APA YANG HARUS KITA PERBUAT SETELAH NIKMAT ITU DATANG

Biasanya  seseorang yang sedang mendapatkan nikmat lalu berlaku kurang terpuji, yakni uforia dan seolah tidak ingat lagi kepada Tuhan dan juga kepada pekerjaan yang harus segera dilaksanakan. Tetapi tetap ada juga yang setelah mendapatkan nikmat justru semakin dekat kepada Tuhan, yakni dengan mengungkapkan rasa syukur dan memperbanyak ibadah kepada Tuhan serta berbuat kepada sesame sebagai ungkapan rasa syukur tersebut.  Nah, setelah kita menerima nikmat berupa terbitnya peraturan presiden tentang alih satatus IAIN Walisongo menjadi UIN Walisongo,  apa yang harus kita lakukan?

Pertanyaan tersebut tampak sederhana, tetapi tidak cukup hanya dijawab dengan lisan, melainkan harus dijawab dengan sikap dan perbuatan.  Artinya kita  mempunyai tanggung jawab dan beban yang lebih berat dibandingkan saat masih menjadi IAIN.  Hal tersebut disebabkan  kesan masayarakat bahwa UIN  harusnya  merupakan sebuah perguruan tinggi yang maju dan segala sesuatunya, termasuk layanannya menjadi lebih bagus serta  kondisi di dalamnya juga menjadi semakin baik.

Disamping itu  tawaran program studinya juga semakin bervariasi, sehingga masayrakat akan lebih leluasa untuk memilih dan menentukan pilihan.  Justru yang lebih penting lagi adalah sikap dan  perilaku  para penghuninya juga harus menyesuaikan diri denagn satatus baru tersebut.  Jangan sampai sudah menjadi UIN tetapi mental sebagain besar anggota kampusnya masih bermental IAIN.  Untuk itu kita perlu berbenah dan  berkomitman untuk memperbaiki semua yang  ada di dalamnya.

Bagi para pimpinan hingga pada taraf terkecil harus mampu menerjemahkan visi dan misi yang telah dicanangkan dan seluruh aktifitas yang dilaksanakan serta program program yang disusun harus  mengarah kepada pencapaian visi dan misi tersebut.  Artinya jangan sampai masing masing unit merumuskan visi tersendiri yang sama sekali berbeda atau berlawanan arus dengan visi dan misi institusi.  Kemudian juga harus mampu menjadikan seluruh aktifitasnya sebagai teladan bagi  anggota dan masyarakat secara umum.

Bagi para dosen juga harus  mampu untuk mengaplikasikan visi misi dalam perkualiahan yang disampaikan kepada para mahasiswa, sehingga keinginan kita untuk menjadikan lembaga kita sebagai universitas Islam riset unggul berbasis kesatuan ilmu untuk kemanusiaan dan peradaban  akan semakin  menjadi kenyataan dan sesuai dengan target yang telah dicanangkan.  Artinya semua dosen harus memahami visi dan misi institusi dan sekaligus berusaha untuk mewujudkannya dalam setiap ilmu yang dikembangkan dan disampaikan kepada mahasiswa.

Kita sudah meyakini bahwa ilmu itu hanya satu, yakni yakni ilmu yang diberikan oleh Tuhan, baik yang diperoleh melalui penelitian dan pencermatan serta analisa terhadap kenyataan dan wujud yang ada, maupun yang diperoleh dari ayat ayat al-Quran.  Untuk itu dasar ini harus kita jadikan sebagai pijakan dalam mengembangkan seluruh ilmu yang ada. Ilmu sain dan teknologi dan juga social humaniora serta ilmu yang semantaa ini kita anggap sebagai ilmu agama, haruslah klita perlakukan sebagai sebuah entittas yang  bersumber dari satu sumber yang sama.

Memang kita  perlu menyebarkan informasi ini kepada masyarakat, terutama mereka yang selama ini berharap banyak perubahan tersebut.  Para ulama se-Jawa Tengah yang dahulu mengusulkan langsung kepada menteri pendidikan dan kebudayaan, juga perlu diberikan informasi tentang perubahan ini, demikian  sekolah dan madrasah di Jawa tengah dan masyarakat secara umum.  Bukan untuk apa apa, melainkan sekedar memberitahukan bahwa  institusi kita sudah berubah, dan sekaligus sebagai  mengengkapan rasa  syukur, karena toh Tuhan juga memperbolehkan dan bahkan mengamnjurkan agar kita menceruitakan nikmat yang kita peroleh.  Fa amma binimati rabbika fahaddis.  Hanya saja  bukan Cuma memberi informasi tersebut saja tanpa melakukan  perbaikan dan persiapan yang diperlukan, melainkan  juga harus dibarengi dengan rasa tanggung jawab dan pelaksanaan  fungsi yang benar.

Ada beberapa hal yang harus dipersiapkan untuk menyongsong peresmian UIN tersebut, antara lain  mempersiapkan organisasi dan tata kerja UIN sesuai dengan keinginan kita dan terurtama sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.  Artinya tata kerja UIN harus dipersiapkan secara detail dan cermat, sehingga nantinya tidak ada  yang tertinggal. Penambahan  fakultas baru juga harus dimasukkan ke tata kerja tersebut sehingga pada saatnya nanti kita tidak sulit untuk  mewadahi beberapa program studi yang akan kita buka, utamanya yang terkait dengan prodi sain dan teknologi dan social humaniora.

Organisasi dan tata kerja tersebut menyangkut keseluruhan kelembagaan yang melekat dan akan  berkerja secara  dalam keseluruhan  UIN.  Karena itu seluruh fakultas, jurusan, program studi, lembaga lembaga, seperti rektorat, dekanat, pacsa sarjana, LP2M, LPM dan pusat pusat, termasuk perpustakaan dan unit lainnya, harus masuk dalam organisasi dan tata kerja UIN.  Dengan demikian kecermatan dalam menyusun tersebut menjadi sebuah keniscayaan.

Selain itu statute juga menjadi penting untuk dipersiapkan dan sekaligus disesuaikan dengan status kelembagaan institusi kita.  Banyak hal yang menjadi berubah  sesuai dengan perubahan pertauran perundangan yang berlaku saat ini.  Hal tersebut mutlak diadopsi oleh statute kita , sehingga  pada saatnya tidak akan bertentangan dan tidak sesuai dengan aturan yang ada.  Pengaturan menganai posisi dewan penyantun, senat, dan juga pemilihan pimpinan institusi, baik dalam lingkup fakultas,  maupun universitas juga harus jelas dan disesuaikan dengan perkembangan yang ada.

Persoalan akademik, kurikulum dan hal hal lain yang terkait dengan proses perkuliahan di universitas juga harus diatur secara lebih  rinci, sehingga tidak akan menimbulkan pertanyaan.  Singkatnya semua hal yang akan dilaksanakan di universitas, haruslah dimasukkan ke dalam statute tersebut, meskipun hal hal yang lebih rinci dapat dibuat surat keputusan atau peraturan rector.

Hal lain yang penting untuk dipersiapkan ialah  tentang SDM, baik tenaga pendidik maupun kependidikan.  Artinya semua tenaga tersebut harus memahami posisi masing masing dan melaksanakan tugas serta fungsinya  sebagaimana diamanatkan oleh aturan  yang berlaku.  Tentyu  kita sudah berupaya untuk memberikan  pembekalan, baik yang berupa ketrampilan yang diperlukan, dengan mengutus mereka ke beberapa perguruan tinggi di luar negeri untuk menampah pengalaman dan pengetahuan.  Harapannya dengan itu mereka akan mudah menyesuaikan diri dengan perubahan institusi tersebut.

Jadi maksud kita mengirimkan  tenaga pendidk  berupa dosen dan guru besar dan juga tenaga kependidikan ke luar negeri adalah sebagai upaya membangun mind set untuk bersama sama  memajukan isntitusi. Kita sangat yakin  bahwa setelah mereka mengetahui dan menyaksikan sendiri kemajuan  dan raihan  kualitas di beberapa perguruan tinggi maju di luar negeri, mereka akn  sangat mudah untuk diajak berubah sebagaimana yang disaksikan mereka tersebut.

Pendeknya ada beberapa hal yang memang harus dipersiapkan untuk menghadapi perubahan institusi kita, meskipun perpresnya sudah muncul, tetapi secara formal kita memang belum memproklamirkan diri  sebagai universitas, karena masih ada hal yang  harus dilengkapi dan selesaikan.  Kita berharap bahwa persiapan tersebut akan selesai dalam waktu singkat, sehingga pada thun 2015 nanti kita dapat mendeklarasikan diri sebagai UIN walisongo.  Semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.