SIBUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN

Saat ini seluruh pegawai atau aparatur  negara, baik yang sipil maupun militer dan kepolisian, sangat sibuk menjalankan  kegiatan, karena sebagaimana kita tahu saat ini merupakan  bulan akhir  untuk mempertanggung jawabkan kegiatan yang telah diprogramkan sebelumnya.  Dengan demikian seolah tidak ada hari tanpa kegiatan, bahkan terkadang dalam hari yang sama  ada beberapa kegiatan yang harus dijalankan.

Sesungguhnya pelaksanaan prokhir tahun tersebut kurang bagus, karena  dapat dipastikan tidak akan maksimal hasilnya, namun  system yang ada  di kita lah yang memungkinkan semua itu harus terjadi.  Bagaimana mungkin kita akan dapat merealisasikan  anggaran kegiatan pada awal tahun, meskipun DIPA sudah diluncurkan  di akhir tahun sebelumnya, namun dalam realisasinya sampai bulan ketiga  keempat barulah ada kejelasan penggunaan anggaran tersebut.

Penyusunan anggaran dan kegiatan sesungguhnya sudah disebar demikian rupa  sejak bulan pertama sampai bulan terakhir, namun pada kenyataannya kemudian harus diterima hal yang sama sekali tidak diharapkan, yakni tertundanya  pelaksanaan kegiatan disebabkamn system yang memang belum dapat diubah sedemikian rupa untuk mendukung  terlaksananya kegiatan sesuatu yang rencana.  Jadilah program program tersebut harus menumpuk di akhir tahun.

Jika kegiatan tersebut berupa pembangunan  fisik, tentunya akan  menjadi  masalah besar, kerena prosedurnya yang juga membuat kita tidak mampu menjalankannya  dengan cepat.  Memang ada program yang sudah sejak awal dimaksudkan untuk pembangunan fisik tersebut sehingga pelelangannya sudah dapat dilaksanakan sejak sebelum memasuki tahun anggaran, namun bagi  program fisik yang  berupa pengalihan, tentu akan menjadi sulit, karena praktis dapat memulai kegiatan, termasuk lelang dan lainnya sejak Juli.

Dengan  segala keterbatasan yang ada sesungguhnya  pembanguna fisik pun dapat dikejar dengan mengerahkan sleuruh kekuatan, yakni dengan dilakukan kerja lembur di malam hari, namun sekali lagi  ketika ada hambatan alam, seperti musim hujan yang  sudah hadir sejak bulan September dan secara terus menerus, maka kegiatan pembangunanpun akan terpengaruh, dan itulah hal yang memungkinkan  ada keterlambatan.

Sebagaimana kita tahu bahwa  penyerapan  di berbagai kementerian hingga saat ini masih snagat minim, bahkan ada yang masih dibawah 50%, padahal tinggal menyisakan waktu sekitar satu bulan lagi, karena itu semua pihak saat ini memang benar benar pusing tujuh keliling untuk menyelesaikan semua program anggarannya.  Barangkali memang dibtutuhakn kerja yang tanpa mengenal lelah, bahkan siang dan malam hari, agar semuanya dapat berjalan seuai target yang telah dicanangkan.

Kalaupun pada saatnya nanti masih belum sesuai target, setidaknya suah emndekatinya.  Jika kita berkomitmen untuk dapat melakukan capaian target, insyaallah kita akan dapat mewraihnya.  Kebanyakan seretnya penyerapan tersebut ialah disebabkan oleh masih berjalannya pembanguna  fisik yang anggarannya cukup besar dan  rekanan belum mencairkan anggaran, atau baru sedikit sekali yang dicairkan. Nah, kalau memang  seperti itu kondisinya maka  pada bulan desember nanti, dapat dipekirakan penyerapan akan  naik secara significant.

Untuk itu dalam situasi seperti saat ini, kita memang harus serius dalam melaksanakan program kegiatan, meskipun tetap harus memaksimalkannya, sehingga tujuan dan targetmnya akan dapat diraih secara bersamaan, bukan sekedar tuntas kegiatan, namun kurang memberikan manfaat.  Namun celakanya ternyata bukan kita saja yang mengalami keterlambatan dalam melaksanakan tugas, melainkan juga banyak  yang lainnya.

Dengan demikian mereka juga berusaha untuk  melaksanakan  kegiatan dalam waktu yang sama. Nah, dalam kenyataannya merka juga melibatkan kita dalam pelaksanaan program tersbut yakni partisipasi keikut sertaan kita sangat dibutuhkan, sehingga  kita  dengan seendirinya akan ikut terganggu dalam pelaksanaan penyelesaian program kegiatan.   Ini memang sangat ironi, dimana kita sedang  berusaha untuk menuntaskan kegiatan sendiri, tetapi pada saat yang sama kita juga  dilibatkan dalam penuntasan kegiatan pihak lain.

Hanya saja  ada hal pentiing yang tidak boleh kita abaikan ialah  kesehatan, karena biasanya kalau tenaga dan pikiran terforsir semua akanmlelemah dan mudah  terserang penyakit.  Karena itu   hal paling penting bagi kita ialah bagaimana kita mampu memenej diri kita sehingga  dapat menjalankan tugas dengn baik dan sekaligus juga  dapat menjaga kesehatan dan kebugaran diri.  Itu semua tentu membutuhkan konsentrasi dan peencanaan yang matang.

Cukuplah kita menjalankan rugas sesuai dengan kapasitas kita, meskipun memang harus ekstra dibandingkan dengan hari hari biasa.  Namun kita sangat yakin bahwa jika kita serius dalam melaksanakan tugas di sisa waktu yang ada, insyaallah masih bisa mengejar ketertinggalan, sehingga smeuanya akan menjadi sangat menyenangkan.  Tentu mengecualikan  hal hal yang memang  tidak mampu kita lakukan, seperti misalnya hingga akhir tahun nanti blokir tidak juga dapat dibuka dan lainnya.

Sesungguhnya target capaian itu dapat digambarkan sedemmikian rupa sehingga pada saat  mendekatati akhir seperti saat ini, kita  sudah dapat memperkirakan capaian kita tersebut. Kalaupun kekurangan serapan yang dilakukan  masih terlalu banyak, kita pun  juga akan memperkirakan  capaian maksimal yang dapat kita raih, jika kita melakukan kerja dengan sangat serius, seperti banyak kerja lembur dan lainnya.

Sesungguhnya kebanyakan diantara sekian banyak dana belum terserap itu bukanlah  kesalahan atau keteledoran yang disengaja oleh  pelaksana, melainkan  biasanya disebabkan oleh adanya kendala yang bersifat umum, sehingga kegiatan belum akan dapat disempurnakan.  Sistem yang yang berjalan saat ini sebagaimana yang diinformasikan di atas, tentu merup[akan sebab utama yang menghambat serapan anggaran.  Jika system diubah, sehingga sejak awal bulan januari sudah dapat melaksanakan program anggaran, pastilah serapan pada saat menjelang akhir tahun sperti ini sudah cukup melegakan.

Dapat dibayangkan kalau sudah berjalan tiga bulan, baru dapat merealisasikan anggaran, tentu akan  didapati kegiatan yang nantinya akan menumpuk di belakang.  Tiga bulan berlalu tanpa kegiatan yang berarti, sudah barang tentu akan mengganggu perjalanan pelaksanaan program.  Nah, kalau kemudian dilakukan percepatan dengan  menggabungkan dengan program lainnya yang memang direncanakan akan dilakukan pada bulan bulan tertentu, maka itupun pasti akan mengganggu, meskipun  akan lebih aman. 

Hanya saja biasanya  orang tidak akan mau diganggu dengan program tambahan, sehingga lebih menikmati menjalankan program sesuai dengan rencana.  Nah, kalau demikian sudah pasti program yang ada dan dirtencanakan  dilaksanakan pada bulan bulan awal tersebut, akan tertangani pada bulan akhir dan itulah kenapa  pada stiap tahunnya selalu saja banyak kegiatan yang menumpuk di akhir tahun, dan  itu juga yang kemudian dijadikan alasan oleh kebanyakan orang untuk tidak mamp[u menyerap anggaran hingga maksimal.

Namun rupanya kendalan tersebut bukan untuk dicarikan solusinya dengan bagus, sehingga semuanya akamn berjalan dengan bagus p[ula, melainkan justru selalu dijadikan olok olok oleh  banyak pihak pula untuk menyalahkan pelaksanan program anggaran yang tidak mampu menjabarkan program yang merata di seluruh bulan yang tersedia.  Seoalh mereka itu sama sekali tidak mengetahui persoalan, padahal setiap tahunnya juga sudah disampaikan dengan sekaligus disertai permohonan agar system yang ada diperbaiki.

Entahlah akan sampai kapan system seperti ini, yang pasti kerugian  ada pada rakyat sxecara umum.  Sesungguhnya masih banyak system yang seolah tidak mampu diperbaiki, atau jangan jangan memang disengaja oleh pihak tertentu agar negeri ini memang tidak mampu untuk  menjalankan pemerintahan dengan bagus.  Wallahu a’lam.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.