SUKSESKAN AICIS

Insyaallah nanti sore acara Annual international Conference on Islamic Studies akan dibuka  secara resmi.  Pelaksana AICIS  ke !6 kali ini ialah IAIN Raden Intan lampung.  Pada  kesempatan tersebut seluruh pimpinan  PTKIN akan hadir dan mensukseskan acara tahuna tersebut.  Sudah barang pasti disamping hadir secara pribadi mereka juga akan mengirimkan delegasi, baik yang akan mempresentasikan makalahnya maupun yang hanya akan menjadi peserta saja.

Gawe AICIS tersebut bukan semata gawenya IAIN lampung, melainkan gawenya seluruh perguruan tinggi Keagamaan Islam, karena itu kemenetreian agama  berkepentingan  untuk menyukseskannya dengan mengerahkan seluruh pimpinan dan para guru besar di lingkungan kementerian agama. Memang untuk urusan pendelegasian tidak dicover oleh kementerian , malainkan  dicover oleh masing masing  PTKIN sesuai dengan  kekuataan masing masing.

Dalam pelaksanaan AICIS kali ini tentu  akan juga mengundang para pembicara dari luar negeri untuk memberikan suasana yang lebihvariatif dalam penyajkian makalah dan pandangan.  Walaupun  para pemakalah dari dalam negeri tidak kalah  dibandingkan dengan para penyaji dari luar negeri, namun keberadaan mereka yang dari manca negara  tetaplah sangat penting dan merupakan  hal yang akan menaikkan pamor konferensi tersebut.

Hasil penelitian dari berbagai sarjana dari dalam dan luar negeri, akan menghiasi AICIS kali ini yang akan diselenggaran  selama 4 hari tersebut.  Pada akhirnya  diharapkan bahwa melalui AICIS ini akan didapatkan pemikiran yang genuine dan  sekaligus dapat memberikan kesejukan dan penyelesaian peroalannyang  saat ini  muncul.  Tentu dengan banyaknya  rekomendasi dari kegiatan ini, akan  dapat dilakukan  penyelesaian berbagai masalah yangbhingga saat ini amsih belum tuntas.

Perlu diketahui bahwa  pembahaan dalam AICIS ini bukan saja terkait dengan masalah agama  semata, melainkan juga terkait dengan berbagai persoalan duniawi, seperti ekonomi, keamanan,  keadilan dan hokum, demokrasi, hak azasi Manusia dan lainnya.  Hanya saja pemikiran pemikiran tersebut pastinya akan diberikan legitimasi dari aspek keislamannya, sehingga akan lebih memantapkan  pernyatan bahwa Islam itu memang rahmatan lil alamin.

Artinya jika kita mampu merumuskan berbagai persoalan yang didekati dengan islam, maka  umat akan semakin percaya bahwa islam itu memang  mempunyai berjuta solusi atas persoalan manusia yang selalu muncul ke permukaan.  Solusi yang ditawarklan bukan sekedar menyelesaikan persoalan  saja, melainkan juga sekaligus memberikan kepastian tentang kenyamanan setelah penyelesaian masalah tersebut.

Selama ini  banyak pihak yang memandang miring kepada  PTKIN yang dianggapnya hanya mam[u memberikan  p[endapat di seputar persoalan keagamaan, namun sesungguhnya secara riil sudah banyak penyelesaian persoalan umat yang sudah dilakukan  melalui pendekatan agama.  Persoalamn keumatan  dan keduniaan memang mendominasi umat manusia saat ini, dan mereka sangat ingin segera mendapatkan solusi terbaik, namun rupanya belum banyak teori yang mampu menyelesaikan hal tersebut dengan baik.

Untuk itu sebagai umat muslim, kita seharusnya   mempercayai  islam sebagai sebuah tatatanan yang menyeluruh.  Islam sesungguhnya merupakan  agama yang mengajarkan kepada para pemeluknya  mengenai sebuah  tatanan yang sangat luar biasa bagusnya.  Namun karena banyak diantara umatnya sendiri  yang tidak terlalu yakin, maka kemudian kajian keislaman menjadi sangat kering dan tidka mendapatkan momentumnya.

AICIS sekali lagi sebagai ajang dan wahana untuk membuktikan bahwa islam itu memang merupakan agama yang mempunyai tatanan yang luar biasa bagi hidup dan kehidupan umat manusia di dunia hingga di akhirat nanti.  Kalaupun saat ini banyak  orang yang tidak meyakininya, itu bukan  menandakan bahwa Islam itu hanya sbeuah agama yang hanya mengajarkan tentang ibadah dan kehidupan akhirat  saja.  Kita sebagai umat muslim wajib memberikan pemahaman kepada khalayak tentang kekaffahan islam tersebut.

Seharusnya menjadi kewajiban kita untuk merumuskan dan menyusun berbagai aturan tentang kehidupan yang didasarkan atas prinsip Islam.  Dengan Bahasa yang pendek, kita sudah harus merumuskna kembali fiqh Indonesia yang dapat dipraktekkan dalam kehidupan umat manusia di negara kita tercinta, termsuk jikalau tidak harus dinamakan dengan Islam sekalipun, karena yang terpenting ialah bagaimana substansi Islam tersebut dapat diimplementasikan dalam kehidupan nyata masyarakat.

Kalau melalui AICIS nantinya hanya akan didapatkan rumusan dan rekomendasi hal hal yang sifatnya umum, maka harus ada tindak lanjut dari kita, m,ungkin akan lebih bagus jika secara kolektif untuk menyusun kembali fiqh islam ala Indonesia.  Namun jika secara kolekstif tersebut akan sulit, maka dapat dilaksanakan secara individual.  Hanya saja fiqh tersebut tidakditulis secara iksklusif dan  bertentangan dengan  kebiasaan yang  dilakukan oleh masyarakat kita.

Sudah barang tentu pertimbangan ushul fiqh tetap harus tetap dipraktekkan.  Persoalan nantinya amsih akan menimbulkan kontroversi, itu merupakan sbeuah konsekwensi, dan harus diterima sebagai bagaian dari perbedaan yang mesti terjadi. Namun yang pasti bahwa penulisan fiqh tersebut harus berpedoman kepada prinsip islam dan juga disesuaikan dengan  masyarakat Indonesia saat ini, yang musti berbeda dengan mkasyarakat Timur Tengah.

Tawaran dan juga rekomendasi dari AICIS nantinya diharapkan  dapat disampaikan kepada smeua pihak,  terutama mereka yang  mempunyai kewenangan untuk  membuat kebijakan kepada public.  Namun jika rekomendasi tersebut masih mentah, sebaiknya dirumuskan kembali dengan Bahasa yang bagus dan  kemungkinan dapat dijadikan sebagai pertimbangan dan alternative dalam memecahkan persoalan bangsa yang hingga saat ini masih terus terjadi.

Karena itu  mari kita sukseskan AICIS di lampung tersebut dengan penuh  antusias dan kebersamaan.  Kalaupunkita tidak mempresentasikan makalah hasil dari penelitain kita, namun dengan vberpertisipasi aktif selama berlangsungnya konferensi tersebut, kita sudah ikut  mensukseskannya.  Aakan jauh lebih bagus jika kita mau  memberikan  kontribusi pemikiran, melalui rector Lampung, wlaupun kita tidak termasuk presenter resmi.

Sumbangan tulisan yang terkait dengan pemecahan  persoalan bangsa melalui pendekatan islam, lebih lebih lagi jika kita mempunyai hasil penelitian yang terkait dengan kasus tertentu dan  sudah ada kesimpulannya, maka itu lebih bagus.  Kalaupun kita sendiri tidak mampu memberikan kontribusi tulisan dalam AICIS ini, kita dapat memberikan support melalui bneebrtapa dosen kita agar mereka mau memberikan pemikiran mereka untuk kepentingan bangsa dan negara

AICIS merupakan  harga diri Kementerian Agama sebagai pengelola perguruan tinggi keagamaan, karena itu seluruh kekuatan kementerian agama, terutama  yang berkitan dengan pendidikan tinggi sudah pasti  harus dikerahkan.  Hanya saja  sampai saat ini yang terjadi hanyalah sebuah himbuan  semata yang tidfak menggigit, sehingga sepertinya perguruan tinggi kurang greget dalam menyemarakjkan AICIS ini.  Mungkin saja  para pejabat di kementerian menganggap bahwa acara AICIS ini merupakan acara tahunan biasa sehingga cukuplah  hanya dengan himbauan.

Namun sesungguhnya  sangat diperlukan lebih dari sekedar hiombauan, bahkan mungkin diwajibkan kepada setiap pimpina  PTKIN untuk membentuk tim khusus untuk memberikan sumbanganpemikiran yang kahas masing masing daerah dan PTKIN agar AICIS kali ini akan semakin kaya dengan berbagai ide dan pemikiran yang dapat dimanfaatkan bagi kepentingan masyarakat Indonesia secara keseluruhan.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.