  Bisa dibayangkan betapa hancurnya  hati seorang ibu yang menyaksikan anaknya yang  selama 9 bulan dikandungnya dan kemudian dilahirkannya dengan mempertaruhkan nyawa, ternyata malah berani membangkang dan menyakiti hatinya.

Beruntunglah mereka yang  dapat menggunakan akal sehatnya dengan  berusaha memperlakukan ibunya dengan sangat baik dan hormat.  Dan beruntung pulalah ibu ibu yang berhasil mendidik anak anaknya untuk tetap berbakti dan menghormati mereka dengan ketulusan.  Rasanya itulah surge yang diidamkan oleh semua ibu, yakni menyaksikan anak anaknya  berbahagia dan memperlakukannya dengan sangat baik.  Tidak ada harapan yang lebih dari  itu, karena mereka  sudah tidak lagi menginginkan harta, melainkan kasih sayang yang diberikan anak anak pada saat bereka sudah tua.

Untuk itu pada  peringatan hari ibu ini, marilah kita  mempertegas komitmen diri kita untuk tetap menghargai dan memperlakukan ibu kita dengan sangat baik dan berusaha  untuk memberikan pelayanan terbaik  melabihi yang lainnya.  Kita akan berusaha untuk memenuhi apapun keinginan ibu kita, dan tidak akan pernah menyakiti sedikitpun kepada mereka.  Pada dasarnya keberadaan kita hingga  mewujud seperti saat ini tidak dapat dilepaskan dari peran mereka dan kasih sayang yang mereka curahkan dengan tulus.  Untuk itu  berdosa besar kiranya, kalau kita  berani menyakiti hati mereka, apalagi sampai menyengsarakan mereka. Naudzubillah mindzalik. Amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.