AL-‘ALAQ

Surat ini merupakan surat yang ke 96, terdiri atas 19 ayat dan termasuk golongan surat Makkiyyah.  Penamaan surat ini sendiri diambil dari ayat keduanya yakni ‘alaq yang berarti segumpal darah.  Secara umum surat ini  membicarakan mengenai peringatan Tuhan terhadap manusia untuk mengingat bahwa manusia itu dijadikan dari segumpal darah yang sebelumnya  berasal dari sperma yang bertemu dengan ovum dan kemudian terus berkembang menjadi janin.  Disamping itu surat ini juga mengingatkan kepada kita bahwa manusia itu dapat menjadi jahat karena merasa dirinya berkecukupan.

Surat al-‘Alaq ini  biasanya dikenal dengan lima ayat pertamanya yang merupakan ayat ayat pertama kali diturunkan oleh Allah swt kepada nabi Muhammad saw melalui malaikat Jibril, saat Nabi sedang bersemedi atau bertahannuts di goa Hira’.  Lima ayat tersebutlah yang memang mula mula diturunkan kepada Nabi yang kemudian di susul dengan turunnya ayat berikutnya hingga mencapai waktu kurang lebih 23 tahun lamanya.

Surat ini sengaja  dimaksudkan untuk memberikan peringatan kepada umat manusia bahwa untuk dapat eksis hidup di dunia dan bahagia di akhirat, manusia harus membaca, baik membaca ayat ayat Tuhan yang termaktub dalam kitab suci-Nya maupun membaca kondisi ciptaan Tuhan.  Dengan membaca seseorang akan mampu menangkap pesan yang disampaikan melalui tulisan, dan juga sekaligus dapat mengerti tentang  alam semesta dengan segala pernik perniknya.

Sebagaimana kita ketahui bahwa ilmu pengetahuan itu dapat diperoleh dengan cara membaca dan mencdermati kitab suci yang  datang dari Tuhan, dan dapat juga dihasilkan dari renungan atas bacaan kita terhadap ciptaan Tuhan.  Nah, dengan membaca dan membaca tentu seseorang akan dapat memperoleh opengetahuan yang nantinya  dapat digunakan sebagai alat untuk mencapai sesuatu yang diharapkan. Posisi orang yang tahu tentu jauh lebih terhormat dibandingkan mereka yang tidak mempnyai pengetahuan.

Allah swt sendiri telah menjanjikan kepada mereka yang berpengetahuan dengan tempat yang layak.  Untuk itu sebagai manusia memang harus terus belajar sepanjang masa.  Perkembangan ilmu akan terus terjadi karena ketekunan manusia dalam membaca alam semesta. Nah, kalau kita tidak mau membaca, maka akan tertinggal dan tidak akan dapat mengikuti perkembangan yang terjadi.  Akibat selanjutnya kita akan tertinggal dalam berbagai hal dan hal tersebut akan merugikan kita sendiri.

Selain itu surat ini juga sekaligus mengingatkan kepada kita semua bahwa sebagai manusia yang asal kejadian dari air mani lalu menjadi segumpal darah atau sesuatu yang melekat, kemudian menjadi segumpal daging dan seterusnya.  Atas dasar kesadaran mengenai asal kejadiannya tersebut diharapkan manusia tahu diri dan tidak akan pernah belaku sombong.  Apalagi mengingat keberadaan manusia itu sangat terbatas dan  lemah dibandingkan dengan Tuhan yang Maha Kuasa atas segala apa yang maujud.

Lebih dari itu dalam surat ini Tuhan juga memberikan informasi penting kepada kita bahwa  kita ini diberikan pengetahuan oleh Tuhan memalui al-qalam atau pena.  Sungguh sangat luar biasa karunia Tuhan tersebut, karena dengan pena tersebut manusia diberikan pengetahuan oleh Tuhan tentang hal hal yang sebelumnya sama sekali tidak diketahuinya.  Pada mulanya manusia itu sangat terbatas ilmunya, kemudian Tuhan memerintahkan untuk membaca dan menganugerahi ilmupengetahuan  melalui membaca dan juga pena, sehingga pada akhirnya manusia  dapat memperoleh pengetahuan yang cukup.

Hanya saja sayangnya ada sebagian manusia yang kemudian menjadi jahat, disebabkan dirinya merasa cukup dengan apa yang dimiliki.  Sikap memiliki sesuatu yang dianggapnya sebagai hal yang dapat menyelamatkan da melanggengkannya tersebut, pada akhirnya justru membuat manusia melampaui batas dan bahkan menjadi sangat jahat.  Manusia selalu diingatkan oleh Tuhan agar selalu mengingat Allah swt, Tuhan yang Maha Kuasa dan Hebat, tetapi sayangnya ada yang justru sebaliknya, melupakan  Tuhan.  Padahal kita semua tahu bahwa hanya kepada Tuhanlah kita semua aan kembali dan mempertangghung jawabkan seluruh perbuatan kita.

Keangkuhan yang muncul setelah merasa dirinya menjadi hebat dan mempunyai seluruh harta yang diinginkannya, maka  manusia  kemudian tidak saja jahat, tetapi juga telah berani melarang orang lain untuk menyembah kepada Tuhannya.  Contoh yang paling  jelas ialah bagaimana sikap Abu jahal yang mengganggu Nabi Muhammad saw saat menjalankan ibadah shalat. Demikian juga dengan para pengikutnya yang senantiasa mendapatkan rintangan saat akan menjalankan ibadah kepada Tuhan.

Ada sebuah cerita yang menyangkut Abu jahal tersebut, yakni pada suartu saat  dia ingin mengganggu Nabi dalam menjalankan shalat, tetapi Abu Jahal kemudian melihat sesuatu yang sangat menakutkan sehingga dia tidak sempat megganggu Nabi dalam shalatnya.  Kejadian tersebut dilihat oleh orang lain yang jelas menyaksikan betapa Abu Jahal sangat ketakutan dengan sesuatu tersebut.  Lalu ketika Nabi sudah selesai menjalankan shalat,diceritakanlah  suasana tersebut kepada Nabi, dan Nabi pun kemudian mengatakan andaikata Abu jahal tersebut tetap mengganggu shalat Nabi, pasti dia akan dibinasakan oleh malaikat.

Kita semua dimintai pertimbangan oleh Tuhan mengenai kejadian yang sangat aneh, yakni bagaimana orang yang diganggu tersebut ternyata berada dalam kebenaran  sementara pihak yang melarang ternyata dalam keadaan dusta dan berpaling.  Seharusnya manusia mengetahui bahwa Tuhan itu menyaksikan seluruh perbuatan manusia.  Alangkah nainya jika manusia  megira bahwa Tuhan itu lengah dan tidak megetahui perbuatannya, karena seluruh kejadian di jagat raya ini, pasti Tuhan  mengetahuinya.

Bagi manusia yang tetap nekat dengan  kedustaan dan kedurhakaannya, yakni terus menerus mengganggu orang orang yang menjalankan kebenaran dan  beribadah kepada Tuhan, maka Tuhan mengancam akan ditarik ubun ubunnya  dan dilemparkan ke dalam neraka.  Sudah barang pasti pada saat nanti setelah berada di akhirat.  Namun demikian mereka yang selalu durhaka dan menetang ajaran Tuhan, pasti akan diberikan kesengsaraan, termasuk pada saat mereka masih berada di dunia.

Mereka sama sekali tidak akan mendapatkan perolongan dari siapapun, termasuk hartanya yang selalu dibanggakan.  Apalagi pada  di akhirat mereka tidak akan dapat meminta tolong kepada  siapapun, termasuk kepada para thaghut yang dahulumenjajikan pertolongan kepada mereka.  Bahkan pada saatnya nanti Tuhan akan memeraintahkan kepada malaikat Zabaniah, yakni malaikat yang bertugas meiksa orang orang di dalam neraka, dengan maksud agar mereka semua diberikan siksaan yang sangat hebat.

Karena itu Tuhan memberikan peringatan kepada kita semua agar tidak sekali kali mengikuti jalan mereka yang selalu menghalangi orang lain berbuat kebajikan, tetapi justru  dianjurkan berbua baik, dan selalu ingat dan bersujud kepada Tuhan. Dengan begitu kita akan lebih dekat kepada Tuhan, karena senantiasa mengingat-Nya dalam setiap kesempatan.

Kesimpulannya  ialah bahwa surat ini sangat padat dengan  isi dan kandungan, tetapi pada hakekatnya  Tuhan menginginkan agar manusia dapat menyadari keberadaannya di dunia ini yang hanya sebagai hamba yang harus berbakti kepada Allah swt, dan bukan malah menentang.  Demikian juga kita diingatkan agar terus mencari ilmu melalui pena  dan membaca, baik kepada ayat ayat yang tertulis maupun ayat ayat Tuhan yang terungkapkan melalui ciptan-Nya.  Semoga kita menjadi manusia yang taat dan sekaligus  berilmu pengetahuan.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.