BERSYUKUR DAN BERBENAH

Seminggu sudah perpres alih status dari IAIN menjadi universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, tetapi sepertinya masih sepi sepi saja.  Memang banyak yang bertanya langsung kepada saya  mengenai kurang gregetnya UIn tersebut, namun  sudah saya jelaskan bahwa  keberadaan UIN memang  belum resmi, meskipun peraturan presiden  telah terbit.  Hanya saja masih banyak yang harus dipersiapkan untuk menjadi resmi dan diresmikan atau dipublish kepada masyarakat secara umum.  Kita memang segera akan menyusun ortaker yang saat ini masih berupa IAIN, tentu kita tidak ingin UIN nanti masih ras IAIN.

Disamping itu secara formal juga masih dibutuhkan beberapa perangkat, seeprti  perpres tersebut ditindak lanjuti dengan peraturan menteri dan sekaligus  ortaker untuk UIN juga sudah jadi.  Demikian juga statute untuk UIN juga  harus dipersiapkan serta di sk kan oleh menteri dan lainnya.  Karena itu saat ini memang sedang mempersiapkan beberapa hal sebagai kelengkapan tersebut sebelum  meresmikan UIN itu sendiri.  Tentu pada saatnya nanti kalau segalanya sudah berwet, akan segera dilaunching dan resmikan.

Setelah itu perangkat seluruh jabatan di UIN juga harus diperbarui.  Artinya secara formal harus ada peralihan dari IAIN ke UIN, termasuk pelantikan seluruh pejabat di dalamnya.  Nah, karena itu kiota memang harus bersabar sedikit, dan kita targetkan minimal tahun baru 2015 kita sudah akan bisa memproklamirkan diri sebagai universitas Islam negeri.  Oleh karena itu saat ini dalam acara acara resmi kita masih belum mengubah nama lembaga kita menjadi UIN, meskipun mungkin untuk sekedar meluapkan rasa seang saja.

Untuk menyongsong UIN tersebut sesungguhnya kita sudah mempersiapkan diri dari beberapa spek, sejak  dua tahun terakhir, khususnya intensif sejak satu tahu yang lalu.  Dari aspek kesiapan SDM, baik unsur dosen maupun unsur tenaga  kependidikan atau non akademik, telah kita upayakan beberapa training yang memungkinkan perubahan  mind set.  Artinya  agar mereka setelah menjadi UIN  dapat menyesuaikan dengan irama UIN dan bukan lagi  dengan irama IAIN.

Barangkali ada sebagian orang yang belum tahu m,aksud dari pengiriman banyak tenaga pendidikan dan kependidikan ke beberapa Negara  selama ini.  Di samping untuk memberikan pengalaman kepada mereka di luar negeri, juga sekaligus dalam upaya memberikan pengetahuan dan pengalaman bahwa  untuk mengelola lembaga pendidikan tinggi ternyata   diperlukan sebuayh kerja  keras dari semua unsur, dan kesungguhan dari semua  pihak.  Setelah melihat realitas di kampus  yang dikunjungi, kita sangat yakin mereka akan berp[ikir untuk bagaimana caranya agar kampus kita dapat berkualitas sebagaimana kampus yang mereka kunjungi.

Lebih dari itu kunjungan tersebut dimaksudkan untuk memberikan pengetahuan yang lebih kepada mereka tentang berbagai hal sesuai dengan program yang diikutinya, seperti  bagaimana agar dapat menulis di jurnal internasional yang terakreditasi, bagaimana mengelola lembaga dengan system yang bagus dan mutakhir, serta bagaimana mengelola hubungan antar lembaga sehingga akan terus dicipta hubungan yang harmonis dalam berbagai bidang, seperti  riset bersama, publikasi bersama, penyelenggaraan seminat bersama dan lainnya.

Kita memang harus berbedanh dalam semua bidang, khususnya dalam menyambut kehadiran UIN.  Mungiin secara kelembagaan  tidak jauh berbeda antara IAIN dengan UIN, namun secara riil harus diakui bahwa  kalau UIN akan memungkinkan membuka beberapa program studi baru yang tidak dibatasi oleh keilmuan.  Artinya  ketyika kita merencanakan akan membuka program studi tertentu, maka tidak ada halangan akademik yang dapat mengurungkan niat tersebut, terkecuali hanya kesiapannya saja.

Nah, kalau kita memang sudah siap dengan  SDM dan perangkat lainnya, maka  kita  dapat membika program studi tersebut.  Sebagai contoh pada saat  masih menjadi IAIN, maka program studinya terbatas dengan prodi yang terkait dengan keilmuan Islam semata, tetapi pada saat sudah menjadi UIN maka kita akan dapat membuka prodi  dalam bidang sain dan teknologi dan social humaniora.  Tetapi  kita sudah berkomitmen untuk  menjadi ilmu itu satu melalui visi kita yang ingin menjadikan  UIN sebagai universitas riset terdepan, berbasis kesatuan ilmu untuk menusiaan dan peradaban.

Untuk itu meskipun nantinya kita akan mempunyai program studi sain dan teknologi dan kailmuan lainnya, tetapi semuanya itu dalam upaya untuk  menuju kesatuan ilmu tersebut.  Setidaknya saat ini dalam proses pembelajaran ilmu ilmu social dan teknologi yang ada harus memberikan makna kemanusiaa dan peradaban di dalamnya.  Pendekatan  keseluruhan ilmu adalah  dalam upaya menjelaskan bahwa ilmu itu memang satu  semuanya dari Tuhan, dan diharapkan akan bermanfaat bagi kemanusiaan dan peradaban.

Berbenah dalam pengelolaan dan juga dalam system yang kita kembangkan juga  sangat diperlukan, agar  kebaradaan UIN nantinya memang benar benar akan memberikan  kemanfaatan bagi masyarakat luas.  Artinya semua masyarakat akan dapat mengakses UIN dengan  mudah dan  demikian juga UIN akan dapat memberikan layanan dan sekaligus  beberapa program studi yang sangat diharapkan oleh mereka.  Perlu kita ketahui bahwa selama ini banyak maysyarakat yang  menginginkan bahwa di lembaga kita dapat memberikan layanan  prodi yang mereka inginkan, akan tetapi dengan keberadaan kelembagaan kita waktu itu yang belum memungkinkan untuk membuka program sturi tertentu, maka harapan tersebut belum dapat dikabulkan.

Nah, saat ini  lembaga kita sudah menjadi UIN dan memungkinkan untuk menyahuti keinginan msyarakat tersebut, untuk itu kita akan berbenah dan mempersiapkannya dengan baik sehingga nantinya tidak akan mengecewakan ekspektasi mereka.  Kita memang sudah merencanakan untuk membuka beberapa prodi baru sesuai dengan keberadaan UIN tersebut.  Hanya saja memang harus dilakukan dengan cermat dan hati hati.  Artinya jangan sampai kita tergesa gesa  membuka prodi tertentu namun tidak dipikirkan secara matang dan akhirnya menyesal di tengah jalan.

Aspirasi masyarakat  yang disampaikan kepada  lembaga kita memang  cukup banyak, dan tidak semuanya dapat kita  sahuti dengan baik.  Barangkali akan kita lakukan skala prioritas dan  pada saatnya nanti akan kita lakukan penyempurnaan sehingga akan mampu memenuhi keinginan  mereka.  Meskipun kita tidak terikat dengan keinginan masyarakat tersebut, tetapi UIN  kita sesungguhnya juga milik masyarakat, sehingga  sebagai pengelola kita memang harus dapat memenuhi keinginan mereka, meskipun tidak keseluruhan.

Usaha dan kerja keras kita untuk  mewujudkan UIN memang cukup membanggakan ketia kemudian UIN sudah benar benar wujud, tetapi sekali lagi semuanya itu adalah atas kehendak Tuhan dan atas dorongan semua pihak, terutama para ulama seluruh Jawa Tengah dan juga  seluruh keluarga besar IAIN Walisongo Semarang, Gubernur jawa Tengah dan juga pihak pihak di Jakarta yang selalu berusha untuk segera mewujudkan UIN tersebut.

Untuk itu semuanya itu harus kita syukuri dengan  kerja keras dan melaksanakan tugas serta fungsi kita masing masing. Semuanya harus  menunjukkan bahwa kita memang  pantas untuk menjadi UIN, yakni dengan  tetap bersemangat untuk mengabdi demi kemajuan dan meningkatnya kualitas  lembaga kita.  Jangan sampai justru kita terlena dengan nama UIN dan kita sama sekali tidak berbuat apa apa.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.