AL-LAIL

Surat ini merupakan surat yang ke 92 dan terdiri atas  21 ayat saja.  Meskipun demikian  surat ini sungguh mengandung pelajaran yang sangat dalam dan luas, terutama bagi mereka yang mau memikirkannya.  Surat ini termasuk golongan surat Makkiyyah, karena diturunkan sebelum nabi Mhammmad saw berhijrah ke Madinah, dan  menurut cerita diturunkan setelah surat al-A’la.  Penamaan surat ini diambil dari ayat pertama yakni al-Lail yang berarti malam hari.  Secara umum kandungan surat ini ialah memperingatkan kepada umat manusia bahwa  masing manusia itu berbeda dalam usaha, karena itu Tuhan juga akan membedakan balasan yang diberikan kepada mereka.

Sebagaimana surat surat pendek lainnya, surat ini diawali dengan sumpah Tuhan dengan menyebut nama nama mahluk-Nya, dengan tujuan agar sumpah tersebut diperhatikan oleh umat manusia.  Tuhan menyebut  demi malam yang menutupi siang, dan siang yang terang benderang, serta mengenai penciptaan manusia yang terdiri atas laki laki dan perempuan.  Semuanya itu dalam upaya untuk mendorng manusia agar  mau memikirkannya dan kemudian menyimpulkannya.  Ketika kita memikirkan tentang pergantian siang dan malam yang terus menerus dengan segala peristiwa yang melingkupinya, tentu akan semakin menambah keyakinan kita tentang keagungan dan kemahakuasaan Tuhan.

Demikian juga tentang penciptaan  makhluk Tuhan yang berpasang pasang, yakni manusia dijadikan dalam jenis laki laki dan perempuan yang dalam perjalanannya mereka saling membutuhkan dan dalam upaya untuk mengembang biakkan keturunan.  Demikian juga dengan makhluk Tuhan lainnya, termasuk makhlu yang tidak hidup, seperti ada siang adapula malam,  ada sedih ada gembira, ada kebenraan dan ada kebatilan, serta lainnya.  Semua itu sudah seharusnya menjadi perhatian dan renungan, yang pada akhirnya akan menumbuhkan sebuah kesimpulan bahwa  ajaran yang disampaikan leh nabi Muhammad saw memang benar adanya.

Surat ini juga memberikan pernyataan bahwa secara riil usaha manusia itu berbeda beda, ada sebagian manusia yang  selalu berbuat kebajikan, dan ada pula orang yang selalu ingin membuat kerusakan.  Terhadap harta yang dikaruniakan oleh Tuhan, manusia juga berbeda dalam menyikapnya, sebagian diantara mereka ada yang mentasarufkannya pada jalan yang benar, yakni untuk sedekah, untuk membantu pihak lain yang  membutuhkan dan yang terpenting digunakan untuk hal hal yang dibenarkan oleh ajaran agama.  Namun sebagian diantara mereka ada yang menggunakannya untuk berfoya foya, memuaskan nafsu binatangnya,  bahkan untuk tujuan menyengsarakan ihak lain dan liannya.

Itulah kenyataan yang dapat kita saksikan di dunia ini. Kaena itu mereka yang  senantiasa berbuat kebajikan dan  mempercayai adanya Tuhan dan akhirat serta balasan di sana, maka Tuhan akan memberinya jalan kemudahan untuk melakukan semua yang baik tersebut.  Artinya semakin seseorang percaya  penuh kepada Tuhan dan balasan yang akan diterimanya di akhirat, maka semakin mudah saja orang tersebut mentasarufkan hartanya untuk kebajikan, baik  membantu umat maupun membantu pembangunan sarana yang dipergunakan untuk  kepentingan umat.

Sebaliknya bagi mereka yang  pelit dan merasa dirinya sudah cukup dengan usaha yang dilakukannya, serta sama sekali tidak butuh bantuan Tuhan, maka pasti Tuhan akan mempersulit jalan orang tersebut.  Artinya semakin orang itu bakhil maka  Tuhan akan semakin menutup pintu hati dan pikirannya untuk  berbuat kebajikan, dan akan merasa sulit untuk membantu  sesama umat.  Mereka akan selalu berpikir berkali kali untuk menyumbang untuk kebaikan umat, dan yang terus dipikirkannya iala bagaiana  dia dapat menumpuk harta yang sebanyak banyaknya.

Tentu bagi  orang seperti itu pada saatnya nanti, hartanya sama sekali tidak ada gunanya dan tidak akan mampu menolongnya dari kesengsaraan di akhirat.  Pada prinsipnya orang seperti itu sesungguhnya  telah mendustakan  akhirat dan balasan yang akan diterima setiap umat manusia, sesuai dengan perbuatan yang dilakukan saat di dunia.

Karena itu beruntunglah mereka yang  saat masih hidup di dunia  menjadi ingat dan semakin tebal kepercayaannya kepada Tuhan denga menyaksikan makhluk makhluk  ciptaan-Nya.  Peringatan yang disampaikan oleh Tuhan tentang siksa akhirta yang demikian dahsyat akan mampu menggetarkan hatinya dan menciutkan nyalinya, sehingga kemudian mereka dengan ketulusan mau mengikuti seluruh apapun yang diperintahkan kepada mereka dan  sekaligus menjauhi larangan larangan yang ditunjukkan.

Kewajiban Tuhan dan juga Rasul adalah memberitahukan kepada manusia  tentang segala hal, termasuk sesuatu yang baik dan akan membawanya kepada kebahagiaan sejati, dan juga keburukan yang akan mengantarkannya kepada kesengsaraan abadi.  Selebihnya semuanya tergantung kepada sikap manusia itu sendiri, sebab manusia telah diberikan  akal untuk menimbang dan memilih sesuai dengan konsekwensi yang juga sudah dijelaskan.  Artinya bagi siapapun yang mau mengikuti semua yang dijelaskan oleh Rasul, meskipun tampak sangat berat melakukannya, tetyapi hal tersebut  akan membawa  keberuntungan dan kesejahteraan.

Demikian juga apapun yang dilarang oleh Tuhan melalui Rasul, meskipun tampak sangat menggiurkan dan menyenangkan, tetapi akan membawanya kepada kesulitan dan kesengsaraan.  Nah,  bagi mereka yang  bertaqwa tentu akan lebih memilih jalan yang benar dan melaksanakan seluruh  amalan yang  ditunjukkan, tetapi bagi mereka yang kufur, tentu juga akan menentang ajaran kebenaran tersebut dan lebih memilih kepada jalan sesat yang berisiko mendapatkan balasan neraka.

Karena itu  dfalam surat ini Tuhan menjelaskan bahwa meskipun Tuhan telah menjelaskan dan memperingatkan  seluruh umat manusia dengan  adanya api neraka yang menyala nyala yang disediakan bagi mereka yang durhaka, tetapi  mereka tetap saja  menentang dan durhaka.  Mereka yang durhaka dan menentang itu pasti akan masuk ke dalam neraka tersebut tanpa ada  satu pihakpun yang mampu menolongna.  Mereka itu pada saat di dunia  selalu mendustakan  ajaran kebenaran yang dibawa oleh Rasul dan mereka berpaling dari keimanan yang terang benderang.

Sebaliknya bagi mereka yang bertaqwa  dan menuruti  apapun yang diperintahkan, pasti mereka  akan dijauhkan dari api neraka tersebut.  Mereka selanjutnya akan menghuni surga yang telah disediakan dengan segala macam nikmat di dalamnya.  Kenapa mereka  mendapatkannya?, ya  sebab mereka senantiasa  berlaku bijak, mentasarufkan  harta yang diberikan oleh Tuhan untuk kebajikan, seperti menyantuni anak anak yatim, membantu orang orang fakir dan miskin serta mereka yang kesulitanfinansial dan dalam perjalanan.

Saat mereka mentasarufkan harta dan membantu, mereka sama sekali tidak berpikir untuk mendapatkan  balasan dari mereka yang dibantu, melainkan hanya semata mata  mengharapkan ridla dari Allah swt semata. Jadi ketulusan merekalah yang kemudian menyebabkan Tuhan memberikan jalan kemudahan untuk selalu berada dalam kebenaran dan mudah berbuat baik.  Merka itu pada saatnya nanti di akhirat akan merasakan kepuasan yang sempurna.

Secara umum surat ini memberikan peringatan kepada kita semua bahwa sifat manusia itu memang berbeda beda, termasuk dalam menyikapi harta yang dikaruniakan oleh Tuhan.  Da yang mengangapnya bahwa harta tersebut sama sekali tidak ada kaitannya dengan Tuhan, tetapi sebagiannya lagi  menganggap bahwa semua hata yang didapatkannya itu semata mata merupakan karunia Tuhan.  Untuk itu bagi mereka yang  menyandarkan harta tersebut adalah pemberian Tuhan, maka dia akan mensyukurinya denganberbagi dengan sesama umat manusia dan untuk kebajikan, tetapi bagi mereka yang hanya menyandarkan harta tersebut pada dirnya sendiri, maka mereka akan mennadi bakhil.

Akibat dari sikap tersebut tentu akan mempengaruhi  tindakan selanjutnya, sebagiaman kita sebutkan di atas, yakni ada yang mentasarufkannya pada jalan kebajikan dan ada yang sebaliknya.  Balasan di akhiratpun nantinya pasti berbeda, yakni yang untuk kebajikan tentu akan memperoleh surga dan bagi yang sebaliknya, akan mendapatkan neraka.  Semoga kita mampu  mengambil hikmah dari surat ini, sehingga kita selalu dibimbing pada jalan yang benar dan menguntungkan.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.