SELAMAT MEMASUKI TAHUN BARU 1436 H

Hari ini merupakan hari pertama tahun baru Islam yakni tahun 1436 H.  Mungkin banyak yang tidak nglegewo atau tidak menyadari bahwa pergantian tahun itu  meniscayakan sebuah instrospeksi diri dan evaluasi terhadap diri sendiri, mengenai sejauh mana tahun yang lewat telah kita manfaatkan untuk kebaikan atau justru sebaliknya telah kita penuhi dengan kemaksiatan. Tentu semua terpulang kepada kita masing masing.  Bisa jadi ada sebagian diantara kita yang beberapa waktu lalu larut dalam pertikaian pilpres, sehingga sanggup mencaci atau bahkan memfintah salah satu pihak atau juga telah lupa diri sehingga berbuat sesuatu yang luar koridor hukum dan lainnya.

Nah, dengan kehadiran tahun baru ini semua yang pernah kita lalkukan seharusnya menjadi pelajaran berharga bagi kita untuk kemudian kita upayakan peningkatan kebaikan dan tinggalkan keburukan.  Momentum tahun baru memang harus kita jadikan sebagai wahana untuk muhasabah dan seterusnya kita berkomitmen untuk  menjadikan diri kita lebih baik dan bermanfaat diandingkan dengan tahun yang lewat.  Bukankah kita sangat ingat bahwa  manusia yang beruntung ialah yang hari iniatau tahun ini lebih bagus ketimbang tahun sebelumnya?

Sebagai manusia beriman kita sudah seharusnya terus berupayan untuk mempersiapkan diri kita sebaik baiknya, baik untuk urusan dunia maupun lebih lebih untuk urusan akhirat.  Hanya saja masih banyak diantara kita yang justru bersikap sebaliknya, yakni lebih mementingkan nurusan duniawi dibandingkan dengan urusan ukhrawi.  Rupanya banyak yang lupa terhadap persoalan ini, meskipun kalau ditanya,  sudah pasti akan menjawab bahwa kepentingan akhirat jauh lebih penting ketimbang dunia.  Itula manusia yang selalu dikuasai oleh nafsu dan  setan, sehingga perbuaaqnya tidak selaras dengan kata hatinya.

Menurut saya saatnyalah  sekarang untuk memperbaiki diri melalui perubahan haluan, yakni untuk urusan yang terkait dengan akhirat harus juga didianggap penting, sehingga diperhatikan dalam kehidupan kesehariannya.  Artinya kehidupan dunia masih tetap dianggap penting, karena memang kenyataannya kita membutuhkan berbagai sarana duniawi untuk  dapat berbakti kepada Tuhan, tetapi urusan akhirat juga tetap diangap penting pulan sehingga tabungan untuk kehidupan di akhirat harus diperhatikan dan diupayakan seimbang dengan urusan dunia.

Kita semua tahu bahwa umur manusia itu urusan Tuhan, dan sewaktu waktu kita bisa saja dipanggil-Nya, tanpa harus memberitahukan tanda tanda terlebih dahulu.  Bisa jadi orang yangtampak sehat sekali, tetapi kemudian dipanggil Tuhan dengan cara cara tertentu.  Sebaliknya ada orang yang sudah tampak sait saitan, tetapi  pada kenyataannya  masih tetap hidup.  Semuanya itu memang menjadi rahasia Tuhan dan kita hanya dapat meminta meskipun tidak pasti akan diberikansesuai dengan permintaan kita.

Karena itu pantaslah kalau pada saat mengawali tahun baru ini kita senantiasi memohon kepada Tuhan agar diberikan bimbingan dan  petunjuk serta kekuatan untuk melaksanakan kebaikan dan menghindar dari kejahatan.  Evaluasi diri yang kita lakukan semata mata untuk memperbaqiki diri di masa depan, sehingga keberadaan kita sebagai hamba Tuhan akan menjadi semakin lebih baik dan tidak sebaliknya semakin memburuk.  Semoga  kedepan kita akan mampu mengendalikan diri dan nafsu serta terjauhkan dari godaan setan yang memang senantiasa ingin merusakn dan menceburkan diri kita ke neraka dan kesengsaraan.

Kita juga menyadari sepenuhnya bahwa  tahun baru Isla ini disebut dengan tahun hijriyah yang mengambil momentum saat nabi Muhammad saw dan beserta sahabtnya yang setia berpindah dari Makkah ke Yatsrib atau saat ini dikenal dengan Madinah.  Kenapa Nabi  pindah dari tanah kelahirannya?.  Kita juga sudah sama sama tahu bahwa pada saat Nabi berada dan berdakwah di Makkah, banyak sekali rintangan yang harus dihadapi, bukan saja yang menimpa diri beliau, melankan juga kepada para pengikut setianya.

Bahkan lama kelamaan mereka mendapatkan ancaman pembunuhan dan perusakan seuruh hartanya.  Untuk itu demi  menyelamatkan  para sahabatnya dan sekaligus untuk mendapatkan cara bedakwah yang bagus, maka Madinahlah tempat yang paling cocok untuk itu, karena sudah ada beberapa pihak yang medengra tentang dakwah Nabi dan kemudian mereka mengharapkan kehadiran Bai ke Madinah.  Da benar bahwa kehadiran Nabi telah ditunggu oleh masyarakat di Madinah yang rindu dengan kedamaian, dan  ajaran Nabi  Muhammad saw memang  damai dan  sesuai dengan harapan masyarakat secara umum.

Namun untuk saat ini pemaknaan hijrah tidak harus identik dengan hijrah pada saat Nabi, karena yang terpenting saat ni ialah bagaimana kita mampu untuk berpindah dari kondisi yang kurang bgus kepada kondisi yang bagus, dari kejahatan kepada kebaikan, dari kesesatan kepada petunjuk, dan dari semua kondisi yang negatif krepada kondisi yang positif.  Untuk itu hijrah pada saat ini lebi tepat diartikan sebagai sebuah upaya untuk memperbaiki diri dan menyadari  kesalahan yang ada untuk menebusnya  dan beralih kepada kebaikan.

Dengan pengertian tersebut kiranya menjadiwajib hukumnyabagi kita untuk berhijrah, yakni berusaha dengan sekuat kemampuan ita untuk melaksanakan kebaikan demi kebaikan dan menjauh dari keburukan dan maksiat.  Itulah sesungguhnya inti dari ketaqwaan  yang sering kita katakan selama ini.  Kita yakin bahwa dengan berhijrah seperti itu kita akan benar benar menjadi manusia yang berhasil  dalam mengendalikan nafsu serta menjadi hamba Tuhan yang  patut dibanggakan.

Kaitannya dengan tahun baru Hijriyah ini kita juga  diingatkan kepada sebuah kenyataan yang  ada di masyarakat kita bahwa bulan pertama hijriyah yakni hulan Muharram atau oleh orang Jawa  lebih populer disebut dengan bulan Sura diangap sebagai bulan yang berbahaya dan harus disikapi dengan sangat hati harti.  Artinya kepercayaan yang muncul dan hidup dikalangan masyarakat dan sama sekali tidak ada dasarnya tersebut sanat perlu kita evaluasi, karena hal ini menyangkut kepercayaan da akidah.

Tentunkita tidak boleh mengimani  sesuatu yang tidak ada ddasarnya dari ajaran  agama kita, termasuk kepercayaan mengenai angkernya bulan Muharram ini.  Kita menjadi sangat sulit mempercayai bahwa kebanyaka masyarakat kita ternyata lebih meyakini sesuatu yang sifatnya hanya desas desus ketimbang penjelasan yang rasional dari ajaran agama kita.  Kita menyaksikan betapa masyarakat kebanyakan yang percaya dengan  tahayul tersebut pada akhirnya tidak berani melakukan perjalanan jauh, atau melaksanakan pernikahan, sunatan, hajatan lainnya, dan juga mendirikan rumah, toko dan sejenisnya.

Mereka mengangap bahwa kalau  hajatan dan sejenisnya tersebut dilaksanakan pada bulan Muharram ini, maka akan mendapatkan kesulitan dan melapetakan dan kejelekan lainnya.  Seolaqh mereka meykini bahwa bulan ini memang sengaja dibuat oleh Tuhan untuk kesengsaraan, sehingga harus dihindari.  Padahal sangat jelas Tuhan telah melakukan banyak kebaikan kepada para hamba-Nya yang baik dari kemngkinan terjelek bagi mereka.

Banyak Nabi yang diselamatkan oleh Tuhan pada bulan  Muharram, seperti nabi Nuh dari banjir bandang yang sangat dahsyat, nabi Ibrahim dari  usaha pembakaran  Namrud, nabi Ayyub dari penyakit yang menjijikkan, nabi Musa dari kejaran Firaun, dan masih banyak lagi nabi nabi, termasuk nabi Muhammad saw yang diberikan  pertolongan ole Tuhan pada bulan Muharram tersebut.  Lalu kenapa muncul kepercayaan bahwa bulan Muharam adalah angker dan tida patut melakan sesuatu di dalamnya.

Inilah kiranya yang masi menjadi PR kita ke depan untuk memberikan pencerahan kepada mat dalam upaya menyelematkan mereka dari kemungkinan syirik yang tidak disadari.  Semoga usaha kita  terutama dalam memperingati  tahun baru hijriyah ini akan mendapatkan hasil yang lebih baik.  Mungkin tahun yang lalu kita sudah berusaha dan belum berhasil maksmal, dan tahun kita ini berharap akan mendapatkan respon yang lebih agus dari masyarakat kita yang sudah rasional tersebut.  Semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.