MENIKMATI KEHIDUPAN

Tuhan memberikan kesempatan hidup di dunia ini hanya sekali saja, sehingga kita harus dapat menjadikannya sebagai hidup yang bermakna dan sekaligus menjadikan kita menikmatinya.  Namun keinginan seperti itu tidak mudah, jika kita tidak emndasari diri kita dengan sikap yang benar, tulus dan  melihat semua hal  merupakan keputusan Tuhan yang baik bagi kita.  Kalaupun ada  kalanya ita mengalami kajadian atau kondisi yang secara lahir tidak menyenangkan, maka kita harus tetap percaya bahwa semua itu hanyalah proses untuk mendapatkan kebaikan.

Sayangnya memang tidak smeua orang tahu dan sekaligus  menyadarunya sehingga akan bersikap sesuai dengan sikap tersebut.  Bahkan yang terjadi ialah bahwa kebanyakan manusia  selalu dikendalikan oleh  nafsunya sehingga tidak pernah sekalipun mensyukuri nikmat yang diberikan oleh Tuhan, meskipun nikmat tersebut sungguh sangat besar.  Biasnaya mereka menganggap bahwa apapun yang diperolehnya itu ialah karena usahanya sendiri ataupun karena kemujurannya.

Bahkan kalaupun mereka itu kemudian sukses dalam hidup, mempunyai banyak harta, maka kehampaan tentu akan terus menguntitnya, karena setelah banyak harta mereka justru akan kesulitan sendiri, termasuk bagaimana harus  mengamankannya dan juga menjaganya agar tidak dicuri oleh pihak lain.  Jadi fokus sehari harinya hanya kepada  hartanya tersebut.  Dengan demikian   mereka tidak akan mampu menikmati hartanya tersebut.

Sebaliknya jika seseorang mendasari hidupnya dengan kepercayaan yang penh kepada Tuhan, bahwa semua  yang terjadi di dunia ini  pastilah atas kehendak Nya, maka dia akan dapat menikmati hidup dengan sangat baik.  Karena dia akan  percaya bahwa Tuhan pasti bermaksud baik ekpada semua hamba Nya, apalagi hamba yang  taat serta selalu berbuat baik kepada siapapun.  Bahkan kalaupun dia  sedang diuji dengan ketidak baikan, ataupun sesuatu yang secara lahir tidak menyenangkan, maka dia tetap akan mencari kebaikan dibaliknya.

Sikap baik sangka kepada Tuhan tersebut, akan semakin menjadikannya sebagai hamba yang  banyak bersyukur  atas segala nikmat yang diterimanya, meskipun kadarnya  snagat kecil sekalipun.  Dalam banyak hal bahkan dia akan mampu melakukan kesyukuran  ketika diberikan cobaan oleh Tuhan, karena yang dilihatnya ialah kebaikan, dan bukan keburukannya.  Ibaratnya jika dia diberikan cobaan dengan kecelakaan dengan lukan berat, maka dia akan tetap bersyukur, karena masih diselamatkan dari kematian.

Jika dia  diberikan ujian dengan kemiskinan, maka dia akan bersyukur karena Tuhan  tidak ingin dia menjadi sombong dengan harta, dan begitu seterusnya.  Artinya apapun yang diterimanya ialah  anugerah dari Tuhan dan bukan sesuatu yang meyakitkan.  Akan tetapi untuk  dapat ebrsikap seperti itu tentu tidak mudah, karena dibutuhkan mental yang sngguh snagat bagus dan pengertian  serta ketulusan yang luar biasa.  Bahkan mungkin untuk saat ini sangat sedikit orang yang dapat mempraktekkannya, untuk tidak mengtatakan tidak akan ada.

Itulah yang seharusnya kita upayakan dalam diri kita agar kita dapat menikmati kehidupan di dunia ini dengan sangat nyaman dan terhindarkan dari kesusahan yang mungkin saja  kita ciptakan sendiri.  Kalaupun kita belum mampu bersikap seperti itu,  setidaknya kita harus dapat mengendalikan nafsu yang  selalu mengajak kepada keburukan.  Artinya jika kita belum dapat  menikmati seluruh kondisi yang kita alami, terutama jika  sedang diberikan ujian oleh Tuhan, namun kita harus mampu mensyukuri setiapnikmat yang kita dapatkan, sehingga hal tersbeut akan sedikit engekang nafsu yang selalu mengajak kita kepada kejelekan.

Dalam mengarungi kehidupan ini dipastikan kita aan sering mendapatkan  nikmat, bahkan kalau kita mau sedikit berpikir, maka setiap saat nikmat tersebut selalu melekat dalam diri kita, nikmat sehat, nikmat atas segala tubuh kita yang  lengkap dan  lainnya.  Taruhlha  semua  apa yang kita sudah dapatkan tersebut  sudah kita anggap sebagai sesuatu yang biasa, maka pastilah kita akan masih selalu mendapatkan nimat lainnya, seperti mendapatkan keuntungan atas usaha yang kita lakukan, mendapatkan gaji bulanan yang utuh dan lainnya.

Bagi mereka yang  berusaha dengan membuka warung makan misalnya, pasti  mereka pernah mendapatkan keuntungan yang banyak, dan itulah niat Tuhan.  Demikian pula jika  sedang banyak pelanggan yang makan di warungnya,  itu juga bentuk lain dari nikmat yang diberikan Tuhan kepada mereka, dan seterusnya.  Bahkan jika seseroang berusaha bekerja menjadi tukang parkir sekalipun, maka sesekali dia juga mendapatkan karunia yang lebi dari biasanya, yani pada saat  mereka yang parkir  ramai, dan juga ketika ada  orang yang memberikan uang parkir lebih dan lainnya.

Semua yang didapatkannya pastilah itu merupakan karunia Tuhan yang mesti disyukuri, agar hidupnya menjadi semakin bermakna.  Disamping itu kita tidak perlu memaksakan diri untuk mendapatkan atau meraih sesuatu, karena sesungguhnya semuanya sudah diatur oleh Tuhan.  Karena itu lakukan segalanya dengan  penuh ketululusan.  Bukan berarti ketika kita menjalankan sesuatu cukup dengan santai, melainkan tetap serius dan tetap ingat dengan  yang lainnya, utamnya dengan waktu  menjalankan ibadah kepada Tuhan.

Artinay jika kita sedang menjalankan sesuatu, allu datang waktu shalat, maka segeralah untuk  mendatanginya, karena kalau kita selal memperhatikan pangilan Nya,pastinya Tuhan juga akan selalu memperhatikan keperluan kita.  Dengan  tetap  serius dalam menjalankan tugas dan  selalu ingat waktu shalat,ti juga kita akan diingatkan oleh  waktu bahwa sudah saatnya kita beristirahat untuk memulihkan kondisi badan yang sudah mulai lelah.

Kedisiplinan seperti itu  akan membantu kesehatan kita sehingga kebugaran kita akan senantiasa  dapat dipertahankan.  Pada saatnya kita juga memerlukan diri untuk berekreasi atau sekedar santai menikmati apa yang ada dan  dipadukan dengan perenungan diri atas  kekuasaan Tuhan serta  kebijakan Tuhan dalam mengatur dunia serta memberikan kesempatan kepada smeua hamba Nya untuk mengabdikan diri  kepada Nya.  Dalam kondisi perenugan yang demikian, kita sangat yakin bahwa keimanan kita akan semakin kokoh dan bertambah kuat.

Sebaiknya kita juga  tidak meninggalkan atau melupakan diri bahwa keberadaan kita di atas dnia ini hanyalah sementara dan karena itu kita harus banyak berinvestasi untuk ekhidupan akhirat nanti dengan menjalankan berbagai aktifitas kabikan.  Salah satu  hal penting yang akan membawa keuntungan ganda ialah  memberikan sedekah atau berderma, karena disamping  hati  dan pikiran kita akan  tenang, kita sekaligus juga dapat  berinvestasi untukekhidupan kekal di akhirat.

Jika kita terbiasa  dengan bersedekah dengan ketulusan,hati dan pikiran kita akan semakin kokoh dan tenang, karena  kita sudah tidak lagi memikirkan persoalan  harta kita.  Memang bukan berarti seluruh harta yang kita punya diberikan kepada pihak lain, melainkan hanya sebagiannya saja, karena kita juga tetap berpikir bahwa hidup di dunia ini  memerlukan ongkos, baik untuk pendidikan anak, untuk kesehatan sleuruh keluarga, untuk makan sehari hari,  pakaian, dan lainnya.  Semua itu juga membutuhkan ongkos  agar  dapat lancar semua urusan keduniaan.

Namun jika kita hanya menumpuk harta tanpa disedekahkan kepada pihak lain yang membutuhkannya, maka kita akan terpaku terus dnegan penjagaan harta tersebut, sehingga pikiran justru tidak akan pernah tenang, dan itu merupakan siksaan tersendiri bagi orang yang bakhil.  Semoga kita mampu menjadikan diri kita sebagai hamba yang selalu bersedekah dan  idka melupakan kehidupan di dunia. Amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.