AICIS

Mungkin  diantara masyarakat kita ada yang sama sekalai belum mengenal  dan memahami apa itu  aicis dan untuk apa serta pertanyaan lainnya yang mungkin  dapat mengiringi ketidak tahuannya tersebut.  AICIS itu merupakan singkatan dari annual international conference on Islamic studies yang merupakan pengembangan dari AICIS atau annual conference on Islamic studies.  Sesuai dengan namanya bahwa aicis tersebut merupakan agenda tahunan tentang pertemuan  ilmiah atau seminar tentang berbagai persoalan dari aspek Islam.

Namun demikian sesungguhnya semangat untuk   itu bukan saja membicarakan hal hal yang terkait dengan persoalan keislaman  sempit sebagimana pemahaman Islam oleh kebanyakan umat, melainkan justru AICIS ini akan  menjelaskan bahwa kajian  Islam itu sangat luas dan menyangkut seluruh aspek kehidupan umat manusia.  Islam itu kafah dan  semua aspek yang ada  dikaji  serta menjadi perhatian Islam.

Dengan begitu AICIS bukanlah sekedar menempeli ayat atau teks lainnya, melainkan  semua kajian  didasarkan atas hasil penelitian yang cermat dan  kemudian juga direkomendasikan solusi atas persoalan yang ada.  Dengan demikian AICIS ini menjadi sangat urgen dalam kehidupan umat secara menyeluruh, dan diharapkan pula  pemikiran dan hasil penelitian yang disajikan dalam  AICIS tersebut akan dapat dijadikan sebagai bahan untuk kajian selanjunya, termasuk untuk  mendasari kebijakan yang akan diambil.

Dengan AICIS sesuggunya juga ada maksud  baik agar  secara umum Islam tidak sekedar amalan ibadah seperi shalat,puasa dan lainnya, melainkan juga  mengatur dan memperhatikan persoalan umat secara  menyeluruh, seperti persoalan ekonomi, keamanan,  politik,  bertetangga, hidup bersama dan lainnya. Pendeknya seluruh aspek hidup manusia  diatur dan diberikan solusi oleh Islam.

Jika  seluruh muslim konsisten dan berkomitmen untuk menjalani  hidup  dengan mengambil ketentuan Islam sebagai landasannya, tentu semanya akan menjadi bagus, namun sebaliknya, jika atuan Islam idak diambil  maka akan terjadi masalah, sekecil apapun.  Namun bukan berati kalau aturan Islam diterapkan, maka tidak akan terjadi persoalan sama sekali, bukan  seperti itu, melainkan dengan meralisasikan aturan Islam, insayaallah akan lebih baik.

Saya bukan bermaksud lain, selain bahwa aturan Islam itu sesungguhnya cocok untuk diterapkan dimanapun, termasuk di masyarakat yang  bukan muslim. Jadi bukannya mengadobsi secara mentah aturan Islam dan tetap diberikan label Islam, melainkan ajaran substansi Islam itu  menyeluruh dan pastinya universal.  Namun jika yang dimaksudkan Islam itu ialah fiqh yang dopengaruhi oleh  zaman dan tempat, maka  sangat tidak mungkin akan berlaku universal.

Islam itu bukan identik dengan ketentuan dalam fiqh yang  disusun oleh para tokoh dan ulama pada abad tertentu.  Karena itu ketentuan fiqh  terkadang  ada yang sudah tidak relevan lagi dengan kondisi zaman, dan itu sangat masuk akal.  Kita tetap harus memberikan apresiasi kepada  mereka yang menggali hukum Islam dan kemudian menghasilkan produk fiqh, namun bukan berarti kita harus memakainya tanpa kritik, karena zaman ini sudah berbeda jauh dengan  zaman  dimana fiqh tesebut disusun.

Nah, yang saya maksudkan dengan ketentuan Islam tersebut tentu bukan fiqh, melainkan substansi ajaran Islam yang bersumber dari a-Quran dan juga sunnah Nabi Muhammad saw.  Karena itu sangat mungkin ketentuan yang kita terapkan saat ini berbeda dengan ketentuan fiqh, meskipun sama sama  mengambil dari  kitab suci al-Quran.

Sebagai conth longkritnya ialah sistem ekonomi yang  saat ini dikembangkan oleh masyarakaat muslim dan juga masyarakat non muslim.  Substansi prinsip  dalam ekonomi Islam ternyata sangat  cocok dan  memberikan  jaminan atas setia uasaha yang dilakukan tanpa  merugikan piahk manapun, dan itu ternyata sangat sesuai dengan kehidupa  masyarakat yang menginginkan sebuah tatanan yang baik dan meyakinkan.

Jadilah saat ini sistem ekonomi islam tersebut dipakai oleh  masyarakat yang bukan muslim juga.  Nah, itu sebagai salah satu contoh saja, karena masih banyak sistem dalam kehidupan  manusia  yang  sungguh luar biasa, hanya saja karena masih banyak masyarakat yang  masih  phobi terhadap istilah Islam, maka masih banyak diantara mereka yang enggan mengambil sistem yang sangat bagus tersebut.

Barangkali ita harus mencari format lain agar  sistem Islam tersebut dipakai oleh semua orang.  Kita sangat yakin bahwa  Islam itu rahmatan lil alamin, yakni Islam itu  akan menjadi rahmat tidak saja bagi umat muslim, melainkan juga kepada umat lainnya.  Karena itu dalam menyikapi hal ini, ada dua aloiran yang berkembang  bahkan hingga saat ini, yakni aliran formalis dan  alioran substansialis.  Keduanya  berbed apandangan mengenai ajaran Islam tersebut.

Aliran formalis tentu akan  menyukai  apabila  ajaran Islam itu diadopsi dengan tetap mempertahankan  nama Islamnya, tentu dengan berbagai alasan yang menurut mereka  sebagai hal yang prisip.  Sedangkan merka yang menganut aliran substansialis, akan  terus berusaha   merealisasikan aturan Islam melalui berbagai cara, termasuk kalau tidak harus memakai nama Islam, karena yang dipentingkan ialah bagaimana  ajaran  atau atauran Islam tersebut dapat berjalan, meskipun dengan nama lain.

Sudah barang pasti masing masing mempunyai  alasan dan dalilnya sendiri sendiri.  Namun memang amat disayangkan bahwa mereka itu tidak dapat menemukan titik temu yang menguntungkan semua pihak.  Kalau Allah  swt sudah menyatakan bahwa Islam itu  akan membawa kebaikan kepada smeua umat, tanpa memandang apakah muslim ataupun lainnya, tentu hal tersbeut akan terealisasi jika aturan tersebut dijalankan dengan  konsisten dan komitmen tinggi.

Pada sisi ini tentu ita harus  dapat memahami, apalagi ketika berada di sebuah negara yang  dihuni oleh masyarakat yang beragam.  Dalam kasus di negra kita, sesungguhnya kita tidak perlu memaksakan diri untuk menjalankan syariat Islam dalam arti fulgar dengan nama syariat Islam, tetapi cukuplah  ajaran yang substansial dalam Islam tersebut diadobsi  dan dimasukkan kedalam  peraturan perundangan yang  diberlakukan di negara ini.

Kita tahu bahwa tidak akan mungkin kita memaksakan  kata Islam untuk  menggantikan  pertauran perundangan yang mekanisme penysusnan dan pelaksanaanya sudah disepakati bersama.  Sati satunya jalan yang sangat mungkin tanpa harus melakukan berbagai hal yang dapat merusak kehidupan yang sudah mapan seperti saat ini ialah agamana kita mampu mengadopsi ajaran Islam ke dalam peraturan perundangan kita.

Nah, melalui AICIS inilah kita akan memberikan kontribusi kepada sleuruh masyarakat tentang berbagai hal dalam aspek kehidupan umat  dalam berbangsa dan bernegara  sesuai dengan kajian Islam.  Kontribusi tersebut sangat penting, karena  bagainanapn juga saat ini kita masih  membuthkan banyak pemikiran untuk  mendorong   agar kehidupan umat dan bangsa ini menjadi lebi baik, lebih sejahtera, lebih aman, lebih adil dan  sebagainya.

Jadi sebagai kaum intelektual muslim, kita memang harus memberikan kontribusi nyata, bukan saja untuk  sebuah bangsa, yakni bangsa kita sendiri, melainkan juga untuk bangsa lain di dunia.  Mungkin juga untuk kedamaian seluru umat manusia yang saat ini sedang  terjadi kekerasan dan peperangan.  Tentu kita  bersedih atas  terus terjadinya peperangan dan kekerasan di  semua belahan dunia tersebut, namun  kita tdiak berdaya untuk menghentikannya.

Na, kita juga berharap melalui AICIS ini akan dibahas mengenai persoalan politik dan memberikan  rekomendasi yang sangat riil dala upaya  meredakan kondisi dunaitersebut dan  sekaligus juga mempersipkan perdamaian yang abadi dalamkancah kehidupan umat manusia dimanapun berada.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.