JANGAN MUDAH DIADU DOMBA

Pada saat membaca media social saya sungguh meraa sangat ngeri, karena kebanyakan isinya justru saling menyalahkan dan  memprovokasi.  Bahkan  tidak sedikit yang membuat pernyataan dan tulisan yang sungguh  sangat membahayakan, karena  tulisan tersebut dapat membakar emosi golongan tertentu, padahal; semua yang tulis tersebut  tidak ada faktanya.  Jadi jika kita tidak selektif dan menelan begitu saja informasi tersebut, pastilah kita akan terperangkap pada sebuah kondisi yang memilukan.

Sebagai bangsa yang sudah  sekian tahun merdeka, seharusnya kita lebih  bijak dalam berbuat dan juga bersikap, bukan justru malah semakin tidak terkontrol.  Tulisan dan komenter di media social tersebut sungguh sama ekali tidak dipikirkan efeknya, bahkan  mungkin disengaja untuk memecah belah masyarakat?  Pasalnya hamper semua tulisan dan komentar selalu menyalahkan dan menyudutkan pihak tertentu dan bahkan mengompori masyarakat untuk membenci dan memerangi keliompok tertentu.

Untunglah masih ada  ulama dan tokoh yang berpikir netral dan juga  lebih memikirkan bangsa dan negara ketimbang kelompok tertentu atau golongan, sehingga mereka  selalu mengajak kep[ada kedamaian dan ketenteraman, serta menjauhkan diri dari menuduh, memfitnah dan juga  memprovokasi pihak tertentu.  Bahkan mereka mengharamkan menyebar fitnah, membuat keseresahan, membuat terror, dan juga membuat takut kepada masyarakat.

Hanya saja dalam kenyataannya media social semakin menggila,  sehingga perlu dikhawatirkan bahwa media social tersebut akan lebih efektif dan lebih dipercaya  oleh masyarakat ketimbang  fatwa  para ulama.  Kekhawatiran itulah yang kemudian kita meminta kepada  kementerian terkait untuk  dapat memberikan aturan main yang adil kepada mereka yang  menggunakan media social untuk komunikasi atgau menyebarkan informasi.

Seharusnya ada control dari pemerintah agar smeua  informasi di media social dapat dipertanggung jawabkan dan bilamana hanya sebuah fitnah dan kebohongan,  dapat dituntut dan diberikan sanksi yang berat.  Manurut saya hal tersebut dapat dilakukan, karena media social tersebut merupakan sarana yang dapat dikontrol oleh pemegang otoritas.  Kita snagat khawatir jika  kondisi seperti saat ini dibiarkan terus, pastinya akan dapat mengganggu stabilitas di masyarakat dan  akan mempengaruhi usaha penciptaan  kondusifitas.

Masyarakat kita  saat ini meskipun rata rata sudah cerdas dan dapat membedakan antara  berita yang gossip dengan berita yang benar, namun seringkali banyak yang mudah terbakar oleh informasi yang menyesatkan.  Akibatnya  kecerdasan yang sudah dimiliki oleh masyarakat tersebut akan hilnag bersama dengan meluapnya emosi mereka, karena dijamah pada  hal yang sangat sensitive, sepeti persoalan agama dan lainnya.

Untuk itu masih terus dibutuhkan  pencerahan dari para ulama dan tokoh agama lainnya  agar masyarakat tetap tegar dan tidak mudah terhasut oleh provokasi yang menyesatkan.  Caranya  terserah kepada masing masing orang, apakah dengan pertemuan formal semacam pelatihan  atau workshop atau seminar, ataukah dengan cara  lainnya, kartena yang terpenting ialah masyarakat mendapatkan informasi dan pembinaan yang benar sehingga mereka akan tetap berlaku dan betindak secara  bijak dan tidak grusa grusu.

Pada saat terjadi  sebuah peristiwa yang sifatnya lokal dan mungkin hanya disebabkan oleh pertentangan individu, lalu untuk mendapatkan simpati pihak lain, kemudian dikembangkan isu yang sangat sensitive, maka kemudian terjadilah peristiwa yang memilukan dan melibatkan banyak umat.  Nah,  lebih jauh kemudian ada pihak yang sengaja menyebarkan informasi tidak benar sehingga menyulut amarah banyak umat lainnya.  Itula kenyataan yang sering kita saksikan dan hadapi, sehingga akan sulit diatasi, karena emosi sudah memuncak.

Ketika ada orang membakar masjid atau mushalla yang disebabkan oleh personalan local atau persoalan asmara dan lainnya dan sesungguhnya tidak tersangkut dengan masalah agama, lalu mumncul provokasi  liar dan  ditangkap oleh masyarakat muslim, pastilah akan menjadiz esuatu yang besar, jika tidak segera dijelaskan pokok persoalannya dengan jernih.  Karena yang mengemuka di informasi tersebut pastila ada pihak yang sengaja membakar masjid dan lainnya.

Demikian juga pada saat ada pihak yang kebetulan mengebom  atau membakar gereja yang sebabnya  adalah  persoalan  ketegangan antar individu yang kebetulan  salah satunya sebagai penghuni atau penjaga gereja tersebut, lalu kasusnya dibesarkan  menjadi seolah permusuhan antar agama, pastulah akan terjadi kegaduhan yang  sulit untuk dipadamkan seketika.  Dan tentu masih banyak lagi kasus  yang sesungguhnya hanya  sangat terbats pada persoalan personal, kemudian diangkat menjadi persoalan  besar  dan terkait dengan sara.

Atas dasar kenyataan tersebut, kiranya kita harus melakukan terobosan yang memungkinkan masyarakat kita tidak mudah diadu domba atau dihasut sehingga mereka terbakar emosinya  dan kemudian melakukan hal hal yang tidak kita inginkan.  Barangkali hal yang efektif ialah bilamana  RT dan RW berperan aktif dalam mensosialisasikan informasi yang benar dan  melakukan pembinaan kepada warga secara rutin setiap bulan sekali.

Banyak informasi yang dapat disampaikan kepada mereka, abhkan jika mungkin sesekali mendatangkan pihak kepolisian untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat untuk menjaga  ketertivban dan keamanan serta tidka mudah terpengaruh oleh berita apapun sebelum dicek kebenarannya.  Atau bahkan  memberi tahukan kepada masyarakat agar membiasakan diri untuk mengklarifikasi setiap pemberitaan, sehingga tidak akan mudah terprovokasi  oleh siapapun.

Organisasi kemasyarakatan juga harus aktif memberikan informasi dan pembinaan kepada anggotanya agar berhati hati serta  waspada terhadap isu isu miring yang menyudutkan pihak tertentu, karena hal tersebut belum tentu benar dan mungkin juga  sengaja ditiupkan untuk membuat masalah atau sengaja ingin  mengadu domba  antara beberapa tokoh dan masyarakat.  Barangkali  sesekali diadakan pengecekan bersama  dalam sebuah forum atas informasi yang dapat menyebabkan perpecahan amsyarakat.

Dengan demikian pada saatnya masyarakat akan mengetahui bahwa tidak semua berita itu benar dan factual.  Namun  dalam kenyataannya  sebagian betrita yang ada di medsos justru sebaliknya, yakni bohong dan hasutan serta provokasi semata.  Mungkin kita yang tidak terbiasa dibohongi akan merasa sakit, karena selama ini  ternyata telagh banyak dibohongi olehmedia.  Bhkan a da diantara lembaga survey yang seharusnya  ilmiah dan didasarkan atas data, juga  ada yang bohong bohongan semata.

Dalam kenyatannya lembaga survey ada yang sengaja disewa untuk  mmepengaruhi opini public dengan menyajikan berita dan informasi pesanan, sehingga infonya sama sekali tidak akurat dan tidka dapat dijadikan pegangan.  Itulah beberapa hal yang nyata tetapi belum banyak diketahui oleh masyarakat luas yang harus disampaikan kepada mereka, sehingga mereka akan lebih selektif dalam menerima berita.  Jika masyarakat sudah bersikap demikian  insyaallah mereka tidak mudah untuk diadu domba.

Sudah barang tentu kita juga harus menyampaikan informsi bahwa tentang  berita bohong tersebut bukan saja disampaikan melalui social media semata, melainkan sudah juga merambah ke informasi dari mulut ke mulut dan juga selebaran yang  biasa disampaikan lewat tempat umum.  Saat ini seolah tidak ada  media apapun yang luput dari serangan para pihak yang sengaja ingin membuat keruh, merusak dan menciptakan kegaduhan di masyarakat.  Karena itu sekali lagi mari kita bersama sama  waspada terhadap semua berita yang berseliweran di lingkungan kita.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.