CIPTAKAN KEDAMAIAN

Sebagaimana kita tahu bahwa hari ini, 4 Nopember 2016  akan dilakukan demonstrasi besar besaran di ibu kota Jakarta.  Thema umumnya ialah menuntut agar Basuki Cahaya Purnama, gubernur DKI  tyang saat ini sedang cuti pilkada diproses  hokum, karena dugaan telah menistakan agama Islam dan al-Quran.  Laporan sudah cukup lama disampaikan, tetapi nampaknya belum ada tanda diproses, sehingga masyartakat kemudian berinisiatif untuk melakukan unjuk rasa.

Rupanya  unjuk rasa kali ini gaungnya  lumayan  hebat, karena  istana kemudian merespon dengan  serius, dan bahkan knon media asing banyak membicarakannya dan ingin meliputnya.  Beberapa hari yang lalu presiden  mengundang  tokoh Islam, yakni ketua umum MUI,  ketua PP Muhammadiyah dan juga ketua PB NU untuk  dimintai saran  mengenai persoalan yang masih terkait dengan rencana demo besar besaran pada hari ini.

Dalam kesempatan tersebut presiden juga mengungkapkan bahwa  beliau  mendorong agar proses hokum tetap dijalankan secara transparan dan adil, serta beliau berjanji tidak akan intervensi.  Bahkan kemudian wakil  presiden Jusuf kalla juga mengatakan bahwa polri  akan memeriksa Ahok sebagaimana keinginan masyarakat.  Dengan demikian diharapkan semuanya sudah selesai, dan tidak perlu melakukan demo.

Namun  masyarakat rupanya sudah terlanjur mempersiapkan segalanya, dan  mungkin juga tidak terlalu “percaya” dengan janji tersebut, karena  geliat untuk memprosesnya juga setelah ada tekanan untuk dilakukan  demo besar besaran, sehingga mereka pada hari ini tetap akan melaksanakan demo bahkan akan diikuti oleh lebih dari serratus ribu massa, yang datang dari berbagaio daerah di Jawa, Sumatera dan juga lainnya.

Sesungguhnya  mengungkapkan  perasaan  pikiran dan sejenisnya itu telah diatur oleh undang undang dan tidak ada satu pihak pun yang  boleh melarangnya, asalkan dilaksanakan dengan baik sesuai dengan aturan main yang ada.  Karena itu demo pada hari ini biarlah tetap berlangsung, karena toh himbauan untuk tidak turun jalan sudah dilakukan oleh hamper semua pihak, dan massa rupanya tetap ingin turun jalan dan menyuarakan  aspirasinya.

Hanya saja yang perlu dicatat dan perhatikan ialah jangan sampai demo yang  berkeinginan baik tersebut, kemudian disusup[I oleh kepentingan  pihak lain  untuk mengeruhkan suasana dan  mengadu domba umat dengan apparat.  Karena itu antisip[asi terhadap masalah tersebut memang harus dilakukan sejak awal.  Kita patut mengapresiasi polri yang mempesiapkan aparatnya untuk pendekatan secara persuasive, dan sejauh mungkin menghindari bentrokan dengan massa.

Polri dalam menjaga dan mengamankan demo hari ini  diinstruksikan tidka membawa alat, termasuk senjata danpentungan dan lainnya, melainkan  cukup dengan  tangan kosong, bahkan  untuk menyatakan sikap simpatinya, mereka yang polwan akan mengenakan jilbab dan juga  surban bagi mereka yang laki laki.  Kemarin mereka juga sudah melakukan dzikir bersma  dan berdoa untuk keselamatan bersama dan ketertiban dalam pelaksanaan demo hari ini.

Saya yakin semua pihak akan mendukung aksi damai tersebut, sehingga masyarakat juga dihimbau untuk tetap melaksanakan tugasnya sebagaimana biasa dan tidak perlu takut.  Para pegawai juga diminta untuk tetap masuk kantor seperti biasa.  Demikian juga para pedagang.  Namun rupanya sejak kemarin sudah banyak pedagang yang siap siap untuk mengangkut dagangannya , terutama yang  sangat penting dan mahal untuk diungsikan sementara di tempat yang dianggap aman.

Hal tersebut membuktikan bahwa masyarakat tetap terpengaruh dengan rencana demo besar besaran kali ini, sehingga banyak diantara mereka yang  memperkirakan akan terjadi huru hara besar di ibu kota.  Memang factor informasi sangat penting, sehingga diharapkan media juga ikut menciptakan kondisi yang kondusif di masyarakat dengan memberitakan  sesuatu  yang bagus dan   damai.

Kita juga berharap bahwa para tokoh dan ulama yang terlibat demo maupun yang hanya mendoakan saja, dapat memberikan tausiahnya agar para pendemo tetap  menjaga keamanan dan kedamaian semua pihak.  Jangan sampai rakyat ketakutan dan tidak dapat menjalankan  kegiatan hariannya dengan baik.  Demo tersebut hakekatnya ialah untuk memberikan  tekanan  kepada apparat agar melaksanakan tugasnya dengan bagus, karena itu sangat tidak pas jika yang mengharapkan tersebut justru melakukan  pelanggaran sendiri.

Demo kali ini juga sekaligus memberikan pelajaran yang sangat berharga kepada smeua pihak agar  melaksanakan tugasnya dengan baik dan tidak menunda nunda  kewajiban.  Memamng awalnya ada kecurigaan sebagian orang tentang persoalan tersebut, bahkan ada yang  secara vulgar seolah menuduh bahwa presiden melindungi Ahok  dan dia menjadi kebal hokum, bahkan mereka juga  membuka kasus sumber waras yang seharusnya  ditindak lanjuti, tetapi ekmudian mandek.

Kita memang tidak ingin tudingan tanpa bukti disebarkan di masyarakat, yang hanya akan mengakibatkan  kebingunan dan  kekhawatiran mereka saja. Sebaiknya siapapun harus tetap menjaga keutuhan dan kebersamaan, serta tidak mengumbar keinginannya sendiri tanpa diserta bukti autentik, seperti menuduh seseorang  melindungi atau bahkan intervensi dan lainnya.  Apalagi kalau yang dituduh tersebut seorang pejabat negara bahkan presiden.

Kembali kepada demo hari ini, kita semua  berharap akan  terlaksana dengan baik, tertib, damai dan tidak terjadi hal hal yang tidak diinginkan bersama.  Biarkanlah mereka menyampaikan  aspirasinya dengan damai dan polisi cukuplah berjaga dari kemungkinan terjadinya penyusupan.  Kalau sekedar hanya mereka berorasi dan menyampaikan tuntutannya, biarkan saja karena itu merupakan hak setiap orang dank iota cukup mendengarkannya saja.

Ketika sudah ada jaminan  proses hokum berjalan dan akan dilakukan dengan tanpa tekanan dari manapin dan tidak ada intervensi dari manapun, maka kita  hormati itu serta kita tunggu sambal mengawasinya, sehingga proses hokum tersebut akan benar benar dilakukan dengan adil.  Dengan demikian polisi akan dapat bekerja dengan tenang dan pastinya akan memanggil berbagai pihak yang dapat dikaitkan dengan peroalan isu penistaan agama tersebut, seperti para saksi, saksi ahli dan juga pihak lain yang dianggap mengatahuii persoalan tersebut.

Nah, dengan  demikian pada akhirnya polisi dalam hal ini penyidik akan dapat menentukan apakah tindakan Ahok di kepulauan seribu tersebut  mengandung unsur sara dan kemudian ditingkatkan emnjaid penyidikan atau tidak.  Itu semua masih dalam proses, dan kia harus menunggunya.  Jadi nanti setelah disimpulkan oleh penyidik, kita juga harus menerimanya  dengan baik pula, apakah ada unsur penistaan ataukah tidak, semuanya terhgantung kepada pemeriksaan saksi saksi.

Tentu kita tidak boleh memaksakan kehendak bahw Ahok harus dihukum atau dipenjara, namun harus melalui proses hokum yang ebrjalan dengan adil.  Kita yakin jika memang  bersalah maka ada sanksinya dan jika tidak bersalah, maka harus dilepaskan dengan hormat.  Karena itu sekali lagi  unjuk rasa pada hari ini yang diperkirakan  diikuti oleh ratusan ribu massa tersebut harus dikendalikan dengan baik sehingga tidak ada  paihak lain yang memanfaatkannya untuk  merusak kebersamaan dan kedamaian.

Kita harus ingat kepada beberapa  negara yang rusak disebabkan oleh  ketidak bersaman warganya.  Sungguh sangat mahal untuk  menjadikan negara dan bangsa ini sebagai sesuatu yang kita jadikan tumbal.  Kita  p[astinya akan berdosa besara kepada para pendiri negara ini yang telah merebut dan mempertahankannya dengan darah mereka.  Untuk itu sekali lagi kita harus tetap menjaga keutuhan negara dan masyarakat ini dengan sebaik baiknya.  Semoga demo kaoi ini memang tidak akan terjadi apa apa sebagaimana prediksi sebagaian orang, amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.