AL-TAKWIR

Surat ini merupakan surat yang ke 81, yang jumlah ayatnya hanya terdiri atas 29 dan termasuk  surat Makkiyyah, atau yang diturunkan sebelum Nabi Muhammad saw berhijarah ke Madinah.  Nama surat ini diambil dari ayat pertama yang berarti menggulung.  Surat ini memang merupakan peringatan Allah swt kepada umat manusia bahwa pada saatnya nanti, yakni pada saat terjadi peristiwa yang sangat luar biasa di hari kiamat, seluruh amal perbuatan mereka akan diketahuinya.  Artinya  kalau perbuatannya bagus maka  akan bermanfaat bagi mereka dan sebaliknya jika amalnya jelek, maka akan menjadi beban yaang sangat berat bagi mereka.

Dalam surat ini Tuhan menyampaikan bahwa pada  hari kiamat nanti akan ada peristiwa yang sangat dahsyat yang sama sekali tidak pernah terjadi.  Untuk memberikan efek yang luar biasa kepada manusia, Tuhan sendiri menyampaikannya dengan sumpah.  Artinya meskipun semua firman Tuhan itu pasti benarnya dan sudah seharusnya seluruh manusia meyakininya, hanya saja dalam kenyataannya  banyak umat manusia yang tidak mau percaya kepada firman-Nya.  Untuk itu Tuhan kemudian memberikan tekanan firman-Nya tersebut dengan sumpah, dengan maksud seluruh manusia mau memperhatikan dan pada akhirnya akan mau melakukan perbuatan baik.

Sumpah Tuhan tersebut diwujudkan dengan menyebut sejumlah makhluk yang diciptakannya disertai dengan pernyataan yang tidak terbiasa.  Artinya  semua yang dijadikan sumpah tersebut diinformasikan sebagai akan mengalami  hal yang tidak biasa, seperti matahari yang  digulung, kemudian juga bintang bintang yang berjatuhan, demikian juga dengan unta unta yang bunting dan ditinggalkan atau tidak dipedulikan.  Tidak ketinggalan ialah binatang binatang liar yang dikumpulkan, lautan yang dipanaskan, dan juga  ruh ruh dipertemukan dan disatukan dengan jasadnya, serta  bayi bayi perempuan yang telah dikubur hidup hidup ditanya tentang dosa apakah sehingga mereka harus dibunuh.

Tidak hanya  cukup di situ, Tuhan juga bersumpoah dengan menyebutkan makhluk lainnya, yakni saat  catatan perbuatan manusia dibuka, langit dilenyapkan,  neraka jahim dinyalakan, dan  surga dengan penuh kenikmatan didekatkan, dan lainnya.  Nah, semua peristiwa yang disebutkan melalui sumpah Tuhan tersebut terjadi, disitulah seluruh manusia akan melihat rekaman catatan perbuatannya.  Semua itu akan mempengaruhi laku manusia itu selanjutnya, yakni  manakala catatan amal sesorang tersebut bagus maka akan dapat mengantarkannya sebahai manusia yang akan mendapakan kebahagiaan.  Sebaliknya jika jelek maka akan dapat mengantarkannya kepada kesengsaraan.

Artinya semua orang  dengan amal dan catatan bagus akan menghuni surga sebagaimana  yang dijelaskan sifatnya, yakni sebuah kondisi yang sangat menyenagkan dan dioenuhi dengan berbagai kenikmatan yang tidak terkira.  Demikian juga  seseorang dengan catatan amal yang jelek, tentu akan menjadi penghuni neraka dengan segala siksaan yang sangat mengerikan.  Namun semua itu  diserahkan kepada semua manusia untuk memilihnya, karena manusia sudah dilengkapi dengan akal pikiran, sehingga mereka dapat menimbang dan memutuskannya sendiri.

Hanya saja memang sebagian diantara mereka ada yang dapat menerima petunjuk yang jelas, dan kemudian mau mengikuti petunjuk tersebut.  Tetapi tidak sedikit juga diantara manusia yang tidak mau tahu, dan tetap keras kepala, sehingga mereka tetap menentang  semua kebenaran yang sangat jelas.  Nah, karena  hal tersebut, maka  akibat yang mereka harus tanggung sesungguhnya sudah menjadi sebuah konsekwensi dan resiko yang mesti mereka rasakan.

Surat ini juga sekali lagi menginformssikan kepada manusia bahwa al-Quran itu benar benar firman Allah yang benar dan disampaikan oleh malaikat Jibril yang mulia dan disegani oleh sekalian malaikat lainnya, kepada nabi Muhammad saw.  Karena itu  Muhammad saw bukanlah orang gila sebegaimana dugaan sebagian manusia, melainkan dia adalah seorang utusan Tuhan untuk menyampaikan risalah dalam upaya menyelamtkan umat manusia.  Dan al-Quran adalah ajaran yang membawa berita kebenaran  dan mengajarkan umat manusia untuk berbuat baik dan mempercayai Tuhan.

Untuk lebih meyakinkan atas pernyataan dan firman-Nya tersebut, Tuhan menyampaikannya juga dengan bentuk sumpah sebagaimana saat menjelaskan mengenai  manusia  akan mengetahui rekaman  amalannya.  Sumpah Tuhan tersebut dimaksudkan bahwa  apa yang disampaikan tersebut bukanlah main main, melainkan serius dan  semua nya  pasti benarnya.

Al-Quran yang  merupakan kitab suci bagi umat muslim tersebut merupakan sebuah petunjuk bagi siapaun untuk menapaki jalan lurus yang akan mengantarkan seseorang yang mengikuti pada  sebuah kondisi yang sangat membahagiakan.  Namun  harus disdari bahwa mengikuti jalan benar sebagimana ditunjukkan oleh al-Quran tersebut tidaklah mudah, karena  harus diawali dengan sebuah keyakinan yang mantap kepada Tuhan dan semua yang diinformasikan-Nya.  Artinya kalau seseorang tidak mempunyai keimanan dalam dirinya, maka dia tidak akan mungkin dpaat menapaki jalan lurus tersebut.

Memang surat ini  tampaknya sangat singkat, karena secara umum hanya berisi tentang  pernyataan Tuhan mengenai amal perbuatan manusia yang akan diketahuinya pada saat  kiamat nanti dan juga pernyataan Tuhan tentang kebenaran al-Quran yang dismapaikan kepada nabi Muhammad saw, serta nabi Muhammad saw yang memnang benar benar seorang utusan danb bukan seorang yang gila serta  dia yang enar benar meilhat maialakt Jibril.  Namun sesungguhnya kandungannya jauh lebih luas  dari hanya sekedar pemberitahuan tersebut.

Artinya pada saat  menyampaikan informasi mengenai amal perbuatan manusia yang akan diketahuinya, sudah barang tentu terkandung makna bahwa  manusia memang harus mempersiapkan diri untuk menghadapi kehidupan akhirat yang kekal, karena kebahagiaan dan kesengsaraan di sana akan ditentukan oleh manusia sendiri pada saat masih di dunia.  Ibaratnya dunia itu merupakan lahan untuk  mempersiapkan dan berinvestasi untuk kehiduan akhirat.

Lebih daripada ituinformasi tersebut sekaligus juga menjadi peringatan kepada semua umat manusia bahwa  hidup itu tidak hanya  di dunia saja, yang sangat terbatas.  Artinya ada  orang yang masih usia muda sudah meninggal dan ada pula yang sudah sangat tua baru meninggal.  Nah, kalau  tidak ada kehidupan lainnya, yakni kehidupan  akhirat, tentu hidup ini tidak adil, dan termasuk Tuhan yang membuat hidup ini tampak tidak adil.  Untuk itulah harus ada  kehidupan akhirat yang kelal dan penentuan mengenai bahagia atau sengsaranya seseorang di sana, diserahkan sepenuhnya kepada manusia itu sendiri.

Karena itu meskipun seseorang hanya berumur pendek, tetapi kalau seluruh hidupnya dipenuhi dengan kabaikan dan amal salih, tentu dia akan  medapatkan kebahagiaan di akhirat.  Sebaliknya meskipun seseorang  cukup lama hidup di dunia, tetapi kalau kehidupannya hanya untuk hal hal yang tidak bermakna,  dan bahkan  cenderung menentang perintah Tuhan, sudha barang pasti dia akan mendapatkan kesengsaraan  di akhirat nanti.

Demikian juga dengan informasi bahwa al-Quran itu memang benar benar firman-nya  dan seluruh isi kandungannya  benar adanya, memberikan pengertian bahwa seluruh manusia memang harus meyakini dan mengkikuti ajaran yang dikandungnya, karena kalau ajaran al-Quran tidak diikuti, bahkan malahan menentangnya, sudah barang pasti dia akan sesat dan akibat lebih jauhnya  dia akan mengalami kesengsaraan di akhirat, yakni mendapatkan neraka yang penuh dengan siksa yang mengerikan.

Secara keseluruhan surat ini mengajarkan kepada kita bahwa  sebagai umat manusia kita menag harus mau menggunakan akal pikiran kita, sehingga akan dapat menimbang dan menilai serta memutuskan sesuatu yang memberikan manfaat besar bagi kita serta menghindarkan  diri kita dari segala kemunhgkinan buruk yang akan menimpa.  Semuanya itu hanya dapat dilakukan kalau kita memang benar benar tulus dalam meyakini semua yang disampaikan oleh Tuhan.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.