KONTROVERSI MOBIL DINAS MENTERI

Sebagaimana diketahui bahwa sekretariat negara RI telah melakukan lelang pengadaan mobil dinas untuk para menteri kabinet Jokowi JK dan juga mantan presiden dan mantan wakil presiden.  Lelang itu sendiri sudah selesai dengan PT mercy  keluar sebagai pemenangnya, sehingga para menteri baru nanti akan menggunakan mobil dinas jenis mercy.  Lelang tersebut menghabiskan  uang negara lebih dari 91 milyar rupiah.  Namun  hal tersebut tidak mulus, karena saat ini sudah banyak kritik yang mengalir terhadap pembelian mobil dinas menteri yang belum diketahui siapa mereka itu.

Barangkali maksud dari sekretariat negara bagus, yakni menginginkan  para menteri baru nanti mendapatkan fasilitas mobil dinas yang bagus, akan tetapi pada  saat prihatin seperti saat ini, niat baik tersebut tidak mendapatkan sambutan dan apresiasi, malahan justru sebaliknya, yakni dikritik sebagai tidak tanggap terhadap kondisi prihatin dan lainnya.  Bahkan  pihak yang nantinya akan memanfaatkan mobil dinas tersebut juga mengkritiknya, dan  berharap agar pembelian tersebut dibatalkan.

Sementara itu KPK pun juga angkat bicara bahwa sebaiknya memang para menteri nantinya dapat menggunakan mobil dinas yang sudah ada dan masih sangat pantas. Untuk itu uang yang  akan dibelikan mobil dinas tersebut dapat digunakan untuk membantu masyarakat miskin.  Sedangkan  dengan nada kalem, presiden terpilih Jokowi mengatakan bahwa dirinya tidak dalam kapasitas  mengomentari hal tersebut, karena bukan bidangnya, karena saat ini dia masih gubernur DKI.  Nanti saja kalau sudah dilantik menjadi presiden, dia akan berkomentar.

Semua orang tahu bahwa Jokowi mmemang tipe orang yang tidak mau hidup dalam kemewahan. Hal tersebut dibuktikan bahwa  setelah menjadi gubernur DKI saja dia lebih memilih mobil  Innova, padahal standar gubernur DKI tentu mobil dinasnya lebih dari sekedar innova.  Melihat  kebiasaan Jokowi tersebut kiranya memang tepat manakala para kabinetnya nanti juga mengikuti jejaknya, yakni  menggunakan mobil dinas yang sudah ada atau kalau misalnya akan diperbarui, ya dicarikan mobil yang murah dan tidak menelan biaya yang cukup besar.

Namun persoalannya ialah bahwa lelang tersebut sudah dilaksanakan secara terbuka dan sudah ditentukan pemenangnya.  Apakah masih mungkin lelang tersebut dibatalkan, dan apakah kalau dibatalkan tidak akan terjadi komplain dari pemenang tender, dan masih banyak sedretan pertanyaan lainnya  sehubungan dengan sistem dan aturan main yang telah ditetapkan di negera kita.  Memang ada yang menhyarankan agar tender tersebut dibatalkan dengan cara pendekatan  dan pemberitahuan kepada pemenang tender bahwa  ada alasan yang mendasar, dan demi rakyat Indonesia.

Namun  di lain pihak menyatakan bahwa tender seperti itu tidak dapat dibatalkan lagi.  Namun lepas dari kontroversi tersebut, sesungguhnya ada jalan tengah yang dapat dilakukan, yakni dengan tetap memberikan kepercayaan kepada pemenang  tender  tersebut untuk pembelian mobil dinas, tetapi bukan jenis mobil mercy yang sangat mahal tersebut, melainkan  untuk pembelian mobil dinas yang lebih murah.  Dengan begitu polemik dan kontroversi tersebut akan hilang dengan sendirinya.  Hal tersebut menjadi  win win solution, karena mobil dinas tetap dibeli, tetapi tidak berupa mobil mewah, melainkan mobil biasa  dan bahkan dapat dikatakan  sebagai sederhana.

Presiden terpilih sebagai lambang kesederhanaan dan  selalu ingin dekat  dan berkominikasi langsung dengan rakyat, tentu mobilk dinas  bukan merupakan sebuah prioritas, yang terpenting ialah ada  mobil dinas untuk mendukung pelaksanaan tugas seorang menteri.  Dengan begitu persoalan mobil dinas tersebut tidak perlu lagi diributkan, karena toh yang akan memakai tidak meminta atau bahkaan menuntut.

Kesederhanaan yang selalu didengungkan oleh  banyak pihak sesungguhnya juga merupakan salah satu cara untuk membiasakan kepada pejabat nehara untuk tidak hidup mewah, yang banyak ongkos.  Karena hal tersebut kalau kemudian menjadi kebiasaan dan gaya hidup tentu akan  dapat mendorong melalukan penyeleweangan dan korupsi, demi untuk memenuhi kebutuhannya tersebut.  Persoalan yang saat ini menjerat banyak pejabat negara juga disinyalir disebebkan oleh gaya hidup mewah yang terbiasa dinikmati oleh pejabat negara dan keluarganya.

Dengan mempertimbangkan  hal tersebut kiranya kita harus mendukung kesederhanaan yang disuarakan oleh Jokowi tersebut.  Kita tentu harus ikut mengawasi mereka secara ketat, termasuk keluarganya, agar  mereka memang benar benar mengabdikan dirinya untuk kepentingan dinas dan bangsa sefrta negara.  Soal mereka harus diberikan fasilitas yang cukup itu menjadi keharusan bagi negara, karena mereka memang pejabat negara, tetapi bukan berlebihan yang mengesankan  glamour dan mewah.

Namun demikian  kita memang tidak boleh terkesan miskin, terutama  ketika harus berhadapan dengan tamu dari manca negara.  Untuk itu  masih diperlukan mobil yang bagus untuk para tamu negara dan juga presiden dan wakilnya.  Hal ini penting untuk tetap menjaga citra Indonesia di mata  negara lain.  Sementara itu untuk para menteri cukuplah dengan mobil biasa yang tetap mengesankan  kesederhanaan dan bukan karena kemiskinan.

Menurut saya, karena kabinet mendatang masih mempunyai cukup waktu untuk melakukan atau tidak melakukan pembelian mobil dinas, maka yang paling bagus adalah bahwa pembelian mobil dinas untuk para anggota kabinet diserahkan saja kepada pemerintahan mendatang.  Kalau pemerintahan Jokowi Jk menginginkan  meneruskan mobil dinas jenis mescy tersebut  biarlah mereka yang menentukan dengan berbagai pertimbangan, tetapi kalau pemerintah mendatang mencukupkan diri dengan mobil dinas yang masih ada itu juga terserah mereka, bahkan kalau misalnya harus membeli baru, tetapi memilih yang lebih murah, yakni mobil rakyat, tentu itu semua menjadi tanggung jawab pemerintah.

Kalau bhal tersebut dilakukan, tentu polemik mengenai pembelian mobil dinas menteri tersebut akan selesai, dan pemerintah saat ini tidak akan mempunyai beban tersendiri, karena telah menyediakan dana untuk keperluan mobil dinas, tetapi semua terserah kepeda pemerintah mendatang.  Tentu kita sangat yakin bahwa Jokowi tidak akan meneruskan pembelian mobil dinas jenis mercy sebegaimana saat ini telah dilelangkan, melainkan ada dua kemungkinan, yakni tetap menggunakan mobil yang sudah ada atau kemungkinan keduanya ialah membeli, tetapi untuk jenis yang lebih murah.

Sesungguhnya persoalan mobil dinas tidak perlu diributkan, karena hal itu merupakan salah satu fasilitas yang mesti diberikan kepada pejabat negara tremasuk menteri untuk mendukung pelaksanaan tugas mereka.  Persoalannya ialah  mengenai jenis mobil tersebut yang  dianggap cukup mewah, padahal pemerintah yang akan datang menganggap bahwa Indonesia masih perlu prihatin dengan kondisi masyarakat yang harus  diangkatkesejahteraannya.  Bagaimana mungkin pemerintah bisa mendapatkan kepercayaan masyarakat, kalau kehidupannya tampak mewah.

Namun semua itu tentu mempunyai alasan yang rasional, baik itu didasarkan atas kondisi masyarakat saat ini yang umumnya masih banyak yang miskin, atau didasarkan atas kepentingan negara, khususnya dimata internasional.  Sebagai rakyat, kita tentu akan dapat memahami sebuah keputusan, asalkan diberikan argumentasinya dan sekaligus  hal tersebut disosialisasikan  dengan bagus.  Rakyat sangat menyadari bahwa  seorang menteri yang bersungguh sungguh dalam mengurus kementeriannya dan lebih banyak memikirkan kepentingan rakyat, tentu mereka memang sangat layak mendapatkan fasilitas dari negara.  Mudah mudah kontroversipembelian mobil dinas ini segera tuntas dan tidak menyisakan persoalan untuk pemerintahan mendatang.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.