LEBIH WASPADA

Barangkali nasehat para orang tua yang selalu memberkan wejangan kepada anak dan mereka yang masih muda agar selalu waspada  dalam setiap kesempatan, untuk saat ini sangat tepat.  Meskipun sesungguhnya nasehat tersebut akan selalu relevan untuk diperhatikan pada setiap kondisi apapun.  Hanya saja saat ini, dimana  banyak masalah yang sangat mudah  menjadi besar, tentunya nesehat tersebut lebih harus diperhatikan.  Banyak kondisi yang  memungkinkan  kita menjadi menyedsal setelah kejadian buruk menimpa kita, yang seharusnya kalau kita waspada, tidak akan mengenai kita.

Kita tahu bahwa saat ini adalah musim kemarau, dimana  semua benda sangat mudah terbakar, karena itu waspada untuk selalu memperhatikan persoala ini menjadi sebuah keniscayaan.  Jangan sampai esembronoan kita  akan menjadikan kebakaran terhadap benda benda yang sangat berharga bagi kita, seeprti rumah dan seluruh perabor serta surat surat berharga yang kita miliki.  Artinya sangat mungkin konnsleting listrik arus pendek menjadi penyebabnya, atau membuang puntung rokok disembarang tempat atau perbuatan sembrono lainnya yang dapat berakibat fatal.

Demikian juga saat ini penggunaan  obat obat terlarang  semakin marak di kalangan anak anak muda, termasuk mereka yang ada di lingkungan sekolah.  Nah, kewaspadaan kita tentu harus ditingkatkan untuk mengantisipasi kemungkinan paling jelek yang akan menimpa  keluarga kita.  Boleh jadi anak anak kita tampak alim dan tidak neko neko, tetapi siapa tahu kemudian ternyata  dia menjadi  pengkomsumsinya. Artinya  kewaspadaan kita  untuk memberikan perhatian kepada anak anak sangat diperlukan, sehingga mereka tidak akan mudah  dipengaruhi oleh kejahatan yang selalu berkeliaran di sekitar kita.

Beberapa informasi dan berita yang dapat kita dapatkan melalui media,baik cetak maupun elektronik tentang maraknya kejahatan, baik perampokan, pemerkosaan, dan juga pembunuhan, tentu sangat memprihatinkan ita semua.  Kaitannya dengan masalah tersebut kewaspadaan juga menjadi  sangat penting untuki terus kita kobarkan dalam diri dan keluaga kia.  Artinya semuakemungkinan buruk harus dapat kita antisipasi dengan melakukan hal hal tertentu sebagai wjud dari sikap waspada kita.

Mungkin diantara kita ada yang menganggapnya sebagai sebuah kebiasaan dan dianggap sebagai angin lalu, tetapi hal tersebut disebabkan seseorang tersebut belum mengalaminya sendiri.  Seharusnya bagi kita yang mau berpikir rasional, akan lebih bagus belum  menimpa kita, lalu kita waspada, tentu akan lebih baik, ketimbang sebuah masalah  kemudian menimpa kita dan membuat penyesalan yang sangat dalam.  Kewaspadaan tersebut dapat dilakukan secara bersama sama dengan masyarakat dan lingkungan, terutama dalam upaya mengatasi  munculnya kejahatan yang datang dari luar.

Bahkan saat kita berada di jaan raya dan megendarai kendaraan, kita juga tetap harus waspada, karena jalana saat ini sudah semakin padat dan ada saja pemakai jalan yang tidak mengikuti aturan lalu lintas, sehingga kalau kia tidak waspada  dapat menjadi korbannya.  Bahkan saat ini ketika kta memarkir kendaraan, jangan sampai ita mennggalka barang berhaga di dalam mobil, karena  begitu ada penjahat mengetahuinya, sudah pasti akan  diusahakan untuk diambil, termasuk kalau harus merusak mobil dan lainnya.

Waspada tersebut memang tidak mengenal tempat dan waktu, karena kejahaan akan senantiasa megintai, terutama pada saat kita lalai dan membiarkan sesuatu dengan mudah mereka lakukan untuk mewujudkan kejahatan tersebut.  Karena itu memang sangat tepat kalau kita  berkomitmen diri untuk tidak memberikan  kesempatan kepada  siapapun untuk melakukan kejahatan kepada kita dan juga kepada lingkungan kita.  Kita sangat yakin bahwa jikalau kita  waspada dan selalu berusaha untuk itu, maka niat jahat dari seseorang akan sulit diwujudkan.

Pendeknya dalam setiap situasi apapun, memang diperlukan sebuah kewaspadaan agar kita tidak menyesal atas keteledoran kita sendiri yang mengakibatkan kerugian bagi kita. Memang kadangkala kita menjadi terlena  terhadap sebuah  kondisi yang mapan, tampak aman dan damai, tetapi justru dengan  kondisi seperti itu terkadang malahan menjadi modus orang untuk berbuat jahat, karena  dalam kondisi aman seperyi itu, masyarakat biasanya menjadi tidak atau kurang waspada terhadap munculnya kejahatan.

Bahkan antisipasi terhadap kondisi yang bakal datang juga menjadi penting, sebagai sebuahn kewaspadaan, seperti mengantisipasi terjadinya banjir pada musim hujan yang  akan datang.  Artinya sangat diperlukan sebuah  sikap untuk tetap berlaku baik, termasuk  dalam hal membuang sampah dan lainnya, yang pada saatnya nanti akan dapat menjadi salah satu penyebab datangnya banjir, karena saluran tersumbat atau sungai menjadi dangkal dan lainnya.

Semua itu tentu akan dapat diatasi kalau kita waspada dan  melakukan tindakan antisipatif terhadap kemungkian kemungkinan buruk yang bakal menimpa.  Sesunguhnya persoalan persoalan tersebut dapat kita presdiksi dengan melakukan evaluasi dan perenungan.  Nah, kalau sudah terdeteksi akar persoalannya, maka akan menjadi relatif mudah untuk menanggulanginya.  Karena bagaimanapun usaha untuk  menagkal terhadap sesuatu yang mungkin terjadi jauh akan lebi ringan dibandingkan menyelesaikan persoalan yang sudah erjadi.

Hanya saja  harus diakui  bahwa masih banyak masyarakat yang bbelum mau memahami hal tersebut, sehingga seolah tidak mempedulikan sebuah tindakan antisipasi.  Untuk mengatasi masalah tersebut memang diperlukan sebuah upaya kerjasama antar seluruh masyarakat.  Caranya ialah  dengan  pemberian sebuah pencerahan oleh mereka yang diangap ahli dala bidangnya dan kemudian disertai dengan gambaran yang jelas sehingga seluruh masyarakat akan mampu mencernanya.

Harapan selanjutnya ialah bahwa  setelah mereka menyadari bahaya yang akan  datang,  tentu akan mudah diajak untuk bersama sama menanggulanginya serta menjauhkan  bencara dari  lingkungan kita.  Sekali lagi persoalannya hanya satu yakni bagaimana kita mau bersikap waspada terhadap  segala hal dan sekaligus mau menganisipasi semua hal yang mungkin  terjadi.

Menyesal memang datangnya selalu diahir cerita, seandainya menyesal tersebut dapat imajukan waktunya, yakni sebelum t3erjadinya sesuatu, yakni melalui penggambaran yang jelas, sebagai bentuk waspada dan sikap antisipasi, tentu  banyak orang yang tidak akan menyesal.  Itulah kenyataan yang memang harus kita hadapi dan jalani sebagai bukti ita memang masih berada di alam dunia yang fana.

Justru karena kita menyadari keberadaan kita di alam fana inilah sesungguhnya merupakan waktu yang tepat untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap semua aktifitas yang pernah kita lakukan, lalu megukur untung ruginya dala perspektif dunia dan akhirat.  Dengan begitu diharapkan akan muncul sebuah sikap yang  akan membantu seseorang untuk selalu waspada  terhadap segala kemungkinan.  Bukan bersikap su’udzdzan, melainkan hanya semata mata waspada saja.

Waspada memag mirip dengan su’udzdzan, tetapi tentu harus dibedakan, karena kalau su’udzdzan tentu merupakan sifat yang tidak baik, karena  ada  justifikasi diri terhadap pihak lain, bahwa pihak lain tersebut memang berniat  jahat kepada kita.  Sedangkan sifat waspada itu  lebih umum, yakni tidak menuduh atau menjatuhkan vonis jahat kepada seseorang yang belum berbuat, melainkan hanya menjaga diri agar tidak kecolongan dan dijahati leh pihak manapun.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.