PECUNDANG

Mungkin kata kata tersebut agak menyengat kedengarannya, tetapi terkadang kita juga perlu sesekali  menyam[aikannya dengan kata yang culas seperti itu agar mereka yang pecundang benar benar merasa dan akhirnya diharapkan mampu bertobat untuk memperbaiki diri, sehingga sebcara bersama menjadikan negara kita aman, damai dan  menyenangkan.  Pecundang tersebut selalu mencari cela untuk melakukan kecurangan dan juga kekerasan untuk membuat keonaran dan ketidak stabilan kondisi.

Sebagaimana kita tahu bahwa sebagai anak bangsa yang baik, tentu kita  harus mengamankan komitmen bersama bahwa NKRI merupakan harga mati, sehingga semua hal yang dapat mengganggu  ataupun merusak kebersamaan, harus diberantas dan dijauhkan dari kehidupan kita,  berbagai potensi yang dapat mengarah kepada  disharmoni masyarakat, tentu juga harus disingkirkan njauh jauh supa tidak membesar dan akhirnya akan mengancam keutuhan negara kita tercinta.

Terkadang  sebagian diantara kita meraa  sudah aman dan nyaman sehingga mereka terlena dengan kondisi di sekitar, lalu  kondisi tenang tersebut dimanfaatkan oleh p[ara pecundang tersebut untuk melakukan aksi terror  sebagaimana yang  selalu saja kita saksikan.  Mereka rupanya selalu mencari celah untuk memanfaatkan keadaan yang memungkinkan merka masuk dan melakukan aksinya. 

Terakhir di samarinda kita  mendengar pengeboman kepada geereja dan ternuyata untuk sementara laporan dilakukan oleh seorang marbot masjid.  Tentu hal tersebut sangat melukai umat muslim sendiri, karena  mata dunia kemudian  secara ngawur langsung menuduh bahwa  islamlah yang sudah merusak keadaan damai, padahal kita semua sangat paham bahwa  Islam itu tidak pernah mengajarkan kekerasan dan terror, dan hanya pecundanglah yang dapat melakukannya.

Kebetulan yang melakukan tersebut ialah pecundang yang beragama Islam, padahal kita juga sering mengetahui bahwa  yang melakukan kekerasan tersebut bukan selalu orang Islam, karena pecundang tersebut  pastinya bukan orang  beragama yang taat dan paham dengan ajaran agamanya.  Biasanya aa motivasi tertentu yang disimpan oleh para pecundang tersebut, sehingga pada saat yang dianggap tepat kemudian mereka merealisasikan niatnya tersebut.

Kiranya sudah terlalu sering, kita mengajak dan menghimbau kepada umat secara keseluruhan untuk menjaga  keamanan dan  ketenteraman serta kedamaian lingkungan masing masing.  Namun banyak diantara umat kita sendiri yang kurang merespon ajakan tersebut, sehingga kondisi lingkungannya  sangat mudah dimasuki oleh para pecundang tersebut, dan bahkan  mereka dapat  nyaman berada di lingkungan tersebut untuk merencanakan dan sekaligus  melakukan  aksinya.

Sementara itu para pemuka agama juga terkadang tidak cermat dalam  mengenali umatnya, sehingga dengan mudah pula pare pecundang tersebut menyusup masuk seolah menjadi bagian dari umat yang baik. Bahkan terkadang pula ada sebagian tokoh agama yang justru  tidak cermat dalam menyampaikan mauidlahnya sehingga umat menjadi salah paham atau mungkin malah dianggap sebagai sebuah kenbajika  kalau  dapat melakukan sesuatu yang sesnsasional.

Namun kita yakin bahwa  ulama  dan para tokoh yang baik dan memahami ajaran agama, tentu  tidak akan pernah membuat keputusan atau mengajarkan kekerasan  atau hal hal lain yang mengarah kepada permusuhan dan perpecahan  di kalangan umat secara umum.  Pada  umumnya mereka yang mengajarkan islam dalam kekeraan ialah mereka yang sama sekali  belum mempunyai banyak ilmu tentang Islam dan kepribadian nabi Muhammad saw yang harus dijadikan teladan.

Meskipun kita tidak akan mengunkit demo pada  4 Nopember yang lalu, namun kiranya sedikit patut diingat bahwa  unjuk rasa yang dilakukan oleh uamat muslim sesungguhnya sangat damai dan tertib, hingga maghrib diamana menurut ketentuan perundangan unjuk rasa sudah harus berakhir.  Namun karena mereka belum  ditemui oleh presiden, maka sebagiannya masih terus  bertahan di lapangan.  Dan saat itulah masa yang sangat rawan untuk disusupi oleh mereka yang tidak menyuklai  ketenangan.

Memang sangat disayangkan bahwa presiden  hari itu tidak dapat menemui mereka, padahal keinginan mereka ialah ditemui oleh presiden dan lalu ada jaminan bahwa  basuki Tjahaya Purnama  akan diproses secara hokum dan transparan serta berkeadilan serta tidak ada intervensi dari siapapun.  Nah, jika hal tersbeut kemudian terjadi maka demo akan segera surut dan mereka  akan meninggalkan lapangan untuk kembali ke tempat tinggal masing masing.

Kalaupun presiden sudah memerintahkan kepada  menko polhukam dan juga wakil presiden dan beberapa menteri lainnya, tetapi rupanya mereka belum juga merasa puas jika tidak presiden yang menjawab sendiri atau yang menyampaikan sendiri.  Memang tuduhan sementara yang berkembang di amsyarakat belum ada bukti bahwa presiden melindungi  Ahok, sehingga  itulah salah satu yang memicu dilakukannya demo besar besaran tersebut.

Nah, jika kemudian ada jaminan secara langsung dari presiden bahwa  tidak ada yang akan mengintervensi dalam proses hokum Ahok, maka semuanya sudah selesai, dan semua harus menunggu proses hokum yang akan dilaksanakan dengan transparan dan cepat serta berkeadilan.  Namun kita juga harus yakin bahwa pada setiap keadaan yang memungkinkan untuk disusupi dan dimasuki oleh para pecundang tersebut, pastilah mereka akan mem,asukinya dan kemudian  jika melihat kemungkinan untuk melancarkan aksinya, maka apstilah merka akan menjalankannya.

Untuk itu yang harus kita waspadai ialah munculnya pencundang tersebut disekitar kita dan bahkan ungkin di lingkungan kita.  Pada awalnya merka tentu akan mengompori masyarakat bahwa seolah terjadi ketidak adilan dalam berbagai aspek, dan memang kenyataannya masih banyak ketimpangan di  dalam  pemerintahan kita, sehingga provokasi yang dilancarkan oleh pecundang tersebut akan dengan mudah ditelan oleh masyarakat dan ekmudian juga dibumbui oleh hal hal yang sensitive, semacam  persoalan agama dan lainnya, maka jadilah umat terbakar semangat dan emosinya.

Mereka para pecundang  tidak akan merasa nyaman jika kondisi masyarakat sangat teduk dan damai, karena mereka  akan kesulitan untuk mencari moment  yang dapat digunakan sebagai landasan untuk melakukan niat jahatnya.  Karena itu mereka akan selalu aktif untuk mempeengaruhi masyarakat agar  melakukan protes atau  hal lainnya yang mengarah kepada ketidak puasan masyarakat atas kondisi yang ada.  Dengan demikian mereka akan memperoleh entri point untuk memberikan provokasi lebih kepada masyarakat.

Kiranya menjadi kewajiban kita semua para tokoh  untuk memberikan pencerahan kepada umat agar  tetap waspada dan tidak mudah terpancing oleh hasutan  atau ajakan dari  mereka yang tidaka jelas.  Umat harus diberikan pandangan yang luas dan kesepakatan para pendiri dan juga para ulama bahwa  NKRI merupakan harga mati yang tidak bisa ditawar tawar lagi.  Dengan begitu masyarakat akan tetap membela negara dengan seluiruh kekuatan dan menghalau smeua pecundang.

Aksi kekerasan dam terror yang selalu dilakukan oleh mereka yang masuk dalam kategori pecundang tersebut tentu akan merugikan kita semua serta merusak fasilitas umum yang sudah kita bangun dengan  keringat kita.  Mari masyarakat kita ajak berpikir rasional dan realistis, sehingga mereka  akan dengan sendirinya mengusahakan agar kondisi lingkungan merka benar ebnar aman dan tidak terjadi kekerasan serta terror.  Semoga kita dapat membedakan mana yang  pecundang dan mana yang tidak, sehingga kita akan mampu bersikap secara tegas. Semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.