KONFERENSI TAHUNAN MAJLIS REKTOR PTN DAN MAJLIS REKTOR THAILAND

Tema konferensi ke 9 CRISU-CUPT di Khon Kaen Thailand ialah Enhanching Indonesian and Thai Education Systems Compatibility towards ASEAN Community.  CRISU_CUPT sendiri merupakan singkatan dari the Council of Rector of Indonesia State University atau amjlis rektor PTN, sedangkan CUPT singkatan dari The Council of University President of Thailand atau majlis rektor Thailand.  Konferensi semacam ini selalu diadakan setiap setiahun sekali dan bergantian penyelenggaranya.  Tahun kemarin diselenggarakan di Indonesia dengan UNHALU sebagai tuan rumah.

Konferensi ini memang sangat strategis mengingat masyarakat ekonomi ASEAN sudah akan diberlakukan pada tahun depan dan mau tidak mau seluruh masyarakat di Asena, tidak  terkecuali Indonesia dan Thailand masuk di dalamnya. Mungkin ada sebagian besar masyarakat yang belum tahu tentang hal tersebut, tetapi mengingat hal tersebut sudah diputuskan, maka harus berlaku dan  kita sebagai insan akademisi tentu tidak bleh tinggal diam dalam menyikapi hal tersebut, termasuk  menatapnya pada dunia penddikan.

Kalau menilik  tema dalam konferensi ini sendiri sesungguhnya boleh dikatakan terlambat, karena masyarakat Asean sudah di depan mata, namun menurut saya  masih lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali.  Artnya dengan memperbaiki sitem pendidikan kita, tentu tidak ada yang buruk.  Kita memang harus terus bergerak maju dan teurs berusaha memperbaiki diri dalam berbagai aspek.  Nah, aspek pendidikan  merupakan  hal utama yang harus diupayakan untuk meningkatkan kualitas  SDM sehingga pada saatnya nanti kita akan mampu bersaing dengan dunia global.

Sebenarnya konferensi ini memeang diselenggarakan dan diperuntukkan bagi perguruan tinggi negeri, tetapi rasanya tidak manis kalau kemudian perguruan tinggi swasta  tidak mendapatkan anfaat dari keberadaan majlis rektor PTN ini.  Untuk itulah  pada konferensi kali ini dibahas juga dan sudah diputuskan bahwa  PTS juga akan dilibatkan dalam pertemuan berikutnya, meskipun saat ini  sesungguhnya sudah dilibatkan, meskipun belum maksimal, dan hanya  PTS terdekat saja yang diundang.

Setidaknya hasil yang disimpulkan oleh  CRISU-CUPT dapat dinikmati oleh semua perguruan tinggi.  Artinya semua yang dibahas dan disampaikan dalam konferensi atau seminar tersebut, baik yang terkait dengan persoalan kurikulum, SDM, akreditasi institusi dan lainnya  juga dapat dijadikan pertimbangan oleh semua perguruan tinggi.  Kita  sudah berkomitmen bahwa masalah pendidikan di kedua negera, bahkan termasuk di Asean harus terus diupayakan  peningkatannya.  Ada kebersamaan untuk  memperkuat pendidikan sehingga  nantinya diharapkan akan mampu bersaing di tingkat Asia dan bahkan dunia.

Memang tidak mudah, namun  kelau terus menerus dilakukan perbaikan dengan terus melihat peluang yang ada dan  terus meningkatkan kualitas SDM yang ada, sarana prasarana,  dan lainnya, tentu  pada saatnya perguruan tinggi dan pendidikan secara umum akan dapat meningkat dan itu berarti  harapan untuk hidup lebih agus dan sejahtera   akan dapat diharapkan.  Hal tersebut disebabkan bahwa kita semua  sangat paham bahwa kesejahteraan itu dapat diukur dari sisi pendidikan masyarakat dalam rata rata.

Kalau tingkat pendidikan masyarakat  rata rata tinggi, maka sudah dapat ditebak bahwa kehidupan masyarakat tersebut akan relatif lebih bagus dibandingkan dengan kalau di masyarakat tersebut rata rata pendidikannya rendah.  Memang ada  sebagian kecil  anggota masyarakat yang berpendidikan rendah dan dapat mampu bersaing dengan mereka yang berpendidikan tinggi, namun hal tersebut tentu bukan menjadi rumus umum.

Kalau dalam kenyataannya di negera negara Asean masih banyak orang berpendidikan  yang tidak sejahtera, barangkali persoalan pendidikannya yang harus  dievaluasi.  Bagaimana  seorang berpendidikan  tetapi tidak dapat melihat peluang dan sekaligus  juga tidak mau berusaha.  Seharusnya dengan pendidikan yang lebih baik,  mereka akan dapat melihat banyak peluang yang dapat dimanfaatkan untuk mensejahterakan hidupnya.  Pembentukan karakter dan juga  wawasan dalam berusaha  mungkin  belum dikuasai atau bahkan mungkin belum dijalankan, sehingga kualitas lulusan menjadi sangat lemah.

Nah, persoalan persoalan semacam itulah yang senantiasa dibahas dan dicarikan jalan keluarnya oleh  para peserta konferensi CRISU_CUPT selama ini.  Tidak terkecuali juga dalam pertmuan di Khon Kaen kali ini.  Artinya banyak hal yang dibahas, mulai persoalan menejemen pengelolaan perguruan tinggi, persoalan di fakultas, di program studi, hingga persoalan mahasiswa.  Persoalan kualitas perguruan tinggi yang menyangkut akreditasi juga  dibahas dan memang banyak hal yang kemudian harus dilakukan pertemuan lanjutan di masing masing perguruan tinggi.

Persoalan  sumber dana  juga  terus menjadi isu yang menarik, karena meskipun sebagai perguruan tinggi negeri, tetapi sumber dan support dana dari pemerintah terkadang sangat jauh  dari kebutuhan riil, sehingga dibutuhkan ada sponsor atau penyandang dana  lain dengan cara bekerjasama  dalam berbagai bidang.  Bidang riset tentu merupakan  bidang yang sangat terbuka untuk kerjasama, terutama dengan berbagai perusahan dan lembaga lainnya.

Persoalan riset juga  mendapatkan banyak sorotan, karena mutu dan bidang  kajian dan garapan yang masih belum banyak menyentuh persoalan yang dibutuhkan masyarakat.  Kebanyakan riset yang dilakukan oleh perguruan tinggi adalah murni keilmuan, dan bukan riset lapangan dalam upaya mensejahterakan masyarakat.  Memang sudah ada, tetapi kuantitasnya sangat seidkit.  Perguruan tinggi diharapkan  mampu melakukan riset riset yang  hasilnya sangat dibutuhkan oleh masyarakat, termasuk pemerintah dan juga perusahaan.

Persoalan rist dan kualitasnya tent tidak akan dapat lepas dari persoalan kurikulum secara umum, karena  kurikulum yang baik dan selalu  disesuaikan dengan  kondisi dan tuntutan  zaman, merupakan sebuah keniscayaan.  Kita sangat menyadari bahwa perkembangan teknologi  begitu sangat cepat, karena itu kalau aspek kurikulum  tidak diperhatikan, bisa bisa  perguruan tinggi hanya akan menghasilkan alumni yang  asing dengan zamannya sendiri, dan hal tersebut tentu bukan harapan dan cita cita kita.

Lebih dari itu pertemuan tahunan  CRISU-CUPT memang diperlukan untuk  mempertahankan hubungan yang selama ini sudah terjalin dan terbukti memberikan manfaat yang besar bagi perkembangan dan usaha untuk meningkatkan kualitas perguruan tinggi.  Tentu disamping pertemuan lainnya yang  relatif penting, yakni hubungan antara institusi pendidikan tinggi di berbagai level, seperti tingkat asean, Asia, dan  juga dunia.

Namun demikian masing masing perguruan tinggi di  kedua negara juga  dimungkinkan bahkan  diharapkan akan tetap  menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi di dalam negeri dan negara maju lainnya, baik di Asia, maupun negera  lain, seperti Australia, Erpa, Amerika dan juga  Afrika.  Tentu disesuaikan dengan  kebutuhan dan bidang yang memungkinkan.  Hal terpenting dalam jalinan kerjasma ialah bagaimana masing masing pihak dapat mengambil manfaat dari hubungan tersebut.

Hanya saja   setelah terlibat dalam beberapa kali pertemuan CRISU-CUPT,  ternyata masih banyak perguruan tinggi negeri  dari Indonesia yang belum pernah terlibat sama sekali, lebih lebih perguruan tinggi yang berada di lingkungan  kementerian agama, bahkan termasuk dalam pertemuan yang dilakukan oleh Majlis rektor sendiri.  Akibatnya  banyak hal dan informasi yang  sering tidak sampai atau tidak nyambung.  Dan hal tersebut tentu akan merugikan perguruan tinggi itu sendiri.

Untuk itu diharapkan ke depannya seluruh PTN dan juga PTKN menyatu dan saling  memberikan informasi untuk kemajuan semua.  Sebab pada dasarnya tujuan kita penyelenggarakan pendidikan tinggi adalah dalam upaya memajukan dan meningkatkan kualitas masyarakat Indonesia.  Atau dalam bahasa lainnya ialah dalam upaya mencerdaskan kehidupa bangsa  yang memang diamanatkan oleh konstitusi kita.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.