AL-MUTHAFFIFIN

Surat ini merupakan surat yang ke 83 danjumlah ayatnya terdiri atas 36 ayat.  Surat ini termasuk golongan surat Makkiyyah dan bahkan merupakan surat terakhir yang diturunkan kepada Nabi  Muhammad sebelum beliau berhijrah ke Madinah. Nama al-Muthaffifin sendiri diambil dari  ayat pertama surat ini yang berarti orang orang yang berbuat curang.  Pada dasarnya surat ini membicarakan mengenai orang orang yang berbuat curang, yakni dengan mengurangi timbangan saat meniang dan sebalikya, ingin selalu dipenuhi timbangannya saat menguntungkan diri mereka, sehingga mereka nantinya diancam dengan siksaan yang dahsyat.

Secara lebih rinci surat ini memang mengecam dan mengancam mereka yang berbuat curang dan merugkan pihak lain, utamanya  pada saat mereka menimbang, menakar ataupun  ukuran.  Hal tersebut bukan saja terjadi pada masa dahulu, melainkan juga sekaligus  termasuk mengancam bagi mereka yang melakukanya saat ini dan saat mendatang.  Pada saat menimbang barang untuk dijual, mereka  berusaha menguranginya, drmikian juga saat menakar sesuatu selalu dikurangi, bahkan ketika mengukur sesuatu, seperti kain yang akan dipotong, tanah yang dijual dan lainnya, selalu dikurangi.  Itulah gambaran mereka yang akan celaka dan mendapatkan  siksaan di akhirat nanti.

Rupanya mereka yang berbuat curang tersebut sama sekali tidak ingat atau tidak yakin bahwa pada saatnya nanti semua orang akan dibangkitkan dari kubur mereka dan kemudian dimintai pertanggung jawaban masing masing sesuai denga perbuatan yang dilakukan pada saat masih di dunia.  Untuk itulah surat ini  sebagai peringatan kepada semua orang bahwa  berbuat curang  seperti itu akan merugikan orang lain pada saat di dunia, dan  akan sangat merugikan dirinya sendiri pada saat di ahirat nanti.  Jadi bagi mereka yang masih tetap melakukannya, maka kebinasaan  dan kesengsaraan sajalah yang akan mereka tuai.

Peringatan Tuhan dalam surat ini juga disertai dengan  pernyataan bahwa semua perbuatan manusia akan dicatat,. Yakni semua perbuatan yang jelek, termasuk kecurangan yang mereka lakukan  akan dicatat dalam sebuah buku yang bernama “sijjin”, sedangkan semua perbuatan baik juga akan dicatat dalam sebuah buku catatan, yakni yang bernama “illiyyin”.  Nah,saat di akhirat nanti, mereka yang mendapatkan catatan di buku sijjin, tentu merupakan sebuah kecelakaan besar, karena mereka akan menghadapi siksaan yang sangat dahsyat dan tidak pernah terbayangkan di dunia.

Sebaliknya  pada saat itu bagi mereka yang mendapatkan catatan perbuatannya  ada di illiyyin, tentu akan berseri seri waqjahnya, karena mereka bakal mendapatkan balasan surga yang  kenikmatannya juga tidak terbayagkan saat di dunia. Itulah gambaran saat mereka nanti di akhirat dan  saat mereka menerima semua catatan perbuatan mereka pada saat mereka di dunia.  Tentu catatan tersebut pasti benarnya dan tidak ada satu amal atau perbuatan pun yang terlewatkan, sehingga semua akan mendpatkan apa yang memag menjadi catatan perbuatannya.

Bagi mereka yang catatannyaialah sijjin, mereka akan mendapatkan penghinaan yang sangat luar biasa, disebabkan pengingkaran mereka terhadap apapun yang disampaikan oleh Tuhan melalui para utusan-Nya.  Mereka juga mendustakan  adanya akhirat termasuk adanya neraka yang  kemudian memanag benar benar mereka temui.  Pda saat di dunia mereka selaqlu menyangkal kebenaran yang sangat jelas diungkapkan oleh para Nabi, dan mereka selalu mengejek bahwa semua yang disampaikan oleh utusan Tuhan tersebut hanyalah cerita tentang masa lalu nenek moyang mereka.

Dengan begitu  pada saat dimana  orang orang baik dan mendapatkan catatan perbuatannya di dalam illiyyin dapat melihat Tuhan dengan gamblang,  dan  haltersebut merupakan kenikmatan yang puncak, orang orang kafir tersebut sama sekali tidak bisa melihat Tuhan.  Pada akhirnya mereka kemudian dimasukkan  atau dilemparkan ke dalam neraka yang penuh dengan siksaan yang pedih.  Pada saat mereka merasakan betapa  ngeri dan sakitnya siksaan tersebut, Tuhan juga  menyampaikan pernyataan yang lebih membuat mereka tersiksa, yakni  rasakan siksaan itu yang dahulu kalian dustakan.

Sementara itu kondisi sebaliknya terjadi pada diri mereka yang catatan amalnya ada di illiyyin, dimana mereka  dengan  santainya  menikmati seluruh   kelezatan hidup.  Penggambaran mereka  ialah pada saatnya nanti mereka akan menghni surga degan taman tamannya yang sangat indah.  Mereka duduk santai disofa yang sangat luar biasa dan menikmati minuman yang sangat lezat, bahkan  tempat minumannya juga sangat indah serta dilak dengan  emas permata.  Sunggu merupakan pemandangan yang sangat indah dan menyenangkan.

Itu semua sebagai balasan atas perbuatan mereka yang saat berada di dunia  selalu melakukan perbuatan baik, yakni mereka yang sangat percaya dengan semua yang disampaikan oleh para utusan Alh swt, dan kemudian juga menerima semua ajaran yang dibawa, serta menjalankannya dengan penuh  ketulusan.  Aapun yang disampaikan leh para rasul selalu dibenarkan, meskipun yang disampaikan tersebut seolah tidak rasional, menyangkut  persoalan akhirat.  Itulah iman yang telah terpateri dengan sangat kuat dalam  hati dan pikiran mereka, sehingga godaan apapun tidak mampu mengoyahkannya.

Surat ini  memang lebih banyak memberikan sorotan kepada mereka yang berbuat curang dan sekaligus orang orang yang berbuat sebaliknya, yakni berbuat baik.  Bagi mereka yang curang dan mendustakan apa yang disampaikan oleh Nabi, biasanya juga selalu mengejek kepada umat muslim.  Bahkan saat mereka sedang  berkumpul di sebuah tempat, lalu ada orang mukmin yang lewat, mereka pasti mengejeknya dengan saling mengerdipkan mata mereka.  Dan setelah oang mukmin tersebut lewat, maka mereka kemudian menertawakannya.

Tidak cukup  dampai di situ, mereka juga mengatakan kepada orang orang beriman, bahwa sesungguhnya  dengan mengikuti apa yang disampaikan oleh Muhammad saw, adalah merpakan sebuah kesesatan, karena dianggap telah menyalahi ajaran nenek moyang mereka.  Tetapi mereka tidak sadar bahwa justru merekalah yang sesat karena selalu menuruti hawa nafsu dan tidak mau menggunakan akal sehat.  Coba kalau mereka  mau sedikit saja berpikir tentang kahidupan, tentu mereka akan dapat menemukan kebenaran dalam ajaran Nabi tersebut.

Tuhan dalam  surat ini menegaskan bahwa justru mereka yang  menentang ajaran Nabi dan  mengejek umat mukmin tersebut, pada saatnya nanti akan mendapatkan balasan yang tidak kalah menyakitkan, yakni disamping  akan mendapatkan siksaan yang sangat  mengerikan, juga sekalgus nantinya akan diejek ulangn oleh mereka yang  waktu d dunia  mereka ejek.  Intinya mereka  akan mendapatkan balasan atas apapun yang pernah mereka lakukan.

Namun demikian sesungguhnya  yang  lebih ditekankan dalam surat ini ialah bagaimana  manusia itu seharusnya dapat memberikan manfaat bagi orang lain dan lebih memberkan keuntungan kepada mereka, karena pada kenyatanannya justru yang terjadi ialah sebaliknya, yakni  banyak manusia yang berkeinginan untuk melakukan kecurangan yang berarti merugikan orang lain.  Jangankan menberikan manfaat, hanya sekedar tidak berbuat curang  saja mereka tidak bisa.  Karena itulah Tuhan memberikan ancaman khusus bagi mereka yang  berlaku curang tersebut dengan sebuah kehancuran dan kecelakaan yang sangat dahsyat.

Harapanya dengan ancaman tersebut, banyak manusia yang sadar, dan kemudian mau mengubah perilakunya dan pada akhirnya akan selalu berbuat jujur dan bahkan memberikan manfaat bagi orang lain.  Itulah kandungan surat ini, dan kita berharap bahwa kita semua akan mampu melaksanakan kejujuran dan menghindari kecurangan, sehinga kita akan menjadi selamat, di dunia dan juga di akhirat.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.